Inclusive Marketing, Membangun Citra Merek – Sahabat Wirausaha, dalam pemasaran inklusif, UMKM seringkali terjebak dalam pandangan yang konvensional. Namun, penting bagi kita untuk menyadari bahwa inklusivitas bukan hanya tentang menciptakan peluang bisnis, tetapi juga tentang menciptakan dampak sosial positif. 

Menurut data WHO 2021, 15% dari populasi dunia hidup dengan disabilitas. Sayangnya, hal ini seringkali terabaikan dalam upaya pemasaran. Ketika kita menerapkan pemasaran inklusif, UMKM tidak hanya membangun dukungan kepada kelompok-kelompok yang sering kali kurang terwakili dalam masyarakat namun bisa mengombinasikan isu ini dalam produk yang UMKM tawarkan. Tanpa berlama-lama lagi, yuk simak tips berikut ini.


Apa itu Inclusive Marketing?

Inclusive Marketing adalah proses menciptakan kampanye keberagaman dalam komunikasi dan inisiatif yang memungkinkan kelompok (penampilan,usia, identitas gender, orientasi seksual, etnisitas, ras, status pernikahan, agama, kemampuan fisik dan mental, status sosial ekonomi) yang terpinggirkan atau kurang terwakilkan untuk sepenuhnya mengalami dan terhubung dengan merek-merek. 

Nah, UMKM sudah harus mulai menerapkan inclusive marketing karena berdasarkan data menunjukkan bahwa:

  • 64% dari sampel mengambil tindakan tertentu setelah melihat iklan yang dianggap mereka sebagai beragam atau inklusif – Ipos, 2020
  • 70% dari konsumen Gen Z lebih percaya pada merek yang mewakili keragaman dalam iklan - Microsoft Advertising, 2020
  • 59% dari konsumen lebih percaya pada merek yang mewakili mereka dalam iklan mereka, - Microsoft Advertising, 2020 (Angka ini meningkat menjadi 61% ketika melihat khusus pada wanita dan 67% ketika melihat pada minoritas etnis).
  • 54% dari konsumen yang disurvei oleh Facebook mengatakan bahwa mereka tidak merasa sepenuhnya terwakili secara budaya dalam iklan online - Facebook Advertising, 2021
  • 64% dari audiens di AS, Inggris, dan Brasil mengatakan bahwa mereka ingin melihat lebih banyak keragaman dalam iklan - Facebook Advertising, 2021
  • 70% dari generasi milenial lebih cenderung memilih satu merek daripada yang lain jika merek tersebut menunjukkan inklusi dan keberagaman dalam promosi dan penawarannya - Accenture, 2018

Data ini dapat membantu UMKM dalam merencanakan strategi pemasaran yang lebih inklusif dan mempertimbangkan pentingnya merepresentasikan keragaman dalam iklan mereka.

Baca Juga: Mengenal Name-Dropping Marketing, Cara Pemasaran Unik yang Sukses Menarik Perhatian Konsumen


Elemen – Elemen Inclusive Marketing

Sangat penting untuk meninjau masalah utama yang harus dipertimbangkan dalam pemasaran UMKM ketika memikirkan tentang inklusif diantaranya:

  • Tone – dari pemasaran UMKM, pesan UMKM, teks dalam iklan.
  • Bahasa – jenis kata yang UMKM gunakan dapat bervariasi tergantung dengan konteks dan audiens.
  • Representasi – siapa yang kita sertakan dalam gambar UMKM?
  • Konteks – sadarilah bahwa suatu elemen tertentu mungkin salah tafsir di pasar geografis atau demografis tertentu.
  • Hindari Kepemilikan – menggunakan elemen dari budaya tertentu dapat salah jika tidak dipertimbangkan dengan cermat.
  • Melawan Stereotip – menghancurkan stereotip (negatif) yang ada dapat menjadi kuat dalam komunikasi tertentu.
  • Simbolisme - sekali lagi, berhati-hati dengan elemen yang UMKM gunakan sesuai dengan sensitivitas modern dan lokal.

Tips Menggunakan Inclusive Marketing

Sahabat Wirausaha yang ingin membuat inclusive marketing, menjangkau banyak pelanggan, dan mengembangkan bisnis UMKM, berikut adalah beberapa tips yang bisa diikuti:

1. Memahami Audiens UMKM

Mulailah dengan melakukan penelitian dan menganalisis audiens target UMKM untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang latar belakang dan pandangan yang beragam. Pertimbangkan untuk melakukan survei atau kelompok fokus untuk mengumpulkan wawasan tentang pengalaman, nilai, dan preferensi mereka.

2. Melakukan Audit Merek

Ulasan materi pemasaran UMKM saat ini dan identifikasi area di mana mereka mungkin bersifat eksklusif atau menyinggung. Ini termasuk memeriksa situs web UMKM, profil media sosial, iklan, dan materi pemasaran lainnya. Pertimbangkan untuk bekerja dengan konsultan keberagaman untuk memastikan merek kita mengirimkan pesan yang tepat kepada audiens UMKM.

3. Mendorong Tim yang Beragam

Dorong keberagaman dan inklusi dalam organisasi UMKM. Tim yang beragam lebih mungkin menciptakan konten inklusif yang menarik bagi beragam konsumen. Selain itu, promosikan budaya inklusivitas dengan memberikan pelatihan dan sumber daya untuk membantu karyawan memahami dan menghargai budaya dan pandangan yang berbeda.

Baca Juga: Bangun Loyalitas Pelanggan Lewat Games? Mengenal Gamification Marketing, Trik Marketing Jitu Untuk Menarik Pelanggan

4. Menggunakan Bahasa Inklusif

Pastikan pesan UMKM bebas dari stereotip, bias, dan bahasa yang mungkin bersifat menyinggung. Berhati-hatilah dalam menggunakan istilah netral gender, hindari apropriasi budaya, dan jangan membuat asumsi tentang latar belakang atau pengalaman calon konsumen. 

Misalnya, daripada menggunakan frasa seperti ‘Ibu dan Ayah,’ pertimbangkan untuk menggunakan ‘orangtua’ agar dapat mencakup individu non-binari atau gender-non konformis.

Dikutip dari Microsoft Advertising, terdapat 50 petunjuk berbasis bahasa yang menandai inklusi, serta 3 metafora inklusi (Connection, Openness, dan Balance) yang tak terpisahkan dari emosi. Jika digunakan dalam konteks dan dengan cara yang tulus dan otentik dalam salinan iklan, situs web, atau pemasaran konten digital UMKM, metafora ini dapat membantu menyampaikan inklusi dan meningkatkan kinerja merek UMKM.

Sumber: hubspot

5. Menggambarkan Keberagaman dalam Visual

Gunakan gambar dan grafik yang mencerminkan keberagaman audiens UMKM dan hindari mempertahankan stereotip. Pastikan materi pemasaran kita menampilkan berbagai usia, etnisitas, tipe tubuh, kemampuan, dan lainnya. Misalnya, jika merek UMKM bergerak dalam industri mode, sertakan model-model dengan berbagai ukuran, ras, dan kemampuan dalam kampanye UMKM.

6. Menjadi Autentik

Hindari tokenisme atau keberagaman demi keberagaman, sebaliknya, berupayalah untuk representasi yang autentik dan hubungan yang tulus dengan audiens UMKM. Bagikan kisah nyata dari individu-individu beragam dan sorotkan pengalaman dan pandangan unik yang mereka bawa ke merek UMKM. Autentisitas membantu membangun kepercayaan dan kredibilitas dengan audiens UMKM.

Baca Juga: Mudah Dapat Pelanggan Baru, Coba Fitur Marketing Baru dari WhatsApp Business Berikut

7. Uji Pemasaran UMKM

Gunakan kelompok fokus atau survei untuk mengumpulkan umpan balik dari audiens beragam, memastikan materi pemasaran UMKM resonan dengan target pasar UMKM. Hal ini dapat membantu kita mengidentifikasi area dimana pemasaran UMKM mungkin tidak mencapai sasaran atau secara tidak sengaja menjauhkan segmen tertentu dari audiens UMKM.

8. Terus Berkembang

Terus belajar dan menyesuaikan strategi pemasaran kita untuk tetap berada di garis depan dan responsif terhadap perubahan kebutuhan dan harapan audiens UMKM. Informasikan tentang tren-tren yang muncul, isu-isu sosial, dan praktik terbaik dalam keberagaman dan inklusi. Gunakan pengetahuan ini untuk menyempurnakan dan meningkatkan upaya pemasaran UMKM.


Contoh Merek Yang Menggunakan Inclusive Marketing

Terdapat beberapa contoh dari merek yang telah menggunakan inclusive marketing yang bisa menjadi inspirasi UMKM seperti:

Sumber: mnews

1. Luxcrime

Luxcrime menggandeng beberapa model disabilitas membuat kampanye #BeautyDiQuity (Beauty in Diversity & Equity) mengusung nilai kecantikan dan keberagaman dan kesetaraan.  Dalam merayakan Hari Perempuan Internasional, Luxcrime memberikan bundle product dengan harga spesial dengan menunjukkan kepada masyarakat bahwa setiap perempuan, apapun latar belakang, keterbatasan yang dimiliki, perempuan itu memiliki kekuatan tersendiri.

2. Cover Me Not 

Merek pakaian lokal yang menawarkan produk memperluas definisi ideal yang pantas untuk busana swimsuit dengan variasi ukuran dan bahan stretch yang memberi komplemen pada setiap jenis tubuh wanita.

3. Unilever deodorant: Degree Inclusive

Pada tahun 2021, merek deodorant Unilever, mengeluarkan produk baru deodorant pertama di dunia untuk orang dengan disabilitas lengan atas dan gangguan penglihatan.  Kampanye ini terinspirasi oleh pemahaman bahwa rasa takut akan penilaian menghentikan 46% orang dari beraktivitas, dan untuk orang dengan disabilitas, angka ini bahkan lebih tinggi, sekitar 51%. 

Penelitian Degree juga menemukan bahwa 81% orang dengan disabilitas mengatakan bahwa mereka tidak merasa diterima di tempat kebugaran. Degree menyumbangkan $5 juta selama lima tahun ke depan untuk menginspirasi orang untuk mengatasi batasan melalui gerakan.

Baca Juga: Generational Marketing, Memahami Karakter Konsumen Menurut Latar Generasi untuk Optimalkan Pemasaran

4. Urban Decay

Individu dengan disabilitas sangat kurang diwakili dalam dunia periklanan dan pemasaran. Meski begitu, perusahaan kosmetik Urban Decay membagikan video di media sosial yang menampilkan Grace Key, seorang pengusaha, seniman, penata rias, aktor, filantropis, dan pendiri merek pakaian Candidly Kind yang dikenal luas karena advokasi tentang Sindrom Down, kondisi yang dia lahir dengan. 

Pos ini menarik perhatian pada ‘wajah’ baru kecantikan dan kosmetik yang jarang mendapat sorotan dalam media utama, dan memberikan penghormatan kepada komunitas bahwa mereka juga adalah anggota berharga dan dicintai dalam keluarga Urban Decay.

***

Pemasaran inklusif menjadi praktik penting bagi setiap UMKM yang ingin terhubung dan berbicara dengan beragam audiens. Dengan menciptakan kampanye pemasaran yang beragam, adil, dan mewakili semua orang, merek dapat mempromosikan inklusivitas dan kesetaraan, menantang stereotip, dan menciptakan rasa memiliki bagi semua individu. 

Pada akhirnya, pemasaran inklusif lebih dari sekadar menciptakan kampanye pemasaran yang efektif. Ini tentang mempromosikan budaya inklusivitas dan kesetaraan, baik dalam UMKM itu sendiri maupun dalam masyarakat secara keseluruhan. Dengan merangkul pemasaran inklusif, UMKM tidak hanya dapat terhubung dengan beragam audiens, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial dan pembela dunia yang lebih inklusif dan adil.

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM.

Referensi:

  1. terakeet.com
  2. digitalmarketinginstitute.com
  3. impactplus.com
  4. who.int/news
  5. optimizely.com
  6. harpersbazaar.co.id
  7. marketing.org.nz