Cara Menentukan budget marketing - Sahabat Wirausaha, kita tentu tahu bahwa pencatatan alokasi pada biaya pemasaran masih menjadi kendala terutama para pelaku bisnis UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Dikutip dari artikel Universitas Nusantara PGRI Kendiri, sejauh ini pebisnis hanya melakukan pencatatan secara manual dan tidak rutin, serta menghadapi keterbatasan informasi dalam penyusunan terutama dalam hal pemasaran. 

Tujuan dari mencatat sebagai bahan evaluasi perkembangan usahanya, penjualan yang telah terealisasi, dan strategi yang perlu dilakukan untuk pengembangan usaha dari anggaran untuk mengalokasikan dana pemasaran.

Untuk hasil lebih baik, kita bisa mengikuti cara kerja pemasar dalam membuat alokasi biaya seperti berikut ini!


Apa itu Marketing Budget?

Marketing Budget adalah alokasi dana yang disiapkan oleh sebuah pelaku usaha untuk keperluan pemasaran yang dinamis atau tidak pasti. Anggaran ini digunakan untuk merancang dan melaksanakan berbagai aktivitas pemasaran guna mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

Dengan anggaran pemasaran yang jelas, pebisnis dapat mengontrol pengeluaran, mengukur efektivitas kampanye, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Berikut adalah beberapa contoh area bisnis yang akan masuk ke dalam anggaran pemasaran meliputi marketing software, mitra pemasaran, tim pemasaran internal, desain kreatif, pekerja kontrak atau freelancer, periklanan, manajemen reputasi, layanan situs web, dan layanan branding.

Sumber: localiq

Secara pokok, anggaran pemasaran menguraikan semua uang yang akan pebisnis habiskan untuk proyek-proyek terkait pemasaran dalam jangka waktu tertentu—biasanya satu tahun.

Baca Juga: Tips Melakukan Financial Check Up, Sudah Sehatkah Keuangan Bisnismu?


Anggaran Bisnis Kecil

Sumber: Universitas Hasanudin

Jadi, berapa anggaran pemasaran rata-rata untuk bisnis kecil? Itu tergantung pada pendapatan. Menurut Kemenko 2020,  penggolongan bisnis kecil memiliki omzet pendapatan per tahun sebesar Rp300 Juta sampai Rp2.5 Miliar.

Banyak bisnis kecil bertujuan untuk menghabiskan ‘2% hingga 5%’ dari total pendapatannya untuk pemasaran. Namun, itu tergantung pada seberapa banyak pebisnis bersedia mengeluarkan biaya. 

Menurut Asosiasi Bisnis Kecil Amerika, perusahaan B2C (menjual ke konsumen) seharusnya mengeluarkan sedikit lebih banyak untuk pemasaran dibandingkan perusahaan B2B (menjual ke pebisnis lain). 

Perusahaan yang baru mulai harus menganggarkan lebih banyak untuk membangun kesadaran dan menarik pelanggan. Namun, pebisnis dapat mengurangi total pengeluaran pemasaran merek usaha setelah bisnis kita mapan.


Cara Membuat Anggaran Pemasaran dalam 6 Langkah

Sekarang setelah pebisnis memahami seberapa pentingnya anggaran, berikut adalah bagaimana kita dapat membuat operasi pemasaran yang lancar dan aliran kas yang efisien.

1. Identifikasi Sumber Pendapatan

Arus kas adalah raja, pebisnis perlu mencatat darimana uang kita berasal? Berapa banyak dan seberapa sering uang itu masuk? Untuk anggaran bisnis kecil dapat berjalan, pebisnis harus memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.

Ini berarti menghitung semua sumber pendapatan (bukan keuntungan) kita setiap bulannya. 

Jika pelaku usaha tidak tahu perbedaan antara pendapatan dan keuntungan, pendapatan adalah semua uang yang dihasilkan bisnis kita sebelum biaya. Setelah dikurangi biaya, maka kita akan memiliki keuntungan.

Sumber: wordstream

Jumlahkan pendapatan kita selama setahun dan bagi dengan 12 untuk menemukan pendapatan atau pendapatan bulanan merek usaha. 

Dengan menggunakan informasi ini, pebisnis dapat melihat bagaimana pendapatan usaha berubah dari waktu ke waktu. Ini akan membantu kita menemukan dan mengelola pola musiman dan penurunan.

Baca Juga: 7 Tips Mengelola Keuangan Bisnis ala Buku The Psychology of Money untuk Kunci Kestabilan Finansial

2. Tentukan Biaya Variabel Kita

Ketika pebisnis meninjau biaya tetap merek usaha, kita mungkin melihat biaya-biaya lain yang tidak konsisten dalam bisnis. Biaya-biaya tidak konsisten ini dikenal sebagai biaya variabel karena berubah tergantung pada bagaimana pebisnis menggunakannya. 

Mereka termasuk utilitas, biaya iklan, pengembangan profesional, persediaan, gaji kita, dan lainnya. 

Sumber: thebalancemoney

Misalnya, pebisnis mungkin meningkatkan biaya produksi untuk mendapatkan lebih banyak bahan baku agar sesuai dengan popularitas meningkat dari beberapa produk tertentu. 

Atau jika pelaku usaha baju muslim, pebisnis mungkin perlu menginvestasikan lebih banyak anggaran di musim tertentu untuk mendapatkan lebih banyak klien.

3. Alokasi Pemasaran Hybrid

Sumber: Belgian Marketing

Pergeseran dari pendekatan digital murni menjadi model hybrid menunjukkan pentingnya seimbang antara strategi online dan offline.

Saluran online menyumbang 56% dari total pengeluaran anggaran pemasaran pada tahun 2022. Saluran offline, meskipun sedikit lebih rendah dalam alokasi anggaran, menyoroti kebangkitan media tradisional dalam campuran pemasaran.

Jika pelaku usaha ingin mengambil pendekatan hybrid, alokasikan anggaran merek usaha berdasarkan evolusi perjalanan pelanggan tujuan, memperhitungkan baik saluran online maupun offline

Dan jangan lupakan fleksibilitas: sesuaikan anggaran pebisnis sesuai dengan kinerja dan hasil dari masing-masing saluran.

4. Pertimbangkan Alokasi Anggaran 

Dikutip dari Belgian Marketing, CMO lebih mempertimbangkan pada akuisisi konsumen, mempertahankan pelanggan, keterlibatan, dan membangun brand, pengenalan konsumen terhadap merek usaha, membangun ulang brand.

Sumber: Belgian Marketing

Baca Juga: Kredit Pinjol Macet Meningkat, Antisipasi dengan Cara Bijak Mengatur Keuangan

Sahabat Wirausaha dapat mencatat pengelompokan biaya dalam bentuk tabel di Microsoft Excel sehingga untuk sistem perhitungan dapat dengan otomatis, terstruktur, dan tersimpan aman dalam perangkat komputer dibandingkan sebelumnya manual.

Sumber: artikel

Dilansir dari YouTube Marketeers, pebisnis perlu mencatat seperti biaya akuisisi per pelanggan, pertumbuhan biaya per pelanggan dari bulan ke bulan, biaya untuk mempertahankan pelanggan, dan pertumbuhan biaya mempertahankan pelanggan dari bulan ke bulan.

Selanjutnya, biaya-biaya yang harus dikeluarkan walaupun tidak berkorelasi langsung dengan performa diantaranya biaya riset dan biaya subscription marketing technology tools.

Dan terakhir, biaya supporting performance seperti biaya produksi materi kreatif. Atribusi pada tabel artinya analisis untuk menentukan strategi pemasaran yang paling berkontribusi dalam meningkatkan penjualan.

Sumber: marketeers

5. Evaluasi Anggaran Pemasaran 

Sebagai seorang pemasar, kita hanya memiliki sejumlah uang untuk dihabiskan dan sejumlah jam dalam sehari. Gunakan pertanyaan ini sebagai pernyataan yang digunakan untuk membuat evaluasi anggaran pemasaran:

  • Berapa banyak kunjungan situs promosi merek usaha dalam satu bulan?
  • Berapa banyak prospek yang berhasil merek usaha dapatkan melalui situs tersebut?
  • Berapa banyak prospek yang dikonversi menjadi peluang?
  • Berapa banyak prospek yang dikonversi menjadi penjualan?

Pebisnis gunakan rumus-rumus ini juga untuk mengukur efisiensi (KPI) pebisnis berdasarkan saluran:

  • Cost Per Lead (CPL) = Pengeluaran pemasaran per saluran ÷ Jumlah lead baru yang dihasilkan oleh saluran.
  • Cost Per Opportunity = Pengeluaran pemasaran per saluran ÷ Jumlah peluang baru yang dihasilkan oleh saluran.
  • Customer Acquisition Cost (CAC) = Pengeluaran pemasaran per saluran ÷ Jumlah pelanggan baru yang dihasilkan oleh saluran.

Sahabat Wirausaha perlu tahu bahwa ‘konsumen yang berkunjung belum tentu langsung melakukan pembelian’, jadi pebisnis perlu hitung dari seluruh saluran yang kita gunakan apakah memenuhi ekspektasi.

Misalnya, kita menggunakan website, email marketing, influencer, dan promosi offline. Kita perlu melihat saluran mana yang paling efektif bisa paling mendatangkan konsumen (konversi) untuk merek usaha.

Baca Juga: Strategi Berkelanjutan Dalam Proses Keuangan

6. Posisikan Pemasaran sebagai Investasi

Sumber: befoundonline

Pemasaran adalah investasi yang dapat memberikan nilai jangka panjang bagi bisnis. Strategi pemasaran yang dilaksanakan dengan baik dapat menciptakan kehadiran merek yang kuat, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan menetapkan keunggulan kompetitif di pasar. 

Manfaat-manfaat ini dapat berujung pada pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang berkelanjutan dari waktu ke waktu. 

Menurut sebuah studi oleh McKinsey, perusahaan yang mempertahankan pengeluaran pemasaran mereka selama penurunan ekonomi cenderung tampil lebih baik dalam jangka panjang dibandingkan dengan mereka yang memotong anggaran pemasaran mereka.

Hal ini menunjukkan pentingnya melihat pemasaran sebagai investasi jangka panjang yang dapat berkontribusi pada keseluruhan kesuksesan dan keberlanjutan perusahaan.

ROI (Return on Investment) Marketing adalah konsep yang mengukur efektivitas dari investasi yang digunakan dalam kegiatan pemasaran suatu bisnis. 

Sumber: revou

Dengan memahami ROMI, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam alokasi sumber daya pemasaran mereka dan merencanakan strategi pemasaran yang lebih efisien untuk mencapai tujuan bisnis mereka.

Untuk bisa menghitung marketing budget dengan lebih akurat, kita butuh data performa di masa lalu untuk dijadikan sebagai titik awal menentukan asumsi.

Selain itu, penting juga untuk melakukan analisis pasar yang cermat dan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi strategi pemasaran. 

Dengan demikian, kita dapat membuat perkiraan yang lebih realistis dan efektif dalam alokasi anggaran pemasaran.

***

Jika pelaku UMKM tidak mencatat, bagaimana kita bisa mengetahui apakah yang kita lakukan benar atau salah? Ayo optimalkan potensi bisnis kita melalui pengelolaan marketing budget yang sistematis dan terukur!

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM. 

Referensi:

  1. http://repository.unj.ac.id/15395/
  2. https://www.marketing.be/inspire-content/fr/7-essential-insights-to-help-you-determine-your-marketing-budget-for-2024
  3. https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/PPM/article/download/18767/3221/
  4. https://localiq.com/blog/marketing-budget/
  5. https://mailchimp.com/resources/marketing-budget-for-small-business/
  6. https://www.youtube.com/watch?v=Shedz3I_h8w
  7. https://www.smartbugmedia.com/blog/marketing-budget-kpis
  8. https://befoundonline.com/blog/the-power-of-marketing-why-its-an-investment-not-an-expense#:~:text=Marketing%20is%20an%20investment%20that,growth%20and%20profitability%20over%20time