Saat ingin memperbesar skala bisnis, pelaku usaha kerap membutuhkan modal usaha yang tidak sedikit jumlahnya. Beruntung kalau kita punya saudara atau teman yang meminjamkan modal sehingga tak perlu repot cari pendanaan dari pihak lain. Namun acap kali pelaku usaha harus mencari sumber pendanaan lain karena tidak bisa mendapat pinjaman dari orang terdekat.

Secara umum, investor dan perbankan adalah dua pihak yang biasa diandalkan memberikan pinjaman. Namun, untuk mendapatkan pinjaman ke salah satu pihak itu ada syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah membuat proposal bisnis sebagai sarana untuk mengungkapkan ide dan konsep bisnis kepada calon pemberi modal.

Nah, kira-kira bagaimana cara membuat proposal bisnis yang menarik bagi investor sehingga bisa tembus pendanaan? Yuk, simak tips bisnis dari para mentor usaha berikut!


Membuat Proposal Bisnis Agar Tembus Pendanaan

Ada beberapa hal yang perlu Sahabat Wirausaha perhatikan dalam membuat proposal bisnis yang menarik para investor, yaitu:

1. Membuat Proposal Bisnis yang Informatif

Proposal bisnis memuat informasi tentang bisnis yang kita kelola seperti model bisnis, rencana bisnis di masa mendatang, dan jumlah dana yang kita butuhkan. Secara ringkas, proposal bisnis yang informatif memiliki tiga unsur yaitu : konten yang lengkap, penggunaan bahasa yang baik dan benar, serta desain visual yang menarik.

Sumber: Unsplash

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam membuat proposal bisnis adalah menyajikan informasi yang lengkap sehingga calon investor yang membaca proposal bisnis mendapatkan gambaran yang utuh tentang kondisi bisnis yang dikelola saat ini. Ada beragam format proposal bisnis yang dapat digunakan, namun secara umum proposal bisnis harus memuat delapan bagian yang meliputi profil usaha, deskripsi produk, peta persaingan, strategi pemasaran, profil tim manajemen & operasional, target penjualan, kebutuhan investasi, dan penutup.

Baca Juga: Tips Melakukan Riset Pasar Bagi UMKM

Kedua, perhatikan penggunaan bahasa. Usahakan menggunakan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) sehingga calon investor mudah memahami maksud dari informasi yang kita sampaikan. Pilihlah penggunaan bahasa yang efektif, tidak bertele-tele, tetapi mampu memberikan informasi yang akurat kepada investor.

Ketiga, mengggunakan desain visual yang menarik adalah nilai tambah untuk proposal. Jika kita mampu menyajikan informasi dalam bentuk grafik dan bagan, proposal bisnis yang kita ajukan akan terasa “lebih berbicara” dan semakin mudah dipahami. Tidak ada salahnya memperhatikan tampilan visual sebagai sentuhan akhir sebelum kita menyerahkan proposal bisnis kepada calon investor.

2. Berikan Informasi yang Detail

Calon investor akan tertarik jika kita dapat memberikan informasi bisnis secara detail. Hal ini menunjukkan bahwa kita menguasai seluk beluk bisnis dari hal terkecil dan menunjukkan keseriusan kita dalam menyiapkan informasi yang dibutuhkan investor.

Saat kita menulis dan menyiapkan proposal bisnis, ubah perspektif kita terlebih dahulu sebagai investor. Dengan menempatkan diri sendiri sebagai investor, kita dapat menyajikan informasi yang lebih tepat sesuai dengan apa yang investor inginkan.

Baca Juga: Cara UMKM Menetapkan Target Usaha

Sebelum menulis, tanyakan ke diri kita ‘andaikan saya investor, apa informasi yang paling saya harapkan dari proposal bisnis tersebut ?’. Mengganti sudut pandang sangatlah menolong kita memilah informasi yang penting dimuat. Hal ini juga membantu kita memilah kata-kata yang mudah dipahami karena calon investor belum sepenuhnya tahu tentang bisnis kita.

Sumber: Unsplash

Selain informasi dasar bisnis, informasi lain yang wajib dipaparkan secara detail pada proposal bisnis adalah visi dan misi usaha serta bagaimana prospek bisnis di masa mendatang. Investor akan tertarik pada sebuah bisnis yang memiliki visi yang jelas. Ini menunjukkan pelaku usaha sudah tahu akan mengarahkan ke mana bisnisnya beberapa tahun mendatang.

Baca juga: Visi dan Misi

Memaparkan prospek bisnis di masa mendatang sama pentingnya seperti menjelaskan bisnis itu sendiri. Proposal bisnis harus memberikan gambaran pengembangannya di masa mendatang yang menunjukkan bahwa bisnis tersebut layak untuk diberikan pendanaan. Kita perlu memaparkan berapa target omset yang akan dicapai pada tahun tertentu, langkah-langkah yang akan kita tempuh untuk mencapainya, apa saja kekuatan dan kelemahan bisnisnya, serta tantangan dan peluang apa yang bisnis kita hadapi, dan sebagainya. Informasi yang detail membuat proposal bisnis kita semakin menarik bagi investor.

3. Lakukan Riset Pasar

Ketika menulis proposal bisnis, ada baiknya kita sudah melakukan riset pasar terlebih dahulu untuk menjelaskan siapa target pasar produk kita dan siapa saja kompetitornya. Ini menunjukkan bahwa kita sudah benar-benar menguasai “medan pertempuran” dan mengetahui positioning bisnis di pasar lebih akurat.

Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari melakukan riset pasar. Pertama, memudahkan kita memetakan segmen konsumen yang ada di pasar, apa saja karakteristiknya, dan apa yang mereka butuhkan. Dengan memahami informasi tersebut, kita dapat menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen dan mengemasnya secara personal sesuai dengan segmen konsumen yang dituju. Kedua, riset pasar dapat memberi kita informasi tentang situasi pasar saat ini, apa saja peluang yang tersedia, dan apa saja potensi ancaman yang dihadapi.

Baca Juga: Tips Melakukan Riset Pasar Bagi UMKM

Ketiga, riset pasar membantu kita mengenali siapa saja kompetitor yang ada di pasar, berapa jumlah mereka, dan apa strategi pemasaran yang digunakan untuk memikat hati konsumen, Keempat, riset pasar memberi kita input yang dibutuhkan untuk pengembangan bisnis. Dengan memahami kondisi konsumen dan kompetitor, kita memiliki data-data penting sebagai acuan untuk mengembangkan arah bisnis.

4. Tawarkan Diferensiasi atau Unique Selling Proposition

Calon investor tidak hanya menerima proposal bisnis dari kita saja, mereka menerima tawaran proposal bisnis dari banyak pihak. Artinya, kalau proposal bisnis yang kita berikan mirip dengan yang ditawarkan orang lain, kecil kemungkinan investor mau memberikan pendanaan untuk bisnis kita. Hal ini dikarenakan investor sudah memahami bagaimana model bisnis, lingkup, dan prospeknya ke depan alias mudah ditebak.

Keunikan merupakan hal yang perlu kita gali dari bisnis kita. Meskipun produk kita sama dengan yang ada di pasar, tawarkan sebuah keunikan tertentu yang tidak dimiliki oleh kompetitor lain. Dalam bahasa pemasaran, ini kita kenal dengan Unique Selling Proposition (USP).

Baca Juga: Menentukan Unique Selling Proposition

Menurut optimizely.com, USP adalah esensi yang membuat bisnis lebih menarik dibandingkan bisnis milik kompetitor. Keunikan itu tidak harus selalu terkait dengan produk, tetapi juga bisa dilekatkan pada pelayanan dan saluran penjualan produk.

Sebagai contoh, kita bisa melihat Unique Selling Proposition dari tiga merek sepatu yaitu: Zappos, Toms, dan Nike. Ketiga bisnis itu sama-sama menawarkan sepatu kepada konsumen, tetapi masing-masing memiliki keunikan tersendiri yang mampu menarik segmen konsumen tertentu.

Zappos melekatkan keunikan pada pelayanannya yaitu mengizinkan konsumen untuk menukar sepatunya jika ukuran dan bentuk tidak sesuai ekspektasi. Keluwesan ini menjadi daya tarik bagi konsumen untuk membeli produknya.

Baca Juga: Membedah Penggunaan Analisis SWOT pada UKM

Berbeda dengan Zappos, Toms melekatkan keunikan pada tanggung jawab sosial perusahaan yaitu memberikan sepasang sepatu gratis kepada anak yang tidak beruntung dari setiap pasang sepatu yang dibeli oleh konsumen. Ini menjadi daya tarik bagi konsumen yang memiliki jiwa sosial untuk memilih produk Toms.

Sementara itu Nike melekatkan keunikan pada produk sepatunya. Nike memang menyasar segmen konsumen yang menyukai olahraga sehingga Nike mendesain sepatu yang berkonsep sporty dan menggunakan brand ambassador para atlet.

Sama halnya dengan konsumen, keunikan ini juga memikat calon investor. Keunikan yang melekat pada bisnis merupakan indikasi bahwa bisnis kita memiliki keunggulan dibanding bisnis kompetitor yang ada di pasar. Dari perspektif investor, jika memiliki posisi lebih unggul di pasar maka bisnis tersebut memiliki prospek yang menguntungkan di masa mendatang.

5. Berikan Laporan Keuangan yang Benar dan Transparan

Tujuan utama mengapa bisnis kita didirikan adalah untuk mendapatkan keuntungan. Bisnis yang dikatakan berhasil memiliki tingkat perolehan laba yang semakin meningkat dari tahun ke tahun yang tercermin dari laporan laba rugi perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Namun ada juga bisnis tertentu, seperti jenis start up, yang belum memiliki keuntungan pada tahun-tahun pertamanya dikarenakan sedang mengejar pertumbuhan.

Sumber: Unsplash

Data keuangan perusahaan merupakan informasi penting yang dibutuhkan investor untuk melihat berapa ‘nilai’ suatu bisnis. Semua investor secara logis menginginkan pengembalian dan keuntungan investasi sehingga membutuhkan informasi laporan keuangan untuk melihat kinerja perusahaan.

Baca Juga: Pentingnya Pencatatan Keuangan Bagi UMKM

Dikutip dari harmony.co.id, laporan keuangan memberikan informasi bagi investor untuk menganalisis resiko investasi yang membantu dalam pengambilan keputusan apakah harus menambah atau mengurangi modal serta sebagai media untuk menilai kemampuan perusahaan membayarkan bagi hasil.

Laporan keuangan perusahaan umumnya terdiri dari tiga komponen yaitu Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, Neraca, dan Laporan Perubahan Modal. Semua komponen itu perlu tersaji secara lengkap dan sesuai kebutuhan di proposal bisnis.

Dalam menyampaikan laporan keuangan, kita harus ingat dua prinsip utama : kejujuran dan profesionalitas. Kejujuran artinya harus menyampaikan keuangan secara fakta dan transparan. Jangan karena ingin mendapatkan pendanaan, kita berbohong dan menyampaikan laporan keuangan fiktif. Investor umumnya segera mengetahui jika ada kejanggalan apabila laporan keuangan tersebut palsu. Prinsip kedua adalah profesionalitas yaitu menyajikan laporan keuangan sesuai standar dan terstruktur sehingga mudah dipahami oleh investor.

6. Meninjau Ulang Proposal Bisnis

Jika proposal bisnis sudah siap, langkah terakhir yang perlu kita lakukan adalah meminta orang lain untuk mereview atau meninjau ulang proposal bisnis kita. Kita bisa meminta bantuan pada pihak yang cukup kompeten untuk menilai apakah informasi yang dimuat pada proposal bisnis sudah lengkap atau masih membutuhkan informasi tambahan, apakah sudah jelas dipahami, dan apakah memiliki tampilan dan gaya bahasa yang menarik bagi investor.

Baca Juga: Mengidentifikasi Peta Persaingan Supaya Bisnis Tetap Unggul

Usahakan agar pihak yang meninjau ulang proposal bisnis kita seminimal mungkin orang yang cukup memahami bisnis sehingga dapat memberikan input yang sesuai. Mungkin kita bisa minta bantuan kerabat dan teman yang paham bisnis untuk mendengarkan kita presentasi dan meminta mereka membaca proposal bisnis itu. Atau jika memungkinkan kita dapat meminta bantuan dari mentor dan konsultan bisnis yang sudah kita kenal baik untuk membacanya.

Mendengarkan masukan dari pihak lain membantu kita mengenali kekurangan pada proposal bisnis yang tidak disadari sehingga kita bisa memperbaikinya sebelum dibaca oleh calon investor.

Baca Juga: Cara Tepat Menerima Kritik dan Saran Karyawan

Mengajukan proposal bisnis kepada investor merupakan upaya untuk memperoleh pendanaan usaha. Investor bersedia memberikan pendanaan jika usaha kita menarik dan memberikan keuntungan yang sebanding dengan modal yang mereka investasikan.

Tidak serta merta investor bersedia begitu saja menanamkan modal usaha, kita harus mampu membuat mereka tertarik dengan menyajikan proposal bisnis yang informatif. Semoga informasi pada artikel ini menambah wawasan dan memberikan pandangan bagi Anda yang sedang menyusun proposal bisnis.

Ingin menyimak materinya lebih detail ? silakan simak video lengkapnya di APINDO UMKM Akademi.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.