Apakah Sahabat Wirausaha sudah mengetahui apa itu bilateral? Istilah yang melekat dari kata ini biasanya mengacu pada perdagangan internasional antar dua negara. Berikut penjelasan singkatnya.
Apa Itu Bilateral?
Bilateral adalah dua belah pihak, antara dua pihak, perjanjian antarnegara sahabat (KBBI). Sementara itu, dalam bahasa sehari-hari bilateral merupakan bentuk kerja sama yang dilakukan oleh dua negara yang sama-sama menginginkan peningkatan ekonomi, perdagangan, diplomatik, kebudayaan, serta pendidikan. Untuk Indonesia, hubungan antar dua negara ini dimulai setelah Presiden RI pertama Sukarno memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Baca Juga: Perkembangan Perjanjian Perdagangan Indonesia di Internasional
Ditandai dengan lahirnya berbagai forum, baik bilateral, regional maupun multilateral. Masa-masa ini, Indonesia mengkampanyekan bentuk kehidupan bermasyarakat dengan menjunjung tinggi norma kesopanan, saling menghormati dan tak mau mencampuri urusan negara lain.
Termasuk menolak keras penggunaan cara-cara kekerasan dalam berbagai kesempatan termasuk dalam rangka pengambilan keputusan. Jalan keluarnya, Indonesia menyelesaikannya dengan mengedepankan diplomasi, konsultasi, sampai konsensus.
Saat ini, Indonesia telah menjalin kerjasama bilateral dengan 162 negara, dan satu teritori khusus (non-self governing territory, tersebar dari Afrika, Timur Tengah, Asia Timur dan Pasifik, Amerika Utara dan Tengah, Asia Selatan dan Tengah, Karibia, Amerika Selatan, Eropa Tengah, Eropa Barat, dan Timur.
Baca Juga: Tips Jitu Untuk Sukses di Pameran Internasional
Contoh Kerja Sama Bilateral
Berikut dua contoh kerja sama bilateral Indonesia yang cukup familiar bagi UKM. Hal ini dilihat dari nilai histori dan tingginya permintaan (ekspor). Negara itu adalah Jepang dan Amerika Serikat.
1. Indonesia-Jepang
Hubungan bilateral pertama adalah Jepang yang sudah terjadi sejak 1958 dengan menerapkan korelasi alami atau natural partner. Bagi Indonesia, Jepang merupakan mitra dagang sekaligus investor, lalu Jepang menganggap Indonesia merupakan rekan bisnis sejati karena memiliki sumber daya yang melimpah.
Saat ini, hubungan antar negara ini dipertegas melalui perjanjian Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang mengatur tarif preferensi dan Free Trade Agreement (FTA). Kesepakatan ini menghasilkan beberapa poin seperti:
- Terbukanya akses pasar yang lebih luas lagi terutama untuk perdagangan barang, jasa maupun investasi
- Regulasi terkait kekayaan intelektual sampai pengadaan pemerintah
- Terbukanya kemudahaan transaksi dengan tetap mengedepankan aturan dari kedua belah pihak
- Terjalinnya kerja sama dalam bidang pekerja kreatif, caregiver berbasis industri 4.0
- Bebas bea masuk (produk kayu, ikan olahan dan alas kaki)
- Mendapatkan pelatihan program peningkatan kualitas seperti pelatihan dan keterampilan tenaga kerja, promosi, sampai pengembangan kemampuan produsen lokal
Baca Juga: Membedah Pameran Internasional di ASEAN
Khusus kerja sama bidang perdagangan, Jepang merupakan mitra dagang terbesar untuk urusan ekspor-impor. Nilainya, pernah mencapai USD23,6 miliar (ekspor Indonesia-Jepang) atau Rp35,7 triliun dan USD6.5 miliar (impor Indonesia dari Jepang) atau Rp9.8 triliun.
Untuk komoditi yang diimpor Jepang dari Indonesia seperti gas alam cair, minyak, batubara, hasil tambang, udang, pulp, tekstil dan produk tekstil, mesin, perlengkapan listrik, dan lainnya. Barang-barang yang diekspor Jepang ke Indonesia meliputi mesin-mesin dan suku-cadang, produk plastik dan kimia, baja, perlengkapan listrik, suku-cadang elektronik, mesin alat transportasi dan suku-cadang mobil.
Bagi UKM yang memiliki rencana melakukan ekspor ke Jepang, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menyampaikan para pengusaha dapat menyiapkan produk hasil olahan pertanian dan perikanan. Alasannya karena 50% kebutuhan produk pertanian Jepang adalah impor. Untuk hasil tangkapan ikan disebabkan karena hasil produksi nelayan Jepang yang lagi menurun.
Baca Juga: Membedah Pameran Internasional dari Pemerintah Indonesia
Jepang juga hanya menerima produk terbaik karena negara Matahari Terbit ini memiliki standar mutu tinggi untuk setiap produk yang mereka pesan seperti mengedepankan kualitas dan kontinuitas. Keduanya juga harus memenuhi food safety traceability, food safety dan sustainability. Jika belum familiar, KBRI Tokyo juga siap memberikan program-program peningkatan dan pengembangan bagi UKM yang ada di Indonesia.
2. Indonesia-Amerika Serikat
Bagi Indonesia, negara Amerika Serikat (AS) merupakan mitra dagang terbesar ke-dua (2020-2021). Hubungan antar kedua negara ini sudah terjadi bahkan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia atau tepatnya terjadi di abad ke-19. Kala itu sejumlah pedagang AS mendirikan pos konsuler di Batavia pada tanggal 24 November 1801.
Saat ini kerja sama yang sudah terjalin yakni dalam bidang politik, pertahanan dan keamanan, perdagangan, investasi dan pariwisata, pembangunan, energi, lingkungan hidup, ketahanan pangan, sektor kelautan, pendidikan dan masih banyak lagi. Pernah juga terjadi, Indonesia-Amerika menjalin kerja sama dalam penanggulangan Covid-19 dalam hal peningkatan neraca perdagangan.
Baca Juga: Membedah Pameran Internasional di Australia
Bagi UKM, pasar yang bisa dijadikan sumber penghasilan dari negara adidaya ini adalah pakaian dan aksesori, karet, alas kaki, sampai mebel. Untuk pakaian dan aksesoris UKM berpotensi lolos ekspor karena dianggap memiliki keunikan dan latar belakang cerita pemberdayaan UKM yang menggunakan bahan ramah lingkungan.
Komoditas potensial ekspor berikutnya adalah karet yang potensinya cukup besar karena besarnya produksi nasional. Nilai ekspornya mencapai USD3,56 miliar atau Rp51.2 triliun (Januari-November 2021). Hal serupa juga terjadi pada alas kaki yang berkontribusi mencapai 27 persen dari total ekspor. Terakhir, furniture yang dipengaruhi momentum perang dagang antara Amerika Serikat-China.
Semoga artikel ini memberikan tambahan pengetahuan bagi Sahabat Wirausaha semua.
Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini.
Dukung Misi Edukasi Kami
Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.








