UKM Indonesia

Peluang Pasar: Produk Frozen Food

Penulis : Jihan Mawaddah
Editor : Banu Rinaldi
01 Agustus 2022
Lama Baca : 12 menit

Unsplash

Zaman sekarang ini adalah masa serba instan, praktis, dan tak perlu repot. Tak ayal peluang pasar produk frozen food sangat tinggi. Sahabat Wirausaha bisa menemukan banyak tempat menjual berbagai produk frozen food. Peminatnya pun banyak lantaran memang lebih praktis di tengah makin sibuknya orang-orang yang sedang menjalani hidup kekinian. Tak hanya di perkotaan, produk tersebut juga laris di desa-desa.

Baca Juga: Peluang Usaha Makanan Beku

Terlebih ketika pandemi dan era new normal seperti saat ini. Frozen food menjadi salah satu jalan terbaik bagi beberapa pelaku usaha kuliner agar tidak terlalu banyak menanggung kerugian. Jika Sahabat Wirausaha melihat-lihat, banyak restoran yang saat ini juga melayani pembelian Frozen Food setelah Pemerintah Pusat maupun Daerah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar sampai pada pembatasan makan di tempat atau dine in.


Sejarah Frozen Food

Frozen food artinya adalah makanan yang dibekukan. Merupakan jenis makanan yang diawetkan dengan teknik pembekuan dengan temperatur berkisar -18 derajat celcius atau lebih rendah. Pembekuan ini menjadikan produk makanan tersebut lebih tahan lama, tetap terjaga nutrisi, cita rasa dan kesegarannya.

Sebenarnya pembekuan makanan sudah dilakukan sejak 3000 tahun sebelum masehi. Masyarakat Cina kuno mulai bisa menggunakan es untuk mempertahankan makanannya sepanjang musim dingin. Orang Romawi menggunakan salju untuk membekukan makanannya.

Birdseye merupakan produsen frozen food ternama sejak tahun 1912. Pelopornya Clarence Birdseye yang dikenal sebagai bapak makanan beku. Dia adalah penduduk asli Brooklyn yang tinggal di Labrador, Kanada dan bekerja di kapal rumah sakit.

Baca Juga: Peluang Pasar: Produk Makanan Siap Saji

Selama bekerja di kapal, Birdseye belajar tentang adat istiadat Inuits, penduduk asli Amerika yang biasa memancing ikan dan membiarkan hasil tangkapannya beku dengan suhu sekitar -1 derajat celcius sebelum akhirnya dimasak dan terasa lebih segar. Hingga Birdseye pun memperkenalkan makanan beku berupa tanaman sayuran, buah-buahan, seafoods, dan daging untuk dijual pada masyarakat.

Sampai saat ini banyak masyarakat yang mengadopsi metode tersebut untuk membuat makanan lebih tahan lama. Tidak hanya produk makanan mentah, bahkan saat ini banyak juga beredar makanan beku yang sudah dibumbui, sehingga konsumen tinggal menghangatkan saja ketika akan dikonsumsi.


Peluang Pasar Produk Frozen Food

Frozen food menjadi pilihan kebanyakan orang yang tak punya banyak waktu untuk memasak makanan. Frozen food siap disajikan hanya dengan memanaskannya atau menggoreng. Kelezatan ikan, daging, sosis, ataupun nugget siap disantap tanpa perlu repot lagi. Di sinilah peluang besar bisnis frozen food terbuka lebar.

Jika Sahabat Wirausaha berniat membuka usaha baru atau mungkin sekadar sampingan, maka bisnis frozen food bisa jadi pilihan. Selain penyajian praktis, menjualnya pun praktis karena tak lekas basi seperti makanan lainnya yang kalau tak lekas laku maka akan rusak.

Frozen food bisa jadi pilihan orang tua untuk kebutuhan lauk, bisa juga sebagai jajanan bagi anak maupun para remaja. Banyaknya varian produk frozen food semakin membuka lebar peluang pasarnya. Lekas ambil peluang ini agar Sahabat Wirausaha semakin berjaya bersama bisnis makanan beku.

Baca Juga: Cara UMKM Menetapkan Target Usaha

Agar makin yakin, perlu Sahabat Wirausaha ketahui bahwa konsumsi frozen food di Indonesia makin meningkat. Sanitianing Anggraini dalam penelitiannya mengungkapkan terjadi peningkatan industri pengolahan makanan beku khususnya daging sebesar 10-15 persen. Kecenderungan konsumsi pangan masyarakat saat ini mengarah pada makanan praktis, hemat waktu, higienis, siap saji, mudah dimasak dan mudah didapat.


Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Indonesia

Siapa sangka bahwa pada masa pandemi COVID-19 ternyata mengakibatkan pola konsumsi masyarakat Indonesia khususnya telah berubah. Masyarakat lebih senang memasak dan makan di rumah karena ada mandat stay at home, social distancing, PSBB dan lain-lain sehingga muncul e-commerce yang menjadi andalan.

Baca Juga: Dapatkan Traffic Untuk Toko Online Anda Menggunakan SEO di Marketplace

Artinya pola konsumsi mengalami perubahan dari ritel dan gerai offline ke online. Menurut Kartika Wulan Sari, seorang peneliti di Universitas Gajah Mada, faktor utama yang mendorong keputusan belanja konsumen yaitu ketersediaan produk, fungsi produk & delivery (kecepatan dan kenyamanan).

Oleh karena itulah saat ini pertanyaan yang sering muncul pada jenis makanan yang dikonsumsi antara lain : dimana makanan tersebut bisa diperoleh? Bagaimana dan dimana makanan tersebut disiapkan? Serta bagaimana makanan diproduksi dan disimpan?

Perubahan pola konsumsi masyarakat yang terjadi antara lain adalah karena keinginan masyarakat untuk :

  1. Minimal human touch points. Yakni transisi ke home cooking karena konsumen juga ingin membatasi keterpaparan mereka terhadap keramaian. Kondisi ini meningkatkan penjualan bahan pokok memasak, perlengkapan makan, hingga makanan pendamping.
  2. Healthy eating. Yakni nilai konsumsi makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran dalam pengelolaan kondisi didokumentasikan dengan baik.
  3. Food safety. Yakni kekhawatiran seputar keamanan pangan juga menjadi alasan transisi ke home cooking.
  4. Fokus pada makanan lokal. Menyenangkan bahwa saat ini kesadaran masyarakat tentang keamanan pangan tengah meningkat. Begitupula dengan keinginan untuk makanan yang lebih bergizi. Inilah yang meningkatkan permintaan masyarakat terhadap makanan lokal.

Selain itu, kebijakan social distancing, stay at home, dan tindakan lainnya selama pandemi telah mendorong konsumen meningkatkan kebiasaannya untuk online shopping, penggunaan social media, dan bergantungnya mereka pada internet.

Baca Juga: Tips Memulai Usaha Dagang atau Toko Online

Akibatnya terjadi lonjakan Business-to-Consumers (B2C) sales dan peningkatan Business-to-Business (B2B) e-commerce utamanya penjualan online perlengkapan medis, kebutuhan rumah tangga dan produk makanan. Dalam hal ini e-commerce membantu meringankan beberapa tantangan di masa pandemi yaitu menawarkan layanan data, meningkatkan layanan pengiriman, meningkatkan kapasitas jaringan, menurunkan atau menghapus biaya transaksi pada pembayaran digital.

Tidak heran jika saat ini frozen food mulai diminati masyarakat. Prospek industri frozen food didasari lifestyle milenial yang membutuhkan makanan convenience, lebih lama disimpan, mudah dibawa ke mana-mana dan siap serta cepat disajikan setiap saat. IKM Frozen Food mencapai 10% dari total IKM pangan olahan (GAPMMI, 2019).

Perlu dicermati bahwa saat ini yang mensuplai Frozen Food selain produsen pangan, juga dilakukan oleh restaurant dan industri rumahan. Dimana hal tersebut dilakukan dengan sangat baik. Entah dengan cara direct selling, melalui marketplace, reseller, atau dropshipper.


Tips Sukses Berbisnis Frozen Food

Setelah mengetahui perubahan perilaku konsumen hingga peluang yang bisa Sahabat Wirausaha dapatkan ketika ingin berbisnis frozen food, Sahabat Wirausaha juga perlu lho mengetahui tips apa saja yang bisa Sahabat Wirausaha lakukan untuk memulai atau mengembangkan sebuah usaha frozen food.

Baca Juga: Tren Belanja Online dalam Era New Normal

Selain itu, karena memulai bisnis frozen food sebenarnya bukan perkara mudah. Maka setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis frozen food, yaitu customer, product dan brand. Oleh karena itulah tips ini hadir secara eksklusif untuk Sahabat Wirausaha.

Harapannya tips ini akan membantu Sahabat Wirausaha untuk lebih berkembang atau tahu pijakan dari sebuah usaha frozen food.

  • Usahakan untuk memberikan produk makanan beku yang sehat. Salah satu indikator sehat yang dimaksud yakni produk frozen food yang berupa makanan rumahan yang tidak mengandung MSG, pengawet dan bahan-bahan tambahan lainnya. Hal ini akan menjadi nilai tambah untuk konsumen yang menginginkan produk yang menyehatkan dan praktis untuk dihidangkan.
  • Menentukan jenis produk Frozen Food.

Yuk coba tentukan jenis produk olahan makanan beku apa yang akan dijual. Hal ini tentu akan memudahkan langkah-langkah penting yang akan diambil untuk memastikan bisnis frozen food ini berjalan lancar.

Sahabat Wirausaha tentu saja bisa memilih untuk menjual makanan beku berupa daging atau produk olahan daging, atau beberapa jenis makanan beku lainnya yang juga praktis saat akan disajikan seperti potongan kentang goreng, nugget, atau bakso.

Baca Juga: Kisah Dimsum Ibu, Lahir Saat Pandemi Hingga Orderan Ala Bikin Candi

Masih berkaitan dengan penentuan jenis produk makanan beku, kita juga perlu memikirkan pula apakah Sahabat Wirausaha akan memproduksi sendiri, atau menjual produk milik orang lain? Setelah mengetahui hal tersebut, maka kita tinggal membuat rencana selanjutnya secara lebih terperinci.

  • Pebisnis pemula juga perlu paham mengenai positioning, differentiation, branding untuk produk yang ditawarkannya. Artinya, untuk produk apapun yang mau dijual harus memiliki ciri khas tersendiri sehingga tidak mudah diikuti oleh pesaing. Dari berbagai jenis frozen food yang ada, pilihlah yang paling Sahabat Wirausaha paling sukai. Lalu kreasikan seunik dan selezat mungkin.
  • Riset terhadap modal, bahan baku, cara pengolahan yang baik seperti apa. Sehingga produk yang kita hasilkan tidak akan kalah dengan brand ternama lainnya.
  • Memperhitungkan modal awal.

Kalau Sahabat Wirausaha sudah menentukan produk frozen food apa yang akan dijual, langkah berikutnya adalah mulai menghitung anggaran modal awal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini.

Hitung kebutuhan apa saja yang harus disertakan dalam perhitungan modal awal, termasuk biaya yang dikeluarkan jika kamu harus bekerjasama dengan vendor atau pemasok kebutuhan bisnis frozen food ini. Pastikan perhitungan modal awal dilakukan sedetail mungkin.

1. Menyiapkan peralatan utama

Saat menghitung modal awal, otomatis Sahabat Wirausaha juga bisa membuat daftar keperluan untuk memulai usaha ini, serta mengkategorikannya mulai dari kebutuhan yang primer hingga yang sifatnya tidak mendesak.

Oleh karena itu, fokuskan anggaran modal untuk membelanjakan peralatan-peralatan utama terlebih dahulu seperti mesin pendingin untuk menyimpan stok makanan beku.

Baca Juga: Mamaibu Chicken Wings and Sauce, Bersiap Terbang Menyapa Dunia

Jika modal yang Sahabat Wirausaha miliki mencukupi, maka kita bisa berinvestasi sedikit lebih mahal dengan membeli mesin pendingin makanan dengan kualitas terbaik, daripada menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan seperti mesin mengalami kerusakan jauh sebelum masa depresiasinya tiba. Hal ini akan merugikan karena operasional bisnis akan terhambat. Belum lagi jika Sahabat Wirausaha harus mengeluarkan ekstra uang untuk memperbaiki mesin atau bahkan membeli mesin baru.

2. Mempelajari metode pengemasan

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan dalam bisnis frozen food adalah pengemasan produk. Pengemasan yang baik akan mendukung kualitas frozen food itu sendiri. Oleh sebab itu, gunakanlah jenis plastik khusus yang dibuat untuk makanan beku.

Plastik pembungkus untuk frozen food biasanya tidak memiliki pori sehingga makanan bisa tahan lebih lama. Makanan beku juga perlu di-vakum saat dikemas untuk mengeliminasi udara di dalam kemasan, sehingga makanan menjadi lebih awet. Beri juga label pada kemasan, serta keterangan kadaluarsa produk.

Selain pengemasan, teknik penyimpanan stok frozen food juga penting untuk diperhatikan. Oleh karena Sahabat Wirausaha harus pastikan konsistensi suhu penyimpanan pada mesin pendingin yang digunakan, yaitu tidak lebih dari 18 derajat celcius.

4. Memiliki izin resmi

Izin resmi sebuah produk merupakan hal yang tidak bisa diacuhkan begitu saja jika di kemudian hari Sahabat Wirausaha tidak ingin menghadapi masalah perizinan yang lebih pelik. Oleh karena itu sebelum diunggah di media sosial dan menjadi viral, ada baiknya Sahabat Wirausaha juga mempertimbangkan satu hal penting ini.

Baca Juga: Pengurusan Segala Macam Perizinan dan Legalitas Perusahaan

5. Memasarkan produk secara online

Masuk pasar online akan membantu Sahabat Wirausaha untuk menjangkau pembeli secara lebih luas. Berbagai platform online, termasuk marketplace dan media sosial juga bisa digunakan sebagai media berpromosi dan berjualan.

Selain itu pemasaran secara online jangkauannya lebih luas, tak terbatas, efisien, dan mudah untuk dilakukan. Ini berarti, tidak ada salahnya untuk mulai menggunakan media sosial juga sebagai medium berjualan.

Sahabat Wirausaha juga bisa memberikan informasi pada konsumen terkait produk-produk dari bisnis frozen food kamu dengan cara penyampaian yang menarik, termasuk memberikan promosi khusus melalui media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran.

Selain itu, dengan memiliki akun media sosial, para pelanggan yang menyukai produk frozen food kita juga akan dengan mudah mempromosikan bisnis ini. Apalagi di era serba gawai seperti sekarang ini akan sangat rugi jika tidak memanfaatkan media sosial sebagai media pemasaran.

Baca Juga: Melihat Legalitas UMKM Setelah Terbitnya UU Cipta Kerja


Frozen food pun akan lebih mudah dikenal meskipun masih menjadi usaha baru. Melalui media sosial pula frozen food yang Sahabat Wirausaha rintis sebagai usaha kecil akan menjangkau lebih luas dan lebih banyak lagi calon pelanggan. Tak lupa juga dengan layanan terbaik ya!

Bagaimana dengan bisnis frozen food yang pernah Sahabat Wirausaha ketahui? Atau bagi Sahabat Wirausaha yang sedang menggeluti bisnis frozen food seperti yang telah disebutkan di atas, sudahkan menerapkan berbagai tips di atas? Jika sudah, bagikan pengalaman Sahabat Wirausaha di kolom komentar ya. Siapa tahu ada banyak yang membutuhkan saran maupun cerita dari Sahabat Wirausaha.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

  1. https://cfns.ugm.ac.id/
  2. bukukas.co.id


Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: