Arizaq

Sahabat Wirausaha, sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia rupanya juga menjadi salah dari produsen sekaligus kiblat fashion muslim yang patut diperhitungkan. Hal ini membuat negeri ini punya potensi yang sangat besar atas perekonomian Islam yang diperkirakan akan terus bertumbuh. Bahkan menurut Thomson Reuters seperti dilansir Tempo, pasar ekonomi Islam akan melambung hingga US$3.007 miliar di tahun 2023.

Dengan fakta tersebut, tak heran kalau makin banyak saja pelaku-pelaku bisnis kecil atau UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di sektor fashion Islami yang bermunculan. Dari banyaknya pengusaha busana muslim, sebuah kisah begitu menginspirasi diurai oleh Ria Budiarti Suwardi. Dalam wawancaranya dengan penulis via WhatsApp beberapa waktu lalu, Ria banyak bercerita mengenai awal mula dan perjuangannya bersama Arizaq.

Baca Juga: Tips Membuat Foto Konten yang Menarik untuk Produk Fashion

Seperti apa? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini sampai selesai, ya!


Arizaq, Bisnis Fashion yang Berawal dari Kuliner

Jika bicara mengenai bisnis fashion, mungkin yang terlintas di benak kita adalah rasa ketertarikan tinggi si pemilik bisnis terhadap dunia busana itu sendiri. Daya tarik itu yang akhirnya membuat seseorang akhirnya menciptakan sebuah brand fashion sesuai gaya busana mereka sendiri atau memilih menjadi distributor penyalur produk-produk fashion. Namun tahukah kalian Sahabat Wirausaha, cerita yang cukup unik justru dialami oleh Ria.

Perempuan berusia 30 tahun ini justru mengaku kalau pada awalnya Arizaq terlahir, sama sekali bukan karena ketertarikannya yang tinggi di dunia fashion. Bahkan di awal perjalanannya kala itu, Arizaq merupakan nama dari bisnis kuliner yang digeluti oleh Ria.

“Iya benar, memang awalnya Arizaq itu bisnis kuliner karena saya bikin sate pisang. Yah, pokoknya makanan olahan yang memang bahan bakunya itu mudah diperoleh di pedesaan,” cerita Ria membuka obrolan panjang kami.

Baca Juga: 8 Jenis Promosi Paling Mantap Bagi Bisnis Fashion

Dengan tujuan besar ingin menaikkan nilai jual pisang yang cukup melimpah di Dusun Sindanggalih RT 03/05, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, Ria rupanya harus menelan pil pahit. Bisnis kuliner sate pisang itu justru gagal karena memang tidak menemukan pangsa pasar yang tepat. Tidak menyerah dengan keadaan, Ria pun mengubah haluannya dan memilih fashion sebagai peruntungannya.

“Memilih fashion karena memang tertarik pada margin keuntungan yang cukup besar. Memang sih tidak sebesar skincare, tapi tetap aja cukup lumayan ya. Bagaimanapun, ujung-ujungnya cuan,” kelakar Ria.

Arizaq

Mencoba membuka memorinya di masa lalu, Ria dengan lugas bercerita bahwa Arizaq ini pertama kali dibentuk pada tahun 2017. Di mana pada tahun tersebut, dirinya harus mengundurkan diri sebagai guru di Sekolah Dasar dan Madrasah.

“Saya waktu itu terpaksa keluar dari pekerjaan sebagai tenaga pengajar di sekolah karena sudah punya anak. Hingga akhirnya saya memilih berbisnis sendiri dengan nama Arizaq yang kebetulan adalah nama anak saya, Ariza,” lanjut Ria.

Baca Juga: Optimalisasi Facebook untuk UMKM melalui Facebook Ads

Mantan guru les privat ini menilai nama Arizaq yang merupakan kependekan dari ‘Ariza ku’ itu juga dipilih dengan sebuah alasan yang cukup mendalam. Menurut Ria, dirinya berharap bisa memperlakukan bisnisnya yang diberi nama seperti sang buah hati selayaknya seorang anak, termasuk menjadi saksi bagaimana mata pencahariannya itu bertumbuh setiap harinya.

Kini dengan lima tahun perjalanan, Ria mungkin tak pernah menduga bahwa bisnis yang awalnya dia pandang sebelah mata, justru mampu menjadi sumber penghasilan yang begitu menjanjikan. “Jadi memang sebelum tahun 2017 itu, saya kan memang tidak pernah jualan produk fashion soalnya saya berpikir, ‘memangnya orang mau beli baju setiap hari’?” canda Ria.

Dan ternyata berawal dari pemikiran yang cukup pesimis kala itu, Arizaq tumbuh menjadi salah satu bisnis UMKM yang tak bisa dipandang sebelah mata lewat kerja keras Ria. Dipasarkan juga secara online, Arizaq bahkan mampu memberikan omzet bulanan berkali-kali lipat dibandingkan penghasilannya sebagai tenaga pengajar dulu.

Baca Juga: Seluk Beluk Analisa Peluang Pasar di Tokopedia


Pandemi Covid-19 Jadi Berkah Bagi Arizaq

Arizaq

Melihat perjalanan bisnis Arizaq yang tidak sebentar, Ria rupanya juga sudah mengalami berbagai pengalaman yang menyenangkan pun yang menyedihkan. Salah satu yang tidak bisa dia lupa adalah ketika dirinya mengirimkan orderan ke kawasan industri di Bekasi. Alih-alih diterima oleh si pemesan, produk tersebut justru malah sempat diambil oleh orang tak bertanggung jawab yang mengaku sebagai satpam PT tempat tujuan orderan.

Dengan nominal orderan yang cukup besar, Ria saat itu mengalami kebingungan karena si pembeli belum memperoleh produk yang diinginkan, sedangkan pihak ekspedisi juga tak bisa mengganti barang karena sudah dinyatakan diterima oleh oknum bernama Agus. Dalam kondisi yang terpojok, Ria pun memohon pertolongan kepada Tuhan yang ternyata langsung menunjukkan jawabannya jika orderan tersebut dicuri oleh orang lain.

Baca Juga: Apa itu Market Growth?

“Jadi waktu itu si pembeli melakukan pengecekan lewat kamera CCTV perusahaan. Untung terekam waktu kurir sedang mengantarkan paket ke pos satpam dan terungkap jika ada orang lain yang mengambilnya terlebih dulu,” ungkap Ria lega.

Tentu sebagai seorang pelaku bisnis yang sebetulnya tak punya dasar ilmu bisnis sama sekali, Ria menjalankan usahanya ini dengan pembelajaran setiap harinya. Baginya, dia harus siap dengan berbagai hal yang sulit diprediksi dan berbagai kondisi ekonomi yang mudah sekali berganti, seperti saat pandemi Covid-19 lalu. Namun uniknya ketika banyak bisnis gulung tikar ketika wabah corona menghadang, Arizaq justru mampu bertahan.

“Jadi awal sampai pertengahan pandemi itu penjualan naik sampai bisa menambah karyawan. Tapi ketika di ujung pandemi, penjualan justru anjlok drastis. Barengan juga karyawan dan keluarga hampir semuanya sakit. Jadi hingga sekarang Arizaq masih berusaha bangkit,” papar Ria.

Meskipun begitu, baginya tidak ada kata patah semangat karena tekadnya sekuat baja. Bahkan sekalipun saat ini statusnya masih menjadi agen busana muslim, Ria juga sudah mempersiapkan diri terhadap skenario terburuk sekalipun seperti saat bahan baku melambung. Salah satunya adalah melakukan penyesuaian harga jual ketika harga beli dari supplier meningkat, termasuk memperbanyak jenis produk sehingga konsumen bisa menyesuaikan dengan budget.

Baca Juga: Ragam Jenis Endorser Dalam Pemasaran Digital


Omzet Tembus Rp25 Juta, Arizaq Sudah Mencapai Ekspor

Dengan perjalanan bisnis yang sudah menyentuh setengah dekade, Ria memang patut berbangga dengan pencapaian Arizaq. Diketahui kalau produk-produk yang dia jual bahkan sudah diekspor hingga ke Arab Saudi, Taiwan, Hongkong, Malaysia, sampai Singapura. Tak heran kalau omzet penjualan memang tak bisa dipandang sebelah mata.

“Sekarang itu omzet harian di angka Rp800 ribu sampai Rp1,5 juta, jadi kalau perbulan ya di kisaran Rp25 juta sampai Rp30 juta,” kisah Ria.

Arizaq

Meskipun begitu selayaknya para pebisnis yang tidak akan pernah puas, Ria juga masih merangkai hasrat untuk membesarkan omzet Arizaq. Dirinya pun tak ingin terburu-buru membuat brand eksklusif untuk Arizaq, karena kondisi di penghujung pandemi cukup memberikan pengalaman berharga bagi kelangsungan bisnisnya.

Baca Juga: Unique Selling Proposition

Lantas, apakah harapan ke depan yang ingin diraih Ria bersama Arizaq?

“Saya ingin sekali menjadikan Arizaq itu tidak hanya memberikan manfaat bagi saya pribadi sebagai pendiri, tapi juga untuk lebih banyak orang. Saya ingin bisa membuat lembaga pendidikan yang seluruh sumber dananya dibiayai oleh Arizaq,” urainya jujur.

Tentu bukan sebuah harapan yang terdengar tidak mungkin, bukan? Dengan bahan bakar semangat pantang menyerah yang dimiliki oleh Ria, dirinya berhasil membuktikan kalau perempuan yang juga berstatus sebagai seorang istri dan Ibu mampu berdaya lewat rumah. Karena bagaimanapun juga, harga untuk sebuah pengorbanan hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang berani untuk berjuang. Tetap semangat untuk Ria dan Sahabat Wirausaha lainnya.

Nah, Sahabat Wirausaha jika ingin mengoleksi produk sekaligus mengenal lebih jauh bisnis Arizaq dan belajar lebih mendalam lagi soal fashion Islami, bisa mampir di kontak berikut:

IG: @gamis_ibu_dan_anak_arizaq

WA: https://wa.me/6282240380091

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Dukung Misi Edukasi Kami

Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.

•