UKM Indonesia

​Mengenal Strategi dan Konten Promosi Serta Evaluasi Efektifitasnya

Penulis : Patricia Vicka
Editor : Sonia Fatmarani
21 Juni 2022
Lama Baca : 5 menit

ilustrasi digital marketing

Pernahkah sahabat wirausaha merasa sudah rajin promosi di sosial media namun penjualan online tak kunjung meningkat? Sudah rajin posting foto atau video tapi yang melihat, melike atau memberi komentar sedikit? Apakah teknik promosi di dunia maya sama seperti di dunia nyata? Jika pernah, sudah saatnya sahabat memakai strategi konten promosi.

Digitalisasi terbukti menjadi faktor kunci UMKM bertahan dan tumbuh di masa pandemi. Berdasarkan data World Bank, sekitar 80% UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik.

Baca Juga: Tips Mengambil Foto Produk Secara Profesional

konten sosmed 2

Sumber https://www.istockphoto.com/photo/young-woman-usin...

Sahabat Wirausaha membutuhkan strategi dan konten promosi daring yang up to date untuk meningkatkan penjualan.


Strategi Konten Apa yang Paling Disukai dan Ampuh Untuk Mengambil Hati Audiens?

Content marketing adalah sebuah teknik pemasaran yang dilakukan untuk menarik perhatian dari audiens dengan cara pembuatan dan mendistribusikan konten yang relevan, penting, dan konsisten. Audiens digital jaman sekarang lebih menyukai konten soft selling dimana isi konten tidak terlalu menjual dan tidak berusaha meyakinkan konsumen kalau produk kita yang terbaik.

Baca Juga: Strategi Mengunggah Konten di Instagram

Tak hanya dari kualitas isi, sahabat perlu rajin dan konsisten memposting konten di sosial media dan marketplace setiap hari.

Dua teknik konten pemasaran yang kini tengah tren dipakai para digital marketer dan penjual adalah storytelling dan covert selling.

1. Strategi konten pemasaran dengan teknik story telling

Story Telling dilansir dari Hubspot, adalah proses menggabungkan fakta dan cerita untuk disampaikan kepada pengguna supaya mereka semakin tertarik dengan apa yang kita tawarkan.

Langkah pertama adalah mencari tahu bagaimana karakter dan demografi target market sahabat wirausaha. Hal ini untuk menentukan gaya bahasa tulisan. Serta tampilan foto dan video. Menulis untuk Ibu-ibu tentu berbeda gaya bahasanya dengan ABG.

Ada banyak topik atau tema yang dapat kita ceritakan kepada audiens. Materi cerita yang paling mudah adalah mengenalkan awal mula sahabat wirausaha berjualan atau membuat usaha hingga saat ini. Bisa juga diperlihatkan prestasi atau pencapaian cemerlang usaha kita.

Baca Juga: Jenis-Jenis Konten yang Efektif di Media Sosial

Bumbui dengan kejadian yang dapat menyentuh perasaan emosi, sedih, geregetan atau semangat audiens. Misalnya sahabat wirausaha bisa bercerita awal mula berjualan karena kena PHK, kemudian melihat ada orang yang kesusahan dan terpikir ide membuat barang untuk membantu orang itu.

Awal usaha sampai menjual motor. Ternyata produk sahabat wirausaha laku keras di pasaran dan sahabat akhirnya bisa membeli kembali motor bahkan rumah dan lainnya,

Tambahkan foto atau video surat PHK atau foto sedih waktu menjual motor demi modal usaha dan diakhiri dengan foto atau video produk.

ST 2

Sumber gambar: ?

Tema bahan Story Telling lainnya seperti:

  • Behind the scene pembuatan atau produk

Bagi para produsen, sahabat dapat menceritakan langkah per langkah pembuatan produk dari awal hingga akhir secara garis besar. Bisa pula menampilkan proses pengemasan produk, proses pengiriman sampai barang diterima pembeli. Bagi para , sahabat bisa langsung menceritakan proses barang. Atau suka duka menjadi.

Baca Juga: Menjaga Kesehatan Konten di Ruang Digital Kita Dengan 3S: Saring Sebelum Sharing

  • Menjelaskan keunggulan produk

Ceritakan keunggulan produk dengan cara sederhana dan tidak berlebihan. Inti pesan lebih ke arah manfaat atau kegunaan produk. Bisa juga berupa konten unboxing produk. Konten lainnya bisa berupa uji coba ketahanan produk.

  • Memperkenalkan tim dalam usaha

Sahabat wirausaha bisa memperkenalkan tim kerja beserta job desk mereka. Perlihatkan suasana saat tim bekerja, suasana saat barang diproduksi atau kondisi lokasi produksi barang.

  • Menceritakan kisah unik selama jualan

Kisah bisa berupa kisah sedih, marah,senang, bahagia atau apapun yang dapat menyentuh perasaan audiens yang melihat. Namun jika membuat konten yang ada unsur emosi, sebaiknya diakhiri dengan kata-kata yang memotivasi atau kata positif.

Bisa juga memberi tips dan trik. Hal ini untuk menghindari konten menjadi ajang menyerang dan menjatuhkan pembeli. Sahabat wirausaha juga bisa menceritakan manfaat atau efek yang dirasakan customer kita usai memakai produk.

Baca Juga: Memperkuat Konten dengan Tagar dan Kata Kunci yang Tepat

2. Strategi covert selling

Covert selling adalah teknik berjualan yang tidak secara langsung menjual barang. Kekuatan Covert Selling adalah dari memberikan konten foto video, caption hingga paparan data yang berkualitas tinggi namun tidak banyak menjelaskan secara detail produk sehingga membuat orang penasaran.

Dan akhirnya membuat calon pembeli ”kepo” lalu mencari tahu sendiri produk dan pada akhirnya membeli produk kita. Strategi ini paling pas untuk pemasaran di media sosial.

Sahabat wirausaha sangat disarankan untuk “pamer” segala kegiatan usaha, pencapaian ataupun prestasi usaha. Sebab hukum utama dalam penjualan di sosial media adalah pentingnya calon pembeli melihat sebanyak mungkin kegiatan usaha atau pencapaian usaha sebelum membeli barang.

Bagaimana calon pembeli bisa yakin anda pembeli yang amanah jika anda tidak pernah “pamer” menampilkan kegiatan usaha atau testimoni pembeli?

Baca Juga: Menjamin Kepuasan Pelanggan dan Kepercayaan Mitra Bisnis Lewat Kontrol Kualitas

Contoh topik dalam strategi covert selling;

  • Testimoni dari pelanggan atau pembeli

PIlihlah testimoni pembeli yang menjelaskan produk atau manfaat panjang lebar. Bisa juga menampilkan screenshot testimoni pembeli berbintang lima di marketplace.

Rajin-rajinlah reposting testimoni dari pembeli ke sosial media bisa ke kolom story atau kolom Feed. Sahabat bisa juga menggandeng influencer atau artis untuk memberikan testimoni jujur.

  • Video/foto tumpukan kiriman atau resi kirim barang

Foto atau videokan tumpukan barang yang hendak dikirim kemudian posting ke Story sambil sematkan kata-kata ucapan syukur.

  • Suasana lokasi usaha dan antusiasme pembeli saat order produk

Konten ini cocok bagi anda yang memiliki toko offline terutama tempat makan atau cafe. Ambil foto atau video saat suasana toko sedang ramai. Sahabat bisa juga memfoto antrian pembeli atau ojek . Tonjolkan juga salah satu sudut ruangan yang instagramable dan nyaman bagi pembeli. Lalu ceritakan betapa antusias atau nyamannya pengunjung toko anda dengan singkat.

  • Publikasi kegiatan/usaha kita

Isi konten bisa berupa foto atau video saat kita ikut event baik online maupun offline. Bisa juga memperlihatkan ratusan pesan pertanyaan yang masuk ke akun sosial media atau whatsapp. JIka pernah diliput oleh media, sahabat bisa juga memposting video atau tulisan dari jurnalis tersebut.

Baca Juga: Strategi Branding Mendapatkan Konsumen Loyal

  • Prestasi usaha kita

Prestasi bisa berupa penghargaan, sertifikat lulus uji, sertifikat atau piala jika memenangi suatu kompetisi, publikasi dari media mainstream maupun sosial media. Semakin banyak prestasi yang sahabat posting, dapat meningkatkan branding usaha dan meningkatkan kepercayaan calon pembeli.


Brand yang Sukses Menerapkan Teknik Story Telling dan Covert Selling

The Body Shop, brand kosmetik dan perawatan wanita asal Inggris ini populer di kaum hawa karena kekuatan storytellingnya. Sejak awal berdiri tahun 1976, sang pendiri, Anita Roddick memasarkan produknya dengan menjalankan kampanye sosial ajakan untuk menjaga lingkungan, hewan beserta isu kewanitaan.

1653142484875

Sumber IG resmi @TheBodyshopindo

Sahabat Wirausaha bisa melihat di akun Instagram dan tiktok mereka @thebodyshopindo isi konten marketingnya sebagian besar menggunakan teknik story telling untuk menjelaskan persoalan dan mengajak pembaca kritis. Kemudian meminta pembaca bergerak membuat perubahan dengan ikut berpartisipasi pada kampanye.

Sesekali mereka menyisipkan dengan konten foto atau video produk. Namun yang menarik, foto dan video disajikan dengan memberi pertanyaan atau terkadang berbentuk testimoni konsumen. Nyaris tidak terlihat seperti menjual (hard selling).

Isi konten juga kerap menceritakan proses pembuatan produk atau recycle botol-botol produk bekas mereka yang dikumpulkan dari konsumen. Ada pula konten tips dan edukasi konsumen yang dibalut unsur hiburan.

Baca Juga: Mengenal Psikologi Konsumen Untuk Mengambil Keputusan Pemasaran

Kampanye ini membranding the Body Shop sebagai perusahaan yang menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan, aman, tidak merusak bumi serta hewan dan peduli dengan kemanusiaan.

Seluruh isi konten promosi ini membentuk komunitas yang loyal pada produk the body shop. Maka tak heran jika brand ini tetap bertahan hingga sekarang meskipun hampir tidak pernah beriklan di media mainstream.

1653142484734

Sumber: Tiktok resmi The bodyshopindo


Meningkatkan Efektivitas dan Mengevaluasi Strategi Pemasaran

Konten yang efektif adalah konten yang interaktif dan mengajak calon pembeli berpartisipasi dan menciptakan pengalaman baru. Idealnya sahabat memposting minimal satu konten setiap hari.

Bagaimana caranya mengevaluasi hasil posting konten?

1. Melihat persentase engagement rate (keterlibatan) followers

Engagement rate adalah tingkat keterhubungan antara followers di sosial media dengan konten yang di posting. Sahabat dapat menggunakan tools gratisan di website Analisis.io, Tangke, Phlanx, Omnifluencer, atau Influencermarketinghub untuk menghitung engagement rate. Semakin tinggi persentase engagement rate maka semakin efektif.

Cara lainnya pada sosial media seperti instagram dan tiktok, sahabat wirausaha dapat membuka insight atau laporan keterlibatan followers. Semakin luas jangkauan, banyak yang memberi komen, mensharing dan menyimpan konten promosi sosial media, semakin efektif. Artinya sahabat berhasil membangun keterhubungan tinggi dan kedekatan dengan calon pembeli. Rajinlah melihat insight minimal seminggu sekali.

2. Mencantumkan link pemesanan produk di biografi profil

Letakkan link tersebut di Bio profile sosial media sahabat atau profil sosial media jualan kita. Arahkan link ke marketplace atau nomor whatsapp Admin. Kemudian tulislah instruksi kepada pembeli untuk mengklik link tersebut di setiap caption foto atau video yang kita posting.


Kesimpulan dan Saran

Konten marketing dengan teknik story telling dan covert selling kini cukup efektif meningkatkan ketertarikan dan kepercayaan calon pembeli pada brand usaha.

Buatlah konten sebanyak mungkin dengan format yang bervariasi dan interaktif. Jangan lupa lakukan evaluasi berkala rutin untuk mengetahui keefektifan sebuah konten. Selamat mencoba dan bertumbuh.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

https://glints.com

https://www.garuda.website/blog/contoh-konten-marketing-hebat/

https://blog.mokapos.com/

https://blog.hubspot.com/marketing/storytelling

www.cnn.com.

https://seller.bukalapak.com/info/blog/seller-guide/116444-optimalkan-jualan-dengan-strategi-covert-selling

Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: