Sahabat Wirausaha pasti menyadari, selama pandemi industri yang masih bertahan adalah industri makanan dan minuman (mamin). Pada awal masa pandemi di tahun 2020, banyak pengusaha mamin skala rumahan bermunculan, sebagai dampak dari kondisi serta situasi pekerjaan yang menjadi tidak menentu pada saat itu.

Kondisi ini menyebabkan industri makanan menunjukkan kinerja masih bertumbuh positif dalam setahun terakhir. Pada kuartal I-2021, pertumbuhan industri ini mencapai 2,45%, salah satu yang tertinggi di sektor industri pengolahan.

Baca Juga: Membedah Pameran Domestik Untuk Produk Kecantikan

Walaupun industri makanan dan minuman memang bukan satu-satunya yang mengalami pertumbuhan tetapi merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja sepanjang pandemi.

Perkembangan ini menimbulkan tingkat kepercayaan diri pada bisnis makanan dan minuman, terlihat di beberapa website exhibitions banyak jadwal pagelaran pameran makanan dan minuman yang diselenggarakan. Nah, seperti apa pameran domestik industri makanan dan minuman ini? Simak ulasannya di artikel ini, ya.


Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman

Sumber: https://www.freepik.com/free-photo/portrait

Sebelum membahas pameran domestik makanan dan minuman, Sahabat Wirausaha perlu tahu statistik pertumbuhan pada industri makanan dan minuman. Menurut www.dataindustri.com, pada kurun waktu tahun 2011 hingga tahun 2022, di kuartal II-2022, kinerja industri makanan dan minuman mengalami pertumbuhan per kuartal (q on q) yang positif sebesar 2,30%.

Baca Juga: Tips Sukses Mengikuti Pameran dan Meningkatkan Kualitas Produk Ala Kultiva Co

Sedangkan untuk pertumbuhan tahunan sektor industri makanan dan minuman semester I-2022 (year on year) sebesar 3,71%. Kinerja pertumbuhan yang positif ini melanjutkan kinerja tahun-tahun sebelumnya yang juga selalu positif. Secara lengkap, tren data pertumbuhan industri makanan dan minuman setiap tahunnya dan per kuartal. Berikut data statistiknya:

TREN DATA PERTUMBUHAN INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN 2011-2022

TREN DATA PERTUMBUHAN INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN Per Kuartal

Dengan adanya tren data pertumbuhan industri makanan dan minuman periode 2011 – 2022 sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis, profesional, investor, dan akademisi dalam membuat analisis bisnis, strategi bisnis, dan strategi investasi.

Di tahun 2021, industri makanan dan minuman naik sebesar 2,54%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) industri makanan dan minuman (mamin) sebesar Rp775,1 triliun pada 2021.

Baca Juga: Tips Jitu Untuk Sukses di Pameran Internasional

Nilai tersebut tumbuh 2,54% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy) yang sebesar Rp755,91 triliun. Industri mamin tergolong kebal dari pandemi Covid-19. Pasalnya, industri ini masih mencatatkan pertumbuhan positif pada 2020 dan 2021 atau ketika wabah menyerang. Meski demikian, pertumbuhan industri mamin memang melambat dibandingkan masa normal.

Perkembangan PDB Industri Makanan & Minuman (2016-2021)

PDB Industri Makanan dan Minuman Q2/2020-Q2/2022

Pertumbuhan (yoy) / PDB (Rp triliun)

Untuk tahun 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) di industri makanan dan minuman sebesar Rp200,26 triliun pada kuartal II/2022. Jumlah itu meningkat 3,68% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp193,16 triliun.

Baca Juga: Ragam Event Pameran Nasional

Melihat trennya, kinerja industri makanan dan minuman cenderung mengalami tren menguat setelah tertekan pada kuartal I/2022 dan kuartal II/2020. Ini menandakan bahwa industri makanan dan minuman telah pulih dari dampak pandemi Covid-19.


Dukungan Berbagai Pihak pada Industri Makanan dan Minuman

Sumber: https://id.cantonfair.net

Ternyata, walaupun pada kuartal I-2022, industri makanan dan minuman menyumbang lebih dari sepertiga atau sebesar 37,77 persen dari PDB industri pengolahan nonmigas masih ada hal lain yang belum bertumbuh. Yaitu, kinerja industri makanan dan minuman pada kuartal pertama berada di bawah pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas dan di bawah pertumbuhan PDB nasional.

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) berupaya untuk kembali membangkitkan kinerja industri makanan dan minuman dengan menyelenggarakan pameran makanan dan minuman. Diharapkan pameran menjadi wahana pendorong bagi para pengusaha di bidang industri makanan dan minuman untuk memperkenalkan produk, kualitas dan citra merek serta memperoleh berbagai masukan atau keinginan dari pelanggannya.

Kemenperin juga memfasilitasi promosi produk industri mamin melalui ajang pameran di dalam maupun luar negeri, dengan mengadakan pameran Makanan dan Minuman yang digelar Kemeperin pada 31 Mei hingga 3 Juni 2022 diikuti sekitar 60 perusahaan industri mamin diikuti sekitar 60 perusahaan industri makanan dan minuman.

Baca Juga: Seleksi dan Kurasi Pameran Ambiente 2021 di Frankfurt, Jerman

Di samping itu, Presidensi G20 Indonesia di tahun 2022 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan produk-produk industri nasional, termasuk produk mamin, yang diharapkan dapat memperluas pasar ekspor.

Ditinjau dari sisi perdagangan internasional, ekspor produk makanan dan minuman hingga triwulan I-2022 menembus 10,92 miliar dolar AS (termasuk minyak kelapa sawit) dan mengalami neraca perdagangan yang positif bila dibandingkan dengan impor produk makanan dan minuman pada periode yang sama sebesar 3,92 miliar dolar AS.

Dari sisi investasi, sampai dengan triwulan I tahun 2022, realisasi investasi untuk sektor industri makanan dan minuman mencapai Rp 19,17 triliun, terdiri dari PMDN sebesar Rp 9,34 triliun dan 684,98 juta dolar AS untuk PMA.

Kinerja industri makanan dan minuman yang mulai membaik tersebut, tidak lepas dari kerja keras seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga terkait hingga kalangan industri, sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan yang positif meski terkana dampak pandemi.

Merangkum referensi dari berbagai berita pada bulan September 2022, ditemukan banyak pernyataan optimis mengenai industri makanan dan minuman. Salah satunya adalah Industri makanan dan minuman dinilai menjadi salah satu mesin pertumbuhan sektor manufaktur dan perekonomian nasional.

Baca Juga: Fasilitasi Stand UKM Untuk Pameran Dalam dan Luar Negeri

Kekuatan industri makanan dan minuman di Indonesia didukung oleh sumber daya alam yang melimpah dan permintaan dalam negeri yang terus meningkat.. Kinerja gemilang lainnya dari industri makanan dan minuman, yakni mampu menarik investasi sebesar Rp21,9 triliun hingga kuartal II tahun 2022 dan menyerap tenaga kerja hingga 1,1 juta orang.

Kemenperin merasa optimistis akan ada kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan banyak peluang yang tersedia ketika industri makanan dan minuman terus tumbuh dan menjadi lebih kompetitif.

Oleh karena itu, Kemenperin terus berupaya meningkatkan performa industri mamin melalui perpaduan kebijakan fiskal dan nonfiskal. Adapun insentif fiskal yangtelah diusulkan, antara lain tax holiday, tax allowance, super tax deduction, dan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP).

Insentif tersebut sebagai salah satu strategi untuk mendorong investasi, penguasaan teknologi, serta penguatan struktur industri yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan industri sepanjang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Sedangkan untuk kebijakan nonfiskal, di antaranya adalah memfasilitasi promosi produk industri mamin melalui pameran di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Membedah Pameran Internasional dari Pemerintah Indonesia

Untuk mengikuti arah peta jalan Making Indonesia 4.0 dan perkembangan transformasi digital, Kemenperin juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor manufaktur melalui percepatan implementasi industri 4.0. Dengan diterapkannya industri 4.0, Kemenperin berharap industri makanan dan minuman Indonesia dapat menjadi pemain kunci di ASEAN, bahkan di Asia.


Pameran Makanan dan Minuman Selama Tahun 2022

Melihat potensi baik dari industri makanan dan minuman, bagi Sahabat Wirusaha yang terjun di bisnis tersebut tentu perlu untuk terlibat dalam pameran-pameran yang diselenggarakan. Di sepanjang tahun 2022, sejumlah pameran makanan dan minuman meramaikan agenda masyarakat. Apa saja dan dimana pameran-pameran tersebut terselenggara?

1. Food + Beverage Indonesia 2022, 18-21 Mei 2022, JIEXPO Kemayoran, Jakarta

Sumber: https://jadwalevent.web.id

Food + Beverage Indonesia berfokus pada bahan-bahan makanan, peralatan, teknologi, dan sistem produksi untuk pemrosesan, serta bahan pengemasan.

Food + Beverage Indonesia menjadi tempat untuk memperkenalkan produk terbaru, mesin, peralatan, dan solusi terbaru yang dibutuhkan untuk menghasilkan makanan berkualitas lebih baik di Indonesia.

Baca Juga: Rahida Cookies, Menjadi Binaan Bank Indonesia Hingga Ikut Trade Expo Internasional

Pameran ini di selenggarakan bersama dengan Chef Expo yang didukung oleh Indonesian Chef Association (ICA), serta pameran International Indonesia Seafood & Meat (IISM) Expo dan Indonesia Cold Chain (ICE) Expo dan Kitchen + Bathroom Indonesia.

2. Food And Hotel Indonesia. 26-29 Juli 2022, JIEXPO Kemayoran Jakarta

Sumber: https://smesta.kemenkopukm.go.id

Pameran FHI 2022 ke-16 ini dilaksanakan bertujuan untuk menghubungkan dan mempertemukan antar pebisnis profesional secara global. Sehingga diharapkan dapat mendukung akselerasi pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan melalui inovasi bisnis agar maju dan berkembang di pasar global.

FHI 2022 dapat menjadi momentum kebangkitan industri Food & Beverage (F&B) dan perhotelan Indonesia yang dulu mengalami penurunan karena pandemi Covid-19. Tahun ini FHI akan diselenggarakan bersama dengan Hotelex Indonesia dan Specialty Food Indonesia.

FHI diadakan secara virtual untuk pertama kalinya, menampilkan empat komponen – showcase produk digital dan pasar B2B untuk sumber produk dan layanan, program pencocokan bisnis untuk terhubung dengan mitra baru dan yang sudah ada, dan mendapatkan wawasan dari pakar industri terkemuka ke dalam satu platform bisnis virtual, Virtual Hub FHI.

Sejalan dengan kemajuan teknologi untuk menawarkan platform keterlibatan dan jaringan virtual, sebagai saluran komunikasi lain untuk menjangkau mitra yang tepat sangat penting untuk memastikan bahwa bisnis benar-benar dapat mencapai potensinya yang sebenarnya.

Baca Juga: APINDO Export Series: Mempersiapkan Dokumentasi Ekspor

FHI telah menjadi ujung tombak bagi perusahaan yang ingin memperluas jangkauan pasar mereka melintasi batas dunia. FHI akan melanjutkan dan mendukung percepatan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan untuk membantu sektor-sektor tersebut bersinar secara global dan mewujudkan Indonesia 4.0 menuju 2030.

3. Food Ingredients Asia (Fi Asia) Indonesia 2022, 7-9 September 2022, JIEXPO Kemayoran Jakarta

Sumber: https://jadwalevent.web.id

Fi Indonesia 2022, merupakan pameran bahan baku makanan dan minuman, yang ke-25 di Asia. Dalam ajang ini, lebih dari 300 produsen bahan makanan terkemuka dari seluruh dunia akan menampilkan berbagai inovasi bahan baku makanan dan minuman terbaru.

Fi Asia 2022 dirancang untuk menjadi platform yang tepat bagi para pelaku industri bahan baku makanan dan minuman untuk mendapatkan sumber bahan baku yang dapat diandalkan, berkelanjutan, dan efektif dari segi biaya, sekaligus membangun networking dengan berbagai pemasok bahan makanan dan minuman terkemuka.

Baca Juga: Peluang Usaha Makanan Beku

Pada ajang tahun ini, Fi Asia akan hadir dengan 8 pavilions yaitu Natural Ingredients Pavilion, New Business Pavilion, Beverage Ingredients Pavilion, Thailand Pavilion, USA Pavilion dan yang terbaru India Pavilion, Malaysia Pavilion dan China Pavilion yang hadir secara hybrid. Fi Asia juga menerapkan konsep Smart Event untuk pertama kalinya di Asia dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengalaman ekshibitor dan pengunjung selama berjalannya pameran.

4. FHTB (Food, Hotel & Tourism Bali) 2022, 22-24 September 2022, Bali Nusa Dua Convention Centre

Sumber: https://jadwalevent.web.id

FHT Bali merupakan platform untuk industri makanan, perhotelan & pariwisata Indonesia. Pameran ini membuka kesempatan baik bagi para pelaku usaha makanan dan minuman untuk bertemu langsung dengan klien baru yang potensial sekaligus bertatap muka dengan pelanggan yang sudah ada.

Tujuan diadakannya Food, Hotel & Tourism Bali agar FHTB sebagai pameran dagang terkemuka di Indonesia Timur untuk makanan, minuman dan jasa dapat mendukung Industri Pariwisata dan Perhotelan Indonesia.

Baca Juga: Peluang Pasar: Makanan Korea

5. Solo Food, Beverage, and Chef (FBC) Festival, 14-16 Oktober 2022, De’ Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah

Sumber: https://jadwalevent.web.id

Solo Food, Beverage, and Chef (FBC) Festival dirancang dan didedikasikan khusus untuk para inovator dan produsen kreatif di sektor makanan, minuman, dan kuliner Indonesia, khususnya daerah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Target pasar yang disasar pada acara ini sangat luas, meliputi : para penyedia peralatan industri HORECA (pendingin, oven, meja dapur), produsen makanan, peralatan dan bahan roti, produsen minuman, pemasok peralatan makan, penjual makanan dan minuman siap saji, pemasok bahan makanan, produsen makanan ringan dan makanan manis, produsen kemasan makanan, mesin pengolahan makanan dan minuman, para Koki dan pelaku kuliner profesional, para pelaku bisnis perhotelan, para pelaku bisnis restoran, para pelaku bisnis UKM F&B, sekolah memasak dan baking, penyedia layanan F&B dan perhotelan, pengecer makanan, komunitas dan asosiasi F&B, media & publikasi dan semua pecinta makanan dan minuman.

Baca Juga: Peluang Pasar: Minuman Jus

6. Festival Jajanan Bango 2022, 28-30 Oktober 2022, Plaza Timur, GBK Senayan Jakarta

Siapa yang tak akrab dengan ajang Festival Jajanan Bango (FJB)? Hampir setiap tahun sejak tahun 2005, FJB menyelenggarakan festival ini dan selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung. FJB tidak hanya membuka kesempatan pelaku bisnis makanan dan minuman untuk mengenalkan bisnis mereka, tetapi senantiasa mengusung ragam kekayaan kuliner Indonesia.

Seperti tema tahun ini yang bertepatan dengan momen Sumpah Pemuda, Bango ingin mengapresiasi keanekaragaman kuliner Indonesia tetapi kita tetap satu dalam rasa. Oleh karena itu, Bango ingin membawa semangat SATU NUSA, SATU BANGSA, SATU RASA, SATU KECAP BANGO. Tema tahun ini mengusung tema “Kenali Rasanya Indonesia”, Bango ingin mengundang masyarakat Indonesia untuk mengenal sekaligus menikmati berbagai kuliner legendaris dan nusantara dari para Penjaja Kuliner.

7. SIAL INTERFOOD, 9-12 November 2022, JIExpo Kemayoran Jakarta

SIAL InterFOOD 2022 diselenggarakan oleh Krista Exhibitions merupakan pameran makanan dan minuman terkemuka di Indonesia, yang telah berjalan selama 19 tahun. Acara ini merupakan kolaborasi antara dua kekuatan besar di industri makanan-minuman, yang menyediakan platform yang menarik bagi perusahaan makanan dan minuman untuk masuk ke pasar ASEAN.

Pada SIAL InterFOOD ini akan menyajikan kemajuan teknologi pada bakery and confectionery (mesin, peralatan, perlengkapan dan bahan), makanan dan perhotelan (anggur dan minuman alkohol, peralatan, perlengkapan, penyimpanan, layanan dan teknologi terkait untuk hotel, katering, restoran, kafe, supermarket), bahan makanan (tambahan makanan, bahan kimia makanan), makanan mengandung herbal dan kesehatan, ritel dan waralaba, kopi, teh dan kakao, buah segar dan olahan, produk pertanian, produk makanan kesehatan halal, makanan organik dan alami, makanan beku, makanan laut ikan dan produk daging.

8. SEAFOOD SHOW ASIA, 9-12 November 2022, JIExpo Kemayoran Jakarta

Sumber: https://www.2exhibitions.com

SEAFOOD SHOW ASIA EXPO 2022 merupakan pameran Internasional ke-3 yang menghadirkan hasil perikanan dan makanan laut, bahan makanan laut, produk dan peralatan pemrosesan dan teknologi rantai dingin.

Baca Juga: Peluang Pasar: Minuman Boba

Diselenggarakan oleh KRISTA Exhibitions, pameran ini didukung penuh oleh Deputi Pengembangan Pemasaran dari Kementerian Pariwisata, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Asosiasi Makanan dan Minuman Indonesia, Asosiasi Chef Profesional, Asosiasi Sayuran Indonesia dan Eksportir Buah, Asosiasi Perikanan Pole & Line and Handline Indonesia, Asosiasi Tuna Indonesia, Asosiasi Teh Indonesia, Aliansi Pastry Indonesia, Pengembangan Bisnis Kemasan Indonesia, GP Jamu, Asosiasi Sommelier Indonesia Kerta Widyawati, Asosiasi Pengusaha Belut Indonesia, Gabungan Teh Spesial Indonesia, Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, dan Delegasi dari beberapa negara seperti Argentina, Bangladesh, Belgia, Ekuador, Mesir, Ethiopia, Finlandia, Yunani, Iran, Italia, Polandia, Portugal, Slovakia, Turki.

Untuk Sahabat Wirausaha yang sudah merintis bisnis di industri makanan dan minuman, segera ambil peluang ini dengan sebaik-baiknya. Dengan rajin mengikuti pameran dan bergabung dengan komunitas di bidang kuliner, kesempatan untuk bisnis Sahabat Wirausaha akan semakin besar dan berkembang. Bagi yang baru saja merintis, semoga memacu semangat untuk menguatkan pondasi bisnisnya.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini.

Referensi:

  1. https://databoks.katadata.co.id
  2. https://www.dataindustri.com
  3. https://www.kominfo.go.id
  4. https://dataindonesia.id
  5. https://dataindonesia.id/Sektor%20Riil
  6. https://katadata.co.id
  7. https://industri.kontan.co.id
  8. https://www.liputan6.com
  9. https://www.tribunnews.com
  10. https://jadwalevent.web.id
  11. https://www.mnctrijaya.com
  12. https://www.bango.co.id
  13. https://id.cantonfair.net