Sumber foto: oleh Trac Vu di pexels.com
Halo Sahabat Wirausaha,
Anakan murai batu trah juara bisa laku jutaan rupiah, tetapi di balik harga itu ada urusan yang sering terlewat: izin penangkaran dan dokumen angkut. Jawaban singkatnya, ternak murai batu paling realistis dimulai dari indukan dewasa dari penangkar berizin (jantan sekitar dua tahun, betina minimal sekitar satu tahun), kandang ternak dengan pakan serangga, dan dokumen yang lengkap.
Soal produksi, data dari penangkar lokal di Bengkulu cukup menjanjikan: telur rata-rata 2,9 butir per periode, dierami sekitar 12 hari, dan anakan disapih sekitar 30 hari. Soal aturan, murai batu memang tidak dilindungi, tetapi sudah masuk Appendix II CITES sejak 2023. Artikel ini membahas keduanya, lalu harga dan cara menghitung biayanya. Yuk kita bahas!
Aturan yang Perlu Kamu Pahami Dulu
Murai batu tidak termasuk satwa dilindungi sejak Permen LHK P.92/2018, dan status itu dipertahankan dalam Permen LHK P.106/2018. Namun "tidak dilindungi" bukan berarti bebas diperjualbelikan. Ada empat lapis aturan:
-
CITES. Sejak 23 Februari 2023, murai batu (Copsychus malabaricus) masuk Appendix II CITES setelah disetujui pada CoP19. Artinya, ekspor memerlukan izin CITES.
-
Penangkaran. Berdasarkan Permen LHK 18/2024, penangkaran satwa liar memerlukan perizinan berusaha atau persetujuan, dan prosesnya kini bisa dilakukan di tingkat BKSDA. Hasil penangkaran baru dapat dimanfaatkan setelah legalitasnya terpenuhi.
-
Angkut dalam negeri. Peredaran satwa liar wajib disertai SATS-DN dari BKSDA. Salah satu syaratnya sertifikat penangkaran bila burung berasal dari penangkaran. BKSDA Sumatera Selatan juga menyebut pemeliharaan untuk hobi memerlukan dokumen legal.
-
Karantina. Lalu lintas burung antardaerah memerlukan Sertifikat Veteriner dan sertifikat kesehatan karantina. Pada Juli 2026, Karantina Lampung menggagalkan pengiriman 670 burung tanpa dokumen itu, dan pada 26 September 2026 petugas gabungan di Bakauheni menggagalkan 2.775 burung tanpa dokumen karantina.
Waspadai juga "pencucian" burung tangkapan alam. Penelusuran Yayasan Terbang Indonesia (2023) menemukan beberapa pelaku perdagangan ilegal yang memegang izin tangkar BKSDA. Beli hanya dari penangkar yang bisa menunjukkan sertifikat dan asal indukan. Seorang penangkar di Jambi menyebut murai batu hasil penangkaran berizin dijual lebih tinggi dibanding sebelum ia berizin, dan sebagian penyelenggara kontes mewajibkan burung hasil penangkaran.
Menyiapkan Kandang dan Memilih Indukan
Kandang ternak sebaiknya setengah terbuka, agar terkena sinar matahari tetapi tetap punya tempat berteduh, dan jauh dari keramaian. Siapkan glodok (kotak sarang) di dalamnya.
Umur indukan berbeda-beda antar panduan: jantan umumnya lebih dari dua tahun, betina lebih dari satu tahun, sementara beberapa sumber menyebut 10 bulan hingga 1,5 tahun. Pilih burung yang sehat, tidak kurus, nafsu makannya baik, dan lincah. Menurut pemberitaan 2025, indukan berumur 8 bulan ke atas yang siap kawin dijual Rp1–3 juta, tergantung kondisi fisik dan performa reproduksinya.
Penjodohan dan Pakan
Jangan langsung menyatukan jantan dan betina. Taruh keduanya di kandang terpisah yang berdekatan, lalu beri pakan tambahan (extra fooding) seperti kroto dan jangkrik. Tanda berjodoh antara lain keduanya tampak akur, bahkan mandi bersama, atau suaranya mulai seirama. Urutan memasukkan burung ke kandang ternak berbeda antar penangkar, tetapi sumber-sumber sepakat bahwa keduanya tidak boleh dilepas bersamaan tanpa adaptasi, karena jantan bisa menyerang betina hingga mati. Penjodohan bisa memakan waktu 1–2 bulan.
Pakan alami murai batu berupa jangkrik, ulat kandang, ulat hongkong, cacing, dan kroto, dengan voer sebagai pengganti bila stok alami habis. Satu penangkar memberi perbandingan jangkrik 50%, ulat kandang 30%, dan kroto 20%. Saat mengeram, sebagian penangkar hanya memberi jangkrik dan sebagian meniadakan ulat hongkong agar birahi terkontrol. Itu praktik penangkar, bukan standar baku.
Dari Telur sampai Anakan Disapih
Data akademik yang tersedia berasal dari studi Universitas Bengkulu (2018) pada penangkar lokal di Kota Bengkulu, dengan metode observasi dan wawancara. Angkanya rata-rata dua periode bertelur, jadi anggap sebagai gambaran, bukan jaminan.
| Data | Studi di Bengkulu (2018) | Panduan penangkar |
| Telur per periode | rata-rata 2,9 butir | 3–5 butir |
| Lama mengeram | rata-rata 12,1 hari | 11–14 hari |
| Daya tetas | 94,16% | tidak disebut |
| Anakan disapih | 30 hari | induk meloloh sekitar 1–1,5 bulan |
| Jarak bertelur kembali | rata-rata 20,1 hari | tidak disebut |
Dari angka itu, 2,9 telur dengan daya tetas 94% berarti sekitar 2,7 anakan menetas per periode (hitungan redaksi, sebelum anakan yang mati).
Ada dua jalur merawat anakan. Pertama, biarkan induk meloloh sambil kamu menambah pakan serangga seperti jangkrik dan kroto. Kedua, panen dini: sebagian penangkar mengambil anakan pada usia sekitar 6–7 hari ke kandang hangat, lalu meloloh hingga lima kali sehari dengan adonan jangkrik (kepala dibuang), ulat hongkong, dan kroto, dan mengajari makan sendiri sekitar usia 30 hari. Jalur kedua menuntut pengalaman, jadi untuk pemula, ambil anakan hanya bila induk menelantarkannya. Indukan yang baru pertama menetas memang sering kurang telaten pada anak pertama.
Harga dan Hitungan Biaya
Harga murai batu berjenjang. Menurut pemberitaan 2025:
| Kelas | Kisaran harga |
| Trotol umur 3–6 bulan (jantan atau betina belum jelas) | Rp350–650 ribu |
| Semi-gacor, di atas 6 bulan (jantan) | Rp800 ribu–1,2 juta |
| Gacor lapangan | Rp1,5–2,5 juta |
| Edisi kontes (trah juara, materi suara langka) | Rp3–5 juta |
| Indukan siap kawin, 8 bulan ke atas | Rp1–3 juta |
Angka itu jauh di bawah anakan dari penangkar bertrah juara. Seorang peternak di Mojokerto (Oktober 2024) menyebut anakan Rp2,5–10 juta per ekor. Perbedaannya terletak pada trah dan prestasi, bukan pada jenis. Di puncak pasar, pada Juni 2026 sebuah komunitas menggelar lomba murai batu dengan tiket Rp50 juta per gantangan. Segmen itu sangat tipis, jadi jangan menghitung usahamu dari harga tersebut.
Biaya terbesar adalah pakan serangga hidup, dan harganya bisa bergerak tajam. Pada April 2026 di Lebak, Banten, jangkrik naik dari Rp35–45 ribu menjadi Rp65 ribu per karung dan ulat hongkong dari Rp50 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram, dengan pasokan yang sempat sulit. Karena kebutuhan pakan per pasang berbeda-beda antar penangkar, catat pemakaian pakan pasanganmu selama 1–2 bulan, lalu hitung dengan rumus:
Pendapatan per pasang per tahun = jumlah periode bertelur × anakan yang berhasil dibesarkan × harga jual
Kurangi dengan biaya pakan serangga, voer, vitamin, kandang, dan tenaga. Skenario angka sengaja tidak disajikan di sini, karena data biaya pakan per pasang dan jumlah periode bertelur per tahun belum tersedia dari sumber yang dapat dipercaya.
Penutup: Langkah Awal Sebelum Membeli Indukan
Kalau kamu memutuskan melangkah, urutan berikut membantu menghindari kesalahan yang paling mahal:
- Tanyakan ke BKSDA setempat izin penangkaran dan dokumen angkut yang berlaku di daerahmu.
- Beli indukan hanya dari penangkar yang bisa menunjukkan sertifikat dan asal-usul burungnya. Bila membayar mahal untuk trah juara, minta bukti trahnya.
- Pastikan pasokan pakan serangga yang konsisten sebelum burung datang, karena harganya bisa melonjak dan stoknya bisa kosong.
- Mulai dari satu pasang, dan catat tanggal telur, menetas, sapih, jumlah anakan, serta pemakaian pakan.
- Rencanakan penjualan sejak awal: antardaerah perlu Sertifikat Veteriner dan dokumen karantina, sedangkan ekspor perlu izin CITES.
Murai batu menjanjikan nilai tinggi, tetapi bisnis ini dimenangkan oleh penangkar yang tertib soal izin dan pencatatan, bukan yang paling banyak punya burung. Kalau kamu ingin belajar mengelola penangkaran dengan modal indukan yang umumnya lebih kecil, lovebird dan kenari bisa menjadi titik awal.
Baca Juga: Cara Ternak Lovebird untuk Pemula: Kandang, Pakan, Anakan Siap Jual, dan Hitungan Biayanya
Baca Juga: Cara Ternak Kenari untuk Pemula: Pilih Jenis, Pasangkan Indukan, dan Hitung Biayanya
Jika artikel ini bermanfaat, mohon berkenan bantu kami sebarkan pengetahuan dengan membagikan tautan artikelnya, ya!
Follow Instagram @ukmindonesiaid biar nggak ketinggalan informasi atau program penting seputar UMKM. Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin bergabung dengan Komunitas UMKM di bawah naungan kami di UKMIndonesia.id - yuk gabung dan daftar jadi anggota komunitas melalui ukmindonesia.id/registrasi. Berkomunitas bisa bantu kita lebih siap untuk naik kelas!
Daftar Referensi:
- CITES, CoP19 Prop. 8, "Inclusion of the White-rumped Shama in Appendix II". https://cites.org/sites/default/files/documents/E-CoP19-Prop-08.pdf
- U.S. Fish and Wildlife Service, 13 Januari 2023, "Changes to CITES Species Listings" (murai batu masuk Appendix II, berlaku 23 Februari 2023). https://www.fws.gov/sites/default/files/documents/OLE%20Public%20Bulletin%20-%20Changes%20to%20CITES%20Species%20Listings%201-13-2023.pdf
- BKSDA Sumatera Selatan, "Perizinan Tumbuhan dan Satwa Liar" (Permen LHK 18/2024, penangkaran, dokumen legal). https://bksdasumsel.ksdae.kehutanan.go.id/layanan/tsl
- BKSDA Yogyakarta, "E-SATSDN" (SATS-DN dan syarat penerbitan). https://bksdajogja.org/e-satsdn.html
- Badan Karantina Indonesia, Juli 2026, "Karantina Lampung Gagalkan Pengiriman 670 Burung Tanpa Dokumen di Pelabuhan Bakauheni". https://karantinaindonesia.go.id/berita/karantina-lampung-gagalkan-pengiriman-670-burung-tanpa-dokumen-di-pelabuhan-bakauheni
- UGM, 11 Oktober 2018, tentang Permen LHK P.92/2018. https://ugm.ac.id/id/berita/17183-pakar-ugm-sayangkan-pencabutan-status-lima-jenis-burung-dari-daftar-dilindungi/
- Putranto HD, Okvianto D, Prakoso H (2018). Studi Reproduksi Burung Murai Batu (Copsychus malabaricus) pada Penangkaran Lokal di Kota Bengkulu. Jurnal Sain Peternakan Indonesia 13(2): 130–139. https://doi.org/10.31186/jspi.id.13.2.130-139 (abstrak: https://ejournal.unib.ac.id/jspi/article/view/3811)
Dukung Misi Edukasi Kami
Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.









