Ekspor Kopi ke Amerika Serikat – Sahabat Wirausaha, jika bicara soal kopi tentu mungkin banyak di antara kita yang akan menyukainya. Bahkan saat ini kopi bukanlah minuman yang disukai oleh pria-pria dewasa saja, melainkan juga digandrungi oleh generasi muda baik milenial atau Z terlepas dari apapun jenis kelamin mereka. Dalam perkembangannya, kopi juga identik dengan kalangan pekerja di kota-kota besar yang sudah menjelma sebagai minuman wajib bukan sekadar seduhan penolak rasa kantuk semata.

Sebagai salah satu minuman non-alkohol terpopuler di dunia, kopi memang digemari karena aroma dan kandungan kafein yang ada di dalamnya. Dalam tingkat global, Amerika Serikat berada di posisi teratas sebagai negara yang paling banyak meminum kopi (laporan tahun 2019) yang membuat negara adikuasa ini melakukan impor kopi ke berbagai negara termasuk Indonesia. Seperti apa sebenarnya kegiatan impor kopi di Amerika Serikat tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini.


Sejarah Kopi di Amerika Serikat dan Kenapa Digandrungi

Jika bicara soal sejarah, budidaya kopi ternyata dimulai di kawasan Timur Tengah. Tepatnya pada abad ke-15, kedai-kedai kopi mulai bermunculan di sekitar Turki, Persia, Suriah hingga berbagai wilayah Arab. Satu abad kemudian kopi mulai masuk ke benua Eropa meskipun pada awalnya ditolak karena dianggap minuman yang tak sesuai aturan agama. Hingga akhirnya Paus Klemens VIII mencicipi dan setuju mengkonsumsi kopi, membuat minuman hitam itu tersebar dari Eropa hingga Amerika.

Di Amerika Serikat sendiri, Japanese Coffee Co melansir kalau kopi diyakini diperkenalkan untuk kali pertama oleh Kapten John Smith sang pendiri koloni Virginia di Jamestown pada tahun 1607. Saat itu Smith menjelaskan soal kopi kepada rekan-rekan penjajahnya usai melakukan perjalanan di Turki. Lambat laun informasi soal kopi pun tersebar yang diawali di Amerika Utara oleh para pemukim asal Belanda di New Amsterdam (sekarang New York City).

foto: Eiliv Aceron/UNSPLASH

Hingga akhirnya di awal tahun 1800-an, mulai bermunculan kedai-kedai kopi di Amerika dan menjadi sangat populer. Seolah menggeser popularitas teh sebagai minuman favorit Amerika, kopi yang awalnya dipilih karena lebih murah dan mudah dalam proses pembuatannya itu akhirnya jadi barang mewah. Didorong juga oleh gejolak politik, perang dan pemberontakan, orang-orang Amerika pun semakin condong menggandrungi kopi yang berdampak pada total konsumsi saat ini.

Baca Juga: Mengulik Peluang Ekspor Cengkeh dari Indonesia, Diminati di Pasar Internasional

Setidaknya menurut Teabloom, ada beberapa alasan kuat kenapa kopi sangat digemari publik Amerika Serikat berikut ini:

  • Ada alasan tersendiri kenapa masyarakat Amerika lebih memilih kopi daripada teh. Di mana teh dianggap sebagai minuman yang dibawa oleh para penjajah Inggris, berbeda dengan kopi yang ditanam oleh penduduk pribumi Amerika. Hingga akhirnya saat Revolutionary War pecah, peti-peti teh asal Inggris dibuang ke laut dan membuat teh identik sebagai minuman pengkhianat sekaligus meningkatkan kecintaan atas kopi.
  • Identitas teh sebagai minuman bangsawan yang anggun dan feminin membuat orang-orang Amerika yang berprinsip patriot dan pekerja keras, lebih cocok sebagai peminum kopi.
  • Kopi dalam perkembangannya bagi masyarakat Amerika lebih cocok sebagai sarana sosialisasi. Dibandingkan dengan teh yang proses pembuatannya harus diseduh terlebih dulu, kopi dianggap jauh lebih efektif dan efisien dalam banyak kegiatan sosial.
  • Tingkat individualisme orang Amerika yang sangat tinggi dianggap lebih cocok ditemani oleh kopi alih-alih teh. Banyak masyarakat Amerika yang meminum kopi untuk kegiatan sehari-hari dan mayoritas dilakukan sendirian. Bagi mereka, kopi adalah sumber energi untuk menyelesaikan berbagai tugas.
  • Berstatus sebagai negara workaholic sekaligus konsumtif, meminum kopi dianggap sebagai pendamping yang tepat lantaran adanya kandungan kafein. Bahkan beberapa perusahaan di Amerika mendorong para pekerja untuk meminum kopi, demi meningkatkan produktivitas bekerja.

Tentu melihat sejumlah alasan kenapa orang Amerika sangat menyukai kopi, Sahabat Wirausaha harus memandangnya sebagai sebuah fakta yang menjanjikan jika hendak menjual atau melakukan ekspor kopi di Amerika Serikat. Supaya kegiatan itu bisa efektif, penting bagi kalian mengetahui sejauh apa nilai impor kopi yang dilakukan Amerika Serikat sejauh ini.


Mengintip Besaran Impor Kopi Amerika Serikat di Dunia

Dalam tingkat global, kopi ternyata sudah ditanam di lebih dari 70 negara tropis. Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa kopi merupakan komoditas kedua yang paling banyak diekspor di dunia setelah minyak. Tiga negara produsen kopi terbesar secara global saat ini adalah Brasil, Vietnam dan Kolombia, seperti dilansir World Population Review. Dalam riset yang dilakukan Organisasi Kopi Internasional pada tahun 2016, Finlandia muncul sebagai negara dengan konsumsi tahunan tertinggi per orang.

Sedangkan untuk Amerika Serikat sendiri, berada di posisi ke-25 lantaran orang-orang Amerika rata-rata meminum tiga cangkir kopi per hari (total 4,4 kilogram kopi). Bandingkan dengan Finlandia yang mencapai 12 kilogram kopi atau meminum sekitar delapan cangkir kopi per hari. Namun untuk hitungan nasional (per tahun 2019), Amerika Serikat tetap berada di posisi teratas sebagai negara dengan konsumsi kopi terbanyak di seluruh dunia diikuti oleh Jerman, Jepang, Prancis, Italia, Rusia, Inggris dan Spanyol.

Baca Juga: Makin Diminati, Potensi Produk Makanan Olahan Asal Indonesia di Pasar Australia

Tingginya tingkat konsumsi kopi itu akhirnya membuat Amerika Serikat ada di posisi teratas sebagai negara pengimpor biji kopi di dunia dengan total 186.150 shipments yang diikuti oleh India (9.771) dan Singapura (7.979), seperti dilansir Volza. Demi memenuhi permintaan atas kopi itu, Amerika Serikat dilaporkan mengimpor dari 9.150 suplier biji kopi lewat 4.988 perusahaan importir mereka. 

Dalam laporan Trade Map per tahun 2022, ada tiga negara ekportir kopi terbesar ke Amerika yakni Brazil (US$6,2 miliar), Kolombia (US$1,9 miliar) dan Guatemala (US$457 juta). Indonesia sendiri ada di posisi ketujuh dalam daftar 10 besar, sekaligus satu-satunya di luar kawasan Amerika Latin dan Afrika yang mengekspor kopi ke Amerika Serikat dengan total nilai US$207,6 juta. Impor kopi yang dilakukan Amerika dari Indonesia pada tahun 2022 sendiri memang meningkat dibandingkan tahun 2021.

Di mana jika pada tahun 2020 nilai impor kopi Amerika Serikat dari Indonesia tercatat US$159,4 juta. Lalu setahun kemudian ketika pandemi Covid-19 melanda, terjadi penurunan impor jadi US$147,3 juta sebelum akhirnya kembali meningkat di tahun 2022 dan melebihi nilai impor tahun 2020. Masih dalam data yang dilaporkan Trade Map, setidaknya ada enam produk kopi yang diimpor oleh Amerika Serikat sejak tahun 2018 dari seluruh dunia.

Berdasarkan data tersebut, tepat kiranya jika biji kopi Arabika dan Robusta termasuk yang paling digandrungi publik Amerika Serikat. Menurut penjelasan Statista, lokasi favorit bagi masyarakat Amerika untuk mengonsumsi kopi adalah di rumah dan kantor. Di mana untuk konsumsi kopi di rumah, brand kopi bubuk paling populer dipilih orang Amerika adalah Folgers dan Starbucks. Tak main-main, Folgers yang dimiliki oleh The J.M.Smucker Co., mencatat penjualan kopi bubuk lebih dari US$1 miliar di tahun 2020 silam.

Kini seiring dengan berjalannya waktu, kebiasaan meminum kopi di Amerika Serikat ternyata sudah menjadi saksi roda sejarah selama ratusan tahun lamanya. Seolah enggan berhenti, saat ini bahkan banyak bermunculan tren-tren baru dalam meminum kopi seperti kopi cold brew yang digemari oleh generasi muda Amerika Serikat. Seperti namanya, kopi cold brew ini diseduh dengan air dingin dan diletakkan di suhu ruangan sepanjang hari, serta diyakini punya kandungan kafein lebih tinggi.


Inilah Lima Perusahaan Importir Kopi Asal Amerika Serikat

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Sahabat Wirausaha telah mengetahui kalau Amerika Serikat memiliki sekitar 4.988 perusahaan importir kopi di negara mereka demi memenuhi tingginya konsumsi kopi nasional. Supaya lebih memahami produk kopi yang diimpor sekaligus jadi informasi tambahan bagi produsen kopi Indonesia, berikut lima perusahaan importir kopi Amerika seperti dilansir Export Genius:

1. The Folgers Coffee Company

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Folgers adalah brand kopi bubuk terfavorit masyarakat Amerika untuk kebutuhan seduhan minuman kopi rumahan. Lantaran permintaan yang sangat tinggi itulah, The Folgers Coffee Company merupakan perusahaan importir terbesar yang kerap mendatangkan kopi dari luar negeri. Berpusat di Kota Orrrville, negara bagian Ohio, Peru dan Brasil merupakan dua negara pengekspor kopi rutin ke The Folgers Coffee Company.

Di mana dalam data impor pada awal Januari 2020 silam, The Folgers Coffee Company membeli sekitar 300 kantong (masing-masing berat bersih 69 kilogram) biji kopi mentah asal Peru dan Brasil. Bukan tanpa alasan kenapa The Folgers Coffee Company memilih Peru dan Brasil sebagai negara utama pengirim biji kopi mentah untuk produk mereka, karena dua negara Amerika Selatan itu adalah penghasil kopi Arabika paling berkualitas di dunia.

Baca Juga: Dicari-cari 5 Negara Ini, Inilah Peluang Ekspor Kapulaga dan Potensi Pasarnya

2. Brauner International Corp

Tidak berbeda jauh dari The Folgers Coffee Company, Brauner International Corp juga merupakan importir biji kopi asal Brasil. Berpusat di New Jersey, Brauner International Corp dalam data impor di awal Januari 2020 telah mendatangkan sekitar 100 kantong (masing-masing seberat satu ton) biji kopi Arabika asal Brasil.

3. Atlantic USA LLC

Memiliki kantor pusat di New York, Atlantic USA LLC adalah salah satu pengimpor kopi rutin asal Brasil. Dalam data impor pada awal Januari 2020, Atlantic USA LLC mendatangkan sekitar 325 kantong dengan berat masing-masing 59 kilogram biji kopi mentah. Tidak berhenti di Brasil, di waktu yang sama rupanya Atlantic USA LLC juga membeli biji kopi mentah jenis Arabika dari Vietnam.

4. Sucafina NA Inc

Berlokasi di New York, Sucafina NA Inc termasuk salah satu pengimpor kopi aktif di Amerika Serikat. Setidaknya dalam data impor per Januari 2020, ada tiga negara Amerika Latin yang kopinya dibeli oleh Sucafina NA Inc yakni Kolombia, Peru dan Honduras. Di mana kopi-kopi yang diimpor oleh Sucafina NA Inc mayoritas memang bukan biji kopi mentah meskipun memang merupakan varietas Arabika, jenis biji kopi favorit orang Amerika Serikat.

5. Walker Coffee Trade LP

Berlokasi di Houston, negara bagian Texas, Walker Coffee Trade LP ternyata perusahaan yang mengimpor kopi dari Indonesia. Dalam data informasi impor per Januari 2020, Walker Coffee Trade LP mengimpor sekitar 320 kantong (masing-masing berisi 60 kilogram) biji kopi Arabika yang diproduksi oleh Sumatra Permata Gayo. Sekadar informasi, Sumatra Permata Gayo sendiri merupakan produsen kopi yang berlokasi di Aceh dan sudah berdiri sejak tahun 2015.

Tak hanya dari Indonesia, berdasarkan data di waktu yang sama rupanya Walker Coffee Trade LP juga mengimpor sejumlah biji kopi asal Meksiko dan Brasil. Tentu berdasarkan data impor ini, para produsen kopi Tanah Air bisa mulai mempertimbangkan untuk semakin memaksimalkan biji kopi Arabika sehingga makin menarik minat importir Amerika Serikat.

Baca Juga: Peluang Ekspor Bawang Putih Kering, Inilah 5 Negara Potensi Ekspornya


Potensi Kopi Indonesia di Publik Amerika Serikat

foto: Sumatra Coffee

Meskipun belum bisa menggeser kualitas biji-biji kopi asal negara Amerika Latin, faktanya biji kopi asal Indonesia terutama varietas Arabika semakin diminati oleh importir Amerika Serikat. Bahkan Royal Coffee yang merupakan salah satu importir kopi terbesar di Pantai Barat Amerika Serikat, sampai melakukan kegiatan Celebrating Sumatran Coffee pada Agustus 2023 silam, seperti dilansir website resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Digelar bersamaan dengan peringatan HUT Kemerdekaan Ri ke-78, Royal Coffee memilih biji-biji kopi berkualitas premium asal Sumatera seperti Sumatera Kerinci Premium Grade 1 dari Jambi, Sumatera Mandailing Grade 1 dari Sumatera Utara serta Sumatera FT Organic Takengon Ratu Ketiara Women Cooperative Gayo Grade 1 dari Aceh. Dipilihnya biji-biji kopi Sumatera ini karena Royal Coffee memang ingin memperluas pangsa pasar biji kopi Sumatera ke publik Amerika Serikat.

Menurut Collin yang adalah antropolog dalam sesi testing coffee, pengalamannya selama 10 tahun dalam industri kopi Indonesia membuatnya cukup percaya diri jika biji kopi Sumatera sangatlah diminati publik Amerika. Bahkan untuk jenis Arabika asal Sumatera, itu merupakan ikon kopi asal Indonesia yang semakin meluas di berbagai kedai-kedai kopi Amerika Serikat. Dalam perkembangannya, biji-biji kopi Bali Kintamani, Komodo Dragon/Flores, Toraja dan Jawa Barat pun mulai dikenalkan supaya bisa menyusul popularitas kopi Sumatera.

Meskipun begitu kopi Sumatera memang tak dipungkiri memiliki cita rasa yang kuat sehingga menjadi salah satu komponen wajib dalam campuran minuman kopi seperti cappuccino ataupun latte. Tak heran kalau total nilai ekspor biji kopi Arabika mentah asal Indonesia ke Amerika Serikat pada tahun 2022 menyentuh US$309,2 juta. Kendati begitu dalam data Trade Map, jumlah ini masih kalah jauh dibandingkan biji kopi Robusta yang mencapai US$806,8 juta.

Demi menggenjot potensi ekspor berkat tingginya minat impor Amerika Serikat, kini Indonesia juga semakin menarik perhatian penggemar kopi di Amerika Serikat lewat jenis kopi luwak. Kini dengan statusnya sebagai negara pengekspor kopi terbesar ke-12 di dunia, penting bagi seluruh pihak yang terlibat di industri kopi Tanah Air untuk mengoptimalkan peluang pasar kopi. Bukan tak mungkin kalau nanti biji-biji kopi asal Indonesia mampu bersaing secara kualitas dengan kopi Amerika Latin.

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM.