Cara bisnis kaplingan tanah merupakan salah satu sektor properti yang menarik perhatian banyak orang. Bisnis ini menawarkan peluang untuk mendapatkan keuntungan yang menjanjikan, terutama dengan prospek kenaikan harga tanah di masa depan. Seperti yang kita tahu, permintaan tanah kavling terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan akan hunian. Tidak heran jika harganya mengalami kenaikan dari waktu ke waktu, sehingga menawarkan profit yang besar.

Bisnis tanah kavling juga tergolong mudah dikelola dibandingkan dengan jenis investasi properti lainnya, seperti membangun rumah atau apartemen. Selain itu, bisnis ini bisa menyasar berbagai target pasar, mulai dari individu yang ingin membangun rumah pribadi, hingga developer yang ingin membangun perumahan. Nah, bagaimana cara bisnis kaplingan tanah yang paling tepat untuk skala UMKM? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!


Definisi dan Serba Serbi Bisnis Kavling Tanah

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bisnis kavling tanah merupakan salah satu peluang usaha yang terbilang menjanjikan. Konsepnya sederhana yaitu membeli lahan luas, membaginya menjadi kavling-kavling kecil, dan menjualnya kepada pembeli individu. Bisnis ini menarik banyak peminat karena menawarkan potensi keuntungan yang tinggi dengan modal yang relatif kecil.

Untuk mendapatkan laba dari bisnis kavling tanah, kamu bisa menjualnya secara langsung kepada pembeli, atau bekerja sama dengan agen properti. Pertimbangkan juga untuk menawarkan skema pembayaran yang menarik, seperti cicilan bertahap atau pembayaran dengan uang muka.

Baca Juga: Hindari Penipuan! Cara Beli Tanah yang Aman Untuk Investasi Masa Depan


Cara Bisnis Kaplingan Tanah Secara Tepat dan Cermat

Sahabat Wirausaha harus tahu, bentuk dan kondisi fisik tanah juga menentukan tahapan yang harus diselesaikan, yang mana semakin luas lokasi proyek, maka semakin sulit tahapannya. Adapun penjelasan lengkapnya yakni sebagai berikut:

1. Siapkan Modal 

Cara bisnis kaplingan tanah yang pertama, pastikan memiliki cukup modal untuk membeli sebidang properti. Tetap waspada ketika membeli tanah di atas anggaran yang kamu alokasikan. Cara mudah mengumpulkan modal ialah dengan menyisihkan 20–30% dari pendapatan bulanan Sahabat Wirausaha.

Misalnya, jika gaji bulanan kita sekitar Rp6 juta, maka Sahabat Wirausaha perlu menyisihkan uang sekitar Rp1,2 hingga Rp1,8 juta perbulan. Baru setelahnya, kita bisa mencari tanah yang harganya antara Rp 1 hingga 1,5 juta per meter persegi.

2. Perhatikan Lokasi

Cara bisnis kaplingan tanah selanjutnya adalah menentukan lokasi yang tepat. Sahabat Wirausaha harus tahu, lahan yang jauh dari keramaian jarang disukai dibandingkan kawasan padat penduduk dengan berbagai fasilitasnya. Nilai investasi tanah di wilayah sepi penduduk seringkali lebih rendah, meskipun harga yang ditawarkan jauh lebih murah.

Selain itu, perhatikan juga lokasi dan kontur properti, karena beberapa bidang tanah berada di lokasi yang berisiko tinggi terhadap banjir. Tanah di dataran tinggi juga menjadi pilihan populer karena Sahabat Wirausaha bisa membangun villa atau penginapan lainnya. Salah satu contoh lokasi tanah kavling yang memiliki potensi untuk dijadikan bisnis ialah tanah yang ada di Tangerang Selatan.

3. Pilih Jenis Kavling Tanah

Selain menentukan lokasi yang strategis, kita juga harus mengetahui jenis kavling properti yang akan dijual. Ada tiga jenis kavling tanah yang memiliki keunggulan berbeda, yaitu tanah kuldesak, klaster dan tusuk sate. 

Kavling tanah kuldesak adalah kavling yang terletak di ujung jalan buntu. Bagian depan kavling cenderung sempit, mengikuti lebar jalan, sedangkan bagian belakang kavling lebih luas dibandingkan bagian depannya. Lalu untuk kavling klaster yaitu petakan tanah yang berada di dalam sebuah kawasan perumahan dengan konsep pemukiman yang lebih tertata dan terencana.

Sedangkan kavling tusuk sate yaitu jenis kavling tanah yang terletak di tengah-tengah pertigaan jalan yang berbentuk "T". Kavling ini memiliki beberapa ciri khas seperti berbentuk persegi panjang, dengan salah satu sisinya terhubung langsung dengan jalan pertigaan.

Baca Juga: Punya Tanah Gak Keurus? Inilah Potensi Bisnis dari Lahan Kosong, Bisa Jadi Cuan!

Jika Sahabat Wirausaha ingin memulai investasi tanah kavling sebagai tempat usaha, jenis tusuk sate bisa menjadi pilihan yang tepat. Sedangkan penggunaan tanah kluster dan tanah kuldesak sangat cocok untuk keperluan hunian/tempat tinggal.

Terlepas dari hal itu, memilih jenis kavling tanah merupakan langkah penting dalam membeli properti. Karenanya pertimbangkan beberapa faktor seperti tujuan penggunaan, apakah untuk hunian atau bisnis. Lalu lihat posisi kavling, apakah di jalan buntu atau di sudut jalan. Dan yang terakhir, perhatikan fasilitas dan infrastruktur seperti ketersediaan air bersih, internet, listrik hingga transportasi umum.

4. Cek Legalitas Dokumen

Cara bisnis kaplingan tanah selanjutnya adalah meneliti dokumen yang berkaitan dengan perjanjian jual beli properti. Pastikan bahwa bidang tanah yang hendak dibeli mempunyai sertifikasi dari tanah induk. Kemudian jika kamu berniat membeli tanah dari developer, ada baiknya melihat latar belakang pengembang tersebut.

Tidak bisa dipungkiri, keabsahan lahan menjadi faktor penting bagi siapa pun yang terlibat dalam bisnis properti. Status hak atas tanah perlu diperjelas, meskipun kita hanya membeli tanah untuk dijual lagi sebagai tanah kosong. Jika tanah sudah bersertifikat, pengecekan legalitas tanah bisa dilakukan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memverifikasi keabsahan tanah tersebut.

Sebaliknya, Kantor Desa dan Kantor Kecamatan dapat melakukan verifikasi keabsahan tanah jika masih belum bersertifikat. Jika pun informasi mengenai tanah tersebut tidak lengkap, Sahabat Wirausaha akan diarahkan lebih lanjut oleh pihak berwenang di kantor tersebut.

5. Land Clearing, Cut, and Fill dan Pengurugan

Langkah selanjutnya untuk cara bisnis kaplingan tanah adalah menentukan apakah akan menjual kavling siap bangun atau menjual kavling seperti apa adanya. Tentu saja harga jual kavling tanah akan dipengaruhi oleh dua pilihan ini.

Adapun kavling-kavling yang dijual apa adanya, masih berupa sawah, terdapat cekungan dan gundukan di beberapa daerah, atau masih berupa rawa, semak liar, dan hutan. Maka dari itu, hendaknya dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan kavling tanah yang telah dijual setelah pematangan lahan dan land clearing.

Biasanya harga kavling sebelum dibangun berkisar antara Rp 500.000 - Rp 2.000.000 per meter persegi. Sedangkan kavling siap bangun berkisar antara Rp 5.000.000 - Rp 20.000.000 per meter persegi. Namun harga ini juga harus disesuaikan dengan lokasinya, apakah di Jabodetabek, jawa tengah atau luar pulau Jawa.

Baca Juga: Mau Sukses dan Naik Kelas? Cara Mengembangkan Growth Mindset Untuk UMKM

6. Perhatikan Dokumen dan Infrastruktur Penunjang Tanah

Segala jenis properti, termasuk tanah, rumah, apartemen, dan sebagainya, harus memiliki dokumentasi yang membuktikan sertifikat kepemilikan sebelum dapat dijual kembali. Selain itu, berikan pedoman khusus untuk tanah kavling yang akan kamu jual.

Hal ini membantu mempermudah proses penyelesaian sertifikat tanah. Tidak hanya itu, ketika menjual properti, faktor-faktor seperti drainase atau sanitasi bangunan juga harus diperhitungkan. Hal ini penting untuk mencegah banjir dan menjaga bangunan yang terletak di sana. Adapun dokumen yang harus dilengkapi seperti:

  • Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas kavling tanah
  • Fotokopi KTP dan KK penjual
  • Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terbaru
  • Surat ukur tanah (opsional)
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB) (jika sudah ada bangunan di atas kavling)
  • Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) kavling tanah
  • Akta Jual Beli (AJB) kavling tanah (dibuat di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT))
  • Surat pernyataan tidak sengketa dari penjual
  • Surat kuasa (jika penjual diwakilkan oleh orang lain)
  • Bukti pelunasan pembayaran kavling tanah (jika ada)

7. Tetapkan Harga yang Wajar

Cara bisnis kaplingan tanah selanjutnya adalah dengan menetapkan harga yang wajar. Calon pembeli sering kali lari dari properti yang mahal bahkan sebelum mereka sempat melihat tanahnya. Oleh karena itu, putuskan harga permintaan yang wajar agar kavling tersebut dapat dijual dengan cepat.

Untuk menentukan harga jual yang tepat, Sahabat Wirausaha bisa menggunakan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di kawasan terkait. Lembar tagihan PBB yang kamu terima setiap tahunnya berisi NJOP ini. Namun, harga jual tanah yang paling rendah adalah nilai NJOPnya itu sendiri. Jika merujuk pada kebiasaan penjual lainnya, kavling tanah sering kali dijual dengan harga dua sampai tiga kali lipat NJOP.

Baca Juga: Strategi Growth Marketing Bisa Bikin Bisnismu Cuan Terus-Terusan? Begini Cara Menerapkannya

8. Membuat Daftar Kelebihan dan Kekurangan Lahan

Ketika pembeli ingin membeli tanah, pertanyaan pertama mereka biasanya adalah, “Apa kelebihan dan kekurangan tanah tersebut?”

Maka sebagai vendor yang baik, Sahabat Wirausaha harus memperhatikan hal ini. Karenanya, beritahu secara lengkap semua kelemahan dan kelebihan tanah yang kamu jual. Kekurangannya pun harus dicatat supaya kamu bisa memperbaikinya sebelum ditinjau oleh calon pembeli.

Contohnya ketika Sahabat Wirausaha menjual kavling jenis tusuk sate untuk keperluan bisnis. Kamu bisa menyebutkan kelebihannya seperti lokasi yang berada di tepi jalan, membuatnya strategis untuk tempat usaha. Kemudahan akses dan visibilitas yang tinggi dari jalan tersebut bisa menarik banyak pelanggan.  Sedangkan kekurangannya yaitu mudah terpapar polusi suara dan debu yang lebih tinggi. Hal ini bisa mengganggu kenyamanan dan kesehatan penghuninya.

9. Lakukan Promosi

Kalau tanahnya tidak dipasarkan, jangan harap bisa segera terjual. Membuat tanda atau spanduk yang menyatakan bahwa tanah tersebut akan dijual dan memasangnya di lokasi merupakan strategi promosi yang bisa dilakukan. Selain itu, kamu bisa menjual tanah melalui situs web khusus properti.

Salah satu cara bisnis kaplingan tanah agar cepat laku adalah dengan memasang iklan secara online. Apalagi sekarang ini banyak orang yang menggunakan situs web atau aplikasi untuk membeli dan menjual properti. Masyarakat pun mulai mengganti cara konvensional dengan cara yang lebih mudah dalam mencari kavling tanah ini.

10. Ikuti Pelatihan Bisnis Properti dan Jalin Kerjasama

Sebaiknya mulai ikuti pelatihan bisnis properti sebelum membuka bisnis kavling tanah. Tujuannya untuk memperluas pemahaman Sahabat Wirausaha mengenai industri real estate. Caranya, kamu bisa mengikuti pelatihan atau seminar yang sebidang.

Selain itu, kamu juga bisa menjadi anggota komunitas kavling tanah dari berbagai daerah. Dengan cara ini, Sahabat Wirausaha bisa meningkatkan pemahaman mengenai industri pertanahan. Adapun keuntungan bergabung dengan komunitas ini adalah bisa mendapatkan banyak relasi.

Agar lebih maksimal, jalin kerjasama dengan broker properti terkenal. Pilih agen real estat yang memiliki reputasi baik dan berpengalaman. Sahabat Wirausaha bisa meminta bantuan kepada agen properti tersebut untuk menjualkan kavling tanah kepada masyarakat.

Baca Juga: 10 Komunitas Bisnis di Indonesia untuk UMKM, Peluang Buat Berjejaring


Kelebihan Bisnis Kavling Tanah

Setelah mengetahui cara bisnis kaplingan tanah, kamu juga harus mengetahui kelebihannya. Adapun keuntungan yang pertama adalah tidak memiliki banyak pesaing. Dimana biasanya dibutuhkan waktu cukup lama untuk menjual rumah atau ruko. Namun hal ini berbeda dengan properti berbasis lahan. Karena beberapa individu cenderung berinvestasi pada bangunan.

Kedua, tanah bisa dijual seluruhnya atau custom sesuai selera. Kamu bisa menjual perkavling jika memiliki lahan besar. Hal ini dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan. Ketiga, memiliki bisnis tanah kavling ini tak hanya bisa dimanfaatkan untuk membangun rumah.

Namun, tanah kavling pun diburu mereka-mereka yang ingin mengembangkan properti komersial, lahan perkebunan, dan jenis lainnya. Bahkan jika tidak ada orang yang tertarik untuk membeli, Sahabat Wirausaha bisa memanfaatkannya sebagai perkebunan sayur dan buah. Kamu pun bisa menjual atau mengkonsumsi sendiri hasilnya. 

Keempat, biaya merawat tanah kavling sangatlah murah, sekedar memotong rumput dan membersihkan lahan yang bisa dilakukan sendiri. Bisnis kavling tanah juga bisa dimanfaatkan sebagai aset jangka panjang yang nilainya terus meningkat seiring berjalannya waktu. Karena tidak ada yang tertarik dengan tampilan tanahnya, maka akan dibeli jika ukurannya cocok. 

Belum lagi kamu bisa menikmati keuntungan hingga 20–30 persen, dari setiap bidang tanah. Kabar baiknya, kavling tanah tidak pernah mengalami penurunan harga di pasaran. Sebab kebutuhan lahan-lahan kosong di perkotaan kian menipis, sementara angka permintaan tidak pernah menurun setiap tahunnya.

Setelah tahu cara bisnis kaplingan tanah dan segudang manfaatnya, sehingga bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Tidak heran jika bisnis ini kian banyak diminati, namun pastikan semua cara diatas dibarengi dengan ketekunan dan kerja keras.

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM. 

Referensi: 

  1. https://mediaini.com/bisnis/2021/10/04/61020/bisnis-kavling-tanah-begini-cara-memulainya/
  2. https://www.99.co/id/panduan/hal-hal-yang-perlu-diketahui-sebelum-jual-tanah-kavling/
  3. https://asriman.com/begini-cara-menjadi-pebisnis-kavling-tanah/
  4. https://nikojulius.com/7-cara-bisnis-tanah-bagi-pemula-yang-menguntungkan/
  5. https://www.rumah123.com/panduan-properti/membeli-properti-93540-investasi-tanah-kavling-id.html