Brand StorytellingSejak zaman dahulu, manusia telah membangun budaya melalui bercerita. Manusia purba saling bercerita untuk memahami bintang-bintang yang mereka kelompokan ke dalam pola-pola tertentu. Tradisi bercerita juga membuat komunitas dan keluarga semakin dekat. Manusia men-transfer ilmu pengetahuan dari satu generasi ke generasi lainnya lewat cerita. Nyatanya otak manusia didesain secara lebih baik untuk mencerna dan mengarang cerita dibanding untuk mengelola data. 

Storytelling menjadi strategi pemasaran untuk UMKM dengan cara mengomunikasikan sebuah narasi yang disampaikan kepada target audiens dengan tujuan untuk menginspirasi konsumen melakukan transaksi pembelian.

Cerita menyebar seperti virus: ada dimana-mana–entah bagaimana caranya sebuah cerita sampai di telinga kita. Padahal kita sendiri mungkin tidak dengan sengaja mendengar cerita tersebut. Cerita itu menular– kalau cerita ya menarik, konsumen yang mendengar akan dengan suka rela membagikannya kepada orang lain.


Apa itu Brand Storytelling?

Brand Storytelling adalah seni menggunakan elemen naratif untuk berkomunikasi dan menyampaikan identitas, nilai, sejarah, tujuan, dan penawaran sebuah merek kepada audiens targetnya.

Cerita UMKM kita, seperti halnya cerita yang kuat, seharusnya memikat, manusiawi, dan jujur. Perasaan itu kemudian menjadi pendorong untuk tindakan yang diinginkan – bergabung, mendonasikan, mengikuti, mendaftar, membeli. 

Baca Juga: 5 Strategi Branding Melalui Label Produk Bagi UMKM, Bisa Naikkan Potensi Penjualan 4x Lipat!


Manfaat Brand Storytelling

Dikutip dari rainedigital 2023, terdapat banyak penelitian dan statistik yang menunjukkan dampak storytelling untuk merek: 

  • 92% konsumen menginginkan merek untuk membuat iklan yang terasa seperti cerita (onespot)
  • 55% orang mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk membeli dari sebuah merek setelah membaca cerita yang menarik (SmallBiz Geniuz)
  • 65% orang merasa terhubung emosional dengan sebuah merek setelah membaca sebuah cerita (SmallBizGenius)
  • Konten merek yang menceritakan sebuah cerita memiliki keterlibatan 22 kali lebih tinggi daripada iklan sederhana (Adweek)
  • 84% konsumen mengatakan bahwa mereka membeli dari merek yang mereka rasakan memiliki koneksi emosional (Sprout Social)
  • Perusahaan dengan cerita merek yang kuat memiliki kinerja lebih baik daripada pesaingnya sebesar 20% (Forbes)
  • Merek yang menggunakan penceritaan emosional lebih mungkin diingat dan dibagikan (Harvard Business Review)

Jenis – Jenis Saluran Brand Storytelling

Cerita ini dapat disampaikan dalam berbagai jenis saluran dan aplikasi, diantaranya:

1. Artikel

7. Infografis

2. Posting Blog

8. Infografis interaktif

3. Studi Kasus

9. Konten Mikro

4. Visualisasi Data

10. Motion graphics

5. E-book

11. White Paper

6. Video Penjelasan

12. User-generated content

Baca Juga: Rebranding Jadi Solusi Saat Bisnis Lesu? Begini Penjelasannya


Elemen – elemen kunci dari Brand Storytelling

Ketika kita menulis cerita merek, ingatlah elemen-elemen kunci ini:

1. Konsistensi dan Keaslian

Menjadi autentik dalam penceritaan merek kita sangat penting untuk pesan-pesan UMKM. Dalam laporan nosto.com menunjukkan bahwa 86% konsumen mengatakan bahwa keaslian memainkan peran penting dalam memutuskan merek mana yang mereka ikuti. Pelanggan kita ingin tahu bahwa merek kita nyata, menyampaikan kebutuhan mereka, dan sungguh-sungguh mengartikan pesan yang disampaikan.

2. Menggugah Emosi

Menurut laporan customerthink.com  bahwa emosi memainkan peran besar dalam keputusan pembelian konsumen. Terhubung dengan konsumen melalui cerita dapat membantu kita menciptakan ikatan emosional yang berarti, yang tidak hanya memuaskan, tetapi juga memikat mereka.

3. Menginspirasi Konsumen

Menciptakan pesan yang menginspirasi dan memberi semangat kepada audiens target UMKM akan membuat merek kita lebih mudah didekati dan menunjukkan bahwa kita peduli tentang lebih dari sekedar profit yang kita dapatkan.

4. Memiliki Pesan yang Konsisten

Identifikasi apa nilai inti merek UMKM dan buat penceritaan merek kita mengelilinginya. Pertahankan pesan dan konsisten juga. Ketahui apa yang ingin UMKM katakan, dan teruskan mengatakannya.


Contoh Penerapan Brand Storytelling dalam Pemasaran UMKM

Jika sahabat wirausaha tertarik untuk menerapkan brand storytelling, berikut merupakan beberapa contohnya:

1. Tentukan Target Audiens Kita

Identifikasi siapa yang ingin kita tuju itu langkah penting dalam brand storytelling. Dengan tahu itu, pesan kita bisa lebih tepat sasaran, lebih menarik, dan hasilnya lebih bagus.

Ada beberapa cara cari tahu siapa yang kita target. Salah satu caranya pakai data usia, gender, lokasi, pendapatan, dan pendidikan. Tapi itu baru awalnya saja, masih harus lebih dalam lagi. Bisa juga lihat minat, nilai, dan gaya hidup mereka, biar bisa tahu lebih banhyak lagi tentang mereka. Nah, setelah tahu siapa targetnya, kita bisa membuat pesan kepada target audiens kita dengan bahasa yang mereka pahami, dan membuat konten yang penting bagi mereka.

Seth Godin ahli pemasaran pada buku “All Marketers Are Liars” mengatakan bahwa setiap bisnis harus memiliki cerita yang bagus dalam strategi pemasaran mereka. Pertama, kita harus tahu siapa yang akan mendengar cerita kita, dan cerita itu harus sesuai dengan yang mereka inginkan. Terakhir, kita harus presentasikan cerita itu dengan baik agar orang-orang mau menyebarkannya.

Baca Juga: Mengapa Branding Penting Untuk Bisnis? Mengenal Manfaat dan Elemen Branding

2. Tentukan Media Bercerita

Terdapat beberapa tempat untuk menceritakan kisah UMKM sepanjang perjalanan pelanggan. Berikut beberapa contoh yang bisa menginspirasi:

a. Halaman “Tentang Kami” di situs web (contoh PUYO Dessert)

Sumber: puyodesserts

Pada halaman tersebut UMKM dapat memberikan informasi berupa ‘cerita’ kepada pengunjung tentang siapa atau apa yang ada di balik merek tersebut. Ini adalah halaman yang dirancang khusus untuk memberikan gambaran tentang identitas, tujuan, dan sejarah dari entitas atau individu untuk menarik konsumen. Hal ini dapat membantu membangun kepercayaan, memperkuat merek, dan membuka jalan untuk hubungan yang lebih kuat antara merek dengan stakeholder – salah satunya konsumen.

b. Video Storytelling

Penggunaan video storytelling dapat menjadi pilihan yang memungkinkan bagi perusahaan kecil seperti UMKM dengan sumber daya terbatas. Penelitian cisco 2018, menemukan bahwa 82% lalu lintas internet global berasal dari video dan ini dapat dicapai secara online dalam hitungan detik. Menjadikannya saluran tercepat untuk mencapai keterlibatan global. 

Kita dapat membuat sebuah cerita yang menarik dengan video tentang produk kita, lalu publikasikan ke laman YouTube. Masih tidak yakin harus memulai dari mana? Lihatlah beberapa contoh luar biasa dari penceritaan merek ternama yang dilakukan dengan benar: Shopify, Starbucks, Grammarly, Etsy, Square, Lemonade Inc, Google, dan masih banyak lagi. Berkreasilah dan inspirasikan konsep dari merek ternama, relevansikan dengan sektor bisnis UMKM masing-masing.

c. Product Page

Halaman yang dirancang untuk membantu calon pembeli memahami, mengevaluasi, dan memutuskan apakah mereka akan membeli produk tersebut. Berisikan deskripsi, gambar, harga, ulasan, info stok, dan rating. Platformnya beragam salah satunya Tokopedia. 

Baca Juga: Sudah Tahu Belum? Pentingnya Label pada Produk untuk Perkuat Brand dan Tingkatkan Omzet UMKM 

d. Product Packaging

Kita bisa mendeskripsikan cerita produk pada kemasan dan merek sehingga konsumen bisa lebih mengenal sejarah suatu brand dan proses pembuatan produk.

Sumber: shopify

e. Email Communication

Mengkomunikasikan email pemasaran yang kita sebarkan melalui konten yang menarik dan relevan.

f. Blog or Publication

Menyampaikan nilai-nilai merek, keahlian, dan kepribadian, terhubung dengan audiens pada tingkat yang lebih dalam.

g. Podcast

Menyampaikan cerita otentik dan wawasan industri, memperkuat otoritas merek dan membangun basis pendengar setia. (Contoh: Orbitin Podcast - Suara UMKM)

Baca Juga: Psikologi Warna Untuk Membangun Identitas Brand, Pelajari Caranya Disini!

h. Shipping materials or package inserts

Memasukan elemen-elemen merek dalam bahan pengiriman yang meninggalkan kesan berkesan, misalnya brand Sepatu Compass.

i. Internal Brand Guides

Panduan brand internal memastikan bahwa semua anggota tim memahami dan menyampaikan cerita merek UMKM secara konsisten, baik dalam komunikasi maupun tindakan.

j. Staff Hiring and Training (job descriptions, internal learning resources)

Menggabungkan brand storytelling dalam deskripsi pekerjaan dan materi pelatihan membantu memperkenalkan karyawan yang dapat dengan efektif mewakili dan menyampaikan cerita merek.

k. Interviews and Press Materials

Berbagi perjalanan unik dan nilai-nilai merek dalam wawancara dan materi pers menghasilkan liputan media positif dan meningkatkan reputasi dan ketertarikan merek.

3. Tentukan Call To Action (CTA)

Sumber: zemez

Call to Action adalah elemen interaktif dengan tujuan untuk memotivasi pengguna untuk menyelesaikan tindakan tertentu berdasarkan pesannya (membeli, menghubungi, berlangganan, mengunduh, dll).

Berikut beberapa tips untuk memancing tindakan dalam strategi merek UMKM:

a. Ciptakan karakter yang dapat dihubungi dan disukai

Konsumen cenderung lebih dipengaruhi oleh seseorang yang dapat mereka hubungkan dan sukai.

Baca Juga: Pentingnya Konten bagi Bisnis, dari Brand Awareness Hingga Tingkatkan Penjualan

b. Jadikan cerita UMKM menarik dan mudah diingat

Orang akan lebih cenderung mengambil tindakan jika mereka terhibur dan tertarik pada cerita kita.

c. Gunakan Desain Visual untuk Meningkatkan Cerita UMKM

Ini dapat membantu merek kita menonjol di pasar yang ramai. Penting untuk menggunakannya untuk melengkapi dan meningkatkan cerita merek UMKM, membuatnya lebih menarik dan mudah diingat bagi audiens kita.

***

Storytelling dalam UMKM sangat penting karena membantu merek terhubung dengan pelanggan, memberikan alasan kepada pelanggan mengapa mereka membutuhkan produk atau layanan tersebut, dan menciptakan loyalitas pelanggan serta pendukung merek yang aktif di media sosial. Mulailah menceritakan kisah unik dan nilai-nilai inti UMKM kita melalui storytelling untuk meningkatkan kinerja pemasaran bisnis meraih keuntungan!

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM. 

Referensi:

  1. American Marketing Association
  2. Rai Digital
  3. Dream Host 
  4. Zemez
  5. Shopify
  6. Playplay