Budidaya Daun Pisang - Sahabat Wirausaha, pernahkah terlintas di benak Anda untuk berbisnis daun pisang? Ya, bukan buahnya tetapi daunnya. Saat ini, permintaan akan daun pisang terus mengalami peningkatan. Meskipun belum ada data yang akurat terkait jumlah permintaannya, tetapi banyaknya permintaan domestik dan hadirnya permintaan global terhadap daun pisang menjadi salah satu indikator tingginya peluang bisnis ini.

Jika di Indonesia kebutuhan daun pisang utamanya adalah sebagai alat pembungkus makanan, maka di luar negeri pun kurang lebih sama namun beberapa negara menjadikan daun pisang sebagai bahan baku makanan dan juga kosmetik. Terlebih lagi, tak setiap negara dapat memproduksi daun pisang, sehingga potensi bisnis daun pisang untuk diekspor pun semakin terbuka lebar. 

Lalu bagaimana peluang bisnis daun pisang di pasar domestik dan global? Kemudian apa saja yang dapat Sahabat Wirausaha lakukan untuk dapat menangkap peluang tersebut? Berikut ini penjelasannya. 


Peluang Bisnis Daun Pisang di Pasar Domestik

Daun pisang merupakan salah satu produk yang selalu diminati oleh masyarakat Indonesia khususnya sebagai bahan pembungkus makanan. Oleh karena itu, peluang bisnis daun pisang di pasar domestik terbilang cukup potensial. Berikut ini penjelasan lebih lanjut terkait hal tersebut:

1. Kebutuhan Daun Pisang di Indonesia 

foto : freepik.com 

Rasanya hampir seluruh masyarakat Indonesia familiar dengan daun pisang sebagai pembungkus makanan. Bagaimana tidak? hampir setiap makanan tradisional Indonesia menjadikan daun pisang sebagai pembungkusnya. 

Sekalipun sudah ada bahan pembungkus lain, seperti plastik, kertas pembungkus, dan kotak dus makanan namun tetap saja tidak bisa menggantikan peran daun pisang sebagai pembungkus makanan. Hal ini disebabkan oleh cita rasa, aroma, dan tampilan yang khas dari daun pisang yang tak dapat ditemukan pada bahan pembungkus lain.

Kebutuhan yang cukup besar terhadap daun pisang membutuhkan pasokan yang besar pula, sehingga akan sulit apabila hanya terpenuhi dari daun pisang yang tumbuh di pekarangan rumah. Untuk itu, perlu dilakukan budidaya khusus daun pisang yang nantinya dapat dijual baik di dalam maupun hingga ke luar negeri.

Baca Juga: Usaha Budidaya Ikan Hias Air Tawar, Potensial dan Tinggi Peminatnya?

2. Keunggulan Bisnis Daun Pisang

Dengan tingkat penggunaan daun pisang yang sangat tinggi di Indonesia, bisnis ini memang sangat menjanjikan termasuk menawarkan banyak kelebihan. Apa saja? Berikut diantaranya:

a. Proses Budidaya yang Mudah

Kelebihan membudidayakan daun pisang adalah proses budidayanya yang terbilang cukup mudah. Tidak membutuhkan banyak pupuk, hama tidak terlalu banyak dan mudah dibasmi, periode panen yang cepat yaitu sebulan sekali dengan jumlah 5 - 6 pelepah daun per pohon, dan tidak membutuhkan perlakuan khusus.

b. Biaya Operasional yang Tidak Terlalu Tinggi

Karena tidak membutuhkan perlakuan khusus, maka biaya operasional budidaya tanaman ini terbilang rendah. Hal yang paling utama yang harus dipenuhi adalah kebutuhan air untuk menyiram tanaman. Selebihnya adalah kebutuhan input penunjang seperti pupuk yang tidak dibutuhkan dalam jumlah banyak. Sehingga tidak memakan banyak biaya.

c. Tingginya Permintaan Domestik Hingga Ekspor 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, peluang bisnis daun pisang sangat terbuka lebar baik dari dalam negeri maupun hingga luar negeri. Untuk itu, Sahabat Wirausaha dapat menangkap peluang bisnis yang sangat menjanjikan ini.

3. Cara Mudah Budidaya Daun Pisang

Untuk dapat menghasilkan daun pisang dengan kualitas tinggi, diperlukan proses budidaya yang optimal. Terdapat beberapa aspek yang harus Sahabat Wirausaha perhatikan ketika akan membudidayakan daun pisang, diantaranya sebagai berikut:

a. Pemilihan Benih yang Berkualitas

Untuk menghasilkan daun pisang dengan kualitas baik, sehat, dan produktif, maka Sahabat Wirausaha harus memilih benih tanaman pisang yang berkualitas. Budidaya daun pisang umumnya menggunakan benih pisang kluthuk. Pisang kluthuk merupakan pisang yang mengandung banyak biji dan bercita rasa sepat sehingga jarang untuk dikonsumsi. 

Baca Juga: Melirik Peluang Usaha Budidaya Ikan Patin, Permintaan Tinggi dan Berpotensi Ekspor

b. Penentuan Lokasi Tanam

Lokasi tanam atau lahan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tanaman. Pilihlah lokasi tanam yang subur dan mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Cahaya matahari sangat diperlukan agar daun pisang tumbuh secara optimal, berwarna hijau segar, dan berukuran lebar.

c. Upaya Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman dilakukan dari pemupukan, penyiraman, pembasmian hama, dan pemangkasan. Untuk menghasilkan daun pisang yang berkualitas baik, maka pasokan air harus terpenuhi. Selain itu, gunakan pula pestisida nabati saat ada pertanda serangan hama.

d. Proses Panen

Proses panen umumnya dilakukan sebulan sekali atau setelah ukuran daun telah mencapai kriteria yang diinginkan. Prose panen perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak bentuk daun pisang.

e. Pengolahan Daun Pisang

Setelah proses panen, selanjutnya daun pisang perlu segera diolah untuk mempertahankan kesegarannya. Sahabat Wirausaha dapat melakukan proses pengeringan ataupun pengemasan agar daun pisang tidak cepat busuk dan rusak. 


Peluang Bisnis Daun Pisang di Pasar Global

Selain memiliki permintaan yang tinggi dalam pasar domestik, daun pisang juga memiliki permintaan yang tinggi dalam pasar global. Menariknya menjual daun pisang di pasar global memungkinkan Sahabat Wirausaha untuk meraup cuan yang jauh lebih banyak loh. Untuk itu berikut ini penjelasan lebih lengkapnya:

1. Pasar Ekspor Daun Pisang

foto : bubblegoods.com

Daun pisang telah menjadi komoditas eksklusif di berbagai negara dari berbagai benua seperti Asia, Australia, Amerika, dan Eropa. Ekspor daun pisang dari Indonesia sendiri terus mengalami peningkatan. Adapun negara tujuan ekspor daun pisang Indonesia adalah Jepang, Australia, Amerika, dan Jerman. 

Negara-negara tersebut umumnya membutuhkan daun pisang sebagai bahan pembungkus makanan, sarana upacara keagamaan, alas makanan, dan bahan dekorasi makanan. Selain itu, kesadaran masyarakat negara maju akan produk alami dan ramah lingkungan menjadi salah satu faktor tingginya permintaan daun pisang di pasar global. 

Baca Juga: Tips Ekspansi Bisnis Bagi UMKM, Persiapan Lepas Landas Sebelum Naik Kelas

Mengembangkan bisnis daun pisang melalui ekspor memberikan peluang keuntungan yang sangat besar. Harga per lembar daun pisang bisa mencapai ratusan ribu. Di Jepang contohnya, kisaran harga daun pisang yaitu Rp600 ribu hingga Rp800 ribu per lembar. Luar biasa bukan? Harga yang berkali lipat jauh lebih besar dibandingkan harga di pasar domestik.

Salah satu pelaku usaha yang sukses menjual daun pisang hingga keluar negeri adalah Dewi Harlas. Bermodal kuota internet, ia sukses mengekspor daun pisang hingga ke Australia. Tak tanggung-tanggung omsetnya bisa mencapai ratusan juta hanya dari ekspor daun pisang.

2. Keunggulan Jual Daun Pisang di Pasar Global

a. Keuntungan yang Berkali Lipat Lebih Besar

Seperti penjelasan sebelumnya, menjual daun pisang secara ekspor memungkinkan Sahabat Wirausaha untuk mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar. Jika di dalam negeri harga per lembarnya sekitar Rp5 ribu, maka dengan mengekspor daun pisang, Anda dapat menjual dengan harga Rp500 ribu per lembarnya. Jumlah yang sangat berbeda bukan?

b. Peluang Pasar yang Luas

Pasar global menawarkan peluang yang besar dan sangat menjanjikan. Keberadaan pasar yang luas ini memberikan potensi ekspor bisnis daun pisang untuk meraih keuntungan yang signifikan.

c. Kontribusi Terhadap Pendapatan Negara

Melalui penguatan bisnis ekspor daun pisang, Anda dapat berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan negara dari sektor ekspor. Hal ini dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang pekerjaan baru untuk masyarakat.

3. Cara Ekspor Daun Pisang

Meskipun keuntungan yang didapatkan berkali lipat lebih besar, namun prosedur menjual daun pisang di pasar global tidak semudah menjual di pasar domestik. Terdapat berbagai persyaratan ekspor yang harus dipenuhi. 

Syarat utama yang harus dipenuhi yaitu memastikan bahwa daun pisang yang diekspor berkualitas baik dan aman digunakan. Selain itu daun pisang pun harus bebas dari pestisida atau bahan kimia berbahaya lainnya. Disisi lain kita juga harus mampu mempertahankan kondisi daun pisang agar tetap dalam kondisi yang baik dan segar saat diterima oleh buyer atau pembeli. 

Baca Juga: Rumah Tamadun, Merambah Pasar Domestik dan Ekspor dengan Bisnis Limbah Sawit

Sahabat Wirausaha juga harus mempelajari bagaimana alur ekspor produk segar secara mendalam. Pelajari pula bagaimana caranya mendapatkan buyer di marketplace internasional, melakukan kontrak perdagangan, dokumen administrasi ekspor, dan berbagai hal lainnya yang mesti dipersiapkan.

Meskipun persyaratan dan prosedur yang harus dilakukan terbilang cukup kompleks, tetapi hal ini sebanding dengan keuntungan besar yang nantinya akan didapatkan. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah selalu berhati-hati dalam melakukan ekspor. Jangan sampai menjadi korban penipuan ya, Sahabat Wirausaha.

Itu dia pembahasan kita terkait peluang bisnis budidaya daun pisang. Melihat besarnya peluang yang ada, inilah saatnya bagi Sahabat Wirausaha untuk menangkap peluang tersebut. Apakah sudah siap menjadi miliarder daun pisang? Semoga berhasil ya, Sahabat Wirausaha.

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM. 

Referensi : 

  1. hops.id/unik/29410066477/modal-kuota-internet-emak-emak-ini-sukses-bisnis-daun-pisang-ke-australia-begini-kisah-cerdasnya 
  2. https://www.kompasiana.com/aremangadas/5e2942b7097f363ee74516f2/bisnis-daun-pisang-yang-menawan?page=all  
  3. https://jangkargroups.co.id/daun-pisang-ekspor/ 
  4. https://palpres.disway.id/read/662479/peluang-bisnis-ekspor-daun-pisang-raup-keuntungan-jutaan-rupiah/15 
  5. https://lakban.co.id/ekspor-daun-pisang/ 
  6. https://lifestyle.pinhome.id/blog/cara-budidaya-pisang-untuk-pemula/