Still life with uncooked seafoods

Sahabat wirausaha juga pasti pernah merasakan nikmatnya seafood. Tahukah sahabat wirausaha? Ternyata makanan laut (seafood) disebut juga boga bahari, merupakan hidangan yang berasal dari olahan tumbuhan dan hewan yang berasal dari laut. Selain tidak pernah gagal menggugah selera, makanan laut juga memiliki kandungan gizi dan segudang manfaat bagi tubuh. Salah satu franschise yang fokus pada makanan laut adalah Fish Streat. Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana Fish Streat mengembangkan bisnisnya melalui franschise.

Baca juga: Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik


Mengapa Bisnis Seafood Ala Fish Streat?

Fishstreat adalah restoran seafood Jakarta halal dan enak yang menyajikan restoran fish and chips dengan cita rasa yang khas. seafood banyak digemari oleh masyarakat karena rasa dan nutrisi didalamnya. Secara umum, jenis seafood terdiri dari empat jenis. Keempat jenis seafood yang dimaksud adalah ikan, kerang, moluska, dan rumput laut. Keempat jenis ini pun bisa kamu pilih yang memang benar-benar menyehatkan. Contoh-contoh seafood yang biasanya dikonsumsi adalah ikan salmon, ikan sarden, tiram, udang, kepiting, rumput laut, cumi-cumi, gurita, kerang, dan lobster (Fiqih, 2018).

Makanan laut ini selain rasanya enak, juga mengandung berbagai macam gizi yang penting untuk kebutuhan masyarakat. Kandungan gizi yang dimaksud adalah (Nareza, 2020) :

1. Protein

Makanan laut merupakan sumber protein berkualitas tinggi karena umumnya mereka juga rendah lemak jahat. Protein ini sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak dan remaja karena dapat meningkatkan massa dan kekuatan otot. Sementara bagi orang dewasa, asupan makanan tinggi protein juga bisa membuat tubuh tetap bugar dan kuat. Semua makanan laut mengandung nilai protein yang berbeda-beda. Namun, ikan tuna dan salmon adalah jenis makanan laut dengan protein terbaik, karena lebih rendah kalori dan mengandung banyak lemak sehat.

Baca juga: Mengenal Standar SNI untuk Produksi

2. Vitamin

Makanan laut juga mengandung sejumlah vitamin guna mendukung organ tubuh untuk tetap berfungsi secara optimal. Beberapa jenis vitamin tersebut adalah vitamin A untuk kesehatan mata, vitamin D untuk kesehatan tulang dan gigi, vitamin E sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas, dan vitamin B12 untuk melindungi sel-sel saraf. Beberapa contoh makanan laut yang mengandung vitamin A, D, dan B12 adalah ikan salmon, tuna, sarden, udang, dan makerel. Sementara itu, makanan laut yang mengandung vitamin E, antara lain gurita, salmon, abalone, dan lobster.

3. Mineral

Mineral yang bisa banyak ditemukan pada makanan laut antara lain zat besi dan yodium. Keduanya memiliki peran penting dalam kesehatan. Zat besi berguna untuk mencegah anemia, dan yodium berguna untuk mencegah penyakit gondok. Contoh makanan laut yang banyak mengandung mineral ini antara lain salmon, sarden, dan tuna.

4. Asam lemak omega 3

Makanan laut memang dikenal akan kandungan asam lemak omega-3 yang terdiri dari DHA dan EPA. Kedua jenis lemak ini memiliki peranan yang sangat bermanfaat bagitu tubuh. EPA berperan dalam membantu melawan peradangan, sementara DHA memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan fungsi otak dan fungsi penglihatan, serta menurunkan risiko terjadinya penyakit kronis. Asam lemak omega-3 bisa didapatkan dari berbagai jenis ikan, seperti tuna, salmon, kembung, tongkol, tenggiri, bawal, cakalang, makerel, dan sarden. Selain ikan, makanan laut lainnya yang mengandung asam omega-3 antara lain tiram, udang, dan lobster.

Baca Juga: Tips Memulai Bisnis Dengan Modal Minim

5. Karotenoid

Ada banyak makanan laut yang mengandung senyawa golongan karotenoid. Contohnya adalah udang, kepiting, dan ikan salmon. Senyawa yang menimbulkan warna merah dan oranye ini diketahui memiliki banyak manfaat, antara lain menurunkan kadar lemak darah serta bekerja sebagai antioksidan dan antiradang.


Bagaimana Potensi Bisnis Kuliner Seafood?

Setiap orang pasti suka yang namanya makan-makan atau jajan di luar. Selain untuk mencari suasana baru, makan di kedai atau restoran dapat mengakrabkan diri dengan orang lain. Maka, tak heran jika banyak bermunculan tempat makan baru yang menyediakan suasana atau menu yang unik dan menarik. Bicara soal restoran, salah satu yang jadi favorit kebanyakan orang adalah jenis makanan laut atau seafood. Karena tidak banyak orang yang bisa memasak menu yang satu ini dirumah, maka pergi ke restoran seafood jadi alternatif yang paling pas (Natalia, 2020).

Usaha seafood masih memiliki peluang yang besar dan menghasilkan bila anda benar menjalankannya. Selain itu pemilihan tempat usaha, peralatan yang digunakan dan banyaknya menu yang anda sajikan juga sangat berpengaruh terhadap ramai atau tidaknya usaha seafood. Oleh karena itu, anda harus benar-benar memilih tempat yang tepat, peralatan yang berkualitas serta menu yang bervariasi, agar bisa menjaring lebih banyak calon pelanggan. Karena memang seafood memiliki pasar yang besar, peluang usaha seafood untuk bisa dibanjiri orderan juga semakin besar. Tinggal bagaimana cara anda dalam menjalankan usahanya (Revon, 2022).

Baca Juga: Proses Membangun Brand ala Keripik Maicih


Apa Itu Franchise?

Menurut Permendag No. 71 Tahun 2019, franchise atau waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan Perjanjian Waralaba. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), waralaba atau bisnis franchise memiliki arti kerja sama dalam bidang usaha dengan bagi hasil sesuai kesepakatan yang mencakup dengan hak kelola serta hak pemasaran.

Jadi secara dasar bisa dipahami jika bisnis waralaba merupakan sebuah usaha atau bisnis yang berlandaskan atas kesepakatan. Anda sepakat untuk mengelola serta menjalankan segala aspek pada bisnis waralaba termasuk promosi dan operasionalnya. Secara umum dan mendetail, bisnis franchise adalah bentuk kerja sama usaha antara pemilik merk dagang, produk, atau sistem operasional. Kerja sama ini didelegasikan kepada pihak kedua yang berhak mendapatkan izin untuk pemakaian merek, produk, serta sistem operasional tersebut dalam menjalankan sebuah usaha.

Sebagai pemilik bisnis franchise, franchisor memiliki peran untuk memberikan izin dan hak penjualan terhadap bisnis yang dimilikinya, meliputi merk dagang, produk, serta sistem operasional yang telah dibentuk. Sedangkan franchisee merupakan seseorang atau sebuah badan yang menerima hak penjualan dari pemilik bisnis waralaba setelah mendapatkan persetujuan demi meningkatkan keuntungan dari bisnis tersebut (Admin, 2021).

Baca Juga: Raja Uduk, Menjadi Pemenang Pasar Nasi Uduk Bermodal Observasi Riset Pasar


Apa Saja Keuntungan Dari Franchise

Keuntungan yang Sahabat wirausaha didapatkan adalah dari sistem Bisnis Franchise adalah sebagai berikut:

1. Perkembangan bisnis yang relative cepat

Di Indonesia sendiri, bisnis waralaba merupakan salah satu investasi yang baik untuk dilaksanakan jika Anda memiliki keinginan untuk berkarier sebagai seorang pengusaha. Dengan memilih bisnis waralaba sebagai usaha awal, Anda tidak perlu memusingkan hal-hal seperti strategi bisnis. Pasalnya, dari segi perencanaan, sistem operasi serta strategi bisnis waralaba telah lebih dulu ditentukan oleh pemilik bisnis atau franchisor. Sehingga, Anda hanya perlu menjalankan sistem operasional dan prosedur yang telah diinformasikan oleh Anda ketika menyetujui kerja sama bisnis waralaba tersebut. Maka dari itu, besar kemungkinan bahwa bisnis Anda akan berkembang dalam waktu yang relatif cepat. Keuntungan lainnya adalah, Anda tidak perlu repot-repot menyiapkan produk untuk membantu meningkatkan valuasi bisnis waralaba Anda. Pihak pemilik bisnis waralaba biasanya akan memenuhi kebutuhan berjalannya usaha. Kerap kali Anda hanya diminta untuk menyediakan tempat untuk menjalankan bisnis waralaba yang telah disepakati.

2. Minim branding

Keuntungan lainnya yang bisa Anda dapatkan sebagai franchisee yang menjalankan bisnis waralaba adalah melakukan branding atau promosi secara minimal. Biasanya, bisnis waralaba telah lebih dulu memiliki branding yang kuat di masyarakat, sehingga mudah dikenal dan kerap kali jadi pilihan favorit bagi para konsumen. Dengan minimnya kebutuhan promosi berkat brand awareness yang kuat, Anda akan mendapatkan keuntungan untuk menjalankan bisnis waralaba lebih mudah dan relatif cepat dalam mengembangkannya.

Baca Juga: Cara Praktis Buat Katalog Produk di WhatsApp

3. Memiliki bisnis professional

Ketika Anda membeli hak pengelolaan bisnis franchise oleh franchisor, secara otomatis pemilik bisnis waralaba tersebut akan menjadi rekan bisnis Anda. Memiliki rekan bisnis yang berpengalaman dan profesional merupakan salah satu keuntungan yang bisa Anda raih saat menjalankan bisnis franchise. Bersama franchisor sebagai rekan kerja, kebutuhan fasilitas atau sistem operasi dalam pengembangan bisnis Anda biasanya telah disediakan lebih dahulu. Maka, Anda hanya perlu fokus dalam menjalankan bisnis waralaba demi meraih keuntungan serta pengembangan bisnis yang stabil dan kuat. Selama menjalankan bisnis waralaba, Anda pun bisa mulai memerhatikan aspek-aspek pengetahuan terhadap menjalankan bisnis untuk pengembangan diri Anda sebagai seorang pengusaha di kemudian hari.

4. Sebagai tempat pembelajaran bisnis

Anda dapat menjadikan bisnis waralaba sebagai tempat pembelajaran bisnis untuk menambah pengetahuan serta keahlian yang dibutuhkan sebagai seorang pengusaha di kemudian hari. Dengan menjalankan bisnis waralaba sebagai usaha awal, anda bisa mempelajari berbagai aspek bisnis seperti promosi, marketing, pembentukan sistem operasi, pengelolaan uang, dan masih banyak lainnya. Ilmu-ilmu yang telah Anda dapatkan selama menjalankan bisnis waralaba nantinya bisa Anda adopsi dan modifikasi demi kebutuhan pengembangan bisnis lanjutan yang Anda buat sendiri di kemudian hari.


Mempersiapkan Ekspansi Bisnis Melalui Franchise Ala Fish Streat

Ada banyak jenis bisnis franchise yang bisa dipilih sesuai dengan minat dan keahlian. Berikut ini langkah-langkah melakukan ekspansi bisnis melalui franchise ala Fish Streat.

Baca Juga: Semut Nusantara, Membuka Peluang Naik Kelas Untuk Petani dan Komunitas Lokal

1. Survei pasar dan lokasi

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan siapa target konsumen Anda. Jika target Anda adalah anak remaja atau anak sekolah maka carilah lokasi yang dekat dengan sekolahan. Jika target Anda adalah masyarakat umum maka mall bisa menjadi pilihan yang menguntungkan. Kemudian tinjau lokasi tersebut secara langsung. Ketahui berapa banyak konsumen yang ada disana dan apa saja kebiasaan mereka. Lokasi bisnis yang strategis juga menentukan tingkat kesuksesan bisnis franchise kedepannya.

2. Memilih jenis dan brand yang tepat

Ada beragam jenis bisnis franchise yang bisa dipilih mulai dari makanan, minuman, pakaian, otomotif, laundry, salon, dan lainnya. Jenis bisnis franchise yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan minat atau passion agar tidak timbul rasa malas dalam menjalankannya. Masing-masing jenis bisnis juga memiliki beragam macam brand. Akan tetapi, tidak semua brand menjajikan keuntungan dalam jangka panjang. Bisa saja suatu produk yang sedang booming saat ini menjadi tidak laku dalam beberapa bulan kedepan. Oleh karena itu, perhatikan jangka panjang dari brand franchise yang dipilih.

3. Sesuaikan harga paket dengan modal

Dalam mengembangkan usahanya, pemilik bisnis franchise akan menyediakan beragam jenis paket kerjasama kepada calon investor. Ada paket indoor, outdoor, dengan booth, tanpa booth, semi lengkap, lengkap, dan super lengkap. Masing-masing paket tentunya memiliki harga yang berbeda-beda. Semakin lengkap fasilitas yang ditawarkan maka harga paket akan semakin tinggi. Anda bisa menyesuaikan harga paket dengan modal yang Anda miliki.

Mengenal QRIS: Metode Pembayaran Digital Baru yang Bermanfaat Bagi UKM

4. Fasilitas franchise yang ditawarkan

Paket bisnis franchise yang ditawarkan oleh pemilik franchise sudah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Anda tinggal menjalankan bisnis tanpa perlu membeli perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan, seperti misalnya booth, baju karyawan, dekorasi, flyer, brosur, kemasan produk, kompor gas, penggorengan, oven portable, kulkas mini, dan bahan baku. Bahkan, ada juga yang dilengkapi dengan pelatihan karyawan, buku-buku petunjuk, customer service, dan branding yang sudah dikenal. Namun, jumlah fasilitas yang ditawarkan bergantung dengan harga paket yang Anda pilih.

5. Desain booth dan kemasan

Secara tidak sadar, desain booth dan kemasan produk bisa mempengaruhi penjualan produk bisnis Anda. Jika sekilas terlihat menarik, konsumen akan penasaran dan kemudian membeli produk bisnis franchise Anda. Oleh karena itu, pilihlah bisnis franchise dengan logo brand yang menarik, serta memiliki desain booth dan kemasan produk yang bagus. Jika secara tampilan terlihat jelek, konsumen akan menganggap bisnis Anda tidak profesional.

6. Cara pembuatan dan suplai produk yang akan dijual

Ada beberapa produk franchise yang dapat dijual secara instan dan ada juga yang perlu diolah terlebih dahulu sebelum disajikan. Akan tetapi, konsumen cenderung tidak suka menunggu terlalu lama ketika membeli sebuah produk. Pilihlah produk yang bisa dibuat secara mudah dan dalam waktu yang singkat. Jika Anda lambat dalam memberikan pelayanan maka konsumen akan kecewa dan tidak mau membeli produk Anda lagi. Selain itu suplai bahan baku juga perlu diperhatikan apakah menyediakan sendiri atau disediakan oleh pemilik bisnis franchise.

Baca Juga: Pentingnya Pencatatan Keuangan Bagi UMKM

7. Perhitungan keuntungan dan lamanya balik modal

Agar para investor tertarik, pemilik bisnis franchise akan mencantumkan detail keuntungan yang didapat dan perhitungan jangka waktu balik modal. Anda jangan langsung percaya dengan perhitungan tersebut. Bisa saja jumlah produk yang dijual ternyata jauh lebih sedikit dan harga bahan baku dipasaran justru lebih mahal. Alhasil omset Anda akan lebih rendah dan jangka waktu balik modal akan semakin lama. Sebaiknya Anda membuat perhitungan secara manual sesuai dengan hasil survei Anda di pasar.

8. Memahami syarat dan ketentuan

Sebelum mengajukan kerjasama dengan pemilik franchise, ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Pemilik bisnis franchise juga bisa menolak Anda untuk bergabung menjadi mitra mereka apabila tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Pahami syarat dan ketentuan tersebut, jangan sampai ada hal yang merugikan Anda. Jika Anda sudah bergabung, selalu ingat kembali apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menjalankan bisnis tersebut.

Untuk memperluas bisnis Sahabat wirausaha, dapat melakukan franchise. Demikian sedikit penjelasan yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat bagi Sahabat wirausaha yang membacanya! Tetap semangat dalam membangun bisnis!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Daftar Pustaka:

  1. Admin. (2021). Bisnis Franchise: Kenali Pengertian dan Keuntungannya. Retrieved 06 10, 2022, from CIMB NIAGA: https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/bisnis/bi...
  2. Fiqih, E. A. (2018). 10 Jenis Seafood Sehat Yang Wajib Dikonsumsi. Retrieved 06 10, 2022, from Bobobox: https://www.bobobox.co.id/blog/jenis-seafood-sehat...
  3. HOCK. (2020). Yuk Lakukan 8 Persiapan Sebelum Bisnis Franchise Ini. Retrieved 06 10, 2022, from HOCK: http://blog.hock.id/persiapan-sebelum-bisnis-franc...
  4. Nareza, M. (2020, 10 19). Kandungan Gizi dan Manfaat Makanan Laut untuk Kesehatan. Retrieved 06 10, 2022, from ALO DOKTER: https://www.alodokter.com/kandungan-gizi-makanan-l...
  5. Natalia, A. (2020, 02 03). Potensi Peluang Usaha Restoran Seafood di Zaman Milenial. Retrieved 06 10, 2022, from Ajaib: https://ajaib.co.id/potensi-peluang-usaha-restoran...
  6. Revon. (2022, 06 07). Modal & Peluang Usaha Seafood | Bisnis Restoran. Retrieved 06 10, 2022, from revon.co.id: https://revon.co.id/peluang-usaha-seafood/
  7. Sari, K. P. (2019, 09 30). Fish Streat, Pelopor Fish & Chips Ekonomis Sejak 2013. Retrieved 06 10, 2022, from traveling yuk: https://travelingyuk.com/fish-streat-jakarta/24029...
  8. Sari, Y. N. (2021, 06 11). Jangan Takut Makan Seafood, Kenali Kandungan dan Manfaat Makanan Laut Bagi Kesehatan. Retrieved 06 10, 2022, from SehatQ: https://www.sehatq.com/artikel/makanan-laut-dan-ma...
  9. Susilorini, T. E. (2007). Produk Olahan Susu. Yogyakarta: Penebar Swadaya.