Sumber: Freepik

Banyak pihak yang belum pandai untuk memasarkan produknya dan membutuhkan waktu panjang untuk memasarkan produk dengan baik. Akhirnya bermunculan jasa pemasaran yang memberikan jasa memasarkan produk orang lain. Nah, konsep ini merupakan Affiliate Marketing.

Affiliate Marketing adalah sebuah proses di mana pelaku usaha mempercayakan salah satu pihak atau afiliasi untuk memasarkan dan menjual produknya kepada masyarakat. Dari penjualannya itu, para pihak afiliasi akan mendapatkan komisi dari nilai jual barang atau jasa yang ditawarkan. Biasanya, afiliasi ini memiliki sebuah rekam jejak mengenai penjualan yang pernah mereka lakukan.

Sebuah affiliate marketing melibatkan beberapa pihak dalam melakukan pekerjaannya yaitu:

a. Pelaku usaha sebagai penjual

Pelaku usaha yang berperan seorang vendor, penjual, pembuat produk, atau penjual ritel. Produk yang diperjualbelikan sangat beragam dari produk barang hingga jasa. Dalam sebuah affiliate marketing, pelaku usaha tidak perlu banyak terlibat dalam kegiatan pemasaran. Yang perlu lakukan adalah mempersiapkan stok barang dan mempersiapkan pembagian profit kepada pihak terafiliasi.

Baca Juga: Mengenal Strategi dan Konten Promosi Serta Evaluasi Efektivitasnya

Sebagai contoh, sebuah produk cimol olahan rumah yaitu Acas Nyemil melakukan afiliasi marketing dengan membayar seorang influencer di media sosial Instagram untuk meningkatkan penjualannya. Oleh karenanya, pelaku usaha yang memiliki brand Acas Nyemil perlu mempersiapkan stok barang untuk dikirim dan mengatur proses pemesanan ketika telah melakukan proses affiliate marketing ini.

b. Afiliasi atau penerbit

Pihak selanjutnya yang terlibat dalam affiliate marketing adalah seorang afiliasi atau bisa disebut sebagai penerbit. Penerbit adalah pihak yang menjalin afiliasi dengan pelaku usaha perorangan atau perusahaan yang memasarkan produk dari pelaku usaha sehingga para calon pembeli tertarik mendapatkan manfaat dari membeli barang tersebut.

Akhirnya, pihak penerbit-lah yang akan membuat konsumen tertarik membeli produk tersebut dan afiliasi mendapatkan bagian profit yang telah dijanjikan oleh pihak pelaku usaha jika mereka dapat menghasilkan penjualan.

Baca Juga: Mengenal Soft Selling

c. Konsumen

Konsumen berperan sebagai pihak yang menentukan nasib dari penerbit (afiliasi) dan pelaku usaha. Para konsumen yang melakukan pembelian barang, secara sadar maupun tidak sadar, melakukan pembelian akibat dorongan dari pihak afiliasi. Afiliasi biasanya menyebarkan pesan atau promosi melalui jejaring sosial, situs, dan blog.

Baca Juga: Mengenal Consumer Acquisition Cost

Ketika sebuah produk terbeli oleh konsumen, terjadi sebuah pembagian profit antara penjual dan afiliasi yang terlibat. Kadang profit dibayarkan di awal, namun beberapa juga dibayarkan di akhir setelah proses penjualan selesai.

Ternyata, memasarkan produk tidak harus dilakukan sendiri. Sahabat Wirausaha bisa menggunakan strategi affiliate marketing ini sebagai alternatif untuk memasarkan produk lebih jauh dan lebih cepat.

Referensi:

https://www.bigcommerce.com/blog/affiliate-marketi...