UKM Indonesia

Menjamin Kepuasan Pelanggan dan Kepercayaan Mitra Bisnis Lewat Kontrol Kualitas

Penulis : Asri Murwanti
Editor : Sonia Fatmarani
22 Juni 2022
Lama Baca : 5 menit

“Kok rasa ayam bakarnya beda dari yang dulu ya, sekarang bumbunya kurang meresap sehingga di lidah kurang mantap.”

Ini hanyalah salah satu contoh keluhan yang dilontarkan pelanggan sebagai ekspresi ketidakpuasan atas rasa makanan yang tidak sesuai harapan. Sahabat Wirausaha mungkin pernah mendengar keluhan sejenis, yang intinya menunjukkan kekecewaan pelanggan terhadap kualitas produk yang tak sesuai ekspektasinya.

Baca Juga: Retensi Pelanggan

Sahabat Wirausaha, harus disadari sejak awal memulai bisnis bahwa kualitas produk atau layanan sangat penting demi kelangsungan bisnis kedepannya. Sebab itu, kualitas produk harus selalu dijaga, dikontrol, bahkan ditingkatkan agar kepuasan pelanggan terjamin dan kepercayaan mitra bisnis bisa langgeng.

Lantas, bagaimana caranya mengoptimalkan kontrol kualitas agar pelanggan merasa puas dan mitra bisnis percaya dengan kinerja kita? Kita akan membahas tentang hal tersebut, namun sebelumnya, kita harus pahami dulu pentingnya kontrol kualitas dalam berbisnis.


Pentingnya Kontrol Kualitas dalam Berbisnis

Kontrol kualitas tidak hanya didominasi oleh perusahaan besar saja, tetapi juga penting dilakukan oleh UKM. UKM berpotensi besar untuk terus ditingkatkan agar bisa naik kelas. Sebab itu, UKM tidak hanya perlu didorong peningkatan kapasitas produksinya, tetapi juga kontrol kualitasnya.

Kita tidak hanya dituntut untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara kuantitas saja, tetapi juga kualitasnya. Jika kita abai pada kualitas produk, maka bisa menimbulkan kekecewaan pada pelanggan. Akibatnya, mereka tidak akan segan untuk beralih ke produk pesaing. Kalau hal ini sampai terjadi, kita sendiri yang akan menanggung ruginya.

Baca Juga: Kontrol Kualitas

Kontrol kualitas dalam bisnis penting agar bisnis tetap konsisten, aman, dan berkelanjutan. Sebagai suatu rangkaian proses yang berkesinambungan, kontrol kualitas dilakukan di setiap lini mulai dari pembelian, produksi, hingga distribusi.

Memang tidak mudah, sebab kontrol kualitas yang konsisten membutuhkan kerja keras, perhatian terhadap detail, serta sistem guna memantau dan menilai apakah produk yang dihasilkan benar-benar telah memenuhi standar yang ditetapkan. Jangan sampai produk kita justru membahayakan pelanggan. Dengan mengendalikan kualitas produk, setidaknya kita dapat menghindari dua hal berikut ini.

1. Tuntutan hukum

Sahabat Wirausaha, proses kontrol kualitas yang kita lakukan dapat mencegah kemungkinan terjadinya malfungsi pada produk, yang dapat merugikan dan membahayakan pelanggan. Misal kita memproduksi makanan, kita harus pastikan bahwa produk diolah secara aman dengan kandungan bahan sesuai komposisi yang telah ditetapkan, agar dapat mencegah sakit atau keracunan pada pelanggan setelah mengonsumsi produk tersebut.

Jika tidak, pelanggan yang merasa dirugikan bisa mengajukan somasi dan ganti rugi, tuntutan pencabutan izin usaha, serta ancaman pidana karena dianggap lalai telah membahayakan nyawa pelanggan. Dengan mengendalikan kualitas produk, kita dapat terhindar dari tuntutan hukum, menghemat uang bisnis karena tidak perlu memberi ganti rugi, dan mencegah reputasi yang buruk di mata pelanggan.

2. Pemborosan

Produksi makanan yang dilakukan tanpa memperhatikan kadar komposisi dari setiap bahan baku, kemungkinan besar menghasilkan kualitas produk yang buruk. Misalnya rasanya yang tidak enak, atau bentuk produk akhir yang tidak sempurna.

Baca Juga: Tips Mengelola Kontak Untuk Lancarkan Komunikasi Konsumen

Di sinilah terjadi pemborosan, karena kita telah mengeluarkan biaya bahan baku dan tenaga kerja, tetapi produk tidak layak dipasarkan. Sebab itu, pentingnya kontrol kualitas agar terjadinya kesalahan selama proses produksi dapat diketahui lebih dini, sehingga bisa segera dilakukan perbaikan agar tidak mempengaruhi kualitas produk akhir.


Standar Kontrol Kualitas

Sahabat Wirausaha, kita harus menyadari betul bahwa di era sekarang ini, bisnis tanpa produk atau layanan yang berkualitas, dapat dipastikan akan mengalami situasi yang buruk. Kontrol kualitas diperlukan untuk memastikan kualitas produk dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan guna menjamin kepuasan pelanggan dan kepercayaan mitra bisnis.

Kontrol kualitas harus dilakukan untuk menguji dan menilai produk dari seperangkat standar kualitas sebagai berikut:

Baca Juga: Fenomena Conscious Consumption (Kemelekan Konsumsi) yang Perlu Dimanfaatkan UMKM

  • Usia produk. Standar kualitas ini berkaitan dengan keawetan produk yakni berapa lama produk dapat bertahan dalam menjalankan fungsinya.
  • Kemampuan memenuhi kebutuhan pelanggan. Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah produk dapat memenuhi kebutuhan atau memecahkan permasalahan pelanggan. Misalnya, pasar membutuhkan produk yang dapat mempermudah mereka berfoto selfie. Kebutuhan tersebut kemudian direspon oleh pelaku usaha dengan memproduksi tongsis yang dapat berfungsi sebagai tripod dan dilengkapi dengan bluetooth, sehingga pelanggan dapat berswafoto secara mandiri.
  • Biaya vs kebutuhan. Kita harus mengkalkulasi dengan benar besaran biaya produksi dibandingkan tingkat permintaan konsumen terhadap produk terkait. Jika biaya produksi tinggi, tetapi tingkat permintaan produk rendah, maka kita tidak perlu memproduksi produk tersebut.
  • Keamanan produk. Penilaian terhadap standar kualitas ini berkaitan dengan tingkat keamanan produk, yakni apakah pelanggan merasa nyaman dan aman saat menggunakan atau mengonsumsi produk.
  • Kemudahan penggunaan produk. Produk akan memberikan manfaat secara maksimal kepada pelanggan apabila mudah digunakan, mulai dari cara membuka kemasan hingga penyajiannya.
  • Efisiensi produk. Pengujian dan penilaian standar kualitas ini mengacu pada kemampuan produk untuk menghemat uang pelanggan dan ramah lingkungan.

Cara Mengoptimalkan Kontrol Kualitas Untuk Kepuasan Pelanggan dan Kepercayaan Mitra Bisnis

Kontrol kualitas merupakan bagian penting dalam sistem manajemen mutu, di mana pemantauan selama proses produksi dilakukan secara sistematis, didukung dengan pelaporan ketidaksesuaian dan kesalahan guna memastikan kinerja produksi berjalan dengan optimal. Dalam berbisnis kita harus pandai-pandai ‘merangkul’ pelanggan dengan menjamin kepuasannya, agar tidak mudah direbut oleh pesaing.

Tak hanya pelanggan yang penting bagi kelangsungan bisnis kita, tetapi juga mitra bisnis. Bagaimana mitra bisnis akan percaya dengan kelangsungan bisnis kita ke depannya, apabila kita masih serampangan dalam berproduksi? Tidak hanya reputasi yang dipertaruhkan, tetapi juga masa depan bisnis kita.

Baca Juga: Tempa Hubungan Baik Dengan Mitra Bisnis Lewat 9 Cara Berikut

Lantas, bagaimana caranya agar bisnis kita bisa menjamin kepuasan pelanggan sekaligus kepercayaan mitra bisnis melalui kontrol kualitas? Mudah saja, kita hanya perlu melakukan langkah-langkah berikut.

1. Menentukan standar

Kita perlu memikirkan apa saja yang menjadi standar kualitas produk yang harus dipenuhi, sebelum produk tersebut dirilis ke pasar. Apakah salah satu, beberapa, atau bahkan keseluruhan standar kualitas berupa usia produk, biaya, tingkat permintaan, keamanan, kemudahan, dan efisiensi produk?

Selain itu, apakah pengecekan produk harus dilakukan satu per satu, atau hanya mengambil sampel sebagian saja dari produksi dalam satu batch? Hal ini penting untuk dilakukan di awal, agar kita dapat menentukan efektivitas produksi.

2. Melakukan monitoring dan validasi kualitas produk

Pemantauan untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya kesalahan harus dilakukan mulai dari awal hingga akhir proses produksi. Pada tahap ini, tim kontrol kualitas memastikan bahwa setiap elemen dan fungsionalitas dari masing-masing bagian produksi berjalan dengan baik.

Baca Juga: Tips Menambah Basis Data Kontak Konsumen dan Menyimpannya Dengan Google Contact

3. Menyelaraskan visi dan misi perusahaan

Meski tampak sederhana, penyelarasan visi dan misi perusahaan sangat penting ketika menjalankan kontrol kualitas. Sebab, tujuan utamanya adalah menjaga kualitas produk atau layanan yang ditawarkan.

Agar kontrol kualitas tercapai secara optimal, manajemen perusahaan dan karyawan harus memiliki pandangan yang sama, bahwa kualitas produk terus terjaga dan sesuai dengan standar yang ada.

4. Memperbaiki produk yang gagal

Kontrol kualitas termasuk melakukan sortir produk gagal yang tidak memenuhi standar. Tujuannya agar produk gagal tersebut tidak ikut diedarkan ke pasar, yang bisa berisiko mengecewakan pelanggan. Identifikasi jumlah produk yang gagal juga diperlukan, agar bisa ditelusuri di bagian mana yang mengalami kesalahan, sehingga dapat dilakukan perbaikan dan meminimalisir kerugian.

Baca Juga: Strategi Branding Mendapatkan Konsumen Loyal

5. Umpan balik (Feedback)

Tahukah Sahabat Wirausaha bahwa umpan balik dari pelanggan merupakan salah satu sumber daya yang paling penting untuk mengoptimalkan kontrol kualitas? Kontrol kualitas tidak akan berjalan optimal, apabila kita hanya berasumsi telah paham dengan apa yang diinginkan pelanggan.

Kita harus mencari masukan dari pelanggan secara aktif, sehingga kita tahu persis apa yang diinginkan pelanggan. Misalnya dengan meminta review produk dari pelanggan, dan menyediakan hotline gratis yang menampung semua masukan baik berupa kritik maupun saran melalui platform media sosial yang ada seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya.

Tak hanya dari pelanggan, umpan balik juga diperlukan dari mitra bisnis. Mitra bisnis berperan sebagai support system ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik. Bahkan tidak menutup kemungkinan, mitra bisnis turut membantu memikul beban kerja.

Baca Juga: 7 Strategi Mengelola Hubungan Baik Dengan Konsumen

Sebab itu, kita perlu mendapatkan umpan balik dari mitra bisnis terkait dengan proses operasional bisnis. Dari mitra bisnis, kita bisa memperoleh perspektif lain dalam mengendalikan kualitas yang bermanfaat bagi kelangsungan bisnis kita ke depannya.

Pada akhirnya, kontrol kualitas merupakan bagian dari sistem manajemen mutu yang harus selalu ditekankan oleh perusahaan. Produk dan layanan yang berkualitas akan selalu menjadi hal terpenting bagi pelanggan.

Maka dari itu, bisnis harus merespon secara positif dengan memproduksi produk dan layanan yang memenuhi standar mutu baik dari ketahanan, keamanan, maupun kemudahan fungsi produk, agar benar-benar mampu memberikan manfaat, sehingga tak hanya memuaskan pelanggan tetapi juga meningkatkan kepercayaan mitra bisnis.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: