Ketika dihadapkan dengan dua pilihan, melanjutkan rutinitas dengan bekerja di kantor atau menjadi pedagang, kira-kira apa yang menjadi pilihan kita? Mayoritas jawabannya mungkin tetap berada di zona nyaman alias menjadi karyawan. Namun, hal ini tidak berlaku untuk Vemilia Wilmasari, pemilik dan pendiri bisnis clothing line Vewilma.
Baca Juga: Shiroshima Indonesia
Pengalamannya bekerja selama 12 tahun di dunia perbankan, ditambah 3 tahun di sebuah instansi keuangan ia lepaskan begitu saja. Wanita kelahiran 1975 itu lebih memilih menjadi seorang pengusaha. Pilihannya bisa dikatakan tepat. Sebab, bisnis clothing line yang diberi nama Vewilma itu sukses menjadi salah satu pusat perhatian dunia fesyen Tanah Air.
Belum lagi, usahanya kerap mendapatkan undangan untuk mengisi pameran, bazar, hingga menjadi mitra perusahaan ternama seperti YDBA ASTRA dan BRI-Tokopedia. Penasaran kiat apa saja yang Vemilia Wilmasari lakukan dalam hal pengembangan bisnis setelah memutuskan resign dari pekerjaannya? Simak kisah perjalanan bisnisnya di bawah ini.
Avontur Perdana Memilih Jalan Fesyen
Perjalanan awal dimulai ketika Vemilia Wilmasari meninggalkan pekerjaan di perbankan swasta pada 2013. Passion menuntunnya untuk memproduksi jilbab instan bersama rekan dengan merek Kaizza. Setelah brand ini dikenal, Vemilia Wilmasari melanjutkannya dengan mendirikan usaha secara mandiri yang diberi nama Vewilma pada 2017.
Baca Juga: 8 Jenis Promosi Paling Mantap Untuk Bisnis Fashion
Kala itu, Vewilma menyediakan semua kebutuhan pakaian wanita muslim dari mulai daily wear hingga evening wear yang dipadukan dengan menyambungkan perca kain sisa hijab Kaizza (patchwork) lalu ditempatkan pada pola pakaian.
Kreasi ini menurut Vemilia sukses menarik minat banyak orang. Kiblat pasar kemudian berganti lagi dengan mengusung konsep pakaian sopan (menutup lekuk tubuh) yang dapat dipadukan dengan hijab maupun tidak, sekaligus dapat dipakai dalam segala jenis aktivitas.
Berkaca dari semua itu, Vemilia memutuskan untuk memproduksi pakaian dengan konsep modest fashion dipadukan dengan patchwork. Selera pasar kemudian berubah lagi di masa pandemi yakni semua produk harus disesuaikan dengan corak penggunaan masker, kalung masker, pakaian olah raga dan pakaian multifungsi lainnya.
Khusus di bulan Ramadan, Vewilma tak mau tertinggal dengan menghasilkan produk-produk bernuansa islami seperti mukena hingga hampers yang dapat dipakai untuk perayaan Lebaran Idul Fitri. Artinya, ketika orang membicarakan apa ciri khas brand Vewilma, jawabannya adalah produk yang mengikuti perkembangan dan selera pasar.
Baca Juga: Tips Membuat Foto Konten yang Menarik Untuk Produk Fashion
Keunggulan Produk = Terima Keluhan Pasar
“Pengalaman adalah guru yang paling berharga”. Kata-kata ini tepat disematkan untuk menggambarkan cara kerja Vemilia. Pasalnya, kesuksesan yang kini ia raih tak terlepas dari pengalaman yang didapatkan dari para pelanggan, klien, hingga mitra konsinyasi. Ia bahkan turut menerapkan masukan yang didapatkan dari pelanggannya saat mengelola usaha hijab instan Kaizza bersama seorang rekan bertahun-tahun sebelumnya.
Selama 5 tahun mengelola Kaizza, Vemilia mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga sebagai bahan evaluasi sebelum kemudian memutuskan untuk mendirikan Vewilma. Begitu usahanya berdiri, Vemilia mengklaim sudah memiliki bekal.
Seperti memproduksi pakaian sehari-hari bagi kalangan wanita, dengan mengusung pakaian siap pakai dengan konsep modest wear dengan tema patchwork, seperti blus, kemeja, tunik, dress dan setelan atas-bawah. Hasilnya cukup menggembirakan. Produk yang ia keluarkan langsung cocok dengan selera pasar. Ia pun tidak merasa canggung lagi saat melebarkan sayap dengan menjadi tenant di beberapa kota.
Baca Juga: Peluang Pasar Fashion Batik
Mendatangkan Manfaat Bagi Orang Adalah Motivasi Terbesar
Bagi Vemilia, memberikan manfaat untuk orang banyak adalah motivasi terbesar dalam hidupnya. Tak terkecuali dalam urusan mengembangkan usaha. Karena itulah, saat bisnisnya mulai tumbuh besar, ia turut mempekerjakan beberapa orang karyawan sebagai administrasi pembukuan, Sales Promotion Girl (SPG), digital marketing sampai customer service. Beberapa posisi jabatan itu diberikannya kepada mereka yang memang benar-benar menjadi tulang punggung keluarga.
Tak berhenti di situ, Vemilia juga masih terus menggunakan dan mengajak pebisnis lain yang sama-sama menjalankan usaha fesyen untuk sama-sama menggunakan satu jasa makloon yang nyaris gulung tikar karena mengalami penurunan pesanan jahitan akibat pandemi.
Baca Juga: Bangun Customer Engagement Lewat Gimmick Promosi di Media Sosial
Hingga akhirnya, usaha makloon tersebut masih tetap bertahan sampai saat ini. Khusus untuk para customer setia, Vewilma bersedia menjadikan mereka sebagai partner seperti melakukan live shopping yang tentunya akan mendapatkan penghasilan tambahan untuk kebutuhan rumah tangga.
Selain itu, keinginan untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan tetap mempertahankan kualitas dan harga yang terjangkau juga masih terus menjadi mimpi. Tujuan akhirnya adalah untuk berhasil menembus pasar ekspor agar dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi. Terakhir, ia juga terus mengedepankan komitmen dalam diri sendiri untuk bertahan, maju dan berkembang dalam menjalankan usaha.
Tinggalkan Cara Lama dan Beralih ke Strategi Pemasaran Live Content
Masyarakat yang kini mulai melek digital mau tidak mau juga harus mendapatkan perhatian dari produsen fesyen. Bagi Vemilia, metode pemasaran dengan cara ini terbilang efektif karena live content dianggapnya salah satu media paling diminati konsumen saat ini. Berjualan secara live dianggapnya mampu berkontribusi terhadap peningkatan penjualan dengan signifikan.
Baca Juga: Mengenal Strategi dan Konten Promosi Serta Evaluasi Efektifitasnya
Baca Juga: Menyusun Konten Untuk Membangun Kesetiaan Pelanggan (Customer Loyalty Program)
Kondisi seperti itu menurutnya imbas dari menurunnya strategi pemasaran arus utama yang menggunakan media sosial hingga marketplace. Apa lagi di era pandemi yang penjualannya juga tak menggembirakan. Sementara berjualan secara live menurutnya terbukti efektif meningkatkan pendapatan. Live content membuat masyarakat menjadi tahu seluk beluk barang yang diperkenalkan dan profil usaha.
Dengan cara ini juga, memungkinkan dia untuk terlibat langsung dengan konsumen secara real time. Yang tak kalah pentingnya dapat memberdayakan semua konsumennya untuk mengajukan pertanyaan apa saja seputar produk (Q&A). Dengan live, Vemilia jadi mudah menyampaikan pesan-pesan pemasaran, promosi bahkan launching produk bisa dilakukan dengan cara ini. Untuk platform live streaming bisa menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, sampai YouTube.
Tak Pernah Lupa Jalur Distribusi Offline
Meskipun teknologi digital tak dapat dibendung, Vemilia masih terus mengandalkan jalur distribusi offline untuk menarik pelanggan baru maupun lama. Ia menjalin kerja sama dengan beberapa gerai pakaian muslim di beberapa kota, mengikuti pameran sampai menghadiri bazar-bazar atau dapat datang langsung ke gallery by appointment. Untuk jalur online, ia mengandalkan beberapa marketplace seperti Shopee, Tokopedia.
Sebagai untuk promosi, Vemilia aktif menggunakan media sosial, seperti Instagram dan Facebook dengan terus melakukan update konten terbaru dan berinteraksi dengan konsumen dan para followers setianya.
Ia juga pernah lupa menanggapi semua testimoni-testimoni dari customer di media sosial lalu tag ke mereka sehingga pelanggan turut menampilkannya di media sosial masing-masing. Hal kecil seperti itu menurutnya juga masih dia lakukan. Terakhir, ia juga membuat katalog yang berisi foto dan video lengkap dengan model dengan tujuan agar menarik dilihat.
Dari penggalan cerita di atas, apa yang dilakukan Vemilia Wilmasari untuk memulai mendirikan usaha bisa saja kita terapkan. Hal pertama, gali passion dalam diri. Kemudian, jalin hubungan baik dengan mitra bisnis dan terjun langsung ke lapangan sesuai dengan minat dan bakat.
Jangan lupa untuk turut mendengarkan masukan baik itu dari pelanggan, hingga rekanan. Setelah dirasa mantap, barulah kita harus berani untuk mendirikan usaha sendiri. Jika Sahabat Wirausaha ingin lebih dalam lagi mengenal Vewilma bisa langsung mengunjungi: Gallery: Jalan Komp. BPK 1/25, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, WhatsApp: 08119871175, Instagram: @house_of_vewilma, Facebook: Vewilma House, Shopee: Vewilma, Tokopedia: Vewilma, Halal Pedia: @vewilma.
Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.
Referensi:
- Wawancara langsung melalui sambungan telepon: 08119871175
- https://ukmjuwara.id/ukm/vewilma
- https://isef.co.id/wp-content/uploads/2021/10/Comp...
Dukung Misi Edukasi Kami
Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.







