Halo Sahabat Wirausaha,
Setiap Ramadan, grafik penjualan UMKM melonjak. Permintaan meningkat, transaksi lebih cepat terjadi, dan arus kas terasa lebih hidup dibanding bulan-bulan biasa. Tidak sedikit pelaku usaha yang merasa usahanya “naik level” karena lonjakan tersebut.
Namun pertanyaannya sederhana: apa yang terjadi setelah Lebaran?
Bagi sebagian UMKM, permintaan turun drastis. Produksi kembali normal, bahkan melambat. Stok tersisa menumpuk. Arus kas kembali ketat. Euforia Ramadan ternyata hanya bersifat sementara. Ramai saat Ramadan memang nyata. Tetapi agar bisnis tetap berkelanjutan, UMKM membutuhkan strategi yang lebih dari sekadar memanfaatkan momentum musiman.
Berikut beberapa langkah yang bisa menjadi pijakan agar Ramadan tidak berhenti sebagai lonjakan sesaat, melainkan menjadi titik penguatan sistem bisnis.
1. Ubah Mindset: Ramadan Bukan Puncak, Tapi Uji Mode...