Sumber foto: kemendag.go.id
Halo Sahabat Wirausaha,
Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang digelar pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, mencatat nilai transaksi USD22,94 miliar atau sekitar Rp414 triliun. Angka ini setara 131 persen dari target USD17,5 miliar. Dari total tersebut, transaksi yang melibatkan UMKM mencapai USD510,79 juta, naik dibanding capaian UMKM pada TEI tahun lalu.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan capaian ini saat menutup pameran pada Minggu, 18 Oktober 2026. Artikel ini merangkum angka-angka kuncinya, negara dan produk yang paling banyak bertransaksi, porsi UMKM, serta catatan penting bagi UMKM yang ingin ikut TEI tahun depan.
Angka Kunci TEI 2026 Dibanding TEI 2025
| Indikator | TEI ke-41 (2026) | TEI ke-40 (2025) |
| Nilai transaksi | USD22,94 miliar (±Rp414 triliun) | USD22,8 miliar (±Rp376,2 triliun) |
| Target transaksi | USD17,5 miliar | USD16,5 miliar |
| Transaksi UMKM | USD510,79 juta (±Rp9,22 triliun) | USD474,7 juta (±Rp7,8 triliun) |
| Peserta pameran | 1.873 (target 1.500, terlampaui 24,9 persen) | 1.619 (target 1.500) |
| Pengunjung | 45.287 orang | 34.550 orang |
Pada TEI 2026, tercatat 426 nota kesepahaman (MoU) antara eksportir Indonesia dan importir dari berbagai negara. Sebanyak 168 MoU senilai USD13,2 miliar sudah diteken pada hari pertama, dengan pembeli dari 22 negara. Jumlah buyer yang terdaftar mencapai 9.600 dari 151 negara.
Nilai transaksi TEI relatif stabil di kisaran USD22 miliar dalam tiga tahun terakhir. TEI ke-39 pada 2024 mencatat USD22,73 miliar. Yang tumbuh cukup jelas tahun ini adalah jumlah peserta pameran (naik sekitar 16 persen) dan pengunjung (naik 31,08 persen).
Angka transaksi 2026 juga sudah mencakup potensi transaksi USD327,77 juta dari Pangan Nusa Expo, pameran kuliner dalam negeri yang digelar di tempat dan waktu yang sama.
Negara Mitra dan Produk dengan Transaksi Terbesar
Berdasarkan nilai transaksi, lima negara teratas pada TEI 2026 adalah India, Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Jika dilihat dari jumlah pembeli yang datang, urutan teratasnya berbeda: India, Malaysia, Tiongkok, Arab Saudi, dan Taiwan.
India menempati posisi pertama di kedua daftar. Artinya, pembeli dari India bukan hanya datang paling banyak, tetapi juga membawa nilai kesepakatan terbesar.
Lima kelompok produk dengan transaksi terbesar adalah:
- Makanan dan minuman
- Perhiasan
- Produk kayu
- Produk pertanian
- Produk kertas
Makanan dan minuman berada di urutan pertama. Ini kabar baik bagi UMKM, karena kategori ini menjadi salah satu bidang yang paling banyak digeluti pelaku usaha kecil.
Porsi UMKM dan Campuspreneur
Transaksi UMKM pada TEI 2026 senilai USD510,79 juta naik sekitar 7,6 persen dibanding TEI 2025 yang mencatat USD474,7 juta. Namun, porsinya masih kecil, yaitu sekitar 2,2 persen dari total transaksi. Sebagian besar nilai kesepakatan masih datang dari pelaku usaha besar.
Selain UMKM, TEI 2026 juga memberi panggung bagi wirausaha muda lewat program Campuspreneur. Sebanyak 25 pelaku usaha binaan dari 20 perguruan tinggi mendapat stan khusus dan mencatat potensi transaksi USD24,57 juta. Menurut Mendag, program ini membekali mahasiswa dengan keterampilan berwirausaha, termasuk menjadi eksportir, lewat pendampingan dari tahap awal hingga mencari pembeli.
Membaca Potensi TEI secara Realistis: Tantangan dan Pekerjaan Rumah
Sumber foto: kemendag.go.id
Capaian TEI 2026 patut diapresiasi. Namun, ada beberapa hal yang perlu dicermati agar angka besar ini tidak dibaca berlebihan.
Nilai kesepakatan belum tentu menjadi ekspor. Nilai USD22,94 miliar sebagian besar berasal dari MoU yang diteken selama pameran, sehingga Kemendag sendiri mencatatnya sebagai potensi transaksi. MoU adalah nota kesepahaman yang menandai minat serius kedua pihak, tetapi umumnya belum mengikat seperti kontrak jual beli. Setelah MoU diteken, masih ada tahap uji sampel, negosiasi harga dan volume, pemenuhan syarat negara tujuan seperti sertifikasi dan label, kesepakatan cara pembayaran, hingga kesiapan produksi dan logistik. Di tahap-tahap ini kesepakatan bisa mengecil atau batal, sehingga ekspor baru benar-benar tercatat saat barang terkirim. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan pentingnya tindak lanjut setelah pertemuan bisnis agar peluang berkembang menjadi kerja sama nyata.
Target lebih rendah dari realisasi tahun lalu. Target TEI 2026 sebesar USD17,5 miliar berada di bawah realisasi TEI 2025 yang mencapai USD22,8 miliar. Dibanding realisasi tahun lalu, transaksi 2026 hanya naik sekitar 0,6 persen. Jadi, capaian "131 persen dari target" perlu dibaca bersama angka pembanding ini.
Nilai terkonsentrasi pada kontrak besar. Sebanyak 168 MoU yang diteken pada hari pertama bernilai USD13,2 miliar, atau sekitar 58 persen dari total transaksi. Kesepakatan ini umumnya sudah dijajaki sebelum pameran. Jika dirata-rata, nilai per MoU sekitar USD54 juta, skala yang jauh di atas kapasitas kebanyakan usaha kecil.
Prosedur ekspor masih dinilai berbelit. Bahlil Lahadalia selaku Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM, meminta pemerintah menyederhanakan prosedur teknis yang menghambat ekspor, termasuk persetujuan teknis (pertek), serta mendorong eksportir memanfaatkan perjanjian dagang yang sudah berlaku.
Menurut catatan redaksi, ada tiga hal yang bisa memperkuat dampak TEI ke depan:
-
Laporan realisasi berkala. Publikasi tindak lanjut MoU, misalnya 6 atau 12 bulan setelah pameran, akan membantu pelaku usaha dan publik menilai seberapa efektif TEI mendorong ekspor.
-
Pendampingan pasca-pameran untuk UMKM. Tahap negosiasi kontrak, skema pembayaran, hingga pengiriman perdana sering menjadi titik putus bagi eksportir kecil.
-
Indikator khusus UMKM. Selain nilai transaksi, jumlah UMKM yang benar-benar berhasil mengirim produk ke luar negeri bisa menjadi ukuran keberhasilan yang lebih nyata.
Cara UMKM Bersiap Ikut TEI 2027
Menurut Mendag, capaian TEI juga merupakan hasil penjajakan bisnis sepanjang tahun. Perwakilan dagang Indonesia di luar negeri, mulai dari kedutaan, konsulat jenderal, atase perdagangan, hingga Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), mempertemukan eksportir dengan calon pembeli lewat business matching secara daring. Pertemuan di pameran menjadi tahap tatap muka sebelum MoU diteken.
Pelajaran bagi UMKM: kesepakatan di TEI jarang terjadi secara mendadak. Jika ingin ikut TEI ke-42 yang dijadwalkan pada 13–17 Oktober 2027, persiapannya sebaiknya dimulai dari sekarang:
-
Siapkan profil dan katalog produk dalam bahasa Inggris, lengkap dengan kapasitas produksi dan harga.
-
Lengkapi legalitas dan sertifikasi yang biasa diminta pembeli luar negeri, sesuai produk dan negara tujuan.
-
Manfaatkan business matching dari Kementerian Perdagangan dan ITPC agar sudah berkomunikasi dengan calon pembeli sebelum pameran.
-
Pelajari negara dan produk yang paling diminati, dengan mencermati daftar negara dan kelompok produk dengan transaksi terbesar di atas.
Baca Juga: Cara Mencari Buyer Ekspor untuk UMKM
Peluang Masih Terbuka, Porsi UMKM Perlu Dikejar
Sahabat Wirausaha, TEI 2026 kembali melampaui target, dengan pengunjung dan peserta yang bertambah dibanding tahun lalu. Transaksi UMKM juga naik, meski porsinya masih sekitar 2 persen dari total. Bagi UMKM yang ingin menembus pasar ekspor, jarak satu tahun menuju TEI 2027 bisa dipakai untuk menyiapkan produk, dokumen, dan jejaring pembeli. Semangat!
Jika artikel ini bermanfaat, mohon berkenan bantu kami sebarkan pengetahuan dengan membagikan tautan artikelnya, ya!
Follow Instagram @ukmindonesiaid biar nggak ketinggalan informasi atau program penting seputar UMKM. Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin bergabung dengan Komunitas UMKM di bawah naungan kami di UKMIndonesia.id - yuk gabung dan daftar jadi anggota komunitas melalui ukmindonesia.id/registrasi. Berkomunitas bisa bantu kita lebih siap untuk naik kelas!
Daftar Referensi:
- Kementerian Perdagangan RI. Konferensi Pers Penutupan Trade Expo Indonesia ke-41, 18 Oktober 2026.
- Budi Santoso (@budisantosofficial). Video pernyataan penutupan TEI ke-41, 18 Oktober 2026.
- CNN Indonesia. Transaksi Trade Expo Indonesia 2026 Tembus Rp414 T Lampaui Target, 19 Oktober 2026.
- Bisnis.com. Transaksi Trade Expo Indonesia 2026 Capai Rp414,14 Triliun, Lampaui Target 131%, 18 Oktober 2026.
- detikFinance. Transaksi Trade Expo Indonesia Tembus Rp 414 Triliun, 18 Oktober 2026.
- IDN Times. TEI ke-41 Catatkan Potensi Transaksi Capai USD 22,94 Miliar, 20 Oktober 2026.
- Investortrust. Transaksi Trade Expo Indonesia 2025 Lampaui Target, Tembus Rp 376,2 Triliun, 19 Oktober 2025.
- Warta Ekonomi. Targetkan Transaksi Rp269 Triliun, Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 Berbeda.
- VIVA. TEI 2026 Kantongi 168 MoU Senilai US$13,2 Miliar, Kemendag Soroti Tantangan Setelah Kesepakatan, 19 Oktober 2026.
- CNN Indonesia. Bahlil Minta Transaksi Trade Expo Indonesia Lampaui Target Rp313 T, 14 Oktober 2026.
Dukung Misi Edukasi Kami
Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.