Bisnis Budidaya Jamur - Jamur menjadi salah satu jenis makanan yang digemari oleh masyarakat baik anak-anak maupun dewasa. Teksturnya yang lembut dan kenyal memiliki rasa yang enak ketika diolah. Tak hanya itu, jamur merupakan sumber zat besi dan antioksidan serta mengandung banyak nutrisi yang menyehatkan tubuh. 

Tak heran jika jamur dibudidaya karena memang memiliki banyak manfaat, bukan hanya secara kesehatan tetapi juga ekonomi. Budidaya jamur pada prinsipnya menjadi peluang bisnis yang bisa dilakukan oleh siapa saja, karena mudah dan tidak membutuhkan keahlian khusus. Bagaimana prospek bisnis budidaya jamur kedepannya? Bagaimana pula caranya? Nah, jika Sahabat Wirausaha ingin memanfaatkan peluang bisnis ini, yuk simak artikel Tips Bisnis berikut ini. 


Prospek Bisnis Budidaya Jamur

Dilansir dari Media Indonesia, tingkat konsumsi jamur selama masa dan pasca pandemi COVID-19 mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap bahan pangan tanpa klorofil ini semakin tinggi. 

Benar saja, saat ini jamur menjadi salah satu bahan pangan yang cukup populer dan digemari oleh banyak kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Banyak resto yang memasukkan jamur ke dalam menu unggulannya dengan berbagai olahan, seperti jamur krispi, sop jamur, cha jamur, sate jamur, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Baca Juga: Mengenal Validasi Risiko dan Potensi Pasar Untuk Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Sayangnya, tingginya tingkat permintaan jamur ini belum diimbangi dengan volume produksi yang tersedia. Meski banyak kaum muda yang telah melek dengan budidaya jamur, namun produksi yang dihasilkan belum mampu memenuhi jumlah permintaan yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa peluang bisnis budidaya jamur ini memiliki prospek yang bagus ke depannya. Sebab, banyak permintaan yang masih belum terpenuhi. 

Bahkan jamur menjadi salah satu bahan pangan yang dapat diekspor ke pasar internasional. Beberapa negara tujuan ekspor jamur adalah Hongkong, Oman, Malaysia, Rusia, Timor Leste, Singapura, Amerika Serikat, Vietnam, dan Saudi Arabia. Dikutip dari Swadaya, ekspor jamur rata-rata mencapai 5.300 ton dengan nilai transaksi sebesar US$ 9 juta. Jumlah tersebut tentu masih dapat dimaksimalkan apabila produksi jamur dalam negeri ditingkatkan. 


Tahapan Budidaya Jamur

Untuk menjadi seorang pebisnis budidaya jamur yang sukses, Sahabat Wirausaha harus memahami betul caranya. Pada prinsipnya budidaya jamur dapat dikatakan gampang-gampang susah. Meski tak membutuhkan keahlian khusus, namun tetap saja harus didukung dengan pengetahuan yang memadai agar bisa berkembang dan sukses. Berikut tahapan dalam budidaya jamur yang harus Sahabat Wirausaha lakukan. 

1. Menyiapkan Bibit Jamur

Bibit jamur menjadi bahan baku utama dalam bisnis budidaya jamur. Sebab itu, langkah pertama dalam budidaya jamur yang harus dilakukan adalah menyiapkan bibit jamur yang berkualitas unggul. Pentingnya memilih dan menyiapkan jamur yang berkualitas unggul agar tanaman jamur dapat berkembang dengan hasil yang baik dan memuaskan. 

Bagaimana caranya menyiapkan bibit jamur yang berkualitas unggul? Sahabat Wirausaha dapat membeli bibit jamur secara langsung dari petani yang sudah melakukan budidaya jamur sejak lama. Dengan begitu, bibit jamur yang disiapkan telah memiliki reputasi yang baik. Umumnya jenis bibit jamur yang digunakan untuk budidaya adalah keturunan F2, yakni bibit jamur yang dikenal unggul dan memiliki produktivitas tinggi. 

2. Menyiapkan Kumbung 

Kumbung secara sederhana dapat dikatakan sebagai rumah jamur, yakni ruangan yang disediakan untuk merawat baglog sekaligus menumbuhkan jamur. Baglog sendiri adalah media tanam bagi bibit jamur. Sebagai rumah jamur, kumbung dibuat seperti bangunan kandang yang rapat tanpa ventilasi yang di dalamnya terdapat susunan rak yang digunakan untuk meletakkan baglog. 

Bangunan kumbung harus rapat agar tidak terkontaminasi oleh mikroba lain, sehingga mengganggu pertumbuhan jamur. Selain itu, suhu dan kelembaban kumbung juga harus senantiasa terjaga agar jamur dapat tumbuh dengan subur. Suhu kumbung diatur antara 22 – 28oC dengan tingkat kelembapan yang berkisar 80% - 90%. 

Sementara rak-rak yang digunakan untuk menempatkan baglog dibuat secara bersusun tingkat. Tujuannya agar dapat menyimpan baglog lebih banyak. Idealnya ukuran lebar rak adalah 40 cm dengan panjang sekitar 1 meter. Ukuran rak tersebut bisa menampung setidaknya 80 baglog. 

3. Membersihkan Kumbung 

Ketika bangunan kumbung telah siap, bukan berarti bisa langsung digunakan untuk menempatkan baglog, karena harus dilakukan pembersihan kumbung terlebih dahulu agar steril. Proses pembersihan kumbung mencakup aktivitas sebagai berikut.

  • Membersihkan seluruh area kumbung beserta rak-rak yang telah disiapkan dan pastikan tidak ada kotoran yang menempel. 
  • Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung, kemudian diamkan selama 2 hari dalam kondisi kosong. 
  • Setelah 2 hari, pastikan bau fungisida telah hilang, sehingga proses penempatan baglog pada rak-rak di dalam kumbung dapat dilakukan.  

Baca Juga: Tertarik Budidaya Ikan Lele? Pelajari Cara Memulai Bisnis Ternak Lele Di Sini, Bisa Dapat Omset Hingga Puluhan Juta!

4. Menyiapkan Baglog

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, bahwa baglog merupakan media tanam bagi bibit jamur. Baglog terbuat dari serbuk gergaji yang dibungkus dengan plastik berbentuk silinder. Pada salah satu ujung baglog dilubangi sebagai area bagi jamur untuk tumbuh dan menyembul keluar. 

Sahabat Wirausaha bisa membuat baglog sendiri apabila memiliki bahan bakunya. Namun jika tidak mau repot dan ingin lebih praktis, maka bisa membelinya dari pihak lain, baik toko perlengkapan pertanian maupun petani jamur skala besar. Jadi, Sahabat Wirausaha bisa lebih fokus pada proses budidaya jamur saja. 

5. Menata dan Merawat Baglog

Baglog yang telah siap dan telah ditanami dengan bibit jamur, maka bisa langsung ditata dan ditempatkan pada rak-rak di dalam kumbung. Penataan baglog bisa dilakukan secara vertikal maupun horizontal. Namun pada umumnya, banyak petani jamur yang menata baglog secara horizontal, di mana lubang baglog menghadap ke samping. Penataan baglog secara horizontal dianggap lebih praktis, karena selain mampu menampung baglog lebih banyak, nantinya proses panen jamur juga dapat dilakukan dengan lebih mudah. 

Selain menata baglog pada susunan rak di dalam kumbung, Sahabat Wirausaha juga harus merawat baglog dengan cara sebagai berikut. 

  • Pastikan Sahabat Wirausaha membuka bagian cincin dan kertas penutup baglog sebelum menatanya di rak. Diamkan baglog yang sudah ditata di rak selama 5 hari. Apabila lantai kumbung terbuat dari tanah, lakukan penyiraman agar kelembaban ruangan kumbung tetap terjaga. 
  • Potong ujung baglog untuk memperbesar lubang yang menjadi ruang tumbuhnya jamur, lalu diamkan selama 3 hari. Ingat bahkan selama proses tersebut baglog tidak boleh disiram. 
  • Setelah 3 hari, lakukan penyiraman baglog menggunakan sprayer dengan membentuk kabut. Proses pertumbuhan jamur akan semakin baik apabila pengabutan dilakukan dengan sempurna. Untuk menjaga suhu dan kelembaban kumbung, Sahabat Wirausaha bisa menyiram baglog sebanyak 2 hingga 3 kali dalam sehari. 

6. Memanen Jamur

Jika proses budidaya jamur dilakukan dengan benar, maka Sahabat Wirausaha bisa segera memanen hasilnya. Jamur tergolong sebagai tanaman yang mengalami pertumbuhan cukup cepat. Mulai dari pembukaan tutup baglog, jamur tumbuh dan siap panen dalam waktu 1 hingga 2 minggu saja. Untungnya lagi, Sahabat Wirausaha dapat memanen jamur sebanyak 5 hingga 8 kali dalam satu baglog. 

Baglog yang telah digunakan tidak dapat kembali difungsikan sebagai media tanam bibit jamur baru. Artinya, baglog tersebut harus dibuang atau bisa juga dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Prinsipnya, budidaya jamur ini tidak ada yang mubazir, karena semua bahan dan peralatan dapat dimanfaatkan kembali. 


Tips Budidaya Jamur agar Tumbuh Subur

Meski mudah tumbuh, bukan berarti jamur tidak butuh perawatan. Agar hasil budidaya maksimal dan menguntungkan, maka Sahabat Wirausaha harus melakukan perawatan. Berikut tipsnya. 

1. Perhatikan Suhu dan Kelembaban

Jamur dapat tumbuh dengan subur di mana saja, selama suhu dan kelembaban lingkungan di sekitarnya mendukung pertumbuhannya. Suhu yang paling baik untuk pertumbuhan jamur adalah kurang dari 28oC dan tingkat kelembaban 80% - 90%. 

2. Hindari Cahaya Matahari Langsung 

Bangunan kumbung meski dibuat sederhana dari kayu, bambu, papan, dan genteng harus tertutup rapat. Tujuannya agar baglog yang tersimpan di dalamnya tidak terkena cahaya matahari langsung. Bahkan jamur di alam liar pun umumnya tumbuh di bawah naungan pepohonan rindang. Sebab tingkat kelembaban tinggi menjadi syarat utama bagi tumbuh suburnya jamur. Maka dari itu, biasanya kumbung dibangun di tempat yang lembab, seperti dekat kamar mandi dan kebun atau halaman belakang rumah. 

Baca Juga: 5 Strategi Branding Melalui Label Produk Bagi UMKM, Bisa Naikkan Potensi Penjualan 4x Lipat!

3. Menjaga Baglog agar Tidak Kering

Baglog yang terbuat dari serbuk kayu umumnya mudah cepat kering. Nah, ini yang harus diwaspadai. Sahabat Wirausaha harus menjaga baglog agar tetap basah dan lembab, dengan menyemprot baglog sebanyak 2 – 3 kali sehari, tergantung pada suhu dan kelembapan kumbungnya. Namun ingat bahwa penyemprotan baglog hanya bisa dilakukan setelah masa tunggu 3 hari, sejak baglog ditempatkan di rak kumbung. Sebelumnya, Sahabat Wirausaha dapat menyemprot area lantai kumbung saja. 

4. Hindari Hama Jamur Tiram

Seperti jenis tanaman lainnya, jamur pun berisiko terkena hama. Nah, untuk menghindarinya, Sahabat Wirausaha bisa menyemprotkan insektisida pada jamur yang mulai tumbuh. Jika menemukan jamur yang terkena hama, maka segera pisahkan agar tidak menjangkiti dan merusak seluruh tanaman jamur yang ada. 

5. Tingkatkan Keuntungan dengan Mengolah Jamur

Salah satu keuntungan budidaya jamur adalah hasilnya bisa dijual tidak hanya dalam kondisi segar, tetapi juga olahan. Misalnya jamur dikemas dalam kaleng supaya lebih awet, atau dibuat dalam bentuk bubuk menjadi kaldu jamur. Selain itu, jamur juga bisa diolah menjadi sate jamur, berbagai olahan masakan, dan lain sebagainya. 

***

Budidaya jamur menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Selain pengerjaannya cukup mudah, juga tidak membutuhkan banyak ruang. Bahkan budidaya jamur ini bisa dilakukan di rumah. Bagi Sahabat Wirausaha yang memiliki halaman kosong di rumah bisa dimanfaatkan untuk budidaya jamur. Selain bisa untuk kebutuhan sendiri, bisa juga dikembangkan menjadi bisnis yang menguntungkan. Kapan nih Sahabat Wirausaha siap memulai bisnis ini?

Jika merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk like, share, dan comment serta mengirimkannya kepada teman-teman terdekat Anda.

Referensi:

  1. Media Indonesia. 2021.
  2. Swa Daya. 2018.
  3. Horti Indonesia. 2019.
  4. Kompas. 2022.
  5. Dinas Pertanian Banten. 2018.