Tips Bermitra dengan Retailer di Negara Tujuan Ekspor - Sahabat Wirausaha, semakin terkendalinya pandemi COVID-19 saat ini memang menjadi sebuah harapan baru bagi industri kecil dan menengah. Digadang-gadang lebih baik daripada tiga tahun terakhir sejak Coronavirus menyebar yang memicu pembatasan sosial, banyak yang menyebut bahwa perekonomian tahun ini akan lebih bersinar.

Kendati masih dicemaskan dengan ancaman resesi global, para pelaku bisnis tak ingin terlampau risau bahkan mulai mempertimbangkan melakukan perdagangan antar-negara atau ekspor-impor. Bicara soal kegiatan ini, penting bagi pebisnis mencari retailer yang sesuai dengan kebutuhan. Seperti apa dan bagaimana cara menjalin mitra dagang dengan retailer di negara asing? Ulasan dalam artikel berikut ini bisa Sahabat Wirausaha pertimbangkan.


Tips Bermitra dengan Retailer di Negara Tujuan Ekspor, Apa itu Retailer dan Potensi Ekspor di 2023

Seperti yang dilansir dari Mokapos, retailer pada dasarnya merupakan sebuah model bisnis yang melibatkan transaksi perdagangan baik perorangan maupun perusahaan. Para pelaku retailer ini nantinya menjual langsung produk dari produsen kepada para konsumen tingkat akhir alias end user. Umumnya, retailer berbentuk sebuah toko yang menyediakan bermacam-macam produk dari berbagai merek. Contoh paling dekat adalah minimarket yang merupakan aktor retailer skala perusahaan besar. Sementara toko-toko kecil (seperti toko oleh-oleh daerah) dan online shop rumahan masuk dalam kategori retailer perseorangan.

Baca Juga: Pelatihan Offline Perluas Pasar dengan Peluang Pengadaan Pemerintah, Dapatkan Kesempatan Jadi Mitra!

Melalui sistem retailer ini, konsumen tentu sangat dimudahkan saat hendak membeli barang maupun mencari layanan jasa tanpa harus membeli ke produsen asal yang biasanya harus dalam jumlah besar. Di lain pihak, bagi produsen maupun distributor, keberadaan retailer akan memberikan keuntungan karena produk mereka jadi lebih terlihat dan terjangkau oleh pelanggan di berbagai tempat.

Tak hanya itu, dalam kegiatan perdagangan luar negeri, retailer juga akan sangat membantu bagaimana produk bisa terjual. Produsen di Indonesia tak perlu membuka toko langsung di Jepang jika ingin menjual produk mereka, karena sudah ada retailer di negara tersebut. Hanya saja pertanyaannya, menemukan retailer di luar negeri dan melakukan kegiatan ekspor apakah masih worth it dengan perekonomian saat ini? Bagi Sahabat Wirausaha yang penasaran, pada dasarnya tak perlu cemas.

Khairul Mahalli selaku Ketua Umum GKPI (Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia) kepada Tempo menanggapinya dengan optimis. Bahkan sekalipun ada ancaman resesi global, Khairul menjelaskan jika permintaan ekspor Indonesia di tahun 2023 masih cukup besar. Beberapa sektor yang unggulan yang memiliki potensi ekspor tinggi tahun ini adalah karet, di mana ada sejumlah kontrak bernilai besar datang dari Ethiopia.

Bukan hanya karet, sektor unggulan batu bara juga masih akan menjanjikan terutama adanya permintaan tinggi dari benua Eropa. begitu pula sektor sawit yang sudah sejak lama jadi produk unggulan Indonesia dan masih akan mencatat pertumbuhan luar biasa. Kendati begitu, Khairul tak menampik beberapa sektor seperti tekstil dan garmen masih mengalami pertumbuhan lambat berkaitan dengan dampak COVID-19.


6 Tips Jalin Perdagangan dengan Retailer di Luar Negeri

Sumber foto: Alexander Kovacs/UNSPLASH

Apa yang diungkapkan oleh Khairul jelas menjadi sinyal positif bagi Sahabat Wirausaha yang menjalani sektor tersebut, untuk mulai menggenjot potensi ekspor. Supaya perdagangan luar negeri ini bisa berjalan lancar, penting bagi setiap pebisnis lokal untuk menjalin kemitraan dengan retailer di negara tujuan. Hanya saja, menjalin mitra dagang dengan retailer di luar negeri bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika dibandingkan dengan retailer lokal, ada beberapa hal yang wajib disesuaikan.

Baca Juga: Tips Memilih Mitra Bisnis dan Membangun Komunitas

Adanya perbedaan batas geografi jelas memberikan pengaruh dalam proses distribusi dan pengurusan izin dagang yang semuanya akan memberikan dampak ke harga jual produk oleh retailer. Nah, supaya Sahabat Wirausaha bisa memaksimalkan omzet dagang, berikut sejumlah tips cara bermitra dengan retailer di negara tujuan:

1. Riset Calon Retailer

Tips pertama yang bisa Sahabat Wirausaha terapkan saat hendak bermitra dengan calon retailer di luar negeri adalah melakukan riset terlebih dulu. Adanya perbedaan negara dan batas wilayah yang cukup jauh, membuat produsen harus detail dalam mencari informasi calon mitra. Dalam mengumpulkan informasi, kalian bisa melakukannya secara online baik lewat kegiatan transaksinya di marketplace, maupun website resmi calon retailer.

Dilansir UKM Indonesia, hal ini memegang peran penting karena produsen bisa melihat kualitas calon retailer. Jika memang sesuai dengan kebutuhan ekspor sang produsen atau distributor, mitra bisnis yang diharapkan bisa terjalin.

2. Tentukan Target Pasar

Sebagus apapun kualitas produk yang dijanjikan oleh produsen dan distributor, tak akan bisa terjual jika tak sesuai target pasar. Misalkan saja Sahabat Wirausaha adalah produsen pakaian Muslimah, tapi justru mencari mitra dagang di negara non Islam. Dalam kondisi ini, jelas akan terjadi kerugian. Untuk itulah penting bagi seorang eksportir untuk mengecek seperti apa kondisi pasar di negara tujuan.

Sangat disarankan bagi eksportir menemukan calon retailer yang sudah mempunyai target pasar sesuai dengan produk bisnis yang kita miliki. Bahkan jika perlu agar mitra bisnis yang dijalin bisa memberikan dampak positif ke kedua belah pihak, tak ada salahnya kalau Sahabat Wirausaha sesekali berkunjung ke tempat usaha retailer seperti dilansir Turboly. Dengan adanya target pasar yang jelas, eksportir tak akan merugi saat mengirimkan produk ke negara tujuan.

3. Jalin Kontrak Disiplin dan Transparan

Tips selanjutnya supaya kemitraan yang dijalin bisa tumbuh positif adalah adanya kontrak bisnis yang disiplin dan transparan. Hal ini dilakukan supaya baik eksportir dan retailer memahami kewajiban masing-masing seperti jadwal pengiriman produk, laporan kondisi produk, laporan penjualan hingga biaya-biaya perdagangan ekspor. Jika hal-hal tersebut disampaikan secara transparan, tentu produsen atau distributor beserta retailer bisa memperoleh haknya sesuai perhitungan tepat dan meraih cuan.

4. Jaga Kapabilitas Bisnis

Mitra bisnis tak akan bisa terjalin secara baik jika kedua belah pihak atau lebih yang terlibat tak mampu menjaga kapabilitas. Hal itu pula yang terjadi dalam perdagangan antar negara. Penting bagi produsen dan retailer di negara tujuan dalam menjaga kapabilitas masing-masing. Dalam penjelasan di Jurnal, kapabilitas ini bisa diartikan sebagai kemampuan sekaligus keterampilan dalam menjalankan bisnis.

Baca Juga: Mau Terapkan Inovasi dalam Bisnis? Berikut Tips Memilih Mitra Ahli yang Cocok untuk Berkonsultasi

Contohnya saat terjadi masalah dalam kegiatan ekspor seperti aturan biaya yang berubah di negara bersangkutan, retailer harus bisa mencari solusi dengan melakukan koordinasi terhadap petugas lokal sehingga pihak eksportir tak merasa dirugikan dan proses pengiriman produk lancar. Dalam kondisi sebaliknya pun demikian, Sahabat Wirausaha sebagai produsen juga harus bisa menerapkan strategi lain jika terjadi masalah. Dengan kapabilitas yang mumpuni, mitra bisnis akan terjalin makin kuat.

5. Beri Layanan Maksimal

Lantaran kegiatan ekspor melibatkan pihak-pihak di negara yang berbeda, layanan yang maksimal adalah kunci bagaimana mitra bisnis bisa berjalan secara baik. Layanan maksimal ini bisa terwujud lewat komunikasi aktif baik secara verbal maupun non-verbal. Hubungan komunikasi yang aktif dan terjalin baik tentu akan mengatasi berbagai kendala yang terjadi secara cepat. Hasilnya, kedua belah pihak mampu memberikan pelayanan terbaik dan akhirnya berdampak positif ke end user.

Jangan segan untuk memberikan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan kemitraan kepada retailer, pun sebaliknya Sahabat Wirausaha pun bersedia memberikan jawaban yang dibutuhkan retailer di luar negeri. Dengan begitu kebutuhan bisnis akan tetap terpenuhi dan omzet lancar.

6. Lakukan Evaluasi Kemitraan

Saat menjalin kemitraan dengan retailer di luar negeri, penting bagi Sahabat Wirausaha untuk senantiasa melakukan evaluasi terhadap kegiatan perdagangan yang dijalankan. Evaluasi ini bisa berkaitan dengan berapa lama produk terjual, seperti apa tanggapan pasar, hingga produk-produk yang tidak laku sampai sejumlah strategi marketing yang telah dijalankan.

Melalui evaluasi yang tepat, baik produsen dan retailer akhirnya tahu seperti apa kondisi kemitraan bisnis yang mereka jalankan. Sahabat Wirausaha juga bisa menentukan apakah melanjutkan kontrak bisnis atau melakukan sejumlah penyesuaian, supaya tidak memicu kerugian di kedua belah pihak. Lewat evaluasi yang rutin, tentu bisa mengetahui seberapa besar omzet dan semakin dapat menyatukan visi serta misi bisnis.

Bagaimana? Tidak sulit bukan dalam menjalin kemitraan dengan retailer di luar negeri? Melalui sejumlah tips di atas, siapapun tentu bisa melakukan kegiatan ekspor secara maksimal dan meningkatkan omzet bisnis sesuai keinginan.

Jika Sahabat Wirausaha merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman lainnya. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini.