Peluang Ekspor Kunyit – Kunyit memiliki permintaan yang begitu besar di dunia ini. Tidak hanya untuk masukan, tapi kunyit dibutuhkan dengan sangat tinggi untuk industri kesehatan. Makanya, produk ini memiliki peluang pasar begitu tinggi di dunia. Apakah Indonesia sudah memanfaatkan peluang ini dengan baik? Ke negara mana sajakah yang berpotensi untuk ekspor kunyit Indonesia? Baca artikel ini sampai tuntas yah untuk mengetahui jawabannya.


Definisi Produk

Kunyit adalah subspesies paling umum dari genus Curcuma dari famili Zingiberaceae. Produsen terbesarnya berasal dari India, Cina, Indonesia, Bangladesh, Myanmar, dan Vietnam. India adalah produsen dan pengekspor terbesar kunyit di dunia.

Akar kunyit (Curcuma longa) mengandung berbagai komponen aktif. Komponen yang paling banyak diteliti adalah kurkumin, yang memiliki banyak khasiat terapeutik, termasuk sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Kunyit telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai kondisi di India, Bangladesh dan Pakistan. Kunyit digunakan untuk mengobati kondisi seperti peradangan, bisul, diabetes, diare, penyakit hati serta berbagai kondisi kulit termasuk gigitan serangga, cacar air dan gatal-gatal. Dalam pengobatan herbal, kunyit paling berkhasiat untuk meredakan masalah pencernaan ringan.

Laporan ini mengkaji penerapan kunyit dalam industri produk kesehatan. Kunyit dapat digunakan dalam suplemen makanan dan produk obat herbal (lihat Tabel 1 di bawah). Beberapa negara Eropa telah menetapkan daftar positif spesies yang diperbolehkan dalam suplemen makanan termasuk kunyit. Dalam pengobatan herbal, kunyit berkhasiat untuk meredakan masalah pencernaan ringan. Penggunaan kunyit dalam pengobatan dijelaskan dalam monografi Farmakope. Ini adalah deskripsi yang mengidentifikasi obat-obatan.

Artikel ini akan membahas kunyit dalam kode HS 0910.30: ‘Kunyit sebagai bahan baku (akar/bubuk). Disini tidak akan membahas produk ekstrak kunyit yang termasuk dalam kode HS 1302.19: ‘sari dan ekstrak nabati lainnya’. Hal ini karena kode HS tersebut campuran perdagangan dari berbagai produk ekstrak herbal.

Baca Juga: Peluang Ekspor Lada, Ketahui 10 Negara Tujuan Ekspor Lada dari Indonesia 


India Mendominasi Ekspor Kunyit Dunia

Jumlah ekspor kunyit dari India jauh melebihi para pesaingnya dengan nilai sekitar 214 juta USD pada 2022. Indonesia menempati posisi ke-5 dengan nilai ekspor kunyit hanya 9,2 juta USD. Indonesia juga kalah dari Myanmar, Belanda, dan Fiji. Anehnya, Belanda mampu mengekspor kunyit dengan jumlah besar dengan nilai mencapai 14,3 juta USD padahal bukan negara produsen.

Meskipun jumlah ekspor kunyit dari India sangat besar, namun terjadi penurunan dari 2021 sebesar 5% dan dari 2018 sebesar 1%. Beda halnya dengan Indonesia yang mengalami penaikan dibandingkan 2021 sebesar 3%. Namun jumlah ekspor 2022 ini lebih rendah 5% daripada 2018.

Negara yang paling tinggi pertumbuhan dibandingkan tahun 2021 adalah Jepang sebesar 101%. Sedangkan jika dibandingkan 2018, Kamboja yang paling cepat pertumbuhannya sebesar 111%.


India Juga Mendominasi Negara Tujuan Ekspor Kunyit Indonesia

Pada 2022, negara tujuan ekspor kunyit Indonesia didominasi ke India sebesar 76,4%. Negara kedua tujuan ekspor kunyit Indonesia adalah Malaysia, namun dengan proporsi hanya 5,6%. Sisanya sekitar 1-5% adalah Singapura, Argentina, Brazil, Taipei, Inggris, Korea Selatan, Jerman, dan Amerika Serikat. Negara-negara Eropa lainnya masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia.

Hal ini menandakan diversifikasi pasar ekspor kunyit Indonesia masih rendah, dengan lumayan mengandalkan hanya India. Padahal India adalah eksportir terbesar kunyit. Berarti, India menjual ulang kunyit Indonesia ke negara-negara maju lainnya. 

Kabar baiknya, ekspor kunyit Indonesia mengalami kenaikan pesar ke Jerman sebesar 368% jika dibandingkan dengan 2018. Pertumbuhan di atas 100% juga dilakukan ke negara China dan Uni Emirat Arab. 

Sisanya di 10 besar pertumbuhan paling pesat adalah Argentina, Thailand, Bahrain, Australia, Taipei, Inggris, dan Polandia. Itu artinya terdapat tren permintaan kunyit Indonesia dari negara-negara tersebut yang perlu dimanfaatkan. Anehnya, pertumbuhan ekspor kunyit ke India begitu kecil. Ini menandakan bahwa dari dulu India sudah menjadi langganan untuk impor kunyit Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Mengekspor Teh Ke Negara Mana Saja? Analisis Lengkap Disini


Amerika Serikat, Bukan India, Sebagai Negara Paling Potensial

India masih diprediksi menjadi negara yang memiliki permintaan kunyit Indonesia paling besar (bisa dilihat dari besarnya lingkaran) dengan nilai sebesar 7,5 juta USD. Namun, kita bisa melihat bahwa potensi ini sudah diambil 95,9%.

Negara kedua terbesar yang memiliki permintaan kunyit Indonesia adalah Amerika Serikat, sebesar 3,4 juta USD. Baru 11,6% potensi ekspor tersebut yang sudah direalisasikan oleh Indonesia. Dari peta ini kita bisa lihat diversifikasi ke negara mana sebaiknya pasar ekspor kunyit Indonesia selain ke India.

Selain Amerika Serikat, terdapat beberapa negara lainnya yang potensi ekspor kunyit Indonesia baru dimanfaatkan sangat kecil. Berikut ini nilai potensi ekspor belum direalisasikan dari masing-masing negara:

  • Amerika Serikat: 3 juta USD
  • Jepang: 1,7 juta USD
  • Malaysia: 606 ribu USD
  • Jerman: 596 ribu USD
  • China: 481 ribu USD
  • Arab Saudi: 406 ribu USD
  • Bangladesh: 364 ribu USD
  • Belanda: 363 ribu USD

Artikel ini sudah memperlihatkan bahwa Indonesia sebagai produsen kunyit utama di dunia masih belum memanfaatkan peluang ekspor dengan baik. Kita juga masih mengandalkan India sebagai negara tujuan ekspor kunyit. Padahal, ekspor kita ke India dijual kembali sehingga India masih terus sebagai pemasok terbesar kunyit di dunia.

Yuk jangan mau kalah kita di pasar global. Sahabat Wirausaha bisa mulai mempelajari negara-negara potensial yang sudah dibahas disini. Semangat Go Global!

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM. 

Referensi:

  1. Trademap.org
  2. Exportpotential.intracen.org
  3. Cbi.eu