UKM Indonesia

Term of Trade


Jika ingin melakukan ekspor dan impor, Anda harus mengetahui istilah yang digunakan dalam perdagangan internasional, seperti Term of Trade (TOT). Term of trade menjadi salah satu indikator kesehatan ekonomi suatu negara yang dapat memberikan informasi terkait banyaknya nilai unit ekspor yang diperlukan untuk membeli satu unit impor.

Dalam perdagangan internasional, ekonom menghitung nilai term of trade menggunakan indeks harga untuk mewakili harga rata-rata produk ekspor dan impor. Mari pelajari lebih lanjut.

Baca Juga: Harga Patokan Ekspor


Pengertian Term of Trade

Term of trade (TOT) merupakan rasio antara harga ekspor dan harga impor, dengan perhitungan rasio sebagai berikut:

Term of trade = (Indeks harga ekspor rata-rata / Indeks harga impor rata-rata) x 100

Term of trade suatu negara akan positif jika harga ekspornya lebih tinggi daripada harga impor. Jika nilai TOT positif, negara tersebut dapat membeli lebih banyak impor dengan jumlah ekspor yang sama. Hal ini mengindikasikan bahwa negara dapat mengakumulasi lebih banyak pembayaran dari ekspor dibandingkan dengan pengeluaran untuk impor.

Baca Juga: APINDO Export Series: Mempersiapkan Dokumentasi Ekspor

Begitu pula dengan sebaliknya, jika nilai TOT negatif maka harga impor negara naik lebih cepat dibandingkan dengan harga ekspor, yang mengakibatkan negara tersebut harus mengekspor lebih banyak barang dan jasa untuk mendapatkan jumlah barang impor yang sama.


Faktor yang Memperngaruhi Term of Trade

1. Nilai tukar

Perdagangan internasional melibatkan dua mata uang sebagai pembayaran sehingga harga tergantung pada daya beli (nilai tukar) masing-masing mata uang. Jika mata uang suatu negara mengalami apresiasi, persyaratan perdagangannya akan meningkat karena kenaikan nilai mata uang menyebabkan kenaikan harga ekspor dan penurunan harga impor.

Ketika terjadi apresiasi, nilai TOT cenderung naik karena harga barang impor menjadi lebih murah bagi pembeli domestik. Namun, jika mata uang mengalami depresiasi, maka harga barang domestik menjadi lebih murah bagi pembeli di luar negeri.

Ketika terjadi depresiasi, nilai TOT cenderung turun karena daya beli mata uang domestik yang lebih lemah dan menyebabkan harga barang impor menjadi lebih mahal.

Baca Juga: Surat Keterangan Ekspor Kemasan Pangan

2. Inflasi

Ketika nilai inflasi domestik meningkat, harga barang dan jasa dalam perekonomiannya akan meningkat dan menyebabkan nilai TOT meningkat. Sebaliknya, jika tingkat inflasi luar negeri lebih tinggi daripada tingkat inflasi domestik, harga barang impor akan lebih mahal daripada harga barang ekspor sehingga nilai TOT menurun.\

3. Ukuran dan kualitas barang

Barang yang lebih besar dan berkualitas lebih tinggi kemungkinan akan lebih mahal harganya, seperti harga alat berat dan mesin industri yang dijual lebih mahal dibandingkan produk mentah. Jika suatu negara hanya memproduksi dan mengekspor barang-barang primer dan mengimpor barang-barang manufaktur, maka nilai TOT akan cenderung tidak menguntungkan.

4. Ukuran Negara

Negara yang lebih besar akan cenderung memiliki nilai TOT yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan negara yang lebih kecil, karena negara kecil mendapatkan keuntungan dari skala ekonomi yang dinikmati oleh negara yang lebih besar dalam perdagangan internasional.

Negara yang populasinya lebih banyak akan memiliki permintaan yang lebih besar untuk impor sehingga nilai TOT cenderung tidak menguntungkan.

Baca Juga: Mempersiapkan Kemasan (Packaging) untuk Memenuhi Standar Ekspor

Nilai term of trade akan naik jika kenaikan harga ekspor lebih tinggi daripada harga impor, harga ekspor naik saat harga impor turun, penurunan harga ekspor lebih rendah daripada penurunan harga impor, dan ketika harga ekspor tetap saat harga impor turun.

Ketika term of trade suatu negara meningkat, negara tersebut membutuhkan lebih sedikit ekspor untuk membeli sejumlah impor tertentu, atau dengan kata lain dapat membeli lebih banyak barang impor untuk setiap unit ekspor yang dijual.

Kenaikan tersebut juga berdampak positif pada inflasi domestik karena merupakan indikasi turunnya harga impor terhadap harga ekspor. Namun, perlu diperhatikan bahwa volume ekspor negara dapat turun hingga merugikan neraca pembayaran atau balance of payment (BOP).

Sementara itu, penurunan term of trade di suatu negara akan menurunkan standar hidup penduduk. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan negara untuk memproduksi suatu barang, sehingga negara akan mengekspor komoditas dan mengimpor barang manufaktur.

Harga komoditas lebih rendah daripada barang manufaktur karena nilai tukarnya lebih sedikit. Oleh karena itu untuk membayar impor, jumlah komoditas yang dijual sangat signifikan dan menyebabkan pasokan komoditas di negara tersebut berkurang.

Nah sahabat wirausaha, itulah penjelasan tentang term of trade yang digunakan dalam dunia perdagangan internasional. Semoga nilai term of trade Indonesia akan selalu positif ya!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

  1. Term of Trade: Definisi, Cara Menghitung, Dampak – Cerdasco.
  2. Terms of Trade – TOT Definition (investopedia.com)
  3. What are the factors that influence the terms of trade? (preservearticles.com)
Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: