Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia pada tahun 2020. Berdasarkan data proyeksi Globalreligiousfutures, Indonesia memiliki persentase sebesar 10,51% dari jumlah penduduk yang beragama Islam di dunia, yaitu berjumlah 229,62 juta jiwa dengan total jumlah muslim di dunia yaitu sebesar 1,91 miliar pada tahun 2020. Sedangkan di Indonesia sendiri mengalami pertambahan jumlah muslim diproyeksikan mencapai 245 juta jiwa (databoks).
Baca Juga: Peluang Pasar Fashion Batik
Dari data di atas memberikan angin segar pada dunia fashion muslim, khususnya di Indonesia. Pangsa pasar masih luas dan peluang masih terbuka lebar. Saat ini tren fashion muslim di Indonesia tidak hanya sebatas pakaian, namun sudah merambah ke perlangkapan muslim lainnya seperti hijab, sarung sampai mukena. Peluang ini juga yang kemudian dimanfaatkan oleh salah satu brand asal daerah Kota Banjar, Jawa Barat yang kemudian bisa menjadi UKM terbaik.
Perjalanan Awal Merintis Hijra?
Hijra merupakan salah satu brand mukena yang saat ini namanya mulai dikenal oleh masyarakat muslim secara luas khususnya di Indonesia. Namun, siapa sangka dibalik usahanya yang terus mengalami perkembangan, ternyata Hijra memiliki lika-liku perjalanan yang membuat Hijra bisa berdiri sampai sekarang, bahkan lebih tegap dan kokoh.
Baca Juga: Tips Membuat Foto Konten yang Menarik Untuk Produk Fashion
Kondisi ini tentu tidak akan terjadi begitu saja tanpa adanya jiwa juang dari pemiliknya. Nama Hijra mulai tercetus pada tahun 2006 yang didirikan oleh Pipit Candra Prihastuti dan Bambang Sobarnas sebagai owner. Keduanya merupakan pasangan suami istri yang sejak lulus kuliah kemudian memutuskan untuk menjadi pasangan entrepreneur.
Sebelum pada akhirnya nama Hijra terpilih menjadi produk andalan, para owner telah mencoba peruntungannya di beberapa produk fashion seperti baju koko, hijab dan prouk fashion muslim lainnya. Dengan tetap menonjolkan sisi keunikannya yaitu pada kreasi bordir yang berbeda dari setiap produk yang dihasilkan. Kemudian pada akhirnya, para owner memutuskan untuk tetap fokus pada produk mukena dengan ciri khas bordir.
Kenapa Hijra?
Penamaan brand Hijra bukan tanpa alasan, nama di balik brand tersebut memiliki arti yang begitu menadalam. Awal mulanya, Hijra terinspirasi dari pengalaman pribadi sang owner yang senang bepergian. Selama perjalanan, sebagai seorang muslim, beliau merasa kurang nyaman dengan perlengkapan ibadah selama perjalanan yaitu mukena.
Di mana kebanyakan muslim mengandalkan perlengkapan ibadah yang sudah disiapkan di setiap tempat ibadah (masjid). Beliau menganggap seharusnya setiap muslim perlu memperhatikan kualitas ibadah termasuk dengan mempersiapkan perlengkapan yang bersih dan nyaman yang juga dapat mendukung kenyamanan ibadah.
Baca Juga: 8 Jenis Promosi Paling Mantap Untuk Bisnis Fashion
Untuk itulah, Hijra hadir untuk melengkapi perjalanan ibadah masyarakat muslim dengan membuat mukena travelling sebagai produk andalannya sampai saat ini. Hijra sendiri diambil dari kata Hijrah yang memiliki arti secara istilah adalah berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Jika secara etimologi, Hijrah memiliki arti yaitu memutuskan, meninggalkan atau menjauhi sesuatu pada sesuatu yang lebih baik.
Berdasarkan pengertian tersebut, Hijra mukena pun memiliki spirit yang sama yaitu ingin mengajak pada masyarakat muslim khususnya, jika perlengkapan ibadah adalah sesuatu yang cukup krusial yang seharusnya ada di setiap perjalanan termasuk pada saat bepergian. Keinginan sang owner pada brand Hijra adalah ingin membersamai perjalan ibadah masyarakat muslim di Indonesia dengan memberikan kualitas mukena premium dengan tidak mengabaikan kenyamanan penggunanya.
Kenapa Mukena?
Ada beberapa pertimbangan mengapa Hijra kemudian menjatukan pilihan pada mukena sebagai produk fashion muslim, bukan produk lainnya seperti pakaian atau apparel yang banyak dicari dan dibutuhkan pasar. Berikut adalah beberapa pertimbangan pemilihan produk mukena:
Baca Juga: Sajjad Muslim Apparel: Dari Karyawan Swasta Hingga Jadi Pengusaha
1. Peluang
Pasar muslim dari tiap tahun memiliki potensi yang sangat besar seiring dengan pertumbuhan penduduk. Namun, tidak bisa diragukan lagi banyak bermunculan pemain baru pada isnis fashion ini. Pada akhirnya, persaingan pun tak dapat terelakkan lagi. Khususnya pada produk fashion jenis apparel persaingan semakin ketat dikarenakan jumlah pemain yang semakin banyak.
Dari sana dituntut kreativitas dan perputaran mode yang begitu cepat untuk tetap bisa bertahan di pasaran. Di samping ketatnya persaingan pada produk apparel, Hijra kemudian melihat peluang pada produk fashion muslim lain selain pakaian, yaitu mukena. Di mana, pada produk ini masih ada ruang kosong yang belum terisi oleh pelaku usaha lain.
Kemudian, Hijra memberikan sentuhan baru pada perlengkapan ibadah terutama mukena yang mengedepankan kenyamanan penggunanya. Sisi unik produk Hijra dibanding dengan produk lainnya adalah pada pemilihan warnanya yang colorful namun tetap terlihat simple dan tidak terkesan berlebihan.
2. Kebutuhan Konsumen
Pada awalnya Hijra membidik target market muslimah yang senang melakukan perjalanan jarak jauh yang membutuhkan mukena untuk menemani perjalanannya. Kemudian, muncullah produk Hijra mukena traveling sebagai pelengkap kebutuhan ibadah. Kemudian, seiring berjalannya waktu pasar produk pun berkembang, dan Hijra menentukan target market lainnya yaitu muslimah remaja.
Baca Juga: Mengenal Psikologi Konsumen Untuk Mengambil Keputusan Pemasaran
Hijra melihat bahwa di pasar fashion muslim produk mukena untuk kalangan remaja belum ada yang mengisi. Dari situlah kemudian Hijra mengembangkan produknya, mukena khusus remaja dengan pemilihan warna yang lebih cheerful dan penambahan aksesoris yang lebih dikhususkan untuk remaja.
3. Simple dan Memiliki Risiko Rendah
Dari awal produk mukena dipilih karena pertimbangan risiko yang cukup rendah untuk kategori produk fashion. Untuk memproduksi mukena tidak diperlukan model atau ukuran yang bermacam-macam. Hijra lebih mengutamakan pada pemilihan warna yang sesuai dengan target market nya. Sehingga kemungkinan risiko untuk barang gagal produksi atau retur barang dari konsumen pun cukup rendah.
Keunggulan Hijra
Selanjutnya, di tengah persaingan yang bermunculan degan produk yang serupa, Hijra tetap memiliki tempat tersendiri bagi konsumennya. Di hati para pelanggan, Hijra memiliki brand image sebagai produk yang memiliki kualitas premium dengan tidak pernah mengecewakan konsumennya.
Untuk itulah, banyak diantara pelanggan Hijra yang sudah melakukan repeat order selama beberapa kali, bahkan tidak sedikit elanggan yang memesan produk ini sebagai hampers dalam jumlah yang cukup banyak. Adapun keunggulan dari produk Hijra adalah sebagai berikut:
1. Pemilihan Bahan Premium
Bagi para konsumen Hijra yang sudah pernah memiliki produknya pasti setuju dengan pemilihan bahan yang tidak asal-asalan oleh Hijra. Bahan yang dipilih pun merupakan bahan yang premium seperti bahan untuk mukena travelling yang menjadi andalan.
Mukena tersebut terbuat dari bahan parasut tebal, namun tidak kaku, nyaman dipakai, tidak menerawang dan tidak membuat gatal di kulit. Kenyamanan pelanggan merupakan poin utama untuk setiap produk Hijra.
2. Ukuran yang lebih besar daripada kompetitor
Selain pemilihan bahan, selanjutnya adalah penentuan ukuran pada setiap mukena. Biasanya, pada ukuran mukena standar kompetitor tidak terlalu besar dan terkesan pelit. Namun, Hijra membuat produk mukenanya dibuat lebih lebar dan jumbo, sehingga pada saat dipakai mukena tidak terangkat dan menyingkap anggota tubuh yang seharusnya tertutup.
3. Pemilihan Warna yang Sesuai Target Market
Karakter yang bisa ditemukan pada setiap produk Hijra adalah pada pemilihan warnanya. Warna-warna pastel yang sering digunankan oleh Hijra mukena membuat produknya terlihat lebih manis dan dinamis. Bisa dipakai oleh siapa pun termasuk kalangan remaja ataupun dewasa.
4. Sangat memperhatikan Sustainability Produk
Selain menitikberatkan pada keunggulan produk, Hijra juga sangat memperhatikan pada limbah produksi yang dihasilkan. Sebisa mungkin Hijra meminimalisir limbah yang malah akan merusak lingkungan.
Baca Juga: Lima UKM yang Sukses Membangun Sustainable Business
Kain-kain dari sisa produksi kemudian dikumpulkan untuk dilakukan recycle dengan menciptakan produk turunannya seperti pembuatan masker, pembuatan tas mukena, hingga ke akesoris tas mukena pun dibuat dari kain sisa.
5. After Sales Kepada Pelanggan
Kelebihan lainnya dari Hijra adalah pada proses pemasarannya yang menitikberatkan pada kepuasan pelanggan dan terkadang sang owner memilih untuk langsung terjun melayani pelanggan. Selain dengan tujuan silaturahmi yang kemudian tercipta chemistry engagement antara penjual dan pembeli, sang owner juga jadi lebih mengetahui apa yang sedang dibutuhkan oleh para pelanggannya. Di lain kesempatan, Hijra juga memberikan hadiah tambahan untuk para pelanggan loyalnya, seperti pemberian masker, tas, maupun diskon pembelian.
Prestasi yang Pernah Diraih
Memiliki motivasi ingin menjadi solusi untuk kebutuhan muslim khususnya di Indonesia, Hijra juga sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Dengan mengusung prinsip kekeluargaan, Hijra berhasil membentuk lingkaran positive antara owner dengan karyawan.
Kondisi itu pula yang kemudian mengantarkan Hijra bisa meraih beberapa prestasi, bertransformasi dari UKM daerah menjadi UKM terbaik. Selain itu, Hijra juga selalu mengedepankan kepuasan pelanggan, kemudian pada tahun 2019, Hijra terpilih sebagai UKM terbaik se-Jawa Barat. Selain itu Hijra juga mendapat penghargaan sebagai Juara Umum dalam acara Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB).
Baca Juga: Kisah Inspiratif Fitria Apriyani, Jadikan Hobi Sebagai Peluang Usaha
Di sisi lain, prestasi yang dicapai Hijra saat ini adalah peraihan omzet yang tidak sedikit untuk level UMKM, yaitu mencapai angka Rp200jt lebih setiap bulannya atau sekitar Rp2,4 miliar per tahun khusus untuk di produk mukena. Selain itu, Hijra pun mulai mengembangkan produk lainnya yaitu berupa hijab, masker dan tas.
Motivasi Bisnis
Kesuksesan Hijra sampai titik saat ini bukan berarti tanpa hambatan dan rintangan. Banyak sekali lika-liku perjalanan yang sudah dilalui. Mulai dari kekurangan modal sampai pernah dikhianati oleh anggota keluarga yang kemudian muncul menjadi kompetitor bisnisnya. Di balik itu semua ada beberapa poin penting yang terus dijaga oleh Hijra yang kemudian dirumuskan menjadi tips dari Hijra dalam menjalin kerjasama bisnis, yaitu
1. Terima
Selalu menerima dan menghargai pendapat yang disampaikan klien / pelanggan kepada kita.
2. Terbuka
Berusaha selalu bersikap jujur dan terbuka kepada pelanggan apabila terdapat suatu kendala atau masalah terkait produk
3. Tepati
Berusaha untuk selalu menepati janji yang telah dibuat dengan klien / kita
4. Tekun
Dalam menjalankan bisnis apapun, memiliki jiwa juang yang tinggi merupakan kunci untuk tetap bertahan dalam keadaan apapun, mau sesulit apapun kondisinya. Jangan mudah menyerah dan tetap tekuni sebisa mungkin sampai bisa melebihi ekspektasi yang diharapkan oleh pelanggan termasuk diantaranya terkait deadline dan goal.
Baca Juga: Daftar Hal Yang Wajib Dimiliki Wirausaha Sukses
Selain itu poin di atas, Hijra juga memberikan tips dalam menjalankan bisnis terutama untuk pebisnis pemula. Sebagai pelaku usaha diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk bisa melihat pasar dan menggarap peluang. Dengan semangat dan kerja keras, goal yang diharapkan pun perlahan-lahan akan bisa tercapai.
Asal memiliki rasa percaya diri dan berani mengambil risiko, maka kemungkinan untuk berhasil pun akan semakin besar. Ditambah dengan memiliki sifat jujur dan meningkatkan sisi kreatifitas serta terus berinovasi siapa pun bisa menjadi pelaku bisnis yang sukses.
Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.
Dukung Misi Edukasi Kami
Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.







