Sumber foto: magnific.com
Sejak 1 Oktober 2026, DJKI menargetkan pendaftaran merek selesai paling lama empat bulan sejak permohonan diterima. Target yang sama berlaku untuk desain industri. Aturan ini hanya berlaku untuk permohonan yang masuk mulai tanggal itu, dan statusnya target, bukan jaminan. Untuk usaha mikro dan kecil, tarif pendaftaran awal maksimal Rp500.000 per kelas.
Buat Sahabat Wirausaha yang sedang menunggu sertifikat merek atau berencana mendaftar, kabar ini tentu menarik. Percepatan ini juga mencakup desain industri, yang ternyata berbeda dari merek. Ada beberapa catatan yang perlu kamu pahami supaya ekspektasinya tepat.
Baca Juga: Perpanjangan Merek Usaha: Kapan Diajukan, Syarat, Biaya Terbaru, dan Risiko jika Terlewat
Apa yang berubah mulai 1 Oktober 2026?
Menurut Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), permohonan merek dan desain industri yang diterima sejak 1 Oktober 2026 ditargetkan selesai dalam waktu paling lama empat bulan. Hitungannya dari saat permohonan diterima DJKI. Dua layanan ini berbeda, dan perbedaannya dijelaskan di bagian berikutnya.
Percepatan ini bertahap. Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, pendaftaran merek sebelumnya dapat berlangsung hingga sembilan bulan. Setelah perubahan lewat UU Cipta Kerja, targetnya menjadi enam bulan, lalu lima bulan untuk permohonan yang diterima sejak 18 Agustus 2026, dan kini empat bulan.
| Tahap | Target pendaftaran merek | Target desain industri |
| UU awal (merek: UU 20/2016; desain industri: UU 31/2000) | hingga 9 bulan | sekitar 12 bulan |
| Setelah UU Cipta Kerja | 6 bulan | — |
| Permohonan diterima sejak 18 Agustus 2026 | 5 bulan | 5 bulan |
| Permohonan diterima sejak 1 Oktober 2026 | 4 bulan | 4 bulan |
Dirjen KI Hermansyah Siregar menyebut percepatan dilakukan tanpa mengurangi kualitas pemeriksaan.
Merek dan desain industri: apa bedanya?
Sumber foto: magnific.com
Keduanya sama-sama hak kekayaan intelektual dan sama-sama didaftarkan ke DJKI, tetapi yang dilindungi berbeda.
Merek melindungi tanda pembeda usahamu, seperti nama dan logo. Desain industri melindungi bentuk atau tampilan sebuah produk. Menurut UU Nomor 31 Tahun 2000, desain industri adalah kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna yang memberi kesan estetis, sehingga yang dilindungi pada dasarnya penampilannya. Desain yang didaftarkan juga harus baru.
Contohnya, nama dan logo di botol sambalmu didaftarkan sebagai merek, sedangkan bentuk botolnya yang khas bisa didaftarkan sebagai desain industri. Keduanya hak yang terpisah, dengan pendaftaran dan tarif yang terpisah.
| Unsur | Merek | Desain industri |
| Yang dilindungi | Tanda pembeda usaha (nama, logo) | Bentuk atau tampilan produk |
| Contoh | Nama dan logo di kemasan | Bentuk botol, perabot, atau pola pada permukaan produk |
| Syarat kunci | Terdaftar; saat perpanjangan, merek harus masih digunakan | Desain harus baru |
| Masa perlindungan | 10 tahun sejak Tanggal Penerimaan, dapat diperpanjang | 10 tahun sejak Tanggal Penerimaan |
| Target proses sejak 1 Oktober 2026 | 4 bulan | 4 bulan, jika tidak ada kendala seperti sanggahan |
Artikel ini terutama membahas merek. Kalau produkmu punya bentuk yang khas, desain industri layak dipertimbangkan sebagai pelengkap, bukan pengganti merek.
Target, bukan jaminan: catatan yang perlu dipahami
Hanya untuk permohonan baru. Target empat bulan berlaku bagi permohonan yang diterima sejak 1 Oktober 2026. Permohonan yang masuk sebelum tanggal itu tidak tercakup di dalamnya.
Ini target, dengan syarat. Untuk desain industri, DJKI menyebut empat bulan berlaku selama tidak ada kendala seperti sanggahan. Untuk merek, keterangan yang kami baca belum merinci apakah keberatan dari pihak lain ikut memengaruhi target ini. Karena itu, anggap empat bulan sebagai patokan terbaik, bukan tenggat yang pasti.
Hanya untuk pendaftaran. Percepatan ini menyangkut pendaftaran baru, bukan perpanjangan merek yang sudah terdaftar.
Angkanya bisa berubah lagi. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan DJKI menargetkan waktu layanan turun menjadi tiga bulan pada Desember 2026. DJKI sendiri menyebut empat bulan bukan batas akhir, tetapi percepatan lebih jauh memerlukan revisi UU Merek dan UU Desain Industri.
Kenapa kecepatan ini penting bagi UMKM?
DJKI menilai kepastian waktu berkaitan dengan keberlanjutan usaha dan pengembangan produk. Ada alasan praktis yang lebih konkret.
Hak atas merek baru diperoleh setelah merek terdaftar, sementara masa perlindungan 10 tahun dihitung sejak Tanggal Penerimaan permohonan. Artinya, semakin lama proses pendaftaran, semakin lama kamu belum bisa memakai hak eksklusif itu, padahal masa perlindungannya sudah berjalan. Indonesia juga menganut sistem first to file: pihak yang mendaftar lebih dulu yang diprioritaskan. Jadi menunda mendaftar justru membuka peluang pihak lain mengajukan nama yang sama lebih dulu.
Ini analisis kami dari ketentuan UU, bukan pernyataan DJKI. Tapi kesimpulannya sederhana: proses yang lebih singkat memperkecil masa rawan, dan menunda tetap bukan pilihan yang aman.
Biaya dan cara mendaftar
Menurut PP Nomor 30 Tahun 2026 yang berlaku sejak 1 Agustus 2026, tarif permohonan pendaftaran maksimal adalah:
| Layanan | Usaha Mikro dan Kecil | Umum |
| Pendaftaran merek (per kelas) | Rp500.000 | Rp2.800.000 |
| Pendaftaran desain industri (satu desain) | Rp250.000 | Rp800.000 |
| Pendaftaran desain industri (satu kesatuan desain atau set) | Rp550.000 | Rp1.250.000 |
Penjelasan PP tersebut menyebut angka tarif sebagai batas tertinggi. Merek didaftarkan lewat merek.dgip.go.id, sedangkan desain industri lewat desainindustri.dgip.go.id.
Langkah praktis
-
Jangan menunda mendaftar hanya karena proses makin cepat. Yang diuntungkan oleh percepatan adalah permohonan yang masuk, bukan yang masih direncanakan.
-
Cek dulu ketersediaan nama dan logomu, supaya permohonan tidak terhambat keberatan.
-
Kalau produkmu punya bentuk yang khas, pertimbangkan desain industri, dan jangan publikasikan desainnya terlalu dini. Syarat "baru" pada desain industri melihat ada tidaknya pengungkapan sebelumnya, jadi tanyakan ke DJKI atau konsultan soal pengecualiannya.
-
Hitung biaya per kelas sejak awal, termasuk kelas yang benar-benar kamu pakai.
-
Siapkan dokumen dan bukti usaha agar permohonan tidak tertahan karena kekurangan data.
-
Kalau memakai konsultan, tanyakan perkiraan jadwal dan rincian biaya di muka.
-
Catat tanggal permohonan masuk, karena target empat bulan dihitung dari tanggal itu.
-
Setelah merek terdaftar, catat tanggal berakhirnya perlindungan supaya perpanjangan tidak terlewat.
Empat bulan memang lebih singkat dari sebelumnya. Tetapi sertifikat merek tidak akan keluar kalau permohonannya belum diajukan.
Jika artikel ini bermanfaat, mohon berkenan bantu kami sebarkan pengetahuan dengan membagikan tautan artikelnya, ya!
Follow Instagram @ukmindonesiaid biar nggak ketinggalan informasi atau program penting seputar UMKM. Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin bergabung dengan Komunitas UMKM di bawah naungan kami di UKMIndonesia.id - yuk gabung dan daftar jadi anggota komunitas melalui ukmindonesia.id/registrasi. Berkomunitas bisa bantu kita lebih siap untuk naik kelas!
Daftar Referensi:
- DJKI Kejar Layanan KI 4 Bulan, Regulasi dan Kinerja Konsultan Jadi Sorotan (Hukumonline)
- PP Nomor 30 Tahun 2026 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kementerian Hukum (LN 2026 No. 72), Lampiran III.F [tautkan ke salinan resmi jika tersedia]
- Kemenkum Pangkas Layanan Pendaftaran Merek Jadi Empat Bulan (RRI)
Dukung Misi Edukasi Kami
Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.









