The chess board and game concept of business ideas and competition.

Dalam menjalankan bisnis, Sahabat Wirausaha harus mampu untuk mengidentifikasi kondisi persaingan usaha. Persaingan usaha tersebut muncul karena adanya kompetitor usaha. Kompetitor tersebut biasanya memiliki irisan dengan usaha Sahabat Wirausaha, baik sebagai produk yang memang sejenis ataupun produk yang bersifat substitutif. Oleh karena itu, Sahabat Wirausaha harus mampu mengidentifikasi dengan baik kompetitor tersebut, sekaligus menyiapkan strategi untuk menjadi yang terbaik dalam kompetisi.


Menganalisis Kompetitor

Salah satu kunci utama dalam memenangkan persaingan usaha adalah dengan mampu menganalisis dengan baik kompetitor usaha kita. Menganalisis kompetitor akan membantu Sahabat Wirausaha untuk bisa memilih langkah pengembangan usaha yang tepat. Analisa terhadap kompetitor sendiri bisa dilakukan dalam beberapa langkah, yaitu mengidentifikasi dan menilai kompetitor.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengidentifikasi kompetitor. Proses ini mungkin sekilas terlihat sangat sederhana. Proses identifikasi dapat dilakukan dengan mencari kompetitor yang memiliki produk yang relatif mirip dengan produk usaha kita. Akan tetapi, hal itu sendiri terkadang memberikan Sahabat Wirausaha keterbatasan dalam melihat persaingan usaha yang sesungguhnya. Sahabat Wirausaha perlu menyadari, bahwa kompetisi tidak hanya terjadi pada produk yang benar-benar sama, tetapi juga terhadap produk yang mungkin menyubstitusikan produk kita.

Baca Juga: Rekomendasi Buku Kepemimpinan Untuk Pemilik Usaha

Sebagai contoh, Ibu Wina yang berjualan nasi goreng mungkin akan mempertimbangkan beberapa penjual nasi goreng di sekitar rumahnya sebagai kompetitor. Ketika menjelang lebaran, Ibu Wina melihat banyak penjual nasi goreng yang ada di sekitar rumahnya tutup. Akan tetapi, Ibu Wina tidak merasa terdapat peningkatan penjualan pada produknya meskipun kompetitornya tersebut tidak menjual makanan.

Setelah Ibu Wina perhatikan, ternyata konsumen di sekitar rumahnya belakangan lebih memilih membeli sate padang dibandingkan membeli nasi goreng. Kondisi ini menyadarkan Ibu Wina bahwa kompetisi nasi gorengnya tidak hanya terjadi terhadap sesama penjual nasi goreng. Akan tetapi, persaingan juga terjadi dengan para pengusaha kuliner yang lain.

Selain itu perlu diperhatikan bahwa ekspansi produk juga dapat saja memperbanyak kompetitor kita. Sebagai contoh, Sahabat Wirausaha yang mungkin tadinya hanya berfokus pada makanan berat saja, lalu kemudian memutuskan menjual makanan ringan, maka kompetitornya kini juga mencakup para penjual makanan ringan. Oleh karena itu, ekspansi produk yang dilakukan juga harus mampu memperhitungkan dengan baik seberapa mampu Sahabat Wirausaha bersaing dengan kompetitor.

Baca Juga: 10 Wirausaha Inovatif yang Ramah Lingkungan

Setelah memenuhi langkah pertama, langkah berikutnya adalah melakukan penilaian terhadap kompetitor. Penilaian ini menjadi sangat penting untuk benar-benar mengetahui, apakah kompetitor kita akan menjadi ancaman atau justru menguntungkan. Hal ini tentu menarik, karena beberapa jenis kompetitor dapat juga memberikan keuntungan bagi bisnis Sahabat Wirausaha.

Sebagai contoh, Pak Marjikun merupakan penjual baklava, sebuah makanan khas turki yang kini ia jual di sekitar rumahnya. Menariknya, baru-baru ini, terdapat seorang penjual baklava lain dengan lokasi 100 meter tidak jauh dari rumahnya. Pada awalnya Pak Marjikun mengira penjual baklava tersebut akan menjadi kompetitor dan bisa mengurangi penjualan produknya.

Baca Juga: Jitu Membidik Peluang Pasar dan Target Negara Ekspor

Akan tetapi, tidak diduga, belakangan baklava milik Pak Marjikun justru mengalami peningkatan permintaan. Setelah dilihat lebih lanjut, ternyata penjual baklava baru tersebut melakukan pemasaran yang cukup masif sehingga masyarakat di lingkungan Pak Marjikun semakin mengetahui mengenai produk baklava. Masyarakat juga akhirnya mencari opsi penjual baklava lain dan menemukan Pak Marjikun. Kondisi ini memberikan gambaran bahwa pada beberapa jenis produk yang baru, kompetitor dapat membantu membangun awareness bagi produk Sahabat Wirausaha.

Meskipun begitu, pada umumnya, kompetitor tentu akan menjadi tantangan bagi bisnis Sahabat Wirausaha. Hal ini dikarenakan kompetitor dapat mengambil pasar yang sudah dimiliki oleh Sahabat Wirausaha.

Baca Juga: Cara UMKM Menetapkan Target Usaha


Menciptakan Kelebihan dibandingkan Kompetitor

Setelah mampu menganalisis kompetitor, Sahabat Wirausaha juga perlu untuk mencari kelebihan jika dibandingkan dengan kompetitor pada umumnya. Kelebihan ini dapat diidentifikasi dengan menggunakan strategi mendasar seperti segmentasi, targeting dan positioning. Strategi ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi apa yang harus dilakukan dalam memasuki pasar tertentu.

Strategi pertama yang perlu dilakukan oleh Sahabat Wirausaha untuk bisa bersaing dalam kompetisi adalah segmentasi. Segmentasi dapat dilakukan dengan mengelompokkan beberapa kelas atau segmen konsumen yang ada untuk bisa mengidentifikasi keinginan konsumen. Segmen ini bisa dibagi dengan menggunakan beberapa pembagi, seperti geografis, usia, pekerjaan, lingkungan tinggal dan seterusnya.

Baca juga: Visi dan Misi

Sebagai contoh, Sahabat Wirausaha yang memiliki usaha pernak Pernik dapat membagi kelas konsumen berdasarkan usia dan jenis kelamin. Sahabat Wirausaha dapat membaginya dengan segmen perempuan anak-anak, perempuan muda dan perempuan yang relatif sudah cukup tua. Selain itu, ada pula segmen laki-laki anak-anak, laki-laki muda dan laki laki yang relatif tua. Meskipun begitu, segmen laki-laki mungkin relatif tidak tertarik pada produk pernak pernik. Oleh karena itu, Sahabat Wirausaha dapat fokus

Dalam menyusun segmentasi pasar, terdapat beberapa karakteristik yang harus dipenuhi untuk menghasilkan segmentasi yang efektif, yaitu:

  • Terukur. Ukuran, daya beli dan profil dari segmen yang disusun harus mampu diukur.
  • Mudah diakses. Segmen pasar yang didefinisikan harus mampu diakses
  • Substansial. Pasar yang disusun harus mampu menghasilkan keuntungan.
  • Mampu didiferensiasi. Setiap segmen pasar yang ada harus mampu dibedakan satu sama lain.
  • Mudah dieksekusi. Segmen pasar yang disusun tersebut harus mampu diakses oleh program promosi.

Baca juga: Pola Struktur Organisasi bagi UMKM

Setelah menyusun segmentasi, Sahabat Wirausaha perlu menargetkan segmen yang diinginkan. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan beberapa strategi. Strategi pertama yang dapat dilakukan adalah dengan pemasaran yang tidak terdiferensiasi. Pada strategi ini, Sahabat Wirausaha tidak membedakan antara satu segmen dengan semen lainnya. Semua segmen mendapatkan strategi pemasaran yang sama.

Strategi kedua adalah dengan membedakan pemasaran bagi setiap segmen. Pada strategi ini, Sahabat Wirausaha dapat membedakan strategi bagi segmen pasar yang ada. Selain itu, ada pula strategi ketiga dimana Sahabat Wirausaha dapat fokus pada pasar tertentu yang diinginkan dan memfokuskan pemasaran pada pasar tersebut.

Dalam memilih sebuah strategi, Sahabat Wirausaha dapat berfokus pada sumber daya yang dimiliki. Apabila terdapat sumber daya yang terbatas, maka fokus pada segmen tertentu dapat menjadi solusi yang tepat bagi Sahabat Wirausaha. Namun apabila Sahabat Wirausaha memiliki produk yang bersifat universal, maka pemasaran yang tidak terdiferensiasi adalah strategi yang paling tepat.

Baca Juga: Mengenal Kepemimpinan Tranformasional

Terakhir, Sahabat Wirausaha dapat melakukan sebuah positioning dari pasar tersebut. Positioning bisa diartikan sebagai sebuah upaya untuk membedakan produk kita dengan produk kompetitor yang ada pada segmen tersebut.

Secara umum, terdapat tiga strategi yang bisa digunakan untuk membedakan produk dengan kompetitor. Strategi pertama yang dapat dilakukan adalah dengan menjadi yang terbaik dari sisi harga. Pada strategi ini, Sahabat Wirausaha harus berusaha menyediakan produk dengan harga terbaik, atau dengan kata lain termurah. Strategi kedua adalah dengan menyediakan produk yang memiliki kualitas premium.

Dengan begitu, produk yang dimiliki oleh Sahabat Wirausaha akan terlihat mencolok dari produk-produk lainnya. Terakhir, Sahabat Wirausaha juga dapat membuat produk yang berfokus untuk segmen tertentu dengan harga dan kualitas yang diinginkan oleh segmen tersebut.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.