UKM Indonesia

​Tagline


Male hand with a pencil and a cup

Pada era digital marketing seperti saat ini setiap produk dituntut untuk terus mampu berinovasi dalam menunjukan keunggulan dirinya dibanding para kompetitor. Salah satu inovasi jitu untuk memenangkan pasar ialah menciptakan tagline yang menarik. Keberadaan tagline tak serta merta menjadi slogan namun seakan menjadi penerjemah makna dari value yang ingin disampaikan sebuah brand. Lantas ap aitu tagline?, berikut ini penjelasannya.


Apa Itu Tagline?

Pada dasarnya tagline merupakan kata-kata pamungkas yang mampu mengartikan pesan yang ingin disampaikan brand. Melansir dari Accrurate.id, tagline merupakan suatu slogan yang dapat dimanfaatkan sebagai ajang promosi. Jadi tagline juga bisa diartikan sebagai slogan yang berkaitan dengan aktivitas mempromosikan sebuah produk ataupun individu.

Baca Juga: Tips Memilih Atribut Brand

Tagline juga dapat menjadi senjata untuk menarik perhatian pasar. Kini tagline dijadikan sebuah tameng yang mengedepankan arti brand agar bisa menarik perhatian masyarakat untuk meningkatkan efek penasaran hingga nantinya dapat menciptakan permintaan pasar. Sudah banyak tagline yang dijadikan brand identity oleh setiap brand ataupun individu untuk meningkatkan popularitas mereka.

Sebuah tagline juga dianggap baik jika dapat diterima masyarakat sehingga efektif digunakan dalam promosi. Beberapa contoh tagline seperti, “Just Do It” dari brand Nike, I’m Lovin’it” dari McDonald’s, dan “Pokoke Maknyus” salah slogan paling terkenal di Indonesia milik almarhum bapak Bondan Winarno selaku food influencer dijamannya.

Baca Juga: Brand Activation


Jenis-jenis Tagline yang Bisa Digunakan Apa?

Kembali lagi dibahas tagline merupakan frasa yang sering dimanfaatkan dalam dunia bisnis untuk menarik perhatian target pasar. Berdasarkan pengertiannya tagline dibagi menjadi beberapa poin, berikut pemaparannya:

1. Tagline Deskriptif

Tagline ini merupakan suatu tagline yang memberikan penjelasan mengenai keunggulan serta janji manis yang dimiliki brand sehingga mampu mempengaruhi masyarakat untuk terus mengingatnya. Contohnya, “Stamina Plus” dari Hemaviton dan “Tea With Soda” milik TEBS.

2. Tagline Spesifik

Tagline spesifik ialah tagline yang mengiklankan sebuah frasa keunggulan khusus yang dimiliki brand tersebut. Tagline jenis ini membentuk kesan bahwa produk dari brand lah yang paling unggul. Contohnya, “Apapun Makanannya Minumanya Tetap Teh Botol Sosro” dari The Botol Sosro dan “Relaxa Permen Wangi Penyegar Mulut” dari brand permen Relaxa.

Baca Juga: Tips Membuat Jadwal Konten di Media Sosial

3.Tagline Superlative

Tagline yang satu ini tidak berbeda jauh dari tagline spesifik, namun tagline ini lebih memberikan unsur penegasan sehingga membuatnya terkesan provokatif. Contohnya “Jelas Lebih Enak” dari Kapal Api dan “Semakin di Depan” dari Yamaha.

4. Tagline Imperative

Tagline imperative merupakan slogan yang cenderung menegaskan suatu brand dengan aksi yang dibangun. Contohnya, “LA Light, Enjoy Aja” dan “Santai Aja, Ada Sanken”.

Baca Juga: Cara Mengoptimalkan Instagram Untuk Berbisnis, Yuk Simak Tipsnya!


Tips Membuat Tagline yang Menarik

Salah satu langkah awal dalam memperkenalkan sebuah produk kepada masyarakat ialah dengan membuat tagline agar produk lebih dikenal masyarakat dan “memaksa” masyarakat membelinya karena rasa penasaran. Cara membuat tagline yang unik ialah sebagai berikut:

  1. Tentukan logo bisnis terlebih dahulu agar tagline bisa menerjemahkan nilai yang ingin disampaikan
  2. Pahami target pasar, tentu akan berbeda membuat sebuah tagline untuk remaja dan orang dewasa
  3. Fokus kepada manfaat yang diberikan produk
  4. Taruhlah karakteristik bisnis pada tagline
  5. Singkat namun tepat sasaran
  6. Buat konsumen terpancing dengan tulisanmu
  7. Hindari plagiarisme
Baca Juga: Membangun Brand Positioning Agar Bisnis Berkembang

Demikian pembahasan mengenai tagline, mulai dari definisi, jenis hingga tips membuat tagline. Perlu diingat membuat tagline untuk sebuah produk tidak hanya serta merta menjelaskan maksud utama sebuah brand, namun terkadang target pasar akan lebih mengingat tagline dengan bahasa yang lebih sederhana dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Maka hindari membentuk tagline sembarangan agar bisnis Sahabat Wirausaha lebih independent.

Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: