UKM Indonesia

Sukses Ekspor dengan Penggunaan Platform Digital


Gambar diambil dari https://vdezi.com/

“Saya kan tidak punya modal untuk ikut pameran dagang internasional. Saya juga tidak memiliki informasi tentang pasar ekspor. Apakah saya bisa untuk ekspor?”

Ekspor memang pada dasarnya membutuhkan modal dan koneksi pasar. Tapi, perkembangan dunia digital telah membantu banyak pelaku UKM dalam menghadapi segala keterbatasan tersebut, termasuk dalam melakukan ekspor.

Banyak jalan menuju Roma. Itulah peribahasa yang tepat mengenai penggunaan platform digital bagi pelaku UKM untuk bisa ekspor. Di artikel ini, kita akan membahas berbagai platform digital yang dapat dimanfaatkan sahabat UKM untuk dapat mulai mengepakkan sayap di dunia ekspor. Yuk kita bahas satu per satu.


Buatlah Website Usaha Ekspor

Website sangat dibutuhkan oleh sahabat UKM untuk dapat menarik calon pembeli/importir di seluruh dunia. Dengan adanya website, calon pembeli/importir dapat menemukan produk ekspor kita melalui pencarian google, tanpa adanya pertemuan di suatu pameran dagang. Ini jelas sangat efisien dalam meningkatkan akses pasar ekspor. Lalu, dengan adanya informasi profil perusahaan di website, jelas dapat meningkatkan kepercayaan calon pembeli/importir yang berminat dengan produk kita.

Disini, kita harus menyajikan secara detil mengenai informasi produk ekspor yang kita tawarkan ke pasar ekspor. Hal yang lebih penting untuk disajikan di website adalah informasi mengenai aktivitas atau proses produksi, dikarenakan banyak calon pembeli/importir yang menginginkan transparansi dalam proses.. Disini, sebaiknya sahabat UKM menampilkan berbagai visual foto dan video untuk dapat membuktikan kebenaran atas segala informasi yang ditulis. Cantumkanlah juga berbagai dokumen dan sertifikasi yang menunjukkan pemenuhan persyaratan dan standar ekspor.

Sangat penting bagi suatu website yang menargetkan pasar ekspor untuk menyajikan informasi dalam bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang paling umum. Dapat juga ditambahkan dengan pilihan bahasa negara lain yang menjadi target ekspor, seperti Arab dan Mandarin.

Berikut adalah beberapa halaman penting yang harus dibuat dalam website beserta tips kontennya untuk dapat menarik calon pembeli//importir di pasar ekspor:

Home (Halaman Muka)

Halaman ini adalah yang paling krusial karena merupakan bagian terdepan ketika calon pembeli/importir masuk ke website kita. Penting untuk kita dapat memberikan informasi nilai keunggulan kita. Sehingga bisa menjawab pertanyaan “Mengapa harus memilih produk kita untuk diimpor?”. Disini direkomendasikan untuk diisi materi visual mengenai produk andalan, sertifikasi pendukung, keunggulan proses produksi, serta pengalaman dalam ekspor. Buatlah yakin para calon pembeli/importir untuk tertarik mempelajari website usaha kita lebih dalam.

About Us (Tentang Kita)

Halaman ini berisikan tentang informasi terkait profil perusahaan eksportir yang kita jalankan..Disini sebaiknya ditambahkan informasi mengenai cerita sejarah usaha, visi-misi usaha, kegiatan usaha yang dijalankan, profil pemilik usaha, struktur organisasi, legalitas usaha, testimoni konsumen, serta prestasi terkait yang pernah diraih. Bisa juga ditambahkan foto dan/atau video terkait seperti anggota tim usaha, kegiatan produksi, kunjungan pembeli, dan beragam fasilitas yang dimiliki. Dari informasi ini, yakinkanlah calon pembeli/importir bahwa usaha kita memiliki reputasi yang jelas dalam ekspor.

Products (Produk)

Halaman ini berisikan mengenai informasi untuk menjelaskan produk-produk yang ditawarkan ke pasar ekspor. Sebaiknya informasi tersebut mencakup spesifikasi detil produk, kapasitas produksi, minimal kuantitas pemesanan (minimum order quantity), cara pengemasan, dan cara pengiriman. Sebaiknya disini tonjolkan bagaimana produk kita memiliki nilai keunggulan daripada produk eksportir pesaing. Pergunakan materi foto dan/atau video agar calon pembeli/importir lebih yakin terhadap produk yang kita tawarkan.

Ingat, jangan tampilkan harga produk di website. Sebaiknya, daftar harga produk diberikan jika calon pembeli/importir menghubungi langsung dan meminta penawaran. Tentukan harga yang berbeda-beda sesuai dengan profil pembeli/importir, lokasi negara tujuan, kebutuhan spesifik, serta jumlah permintaan.

Contact Us (Hubungi Kami)

Halaman ini penting agar calon pembeli/importir segera menghubungi kita ketika tertarik untuk mengimpor produk yang ditawarkan. Masukkan berbagai informasi kontak yang meliputi alamat,+ telepon, email, whatsapp, dan platform komunikasi lainnya yang dimiliki yang dapat dihubungi oleh calon pembeli/importir. Jangan lupa untuk mencantumkan kode negara dan kode area dalam kontak telepon (seperti +6221 bukan 021).

Bisa juga disini ditambahkan akun media sosial (Facebook, Instagram, Youtube, Linkedin, dll), agar calon pembeli/importir dapat terus mengikuti perkembangan usaha kita melalui postingan di media sosial. Untuk memudahkan calon pembeli/importir menanyakan segala sesuatu mengenai usaha atau produk kita, sebaiknya juga ditambah formulir (form) pertanyaan, yang juga mengumpulkan nama dan kontak email dari para calon pembeli yang tertarik.

Halaman Lainnya

Buat dan modifikasi website usaha ekspor kita sesuai dengan yang dibutuhkan oleh target pembeli/importir kita. Ada beberapa halaman yang bisa ditambahkan untuk mengoptimalkan website kita bagi pasar ekspor, diantaranya:

  • Halaman FAQ (Frequently Asked Questions), dimana terdapat jawaban terhadap beberapa pertanyaan mendasar yang sering ditanyakan oleh calon pembeli/importir, seperti bahan baku produk, cara pembayaran, pemesanan, dan lainnya.
  • Blog, dimana dibuat beragam artikel terkait produk dan bidang usaha kita, yang dapat membantu meningkatkan penemuan website kita.
  • Jasa-jasa lainnya, yang dapat ditawarkan kepada calon pembeli/importir

Selain dari kualitas informasi dalam website kita, hal terpenting yang kita harus perhatikan untuk mendapatkan banyak kunjungan dari calon pembeli/importir di seluruh dunia adalah kinerja Search Engine Optimization (SEO). SEO adalah teknik untuk meningkatkan peringkat website dalam penelusuran di google. Terdapat banyak faktor yang dapat meningkatkan kinerja SEO seperti struktur informasi. Kita akan membahasnya lebih dalam tentang SEO ini di artikel lain. Tapi sebaiknya konsultasikan dengan pakar SEO untuk mengoptimalkan website kita di pasar ekspor.


Manfaatkan Media Sosial dalam Promosi

Terdapat banyak platform media sosial yang dapat digunakan untuk dapat mempromosikan produk kita ke pasar ekspor. Kita mengetahui bersama bahwa penggunaan media sosial saat ini meningkat pesat, termasuk oleh target pembeli/importir kita. Ini jelas akan membantu dalam mereka menemukan profil usaha kita. Disini kita akan membahas penggunaan dua media sosial yang paling banyak penggunanya yaitu Youtube dan Facebook.


15 Media Sosial Terpopuler, 2019 (Sumber: Digital Information World)

Saat ini video merupakan materi promosi yang paling diminati untuk dikunjungi oleh konsumen di seluruh dunia. Youtube merupakan platform yang mendominasi dalam sharing video. Apalagi, Youtube saat ini sudah terintegrasi dengan pencarian google, sehingga lebih mudah bagi konsumen untuk menemukan video kita di Youtube. Berikut beberapa tips bagi para sahabat UKM dalam memanfaatkan Youtube untuk promosi ekspor:

  • Fokuskan konten video pada nilai keunggulan produk dan proses produksi.
  • Tampilkan elemen-elemen yang tidak tertangkap di produk, seperti keramahan lingkungan dan kepedulian sosial.
  • Durasi video tidak usah terlalu panjang, sekitar 2-5 menit, agar lebih efisien dalam mengkomunikasikan ke calon pembeli/importir.
  • Tuliskan judul video dan kata kunci yang sekiranya sering dicari oleh target pembeli kita.
  • Selalu cantumkan kontak dan website usaha kita pada setiap video, sehingga dapat selalu dihubungi langsung jika pemirsa tertarik.

Di sisi lain, Facebook saat ini tetap menjadi media sosial dengan member dan aktivitas terbanyak. Terkait dengan ekspor, penting untuk kita selalu posting eksistensi kita dalam melakukan ekspor sehingga calon pembeli dapat mengetahui perkembangan kegiatan ekspor kita. Lalu, kita juga sebaiknya memanfaatkan berbagai grup eksportir-importir di negara-negara target ekspor kita. Dengan adanya grup ini, kita bisa mendapatkan koneksi dengan para eksportir dan importir di negara lain. Sehingga, kedepannya kita bisa saja mendapatkan kesempatan kerjasama bisnis ekspor-impor.


Manfaatkan Marketplace atau Business Portal

Sama seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, ekspor pun juga memiliki berbagai platform marketplace yang dapat dimanfaatkan untuk menjual produk ekspor. Akan tetapi, dalam ekspor, berbagai marketplace ini kebanyakan lebih bersifat B2B (Bisnis ke Bisnis) daripada B2C (Bisnis ke Konsumen). Dengan adanya ini, sahabat UKM jadi lebih mudah untuk menemukan calon pembeli/importir.

Prinsipnya sama dengan marketplace di pasar lokal, sahabat UKM hanya perlu mendaftarkan diri dan melakukan posting untuk produk-produk ekspor yang ditawarkan. Namun, marketplace ini ada yang berbayar dan ada juga yang gratis.

Saat ini Alibaba tetap menjadi marketplace ekspor-impor yang paling besar pasarnya sehingga paling efektif. Meskipun platform ini berbayar dengan biaya tahunan sekitar 24 juta Rupiah, portal ini diakses oleh sekitar lima juta orang per hari sehingga ini merupakan investasi yang cukup efektif. Salah satu contoh sukses adalah President Furniture. Sejak bergabung di Alibaba, usaha ini mampu meningkatkan ekspor dengan pesat. Di tahun pertamanya, mereka berhasil mendapatkan penjualan ekspor USD 345,000. Bahkan pada 2015, penjualan ekspornya naik signifikan mencapai USD 2,360,000 yang didapatkan dari pembeli/importir tersebar di Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan UAE. Rata-rata mereka mampu mendapatkan tiga permintaan ekspor (inquiry) per hari dari Alibaba. Contoh lainnya adalah Sumber Jaya, dengan produknya gula kelapa (coconut sugar). Sejak bergabung di Alibaba pada 2013, setiap bulannya rata-rata mereka mendapatkan lebih dari 100 permintaan (inquiry) yang menghasilkan 15 pesanan (order) dari pembeli di seluruh dunia (sumber: Alibaba Research Institute).

Selain Alibaba, terdapat banyak marketplace atau business portal internasional yang bisa dicoba oleh sahabat UKM untuk meningkatkan ekspor. Berikut beberapa diantaranya: Aspenku, Indonesia-Export, TradeBoss, Ecplaza. Sahabat UKM juga bisa untuk mencari berbagai platform marketplace lainnya, khususnya di masing-masing target negara tujuan.

Selain itu, Kementerian Perdagangan RI juga menyediakan business portal bagi pelaku UKM untuk bisa menampilkan profil usaha dan produk ekspor di website Kemendag yaitu http://djpen.kemendag.go.id/. Caranya mudah, cukup dengan mendaftar menjadi anggota untuk bisa ditampilkan profilnya di listing perusahan eksportir Indonesia. Tidak hanya itu, anggota bisa juga mendapatkan informasi tentang importir-importir dari berbagai negara. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca artikelnya di Program Pemerintah dalam Akses Pasar Ekspor.

Kabar gembira juga datang dari salah satu perusahaan marketplace buatan anak negeri Indonesia, Bukalapak. Sejak akhir 2019, Bukalapak membuka fitur baru yang bernama BukaGlobal. Fitur ini memungkinkan pembeli/importir dari luar Indonesia untuk belanja produk-produk UMKM di Bukalapak. Saat ini, fitur tersebut menyediakan jasa pengiriman ke negara-negara berikut: Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Hong Kong, dan Taiwan. Namun, untuk sekarang fitur BukaGlobal hanya dapat diaktifkan oleh pelapak terpilih di area DKI Jakarta dan Kota Tangerang. Kita akan membahasnya lebih detil terkait ini di artikel sendiri kedepannya.


Manfaatkan Berbagai Situs Riset Pasar Ekspor

Sebelum menargetkan negara tujuan ekspor, kita semua sudah tahu bahwa sangat krusial untuk melakukan riset pasar terlebih dahulu. Di era ini, sahabat UKM tidak perlu bingung untuk mencari informasi pasar ini. Berbagai platform digital telah tersedia yang disediakan oleh berbagai lembaga asing untuk membantu para pelaku UKM dalam mempersiapkan strategi ekspor. Dua situs yang paling membantu dalam riset pasar ekspor adalah CBI dan ITC Market Analysis Tools.

Pasar Eropa selalu menjadi pasar potensial untuk melakukan ekspor bagi pelaku UKM. Hal ini dikarenakan banyak produk Indonesia yang diapresiasi dengan sangat tinggi oleh konsumen Eropa. CBI mampu memberikan segala informasi riset pasar yang dibutuhkan tentang analisis pasar Eropa bagi para eksportir negara berkembang. Berbagai laporan riset pasar Eropa disini tersedia untuk masing-masing kategori produk yang dibutuhkan. Tujuan riset pasar ini selain agar pelaku UKM dapat menembus pasar Eropa, tapi juga agar pelaku UKM dapat lebih memahami dalam fokus ke kualitas bukan kuantitas, khususnya untuk pasar sustainable yang begitu besar di Eropa.

International Trade Center (ITC) juga menyediakan beberapa platform untuk melakukan riset pasar, yang dinamakan ITC Market Analysis Tools. Terdapat tiga platform disini:

  • Trade Map: Disini kita bisa mendapatkan segala informasi statistik perdagangan dunia, baik itu berupa tabel, graphic, atau map untuk 220 negara dan 5,300 kode produk HS (Harmonization System). Informasi ini berguna untuk mengetahui pola perdagangan sebelumnya, sehingga bisa mengetahui potensi dan daya saing produk ekspor kita.
  • Market Access Map: Disini kita bisa mendapatkan segala informasi mengenai berbagai tariff ekspor-impor, persyaratan regulasi, serta skema preferensi berlaku yang dapat dilihat pada setiap negara eksportir, negara tujuan ekspor, dan kode produk HS.
  • Export Potential Map: Disini kita bisa mengidentifikasi potensi ekspor pada setiap kategori produk dan negara tujuan, dan negara eksportir. Potensi ekspor ini dihasilkan dari model ekonomi yang mengkombinasikan data supply dari negara eksportir, data demand dari negara tujuan, serta kondisi akses pasar. Nilai potensi ekspor ini lalu dibandingkan dengan nilai ekspor yang sudah terealisasi (dari data transaksi sebelumnya) sehingga mengetahui nilai potensi yang belum terealisasi.

Sahabat UKM bisa juga membaca artikel Melihat Potensi berdasarkan Pola Perdagangan serta beberapa artikel potensi produk seperti Kopi, Kelapa, dan Tekstil Kreatif untuk dapat memahami lebih jelas tentang penggunaan ITC Market Analysis Tools ini.

Tidak hanya itu, informasi riset pasar juga tersedia secara gratis dari berbagai lembaga promosi perdagangan (Trade Promotion Agency) dari masing-masing negara, seperti contohnya IPD (Jerman), TFO Canada (Kanada), dan Export.gov (Amerika Serikat).


Jemput Bola ke Calon Pembeli/Importir di Internet

Hal terakhir yang sebaiknya dilakukan oleh sahabat UKM di dunia digital ini adalah menjemput bola sebanyak-banyaknya. Beruntungnya, melalui internet, kita dapat menjelajahi dan menemukan calon pembeli/importir sebanyak-banyaknya tanpa ada batasan. Caranya adalah mudah, yaitu dengan googling.

Contoh sederhananya, ketika seorang pelaku UKM dengan produk gula kelapa ingin mengekspor produknya ke Jerman. Maka, kita bisa mencari list importirnya dengan mengetikkan kata kunci pencarian seperti “coconut sugar importer in Germany” di Google. Alternatifnya, kita bisa langsung mencari industri yang membutuhkan produk ekspor kita. Misalnya, pelaku UKM tersebut mengetahui bahwa gula kelapa dibutuhkan oleh industri manufaktur coklat. Maka, kita bisa mencari list perusahaan industrinya dengan memasukkan kata kunci pencarian seperti “chocolate factory in Germany” di Google. Sahabat UKM juga dapat menemukan list calon pembeli/importir untuk produk tertentu melalui website masing-masing ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) dan website atase perdagangan di masing-masing negara.

Setelah mendapatkan list calon pembeli/importir, maka hal berikutnya untuk dilakukan adalah menemukan alamat emailnya. Selanjutnya, kita kirimkan surat perkenalan (introduction letter) ke satu per satu calon pembeli/importir yang ditemukan di internet. Berikut beberapa tips yang sebaiknya dilakukan ketika mengirimkan surat perkenalan melalui email:

  • Buat subject (judul) email yang menarik perhatian. Misalnya, “Best Coconut Sugar from Indonesia”.
  • Buat draft body email secara ringkas yang menjelaskan nilai keunggulan usaha dan produk yang kita tawarkan. Agar lebih menarik, bisa dilampirkan satu video yang mampu menggambarkan hal tersebut.
  • Lampirkan company profile dan website kita agar calon pembeli bisa mengetahui lebih dalam. Jangan lupa untuk cantumkan kontak untuk menghubungi.
  • Hindari untuk mengirimkan langsung surat penawaran di awal komunikasi. Berikan penawaran ketika calon pembeli tertarik dan sudah memintanya.

Gampang bukan teknik menjemput bola di internet ini?

Tapi ingat, proses ini akan mengalami banyak penolakan. Jika kita mengirimkan 100 email surat perkenalan, maka kemungkinan 10-20 membalas dan meminta penawaran. Setelah kita kirim surat penawaran (quotation letter), maka kemungkinan 3-5 akan bertahan untuk melakukan negosiasi. Lalu, kita bisa mengharapkan satu akan melakukan order atau pesanan.

Namun bisa saja dari 100 email surat perkenalan tersebut, kita tidak mendapatkan balasan apapun. Seorang eksportir harus memiliki gigih dan tidak mudah menyerah. Konsistensi untuk melakukan upaya-upaya ini diperlukan untuk sukses ekspor. Tapi, yang paling penting kita harus persiapkan dulu nilai keunggulan produk ekspor kita. Terus lakukan evaluasi untuk mendapatkan pembeli/importir.

Sekian pembahasan kita kali ini. Semoga sahabat UKM sudah memahami bahwa keterbatasan modal tidak menutup kemungkinan dalam melakukan ekspor. Dunia digital sudah memberikan jalan yang lebar untuk para pelaku UKM bisa terus meningkatkan kontribusi ekspor. Tapi ingat, kemudahan keterbukaan dunia digital ini juga secara tidak langsung juga meningkatkan persaingan di pasar ekspor. Satu-satunya cara adalah pastikan dan yakinkan bahwa standar kualitas produk ekspor kita unggul dari para pesaing. Lalu, teruslah belajar untuk memanfaatkan platform digital ini sehingga bisa meningkatkan daya saing dan akses pasar.


Banu Rinaldi, Content & Research Officer ukmindonesia.id, MBA in SME Development Leipzig University - Germany


Referensi: Mahyuddin & Hidayat (2019): Bisnis Ekspor itu Mudah

Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: