Halo, Sahabat Wirausaha!
Pada akhir Februari 2026, sebuah keputusan militer di Timur Tengah mengubah lanskap perdagangan global dalam hitungan hari. Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan udara dari Amerika Serikat dan Israel. Bagi banyak orang, ini terdengar seperti berita geopolitik yang jauh. Tapi bagi pelaku UMKM di sektor makanan dan minuman, plastik kemasan, atau tahu dan tempe, dampaknya justru mendarat langsung di meja produksi mereka.
Peristiwa ini adalah pengingat yang sangat keras: rantai pasok bukan hanya urusan logistik. Dalam kondisi tertentu, ia bisa menjadi instrumen kekuasaan yang digunakan untuk menekan ekonomi negara lain. Dan UMKM, yang sering kali bergantung pada satu jenis bahan baku dari satu kawasan, berada di garis depan kerentanan itu.
Skala Gangguan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran tersempit yang me...