Sebagai pengusaha, Sahabat Wirausaha pasti ingin menjalankan proses bisnis semaksimal mungkin dengan menerapkan strategi pemasaran dan sales approach yang agresif. Namun, di tengah era transformasi digital dan persaingan bisnis yang semakin ketat ini, Sahabat Wirausaha sepertinya perlu mempertimbangkan strategi demarketing. Baik secara tradisional maupun digital (digital marketing). Nah, apa itu strategi demarketing? Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan berikut.
Baca Juga: Pengenalan Bentuk SOP Yang Penting Diketahui Bagi UMKM
Apa Itu Demarketing?
Demarketing merupakan upaya untuk mengurangi produk dengan cara mengontrol harga dan permintaan produk di pasar.
Demarketing sendiri hampir sama dengan jenis pemasaran lain yang juga menerapkan strategi kampanye iklan atau promosi (advertising strategy) melalui sejumlah saluran pemasaran. Namun, tujuannya adalah untuk mencegah calon pelanggan dan pelanggan yang sudah ada untuk mengambil keputusan pembelian produk atau layanan tertentu.
Baca Juga: Pengendalian Produksi
Kapan Terjadi Demarketing?
Lantas, pertanyaannya adalah kapan waktunya Sahabat Wirausaha bisa menerapkan strategi demarketing ini? Jawabannya adalah Ketika dalam kondisi berikut :
- Produk mengalami kekurangan sumber daya atau memiliki profit margin yang terlalu kecil.
- Perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan pasar dan memasok produk dalam jumlah besar (supply chain management) karena saluran distribusi tidak memadai.
- Biaya operasional untuk iklan dan pemasaran global (mass marketing) yang terlalu besar.
- Harga jual di suatu lokasi pasar yang terlalu tinggi (market pricing).
- Perusahaan ingin memberitahu informasi terkait produk atau layanan (marketing communication). Misalnya, produk terpapar zat berbahaya atau sedang dalam tahap perbaikan.
Baca Juga: Memanfaatkan Peluang Pasar
Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Manfaat
Adapun manfaat dari strategi demarketing ini adalah dapat meningkatkan keuntungan dan dapat lebih maksimal dalam mengembangkan produk yang lebih berkualitas.
Jenis-jenis Demarketing
Terdapat tiga jenis utama yang dibedakan berdasarkan macam dan segmentasi perilaku pelanggan (behavioral segmentation), di antaranya adalah:
1. General
General demarketing atau demarketing umum adalah pemasaran yang bisa Sahabat Wirausaha lakukan ketika ingin mengurangi produk atau layanannya untuk satu atau semua target pasarnya. Dalam hal ini, Sahabat Wirausaha akan mengurangi seluruh permintaan konsumsi untuk produk dan menghemat sumber daya.
Contohnya adalah pembatasan atau pengurangan distribusi alkohol dan rokok yang dilakukan pemerintah untuk seluruh penduduk. Atau perusahaan elektronik, yang ingin membatasi pembelian televisi model lama dan mendorong pelanggan untuk membeli model terbarunya.
2. Selective
Sesuai namanya, strategi pemasaran selektif mengacu pada upaya membatasi konsumsi produk oleh sekelompok pelanggan tertentu (concentrated marketing). Tujuan utamanya adalah untuk melindungi pelanggan setia (customer loyalty).
Contohnya adalah ketika pemilik real estate menjual proyeknya untuk mempertahankan eksklusivitas product insight dan manfaat terdepan pada proyeknya (brand value).
Baca Juga: Apa itu Buffer Stock?
3. Ostensible
Jenis demarketing ketiga dan terakhir adalah ostensible atau demarket nyata yang mana Sahabat Wirausaha sengaja membuat produk dalam jumlah terbatas untuk meningkatkan permintaan produk dan daya beli konsumen. Kondisi ini juga bisa Sahabat Wirausaha manfaatkan untuk menaikkan harga produk, di samping pelanggan terpacu untuk memburu hingga bahkan menimbun produk yang sulit di temukan itu.
Kesimpulan
Demikianlah penjelasan terkait strategi demarketing. Dalam kondisi yang tersebut di atas, Sahabat Wirausaha mungkin bisa mempertimbangkan untuk menerapkan strategi demarketing ini. Semangat membuat maju bisnis, ya Sahabat Wirausaha. UMKM Pasti Bisa Naik Kelas!
Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini.
Dukung Misi Edukasi Kami
Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.









