Sumber foto: magnific.com
UMKM lestari yang berdampak dan ramah lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil: memahami dampak usahamu, mencari peluang perbaikan, lalu menjalankan tindakan praktis. Kabar baiknya, ada sembilan materi belajar gratis dari GRI, ASEAN SME Academy, dan platform TUMBU, termasuk yang berbahasa Indonesia, sehingga kamu bisa mulai belajar hari ini tanpa biaya.
Sahabat Wirausaha, pernah merasa ingin usahamu lebih ramah lingkungan dan memberi dampak yang lebih baik, tapi bingung harus mulai dari mana? Kamu tidak sendirian. Di bawah ini kami bahas alasan yang sering membuat pelaku usaha ragu untuk memulai, cara memulai yang realistis, dan materi mana yang paling cocok untuk tahap usahamu.
Keluhan ini ternyata sangat umum. Global Reporting Initiative (GRI), organisasi penyusun standar pelaporan keberlanjutan, menyebut banyak pelaku UKM menyampaikan hal yang sama: ingin lebih berkelanjutan, tapi tidak tahu harus memulai dari mana. Banyak yang mengira keberlanjutan itu urusan perusahaan besar dengan tim khusus dan anggaran besar, sehingga akhirnya ditunda terus.
Padahal pandangan itu perlu diluruskan. Menurut GRI, keberlanjutan tidak menuntut kesempurnaan. Setiap pelaku UKM bisa memulainya dari kondisi usaha saat ini, dengan sumber daya yang sudah dimiliki. Tantangan sebenarnya adalah ketersediaan panduan yang tepat dan mudah dipahami, dan bagian itulah yang kini mulai dijawab lewat serangkaian materi belajar gratis. Berikut daftarnya.
Kenapa UMKM Lestari Bukan Soal Sempurna, Tapi Soal Mulai
Sebelum membahas materinya, kita samakan pemahaman dulu. UMKM lestari adalah usaha yang sadar akan dampaknya terhadap lingkungan, pekerja, dan masyarakat sekitar, lalu mengelola dampak itu secara bertahap. Kata kuncinya bertahap. Kamu tidak perlu mengubah seluruh proses produksi dalam semalam.
Ada dua alasan praktis kenapa topik ini layak kamu perhatikan. Pertama, ekspektasi pasar terhadap praktik usaha yang bertanggung jawab terus berkembang, terutama bagi UMKM yang ingin masuk rantai pasok perusahaan besar atau menembus pasar ekspor. Kedua, GRI menekankan bahwa langkah praktis menuju keberlanjutan justru memperkuat daya saing usaha. Jadi ini bukan sekadar kewajiban moral, tapi juga strategi bertahan dan tumbuh, sekaligus cara agar usahamu memberi dampak yang lebih nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Baca Juga: 5 Cara Menerapkan Bisnis Ramah Lingkungan pada UMKM
3 Langkah Awal Menuju Bisnis Ramah Lingkungan
GRI merumuskan awal perjalanan keberlanjutan UKM dalam tiga hal sederhana. Berikut versi aplikatifnya untuk usahamu:
-
Pahami dampak usahamu. Catat dari mana limbah, penggunaan energi, dan air berasal. Warung makan misalnya bisa mulai dari sisa bahan baku dan kemasan sekali pakai.
-
Temukan peluang perbaikan. Dari catatan itu, tentukan satu atau dua hal yang paling mudah dan murah diperbaiki lebih dulu.
-
Ambil tindakan praktis. Jalankan perbaikan itu, lalu ukur hasilnya. Tindakan yang bisa dihitung lebih mudah dikomunikasikan kepada pelanggan, mitra, maupun lembaga pembiayaan.
Ketiga langkah ini menjadi fondasi untuk semua materi yang dibahas di bagian berikutnya. Semakin jelas gambaran usahamu, semakin mudah kamu memilih materi yang sesuai.
5 Materi Edukasi Utama untuk UMKM Lestari
Berikut 5 materi yang bisa dipelajari Sahabat Wirausaha untuk mulai mewujudkan usaha yang lebih berdampak dan ramah lingkungan. Semuanya gratis dan disiapkan GRI bersama para mitra ekosistemnya.
- GRI SME Learning Series: Sustainability Reporting and Responsible Business for SMEs
Rangkaian pembelajaran ini tersedia di ASEAN SME Academy dalam empat bahasa: Inggris, Vietnam, Bahasa Indonesia, dan Tagalog. Cocok untuk kamu yang ingin pemahaman menyeluruh tentang pelaporan keberlanjutan dan praktik bisnis yang bertanggung jawab. Akses Materi di sini.
- Introduction for SMEs: Bridge Course on Sustainability Reporting
Kursus pengantar di ASEAN SME Academy ini berfungsi sebagai jembatan bagi pemula yang belum pernah menyentuh konsep pelaporan keberlanjutan. Akses Materi di sini.
- Panduan LESTARI (Panduan Laporan ESG Strategis untuk Usaha Tangguh dan Responsif)
Panduan berbahasa Indonesia ini disusun oleh Universitas Parahyangan dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan GRI. Karena disusun oleh pihak dalam negeri, konteksnya terasa dekat dengan kondisi usaha di Indonesia. Untuk gambaran pilar, standar, dan cara memulainya. Akses Materi di sini. -
Transformasi Menuju Bisnis Lestari
Materi ini tersedia di Sekolah Digital Kewirausahaan TUMBU dan membantu kamu memahami arah perubahan usaha menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Akses Materi di sini.
- Membangun Bisnis Berdampak dengan Laporan Keberlanjutan
Masih di platform TUMBU, materi ini membahas bagaimana laporan keberlanjutan bisa membantu usahamu menunjukkan dampak yang dihasilkan. Akses Materi di sini.
praktik usaha yang berkelanjutan, memahami tuntutan ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola) beserta harapan pasar, mengukur dan mengomunikasikan dampak, mempersiapkan pelaporan berbasis GRI Standards, serta memperkuat ketahanan usaha untuk pertumbuhan jangka panjang.
Baca Juga: Laporan Keberlanjutan Bisnis untuk UMKM: Memahami Pilar, Standar, dan Langkah Awal.
4 Kursus Tambahan di GRI Academy
Selain lima materi di atas, GRI Academy menyediakan empat kursus daring lain yang disusun khusus untuk UKM di kawasan ASEAN:
- Empowering ASEAN SMEs through Sustainable Practices, membahas penerapan praktik berkelanjutan di UKM.
- Sustainability Essentials for ASEAN SMEs, berisi dasar-dasar keberlanjutan sebagai bekal awal.
- Setting Sustainability Priorities and Goals for ASEAN SMEs, membantu menentukan prioritas dan target keberlanjutan yang sesuai dengan kondisi usaha.
- Sustainability Reporting and Communication for ASEAN SMEs, berfokus pada penyusunan dan penyampaian laporan keberlanjutan.
Perlu diketahui, keempat kursus ini kemungkinan besar berbahasa Inggris. Jika kamu lebih nyaman dengan Bahasa Indonesia, mulailah dari Panduan LESTARI, materi TUMBU, atau GRI SME Learning Series yang tersedia dalam Bahasa Indonesia, lalu lanjut ke kursus berbahasa Inggris saat sudah siap.
Cara Memilih Materi yang Pas untuk Usahamu
Sembilan materi memang terdengar banyak, tapi kamu tidak perlu mengambil semuanya sekaligus. Gunakan panduan sederhana ini:
- Baru mulai dan belum paham istilahnya? Ambil kursus jembatan (Bridge Course) atau Sustainability Essentials.
- Ingin materi berbahasa Indonesia dengan konteks lokal? Mulai dari Panduan LESTARI dan dua materi di TUMBU.
- Sudah menjalankan praktik hijau dan ingin menyusun laporan? Pilih Sustainability Reporting and Communication atau GRI SME Learning Series.
- Bingung menentukan prioritas? Ikuti kursus tentang penetapan prioritas dan tujuan keberlanjutan.
Karena semuanya gratis, kamu bisa mencoba satu materi dulu. Kalau terasa kurang cocok, pindah ke materi lain tanpa kehilangan biaya apa pun. Ajak juga tim, mitra, atau komunitas usahamu belajar bersama, karena GRI sendiri mengajak pelaku UMKM, asosiasi bisnis, praktisi keberlanjutan, dan pendukung ekosistem untuk membagikan sumber belajar ini ke jaringan masing-masing.
Mulai dari Satu Langkah Kecil
UMKM lestari yang berdampak dan ramah lingkungan tidak lahir dari laporan setebal buku atau investasi besar, tapi dari keputusan untuk mulai memahami dampak usahamu sendiri. Dengan materi gratis dari GRI, ASEAN SME Academy, BRIN, APINDO, dan TUMBU, hambatan untuk memulai kini jauh lebih rendah.
Jadi, materi mana yang akan kamu pelajari lebih dulu, Sahabat Wirausaha? Pilih satu, luangkan waktu minggu ini, dan catat satu perbaikan kecil yang bisa langsung kamu terapkan di usahamu.
Baca juga: SDGs adalah Kompas Baru UMKM untuk Tumbuh Berkelanjutan dan Lebih Siap Bersaing | Lima UKM yang Sukses Membangun Sustainable Business
Jika artikel ini bermanfaat, mohon berkenan bantu kami sebarkan pengetahuan dengan membagikan tautan artikelnya, ya!
Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin bergabung dengan Komunitas UMKM di bawah naungan kami di UKMIndonesia.id, yuk gabung dan daftar jadi anggota komunitas melalui ukmindonesia.id/registrasi. Berkomunitas bisa bantu kamu lebih siap untuk naik kelas!
Daftar Referensi:
- Harijanti, Lany. Unggahan LinkedIn tentang rangkaian materi belajar keberlanjutan gratis untuk UKM di Indonesia dan ASEAN (membagikan inisiatif Global Reporting Initiative).LinkedIn,Oktober2026. https://www.linkedin.com/posts/lany-harijanti-1220a71_smes-msmes-gri-share-7515297750524100608-wrup/
Dukung Misi Edukasi Kami
Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.

