Sumber foto: komdigi.go.id

Jakarta — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur digital terbuka guna mempermudah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bertransaksi lintas aplikasi dan platform digital. Hal tersebut disampaikan dalam peluncuran Indonesia Open Network (ION), sebuah inisiatif nasional yang dirancang untuk membangun sistem perdagangan digital yang lebih inklusif dan interoperabel.

Nezar menilai, selama ini banyak UMKM masih bergantung pada ekosistem digital tertutup yang membatasi akses pasar dan meningkatkan biaya transaksi. Kehadiran ION diharapkan dapat membuka peluang baru bagi UMKM agar tidak terikat pada satu aplikasi atau platform tertentu.

“ION menjadi langkah strategis untuk menciptakan sistem perdagangan digital yang lebih terbuka, sehingga UMKM bisa menjangkau pasar lebih luas tanpa harus bergantung pada satu platform,” ujar Nezar dalam keterangan resmi Kementerian Komunikasi dan Digital.

ION dikembangkan sebagai bagian dari Digital Public Infrastructure (DPI) Indonesia di sektor perdagangan digital. Melalui pendekatan jaringan terbuka, sistem ini memungkinkan pelaku usaha untuk sekali terhubung dan dapat bertransaksi di berbagai aplikasi (once onboard, sell everywhere), tanpa harus melakukan pendaftaran berulang di banyak platform.

Berdasarkan paparan dalam dokumen Indonesia Open Network Profile, ION dirancang sebagai infrastruktur publik digital yang bersifat netral dan interoperable, berbeda dengan model marketplace tertutup yang selama ini mendominasi perdagangan digital. Model ini memungkinkan UMKM — mulai dari pedagang kecil, koperasi, hingga produsen daerah — untuk ditemukan, bertransaksi, dan berkembang lintas kanal digital .

Dalam jangka menengah, ION juga diposisikan sebagai pendorong inklusi ekonomi digital nasional. Dokumen tersebut mencatat bahwa perdagangan digital berpotensi menjadi force multiplier bagi pertumbuhan ekonomi, dengan proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia yang terus meningkat hingga 2030. Melalui jaringan terbuka, UMKM diharapkan dapat memperoleh efisiensi biaya, perluasan akses pasar, serta integrasi layanan pendukung seperti pembayaran, logistik, dan pembiayaan.

Nezar menambahkan, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ION, termasuk dengan asosiasi usaha dan pelaku industri. Salah satu mitra strategis yang disebut adalah APINDO, yang memiliki jaringan luas pelaku usaha di berbagai daerah.

Dalam dokumen strategi kolaborasi ION–APINDO, dijelaskan bahwa integrasi ION dengan program pemberdayaan UMKM APINDO dapat mempercepat adopsi perdagangan digital terbuka. Pendekatan ini dinilai mampu menurunkan hambatan masuk pasar, mengurangi ketergantungan pada platform tertutup, serta memperluas peluang UMKM untuk masuk ke rantai pasok nasional maupun regional .

Pemerintah menilai, penguatan ekosistem seperti ION sejalan dengan agenda transformasi digital nasional dan visi pertumbuhan ekonomi inklusif. Ke depan, ION direncanakan dikembangkan melalui proyek percontohan di sejumlah daerah sebelum diterapkan secara lebih luas.

Dengan hadirnya jaringan terbuka ini, pemerintah berharap UMKM tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memperoleh posisi yang lebih adil dan berdaya saing dalam ekosistem perdagangan digital Indonesia.

Jika artikel ini bermanfaat, mohon berkenan bantu kami sebarkan pengetahuan dengan membagikan tautan artikelnya, ya!

Follow Instagram @ukmindonesiaid biar nggak ketinggalan informasi atau program penting seputar UMKM. Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin bergabung dengan Komunitas UMKM di bawah naungan kami di UKMIndonesia.id - yuk gabung dan daftar jadi anggota komunitas melalui ukmindonesia.id/registrasi. Berkomunitas bisa bantu kita lebih siap untuk naik kelas!

Referensi:

  • Kementerian Komunikasi dan DigitalWamen Nezar: ION Mudahkan UMKM Bertransaksi Lintas Aplikasi (2026). https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/wamen-nezar-ion-mudahkan-umkm-bertransaksi-lintas-aplikasi