Ekspor Cengkeh dari Indonesia – Sahabat Wirausaha, sejak dulu Indonesia sudah dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah. Tak hanya itu, Indonesia juga menjadi salah satu negara pengekspor rempah-rempah terbesar di pasar internasional, salah satunya yaitu cengkeh. Cengkeh merupakan tanaman rempah asli Maluku yang paling populer di masa penjajahan.

Lantas, bagaimana dengan perkembangan ekspor cengkeh dari Indonesia saat ini? Ternyata, cengkih masih terus diincar dan diminati pasar internasional loh. Pasalnya, cengkeh merupakan salah satu rempah yang paling banyak diekspor yaitu dengan nilai 54,62 juta dolar AS atau setara dengan volume sebanyak 9,28 juta ton di tahun 2022. Nah, apakah Sahabat Wirausaha berminat untuk mengekspor cengkih?

Dalam artikel ini, kita akan mengulas tentang peluang ekspor cengkeh dari Indonesia ke negara-negara yang paling potensial untuk produk ekspor cengkih Indonesia. Yuk, simak ulasannya berikut ini ya.


Peluang Ekspor Cengkeh dari Indonesia di Pasar Internasional

Rempah cengkeh asal Indonesia memiliki ciri khas yang unik dari negara-negara lain. Dilansir dari kemlu.go.id, ciri khas cengkeh Indonesia yaitu dipetik langsung dengan menggunakan tangan, pengeringan dilakukan tanpa proses fermentasi, mengandung kadar minyak diatas 18 persen, mengandung kadar eugenol diatas 70 persen serta tumbuh di jenis tanah dengan kadar PH yang sempurna. Hal ini membuat komoditas cengkeh Indonesia berkualitas tinggi.

Menurut data dari trademap.org, tercatat sebanyak 122 perusahaan Indonesia yang mengekspor cengkeh ke pasar internasional. Cukup banyak, bukan? Hal ini karena komoditas cengkih Indonesia (kode produk: 0907) memiliki jumlah permintaan yang besar di pasar Internasional. 

Baca Juga: Potensi Produk Makanan Olahan di Pasar Australia

Lantas, negara manakah yang paling potensial untuk ekspor cengkeh dari Indonesia? Untuk menjawab hal ini, kita perlu melihat data dari exportpotential.intracen.org yang tampak pada gambar berikut ini. 

[Sumber: Export Potential Map]

Berdasarkan gambar tersebut di atas, diketahui bahwa pasar yang paling potensial bagi produk ekspor cengkeh dari Indonesia adalah India, Singapura, dan Arab Saudi. Kira-kira mengapa ya? Yuk, kita bahas satu per satu.

1. Negara India

Tahukah Sahabat Wirausaha, Indonesia merupakan eksportir cengkeh terbesar ke negara India, loh. Mengapa ya masyarakat India sangat menyukai cengkeh? Dilansir dari laman web kemlu.go.id, ternyata ada beberapa alasan yang menyebabkan jumlah permintaan produk ekspor cengkeh dari Indonesia ke negara India begitu besar yaitu:

  1. Masyarakat India sangat menyukai aroma dan dan rasa yang kuat dari cengkih.
  2. Cengkih memiliki banyak khasiat bagi kesehatan.
  3. Harga relatif terjangkau.
  4. Memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Masyarakat India menyebut cengkeh Indonesia dengan sebutan ‘Lal Pari’ yang berasal dari Bahasa Hindi yaitu ‘लाल’ (laal) yang berarti merah, kemerahan. Hal ini karena cengkih Indonesia memiliki ciri khas yang menarik yaitu berwarna cokelat kemerahan dan memiliki putik atau mahkota.

Masyarakat India menggunakan ekspor cengkeh dari Indonesia untuk beberapa hal seperti pengolahan makanan dan minuman, obat-obatan, serta untuk diekspor kembali ke negara lain seperti Singapura, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. 

Menurut data trademap.org, India menduduki urutan kelima sebagai negara pengimpor cengkeh Indonesia di tahun 2022 lalu. Indonesia berhasil mengekspor cengkeh ke India sebanyak 736 ton dengan nilai 3,537 juta dolar AS di tahun 2022. Sementara itu, potensi pertumbuhan ekspor untuk produk cengkih Indonesia di pasar India, yang ditunjukkan melalui nilai unrealized export potential yaitu sebesar 41 juta dolar.

Dengan demikian, hal tersebut memberikan ruang dan peluang bagi Sahabat Wirausaha yang ingin melakukan ekspor cengkeh dari Indonesia ke pasar India. Dilansir dari trade.map.org, jumlah perusahaan importir cengkih di India yaitu sebanyak 11 perusahaan. Beberapa diantaranya yaitu Shree Panchganga Agro Impex Private Limited dan Synthite Industrial Chemicals Limited dengan jumlah pegawai mencapai 375 orang.

Baca Juga: Peluang Ekspor Bawang Putih Kering, Inilah 5 Negara Potensi Ekspornya

2. Negara Singapura

Mengapa Indonesia memiliki peluang ekspor cengkeh dari Indonesia yang besar di pasar Singapura? Kita ketahui bahwa Singapura bukan merupakan negara penghasil rempah-rempah. Selain itu, Singapura memiliki keterbatasan dalam sumber daya lahan untuk perkebunan. Oleh sebab itu, Singapura perlu melakukan impor cengkih dari negara-negara lain, salah satunya yaitu Indonesia.

Tapi tahukah Sahabat Wirausaha, Singapura juga melakukan kegiatan ekspor cengkeh loh. Menurut data dari Export Potential Map, pasar potensial bagi ekspor cengkeh dari Singapura adalah Indonesia, India, dan Bangladesh. ‘Kok bisa?’ Ternyata Singapura bisa melakukan ekspor cengkeh ke negara-negara lain termasuk Indonesia dengan cara melakukan impor cengkeh, mengolah cengkeh tersebut, dan kemudian mengekspor kembali.

Fakta bahwa Indonesia merupakan negara penghasil rempah dan memiliki produk cengkeh yang berkualitas, telah menjadi alasan mengapa Singapura mengimpor banyak cengkeh dari Indonesia dan menjadi negara potensial bagi ekspor cengkeh dari Indonesia. Jadi, meskipun Singapura juga melakukan ekspor cengkih, namun dalam hal produksi dan ekspor, Indonesia masih mendominasi pasar internasional.

Menurut data trademap.org, Indonesia sudah mengekspor cengkeh ke Singapura sebanyak 282 ton dengan nilai 1,695 juta dolar AS. Dengan nilai tersebut, Singapura menduduki peringkat ke delapan untuk negara pengimpor cengkih Indonesia di tahun 2022. Sementara itu, menurut data Export Potential Map, nilai unrealized potential (potensi pertumbuhan ekspor) untuk produk ekspor cengkeh dari Indonesia di pasar Singapura yaitu sebesar 26 juta dolar.

Nah, bagi Sahabat Wirausaha yang ingin mengetahui tentang daftar perusahaan importir di Singapura untuk produk tanaman herbal dan rempah-rempah, dapat dilihat melalui link ini.

Baca Juga: Peluang Ekspor Kunyit, Cari Tahu Kemana Saja Negara Tujuan Ekspor Potensialnya

3. Negara Arab Saudi

Arab Saudi berada di urutan ketiga kategori negara paling potensial untuk produk ekspor cengkeh dari Indonesia. Lantas, mengapa Arab Saudi? Komoditas rempah asal Indonesia ternyata memiliki pangsa pasar yang besar di negara Arab Saudi. Diketahui bahwa Arab Saudi mengimpor rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan kapulaga dalam jumlah yang besar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umroh.

Jumlah jamaah yang selalu meningkat setiap tahunnya membuat Arab Saudi harus mengimpor lebih banyak bahan makanan dan minuman yang berasal dari rempah-rempah. Perusahaan importir terbesar untuk produk herbal dan rempah-rempah yang berlokasi di Jeddah, Arab Saudi yaitu bernama ESNAD Company Limited.

Tercatat potensi ekspor cengkih Indonesia ke Arab Saudi memiliki nilai unrealized potential sebesar 3,1 juta dolar. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk pertumbuhan ekspor cengkih Indonesia di pasar Arab Saudi. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, manfaatkan peluang ini.

Menurut data trademap.org, Arab Saudi menduduki peringkat pertama untuk negara pengimpor cengkih terbanyak di tahun 2022. Tercatat nilai ekspor cengkih ke Arab Saudi tahun 2022 yaitu 14,863 juta dolar AS atau setara dengan volume 1,713 juta ton. 


Peran Pemerintah Terhadap Ekspor Cengkih Indonesia

Meskipun Indonesia merupakan salah satu negara penghasil cengkeh terbesar di dunia, namun Indonesia harus tetap meningkatkan daya saing ekspor cengkih agar dapat terus bersaing di pasar internasional. Menurut data exportpotential.intracen.org, negara pemasok paling potensial dan terbesar untuk mengekspor cengkih ke dunia adalah Madagaskar, Indonesia, dan Uni Emirat Arab.

[Sumber: Export Potential Map]

Oleh sebab itu, dibutuhkan peran pemerintah untuk membantu para petani dan para pengusaha di Indonesia untuk meningkatkan daya saing ekspor cengkeh tersebut. Lantas, strategi apa yang bisa dilakukan pemerintah? Beberapa rekomendasi strategi berdasarkan analisis SWOT oleh para peneliti Haryana, S dkk antara lain sebagai berikut.

  1. Optimalisasi lahan cengkih.
  2. Peningkatan kualitas cengkih. 
  3. Perluasan pasar.
  4. Pengembangan kelembagaan petani yang sudah ada.
  5. Kerjasama dengan perusahaan pengolahan cengkih di negara konsumen utama.
  6. Promosi sistem pertanian organik di perkebunan cengkih.
  7. Memperbaiki kondisi perekonomian nasional untuk mendukung komoditas cengkih.

Baca Juga: Peluang Ekspor Lada, Ketahui 10 Negara Tujuan Ekspor Lada dari Indonesia 

Nah, demikian ulasan mengenai peluang ekspor cengkeh dari Indonesia di pasar Internasional. Bagi Sahabat Wirausaha yang berminat untuk melakukan ekspor produk cengkih, yuk manfaatkan peluang pasar yang ada!

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM. 

Referensi Web

  1. dataindonesia.id
  2. exportpotential.intracen.org
  3. kemenparekraf.go.id
  4. kemlu.go.id
  5. trademap.org
  6. Haryana, S dkk. 2021. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. Sci. 644 012042.