UKM Indonesia

Tips Memilih Atribut Brand

Penulis : Annisa Anastasya
Editor : Banu Rinaldi
29 Juni 2022
Lama Baca : 7 menit

Brand branding advertising commercial marketing concept

Siapa yang tidak kenal dengan Indomaret dan Alfamart? Hampir di setiap ruas jalan, kita mudah sekali menemukan kedua brand minimarket itu. Namun, walaupun sekedar melintas, hanya dengan melihat komposisi warna kedua minimarket itu, kita bisa membedakan mana milik Indomaret dan Alfamart.

Secara visual, kalau yang warna minimarketnya merah, biru, dan kuning adalah Indomaret, sedangkan yang warnanya merah dan kuning adalah Alfamart. Hal ini dikarenakan kedua minimarket itu secara konsisten menggunakan komposisi warna yang sama di setiap atribut pemasaran sehingga mudah dikenali.

Otak manusia memang lebih mudah menangkap pesan-pesan visual dibandingkan tulisan. Inilah alasan mengapa suatu produk perlu mengembangkan brand agar mudah dikenali dan melekat di benak konsumen.

Banyak orang yang masih berpikir bahwa brand hanya sekedar logo. Selain logo, sebenarnya ada enam atribut lainnya yang dapat digunakan untuk membangun brand. Menurut Dodi Zulkifli, seorang konsultan brand, suatu perusahaan dapat memilih dan menggunakan beberapa atribut sekaligus untuk mengoptimalkan brandnya.


Mengenal Atribut Brand

Brand adalah nama dan makna yang diberikan kepada suatu produk yang menjadi ciri khas dan membedakannya dengan produk lain. Menggunakan brand dapat memperkuat identitas suatu produk sehingga konsumen dapat mengenali dan membedakannya dari produk lain yang sejenis. Perusahaan membutuhkan atribut-atribut berikut ini untuk mengomunikasikan brand-nya kepada konsumen.

1. Logo

Logo adalah tanda khusus yang diberikan kepada produk barang atau jasa. Umumnya ada bagian-bagian penting pada logo yang perlu diperhatikan dalam proses desainnya, jadi tidak asal desain. Bagian penting pada logo itu meliputi icon, nama logo, dan penjelas.

Baca Juga: Men's Republic, Berani Melangkah dengan Brand Sepatu Lokal

Menurut Dodi, ada beberapa tipe logo yang umumnya digunakan. Pertama, tipe wordmark dimana logo menggunakan sebuah tulisan dan mengolah jenis fontnya sebagai ciri khas. Kedua, tipe pictorial yang menggunakan suatu logogram atau icon. Dan ketiga adalah tipe campuran dimana suatu logo menggunakan icon dan tulisan.

Gambar 1. Logo Tipe Wordmark
Sumber : hellomotion.com

Facebook, Google, Disney, Microsoft, Cocacola, dan FedEx merupakan beberapa contoh logo tipe wordmark yang menggunakan font dan warna khusus sebagai ciri khas. Logo Google yang menggunakan huruf berwarna-warni menyimpan makna khusus. Menurut Ruth Kedar, desainer logo Google, pemilihan logo berupa tulisan mencerminkan kesederhanaan, sedangkan pemilihan warna primer dalam logo mencitrakan bahwa Google ingin menarik perhatian semua orang, dinamis, dan tidak kaku.

Gambar 2. Logo tipe pictorial

Suatu logo umumnya juga menyimpan makna filosofis dari sebuah produk. Sebagai contoh, logo Starbucks menggunakan gambar perempuan yang merupakan makhluk mitologi bernama Siren. Menurut Lifepal, logo Siren sang peri laut digunakan agar bisa memesona dan “menyihir” para penggemar kopi untuk mampir ke kedai Starbucks.

Gambar 2. Logo tipe campuran

Selain berupa wordmark dan pictorial, ada juga logo tipe campuran yang menggunakan keduanya, seperti logo Bluetooth, NBC, Airbnb, dan sejenisnya. Logo-logo ini juga menyimpan makna-makna khusus pada logonya. Sebagai contoh logo Baskin Robbins yang jika diperhatikan warna pink pada huruf BR merupakan angka 31. Dikutip dari Brilio, angka 31 pada logo Baskin Robbins menjelaskan jika pada awal berdirinya, Baskin Robbins menawarkan satu jenis es krim berbeda setiap harinya selama 31 hari setiap bulan.

Baca Juga: Apa itu Geographical Branding?

2. Supergraphic

Sahabat Wirausaha tentu masih ingat cerita anak usia lima tahun yang bisa membedakan mana Indomaret dan Alfamart dari komposisi warnanya di awal artikel ini? Logo dan komposisi warna yang digunakan secara konsisten di setiap media pemasaran, seperti banner, neon box, dan spanduk oleh suatu brand dinamakan Supergraphic. Tujuannya agar produk mudah dikenali dan diingat oleh konsumen.

Walaupun anak kecil belum bisa membaca, ia bisa membedakan mana Indomaret dan Alfamart dengan melihat komposisi warnanya. Kalau menggunakan warna merah, biru, dan kuning berarti Indomaret. Kalau warnanya lebih banyak merah dan sedikit warna kuning berarti Alfamart. Dari Supergraphic, anak-anak bahkan bisa membedakannya.

Baca Juga: Proses Membangun Brand ala Keripik Maicih

Supergraphic berfungsi untuk memperkuat identitas visual suatu brand. Hal ini berangkat dari pemahaman bahwa otak manusia lebih mudah menangkap bahasa visual sehingga penggunaan identitas visual dibutuhkan agar image suatu brand lebih mudah dikenali oleh konsumen.

Beberapa supergraphic berikut mungkin cukup sering kita lihat saat melintas di jalan raya, seperti contoh supergraphic pada brand Mc Donald’s dan Dunkin Donuts berikut ini.

Sumber : dunia.tempo.co

Sumber : dream.co.id

Walaupun hanya melintas, kita bisa mengenali brand-brand tersebut hanya dengan melihat supergraphic yang secara konsisten digunakan perusahaan pada banner, neon box, dan spanduk yang pada outlet mereka.

3. Skema Warna

Pemilihan warna sangatlah penting dalam mendesain brand. Kalau produk kita berupa kuliner, pilihlah warna-warna yang bisa memicu dan merangsang hormon penambah nafsu makan seperti warna merah, cokelat, dan orange.

Namun kalau kita hanya mengandalkan ketiga warna ini saja, bisa-bisa semua kuliner di Indonesia warnanya hanya tiga ini saja. Bagaimana agar ada perbedaan? Untuk menciptakan variasi, kita bisa menggunakan skema warna.

Baca Juga: Menentukan Unique Selling Proposition

Sebagai contoh, Indomaret dan Alfamart sama-sama menggunakan warna merah dan kuning. Warna dasar yang digunakan oleh keduanya sama. Namun ada tambahan warna biru di Indomaret yang membedakannya dengan Alfamart.

Sebelum Anda memutuskan warna brand produk, lakukan riset terlebih dahulu. Misalnya, Anda ingin menentukan warna kemasan kopi bubuk sebelum dijual. Anda bisa berkunjung ke supermarket untuk melihat warna brand lain yang diperjualbelikan di sana. Dari hasil pengamatan itu, Anda bisa menentukan warna yang tepat untuk kemasan kopi yang akan dipasarkan. Sebisa mungkin, pilihlah warna yang berbeda sehingga tampil beda dan menarik konsumen.

Identitas visual suatu produk perlu dibuat hati-hati karena akan dipakai selamanya. Jika salah dalam memilih skema warna, kita bisa mengeluarkan modal yang justru lebih besar untuk menggantinya di kemudian hari.

Baca Juga: Apa itu Co-Branding?

4. Maskot

Untuk semakin menguatkan brand dan menghibur konsumen yang datang ke gerainya, beberapa produk juga menggunakan maskot. Sebagai contoh Mc Donalds menggunakan maskot badut Ronald dan KFC menggunakan maskot Kolonel Sanders.

Gambar 4. Maskot Ronald McDonalds
Sumber : Wikipedia

5. Desain Kemasan Khusus

Desain packaging umumnya diperuntukkan bagi produk fast moving customer goods seperti makanan dan minuman. Sebagai contoh, produk minuman Pocari Sweat dan Teh Botol yang menggunakan bentuk botol khusus yang dipatenkan. Karena bentuk botol merupakan bagian dari identitas visual produk, maka bentuk botol didesain khusus dan memiliki hak paten. Alhasil, karena ciri khas botol itu, kita tetap bisa menebak brand produk tersebut walaupun logo dan kemasannya sudah hilang.

Baca Juga: Tips Menambah Basis Data Kontak Konsumen dan Menyimpannya dengan Google Contact

6. Desain Bangunan

Bentuk outlet pun bisa menjadi bagian dari identitas visual suatu brand. Sebagai contoh brand Holland Bakery yang outletnya selalu menggunakan kincir angin sebagai bagian dari desain brand produknya. Holland Bakery tidak hanya menggunakan logo dan komposisi warna tertentu, tetapi juga menggunakan desain bangunan sebagai ciri khas produk agar mudah dikenali konsumen.


Memilih Atribut Brand

Dari keenam atribut brand tersebut, kita tidak harus menggunakan semua atribut. Sahabat Wirausaha dapat memilih dan memprioritaskan atribut tertentu yang paling sesuai dengan kebutuhan produk.Sebagai contoh, brand Mc Donald’s menekankan pada penggunakan atribut berupa logo, supergraphic, skema warna, dan maskot.

Walaupun memiliki outlet, Mc Donald’s tidak menonjolkan atribut pada outletnya. Namun Mc Donald’s memberikan identitas khusus berupa supergraphic huruf M di setiap outletnya yang bisa dikenali konsumen. Berbeda dengan Holland Bakery yang memfokuskan atribut pada bentuk bangunan kincir angin sehingga konsumen lebih mudah menemukan outletnya.

Baca Juga: Mengenal Ragam Platform Untuk Membuat Website Toko Online Milik Sendiri

Untuk produk makanan dan minuman, identitas brand ditonjolkan melalui bentuk kemasan, selain penggunaan atribut logo dan skema warna tentunya. Produk Pocari Sweat dan Teh Botol misalnya, menggunakan bentuk botol khusus yang menjadi identitas visual keduanya.

Tentu saja kita perlu melakukan analisis lebih lanjut untuk menentukan atribut mana yang akan dipilih sebagai identitas visual brand produk kita.

Baca Juga: Mengemas Narasi yang Efektif Optimalkan Strategi Direct Response Marketing

Sahabat Wirausaha, menarik sekali ya mengenal strategi branding. Banyak manfaat yang bisa kita peroleh dengan memilih atribut brand sebagai identitas visual dari produk kita. Jika ingin menyimak lebih lanjut topik mengenai atribut branding, Sahabat Wirausaha dapat menyimak selengkapnya di Strategi Branding : Agar Mudah Diingat.

Semoga dengan menerapkan identitas visual yang tepat melalui pemilihan atribut branding, produk kita semakin diminati konsumen dan usaha bisa naik kelas!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: