UKM Indonesia

Collective Order/Pesanan Kolektif


Sahabat Wirausaha, pernah mendengar tentang collectivective order atau pesanan kolektif?.

Istilah collective order ini biasanya digunakan untuk pemesanan sebuah produk atau jasa yang dapat dipesan secara bersamaan atau berkelompok pada satu waktu tertentu.

Baca Juga: Inilah Platform E-Commerce yang Mendorong Omset UKM

Nah, pada artikel kamus bisnis kali ini. Yuk, berkenalan dengan sistem bisnis collective order. Sahabat wirausaha yang tertarik dengan sistem ini dapat mempertimbangkan untuk diterapkan pada sistem bisnis yang sedang dijalankan.

Sahabat wirausaha, pasti sudah pernah menjumpai sistem collective order di kehidupan sehari-hari, sebagai contohnya adalah penukaran uang pecahan saat menjelang Idul Fitri. Sahabat wirausaha yang ingin menukarkan uang pecahan di perbankan, dapat menggunakan sistem collective order, agar lebih terorganisir dalam pembagiannya, dengan mengikuti syarat dan aturan yang berlaku.

Baca Juga: Apa itu Digital Wallet?

Syarat dan ketentuan collective order dapat berbeda pada setiap penyedia jasa atau produknya. Berikut ini adalah contoh syarat dan ketentuan penukaran uang pecahan yang dilaksanakan dengan sistem collective order. Perbankan membatasi jumlah nominal penukaran uang nasabah dalam 1 hari, misalnya dibatasi Rp 5.000.000/ kartu identitas (syarat dan ketentuan dapat berbeda-beda di setiap lembaga penukaran uang), yang dilakukan secara berkelompok dengan minimal 20 orang, salah satu anggota pada kelompok ditunjuk sebagai ketua untuk mengorganisir pengumpulan data yang diserahkan kepada bank.

Sahabat wirausaha agar lebih memahami tentang collective order, yuk kita samakan dulu persepsi kita tentang collective order.

Baca Juga: Pentingnya Ulasan, Bintang, dan Data Laporan


Apa itu collective order atau pesanan kolektif?

Collective order atau pesanan kolektif adalah pesanan yang dilakukan secara kolektif atau berkelompok. Dilansir dari berbagai sumber, collective order membantu penjual atau penyedia jasa memastikan pemenuhan pesanan konsumen tetap terjaga, karena sudah dapat diprediksi dari data permintaan yang sudah direkapitulasi.


Apa manfaat collective order?

Pembeli dapat meminimalisir rasa khawatir apakah akan mendapatkan produk atau tidak, karena sudah terdaftar dalam kelompok pemesan. Sedangkan, penjual atau penyedia jasa dapat menyiapkan proses pemenuhan yang sesuai dengan pesanan.

Baca Juga: Membedah Penggunaan Analisis SWOT pada UKM

Sebagai gambaran, berikut ini contoh collective order yang dapat diaplikasikan pada bisnis. Pak Joko membuka pemesanan hampers kue lontar sejumlah 10 buah per harinya. Pada hari Senin Ibu Galuh menghubungi Pak Joko untuk memesan 10 hampers kue lontar yang akan diambil di hari Jumat. Kue tersebut adalah pesanan dari teman-teman kantor Ibu Galuh. Dapat kita pahami ya, bahwa pemesanan kolektif memudahkan penyedia jasa untuk menyiapkan pemenuhan kebutuhan konsumen, dan pembeli mendapatkan kepastian dalam memperoleh pesanannya.

Dari contoh tersebut, semoga sahabat wirausaha mendapatkan gambaran mengenai kelebihan menggunakan collective order yang dapat diterapkan pada bisnis. Semoga pengetahuan ini, dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan bisnis Sahabat Wirausaha. Salam UMKM Naik Kelas!

Baca Juga: Marketing Campaign, Seberapa Efektif Meningkatkan Penjualan?

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: