Sahabat Wirausaha, pernah tidak merasa kinerja karyawan kita menurun? Dan melihat mereka sering tidak bersemangat untuk kerja? Hal ini dapat disebabkan oleh stres yang terjadi di tempat kerja atau yang sering disebut dengan burnout.

Baca Juga: Pemanfaatan SDM Untuk Riset Pasar dan Pengembangan Produk

Burnout jika tidak ditangani dengan cepat dapat mempengaruhi produktivitas karyawan, loh. Sahabat Wirausaha pasti tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Yuk, kita ulas penyebab burnout dan bagaimana cara mencegahnya!


Apa Itu Burnout?

Menurut World Health Organization (WHO), Burnout adalah sindrom kelelahan fisik dan/atau emosional sebagai akibat dari stres kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikelola. Hal ini ditandai dengan tiga hal, yaitu perasaan lelah atau kehabisan energi yang berkepanjangan, timbul perasaan negativisme atau sinisme yang terkait dengan pekerjaan seseorang atau teman kerja, dan berkurangnya profesionalisme atau performa kerja menurun.

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kelelahan kerja (burnout), antara lain:

Baca Juga: Bumping Karyawan

  • Memiliki beban kerja yang berat dan bekerja berjam-jam
  • Kurangnya work-life balance (keseimbangan waktu antara kerja dan kehidupan pribadi)
  • Memiliki pekerjaan yang berhubungan langsung dengan konsumen, seperti customer service atau sales person
  • Kurangnya memiliki kendali atas pekerjaan yang dilakukan

Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah karyawan kita mengalami burnout adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Memberdayakan Karyawan Dengan Berbagai Kepemilikan (Employee Stock Ownership Program)

  1. Mempromosikan Work-life balance (keseimbangan waktu kerja dan kehidupan pribadi), hal ini bisa dilakukan dengan memberikan jatah libur untuk setiap karyawan.
  2. Pantau beban kerja dan penjadwalan kerja karyawan, kita dapat memberlakukan sistem shift untuk mengurangi jam kerja antar karyawan.
  3. Berikan pilihan untuk Work From Home (WFH), kita dapat menawarkan bekerja dari rumah untuk beberapa posisi tertentu, seperti bagian marketing.
  4. Menciptakan budaya komunikasi terbuka, dengan komunikasi terbuka diharapkan karyawan dapat menyampaikan feedback atau keluhan dengan lebih baik sehingga kita dapat menanggulangi masalah yang ada secara tepat dan efektif.
  5. Memberikan jenjang karir yang jelas, Jenjang karir diperlukan untuk memotivasi kinerja karyawan dan membuat karyawan merasa dihargai atas kerja kerasnya selama ini.
  6. Menerima feedback atau masukan dari karyawan, dengan menerima feedback akan membuat karyawan merasa didengarkan sehingga diharapkan dapat mengurangi beban emosional mereka.

Baca Juga: Cara Tepat Menerima Kritik dan Saran Karyawan

Sahabat Wirausaha, kondisi burnout karyawan dapat mempengaruhi produktivitas dan layanan dalam bisnis kita secara keseluruhan jika tidak ditangani dengan segera. Yuk, cegah karyawan kita mengalami burnout dengan lebih memperhatikan hak-hak mereka!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

  1. Mayoclinic.org
  2. Who.int
Dukung Misi Edukasi Kami

Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.

•