Ekspor Produk Pertanian ke Jerman – Produk pertanian pangan Indonesia memiliki beberapa keunggulan untuk diekspor ke Jerman. Pasalnya, produk Indonesia lebih murah dalam ekspor dibandingkan dengan negara lain karena biaya produksi yang rendah. Tak hanya itu, Indonesia adalah penerima manfaat di bawah Generalized System of Preferences (GSP) dari Uni Eropa, yang dapat memberikan produk akses bebas bea atau pengurangan tarif. 

Belakangan, Indonesia juga menjadi negara Asia pertama yang menandatangani Partnership and Cooperation Agreement (PCA) dengan UE, yang mencakup perdagangan dan investasi. Selanjutnya, Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan UE sedang dibentuk melalui keanggotaan ASEAN.

Sayangnya, kinerja ekspor produk pertanian pangan dari Indonesia ke Jerman masih rendah. Kita bisa menemukan bahwa produk pertanian pangan negara kita yang dipasarkan di Jerman kebanyakan diekspor dari Thailand atau Filipina. Dalam berbagai teori internasionalisasi, pengetahuan merupakan aset terpenting untuk memiliki daya saing kuat di pasar global. Maka dari itu, kunci utama dari permasalahan ini adalah pemenuhan pengetahuan UMKM Indonesia sehingga bisa siap ekspor.

Mulai dari persyaratan ekspor hingga penilaian kesiapan ekspor, artikel ini akan membedah penemuan dan metode terkait kesiapan ekspor produk pertanian pangan Indonesia ke Jerman. Data yang digunakan, diambil dari Technical Paper oleh Small Enterprise Promotion and Training Universitat Leipzig. Riset ini dilakukan dengan mewawancarai para eksportir dan pengurus asosiasi eksportir produk pertanian pangan Indonesia serta ITPC Hamburg.

Baca Juga: Peluang Pasar Ekspor Daun Pisang, Bisnis Rumahan Tembus Pasar Global


Apa Saja Persyaratan Organisasi Untuk Siap Ekspor?

Salah satu temuan adalah bahwa motivasi merupakan faktor kunci untuk dinilai. Tanpa motivasi yang memadai dan jelas, sulit untuk mengekspor produk ke Jerman. Selain itu, perlu dicatat bahwa motivasi saja tidak cukup untuk mengekspor ke Jerman. Perusahaan pertanian pangan juga harus berkomitmen pada proyek ekspor.

Temuan lain adalah bahwa pengalaman dan pengetahuan ekspor merupakan faktor penting dalam persyaratan organisasi. Namun, UKM pangan pertanian Indonesia yang tidak berpengalaman dapat mengekspor produk mereka ke Jerman selama mereka menyediakan produk khusus bersertifikat atau produk berkelanjutan dengan menggunakan pengetahuan ekspor yang memadai untuk mengelola kegiatan ekspor.

Selain itu, ditemukan juga bahwa kemampuan bahasa dan jaringan merupakan faktor penting. Temuan menunjukkan bahwa keterampilan bahasa Inggris diperlukan untuk melakukan bisnis dengan importir untuk kopi dan gula kelapa. Selain itu, keterampilan jaringan diperlukan untuk mendapatkan kepercayaan dari importir Jerman. Dilengkapi dengan pengetahuan etika dan budaya bisnis yang memadai.

Temuan menarik lainnya adalah bahwa kapasitas pasokan memainkan peran penting. Namun, ada importir Jerman yang hanya membutuhkan kapasitas pasokan kecil, terutama untuk produk khusus, yang direkomendasikan untuk disasar oleh eksportir kecil.

Terakhir, sumber daya keuangan diidentifikasi sebagai faktor penting yang harus dinilai untuk ekspor. Direkomendasikan untuk menilai sumber keuangan yang dapat dicadangkan untuk investasi & biaya ekspor dan untuk memeriksa apakah pembiayaan (kredit bank) dapat diperoleh dengan mudah.


Apa Saja Persyaratan Produk Untuk Siap Ekspor?

Studi ini mengidentifikasi faktor yang paling penting mengenai persyaratan produk. Ditemukan bahwa persyaratan produk terdiri dari persyaratan hukum (dari peraturan Uni Eropa atau Jerman), persyaratan umum (dari importir Jerman), dan persyaratan tambahan.

Salah satu temuan penting adalah bahwa aspek penting dalam persyaratan hukum adalah batas maksimum residu dan kontaminasi, yang diperiksa dengan uji laboratorium. Meskipun terdapat banyak persyaratan hukum oleh UE dan Jerman untuk produk kopi dan gula kelapa, fokus pada kedua aspek ini memastikan bahwa produk tersebut dapat memasuki pasar Jerman.

Namun, perlu dicatat bahwa ada unsur lain mengenai persyaratan hukum Jerman yang harus dipenuhi oleh eksportir Indonesia. Salah satu persyaratan hukum utama adalah bahan kontak makanan (kemasan) dan pelabelan. Selain itu, persyaratan hukum utama lainnya terkait dengan prosedur kebersihan makanan, yang perlu diterapkan untuk produk olahan (tidak wajib untuk produk mentah).

Baca Juga: Mengenal ASEAN Trade in Goods Agreement dan Keuntungannya Bagi UMKM

Temuan penting lainnya adalah adanya spesifikasi produk yang dibutuhkan oleh importir umum Jerman. Misalnya, kopi spesialti harus memenuhi spesifikasi tertentu dalam standar grade 1, dan skor cupping harus lebih dari 80.

Selain itu, sebagian besar importir Jerman mensyaratkan standar manajemen mutu untuk produksi di bidang-bidang seperti manajemen keamanan pangan, standar lingkungan kerja, dan praktik pertanian yang baik, yang dibuktikan dengan sertifikasi. Persyaratan ini bergantung pada permintaan perantara dan jenis produk.

Beberapa importir Jerman juga mensyaratkan standar keberlanjutan, yang sebagian besar dalam bidang produksi organik dan perdagangan yang adil.


Tips Panduan Langkah-Langkah untuk Menilai Kesiapan Ekspor

Berdasarkan berbagai penemuan diatas, berikut pedoman yang dapat digunakan oleh Sahabat Wirausaha untuk menilai kesiapan ekspor produk pertanian pangan ke pasar Jerman.

Langkah 1: Identifikasi persyaratan organisasi

  • Bagaimana pengalaman dan pengetahuan ekspor yang dibutuhkan oleh perantara pembeli sasaran?
  • Bagaimana kemampuan bahasa dan jaringan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis dengan perantara yang ditargetkan?
  • Bagaimana kapasitas pasokan yang dibutuhkan oleh perantara yang ditargetkan?
  • Bagaimana kesinambungan pasokan yang dibutuhkan oleh perantara yang ditargetkan?
  • Bagaimana sumber keuangan yang dibutuhkan untuk melaksanakan manajemen dan operasi ekspor?
  • Apakah ada persyaratan organisasi lainnya oleh perantara yang ditargetkan?

Langkah 2: Identifikasi persyaratan produk

  • Bagaimana tingkat residu maksimum (MRL) dan kontaminan yang diatur oleh UE?
  • Bagaimana pengemasan dan pelabelan diatur oleh UE dan diwajibkan oleh perantara yang ditargetkan?
  • Bagaimana manajemen keamanan pangan (HACCP) diatur oleh UE dan diwajibkan oleh perantara yang ditargetkan?
  • Apa spesifikasi produk yang dibutuhkan oleh perantara sasaran?
  • Sertifikasi manajemen mutu apa yang dibutuhkan oleh perantara sasaran?
  • Apa saja sertifikasi keberlanjutan (misalnya, organik, perdagangan yang adil) yang dibutuhkan oleh perantara yang ditargetkan?
  • Apakah ada persyaratan produk lain dari pihak importir?

Baca Juga: Mengenal Pinjaman Pembiayaan Ekspor, Solusi Bagi Eksportir yang Butuh Modal

Langkah 3: Menilai kesiapan organisasi dan kesiapan produk

  • Bagaimana status organisasi dan produk kita saat ini?
  • Bagaimana hasil penilaian yang membandingkan status saat ini dengan persyaratan (Siap, Potensial, atau Tidak Siap)?
  • Apa sumber daya yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan ekspor?
  • Apa rencana aksi untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan?

Untuk mengumpulkan informasi persyaratan ekspor, Sahabat Wirausaha sebaiknya membaca laporan intelijen pasar dari ITPC Hamburg, CBI, dan IPD untuk ikhtisar persyaratan produk terkait. Selain itu, Sahabat Wirausaha juga sebaiknya mengecek EU Trade Helpdesk yang menyediakan persyaratan ekspor UE untuk sejumlah besar produk. Selain itu, ada Market Access Map dari ITC yang menyediakan persyaratan non-tarif untuk produk terpilih dan Standard Map dari ITC yang menyediakan basis data detail tentang persyaratan standar swasta.


Alat Kerja dalam Penilaian Kesiapan Ekspor

Sahabat Wirausaha dapat menggunakan alat kerja dibawah ini untuk membantu dalam menilai kesiapan organisasi. Tanyakan juga kepada calon importir/pembeli mengenai preferensi organisasi usaha yang diutamakan sebagai mitra.

Pertanyaan Kesiapan OrganKisasi

Status Sekarang

Hasil Penilaian

Hal yang Dibutuhkan

Motivasi dan Komitmen

Siap: Apakah manajemen memiliki motivasi untuk mengekspor ke Jerman berdasarkan keunggulan kompetitif? Apakah manajemen memiliki komitmen yang tinggi untuk melakukan ekspor ke Jerman?

Potensial: Jika tidak, apakah ada motivasi yang didasarkan pada apresiasi produk yang lebih tinggi di Jerman? Apakah ada motivasi berdasarkan sumber daya yang melimpah di Indonesia?

Siap/ Potensial/ Tidak Siap

Jelaskan orientasi manajemen yang dibutuhkan(sekarang/ masa depan)

Pengalaman Ekspor & Pengetahuan

Siap: Apakah ada pengalaman ekspor sebelumnya ke negara-negara UE yang tersedia di perusahaan?

Potensial: Jika tidak, apakah perusahaan Anda memiliki produk khusus atau berkelanjutan yang tersertifikasi? Apakah perusahaan Anda memberikan pengetahuan ekspor, terutama untuk wilayah UE?

Siap/ Potensial/ Tidak Siap

Jelaskan sumber daya manusia yang dibutuhkan (sekarang/ masa depan)

Kemampuan Bahasa & Jaringan

Siap: Apakah ada yang fasih berbahasa Inggris atau Jerman? Apakah sumber daya jaringan yang terkait dengan pemain pasar Jerman tersedia?

Potensial: Jika tidak, apakah ada kesempatan untuk berpartisipasi dalam pameran dagang internasional atau acara berjejaring dengan asosiasi/organisasi internasional?

Siap/ Potensial/ Tidak Siap

Jelaskan sumber daya manusia yang dibutuhkan (sekarang/ masa depan)

Kapasitas Pasokan

Siap: Apakah alokasi pasokan memadai untuk perantara yang ditargetkan di Jerman?

Potensial: Jika tidak, apakah ada kelebihan pasokan yang dapat dialokasikan untuk pasar Jerman?

Siap/ Potensial/ Tidak Siap

Jelaskan fasilitas pertanian dan produksi yang dibutuhkan (sekarang/ masa depan)

Kontinuitas Pasokan

Siap: Bisakah ekspansi pasokan dipenuhi dengan cepat jika ada permintaan ekspor yang lebih besar?

Potensial: Jika tidak, dapatkah perusahaan berproduksi dengan pasokan konstan?

Siap/ Potensial/ Tidak Siap

Jelaskan fasilitas pertanian dan produksi yang dibutuhkan (sekarang/ masa depan)

Keuangan

Siap: Apakah sumber daya keuangan perusahaan mencakup persyaratan dan operasi ekspor?

Potensial: Bagaimana kemungkinan memperoleh pembiayaan/investasi untuk memenuhi persyaratan dan operasi ekspor?

Siap/ Potensial/ Tidak Siap

Jelaskan sumber daya keuangan yang dibutuhkan (sekarang/ masa depan)

Pertanyaan kesiapan organisasi lainnya dapat ditambahkan disini

Alat kerja berikutnya ini juga bisa dipakai Sahabat Wirausaha dalam membantu menilai kesiapan ekspor produk. Perlu diperhatikan bahwa setiap persyaratan perlu dikonfirmasi dan ditanyakan dengan calon importir/pembeli.

Baca Juga: Standar Ekspor Produk Pertanian dan Perkebunan, Berikut Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui

Pertanyaan Kesiapan Organisasi

Status Sekarang

Hasil Penilaian

Hal yang Dibutuhkan

Batas Residu Maksimum dan Kontaminasi

Siap: Apakah perusahaan melakukan uji laboratorium untuk mendapatkan sertifikat yang diperlukan? Apakah hasilnya memenuhi peraturan UE untuk produk tersebut?

Potensial: Jika tidak, apakah ada kemungkinan untuk mengurangi levelnya?

Siap/ Potensial/ Tidak Siap

Jelaskan hasil uji lab yang dibutuhkan (sekarang/ masa depan)

Kemasan dan Pelabelan

Siap: Apakah pengemasan dan pelabelan perusahaan memenuhi peraturan UE dan praktik umum importir Jerman untuk produk tersebut?

Potensial: Jika tidak, apakah ada kemungkinan untuk mengimplementasikannya?

Siap/ Potensial/ Tidak Siap

Jelaskan kemasan dan pelabelan yang dibutuhkan (sekarang/ masa depan)

Manajemen Keamanan Pangan (HACCP)

Siap: Apakah manajemen keamanan pangan memenuhi peraturan UE dan praktik umum importir Jerman untuk produk tersebut? Apakah perusahaan melakukan sertifikasi internasional?

Potensial: Jika tidak, apakah perusahaan sedang melakukan praktik atau melakukan sertifikasi lokal?

Siap/ Potensial/ Tidak Siap

Jelaskan sertifikasi atau standar produksi yang dibutuhkan (sekarang/ masa depan)

Spesifikasi Produk

Siap: Apakah perusahaan melakukan pengujian atau laporan bersertifikat untuk standar produk? Apakah spesifikasi produk memenuhi standar umum importir Jerman?

Potensial: Jika tidak, apakah ada kemungkinan untuk meningkatkan spesifikasi produk?

Siap/ Potensial/ Tidak Siap

Jelaskan laporan produk bersertifikat yang dibutuhkan (sekarang/ masa depan)

Standar Manajemen Mutu

Siap: Apakah standar manajemen kualitas memenuhi persyaratan importir Jerman untuk produk? Apakah perusahaan melakukan sertifikasi internasional dalam manajemen mutu?

Potensial: Jika tidak, apakah perusahaan sedang melakukan praktik atau melakukan sertifikasi lokal?

Siap/ Potensial/ Tidak Siap

Jelaskan sertifikasi atau standar produksi yang dibutuhkan (sekarang/ masa depan)

Standar Keberlanjutan (Organik, Fairtrade, atau lainnya)

Siap: Apakah perusahaan melakukan sertifikasi internasional untuk standar organik, perdagangan adil, atau keberlanjutan lainnya?

Potensial: Jika tidak, apakah perusahaan sedang melakukan praktik atau melakukan sertifikasi lokal?

Siap/ Potensial/ Tidak Siap

Jelaskan sertifikasi atau standar produksi yang dibutuhkan (sekarang/ masa depan)

Pertanyaan kesiapan produk lainnya dapat ditambahkan disini

Cara menggunakan dua alat kerja di atas:

  1. Jelaskan status saat ini untuk setiap persyaratan berdasarkan masing-masing pertanyaan kesiapan organisasi dan kesiapan produk.
  2. Menentukan hasil penilaian berdasarkan penjelasan pada status saat ini. Pilih hasil dari tiga tingkat kesiapan: Siap, Potensial, Tidak Siap. Jelaskan secara rinci.

*Catatan: Siap artinya saat ini siap mengekspor produk ke Jerman. Potensial berarti tidak siap saat ini tetapi mungkin untuk memenuhi sumber daya yang dibutuhkan di masa mendatang untuk mengekspor produk ke Jerman. Tidak Siap berarti sangat sulit untuk mengekspor produk ke Jerman.

Menuliskan sumber daya tambahan yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan berdasarkan hasil penilaian. Sangat berguna untuk memasukkan mereka ke dalam model bisnis ekspor.

*Catatan: Jika hasil dengan tingkat Siap, sumber daya harus dijelaskan dalam kondisi saat ini. Jika hasil dengan tingkat Potensial, sumber daya harus dijelaskan dalam kondisi masa depan.

Di artikel ini kita sudah membahas bagaimana Sahabat Wirausaha bisa menilai kesiapan ekspor produk pertanian pangan ke Jerman. Persyaratan ekspor ini tidak hanya berlaku di Jerman, namun juga bisa berlaku di negara-negara maju lainnya. Secara garis besar, faktor-faktor penting pada produk ekspor sudah dimasukkan disini. Namun, ingat bahwa terdapat persyaratan yang berbeda pada setiap jenis produk dan setiap calon pembeli/importir.

Sahabat Wirausaha juga perlu ingat bahwa kesiapan ekspor tidak dapat dilakukan dengan instan. Diperlukan proses yang berkelanjutan sehingga dapat menjadi siap ekspor secara optimal. Hal yang paling penting disini adalah mindset dan perencanaan. Jangan hanya mengejar keuntungan ekspor dalam jangka pendek. Pikirkan keuntungan dalam jangka panjang yang mengharuskan kita untuk mempersiapkan organisasi dan produk secara bertahap. Semangat Go Global!

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM. 

Referensi:

  1. Rinaldi & Dornberger (2023): Export Plan Development for Market Entry of Indonesian Agri-Food SMEs to Germany: Proposed Framework of Methods and Tools