UKM Indonesia

​Membedah Pameran Domestik Untuk Fashion



Jika kita berbicara tentang fashion, Sahabat Wirausaha mungkin sudah tahu bahwa fashion saat ini bukan hanya menjadi kebutuhan primer saja, namun fashion kini juga sudah menjadi kebutuhan artistik. Maka tidak heran jika hal ini mendorong pertumbuhan industri fashion tumbuh lebih pesat, khususnya di Indonesia. Tentunya ini menjadi peluang besar khususnya bagi pelaku usaha di bidang ini untuk memasarkan produk dan mendulang keuntungan. Salah satunya nih, bisa melalui pameran, baik domestik maupun internasional. Nah, berkaitan dengan hal itu, kali ini, UKM Indonesia akan membedah pameran domestik untuk produk fashion di Indonesia. Sahabat Wirausaha penasaran bukan? Bagaimana sih peluang fashion di pameran domestik itu? Oke, langsung saja deh kita simak ulasannya berikut ini, ya!


Kontribusi Fashion Indonesia Terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)

Belakangan ini, fashion di Indonesia menjadi salah satu industri yang menguntungkan, hal ini dapat dilihat dengan banyaknya brand atau merk yang bermunculan. Tentunya ini berkat kreativitas dan inovasi dari pelaku ekonomi kreatif, karya fashion Indonesia saat ini memiliki kualitas yang mulai bersaing dengan standar internasional serta memiliki keragaman ide, desain, bahan material, hingga kekhasan (local wisdom) yang diusung oleh produk itu sendiri.

Baca Juga: Peluang Pasar: Produk Aksesoris Wanita

Pertumbuhan industri fashion yang menjadi salah satu sub sektor ekonomi kreatif juga terus meningkat selama beberapa tahun belakangan. Selain memacu penetrasi di pasar domestik, tak sedikit dari mereka yang mengincar peluang ekspor ke mancanegara.

Melansir dari laman Katadata, kita bisa melihat grafik di bawah ini, pertumbuhan industri pakaian jadi dan tekstil sejak tahun 2010 hingga 2021.

Bisa kita lihat bahwa tahun 2019 adalah tahun dengan persentase tertinggi untuk pertumbuhan PDB industri pakaian jadi dan tekstil. Sedangkan menurut publikasi Kemenparekraf, sebelum masa pandemi, tepatnya pada tahun 2019, sub sektor ekonomi kreatif menyumbang setidaknya Rp 1.153,4 triliun PDB atau 7,3% terhadap total PDB Nasional. Dalam hal ini, industri fashion menjadi sub sektor kedua setelah kuliner yang mampu berkontribusi hingga 17,26% atau senilai Rp 115 triliun.

Baca Juga: Tips Memilih Bahan Baku dan Pemasok untuk Mendukung Produktivitas Bisnis

Sumber gambar : kemenparekraf.go.id

Berbeda di tahun 2019. Dampak pandemi Covid-19 dapat dirasakan dari menurunnya daya beli masyarakat yang akhirnya membuat penjualan fashion menurun secara signifikan. Menurut data Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), kisaran harga produk yang masih dapat dijual adalah maksimum Rp. 1.000.000,- untuk menengah ke- bawah, dan Rp. 1.000.000,- s/d Rp. 4.000.000,- untuk menengah ke atas. Data Snapcart Indonesia juga menunjukkan, angka penjualan produk fashion nasional turun drastis di 4 bulan pertama tahun 2020. Nilainya sangat jauh di bawah angka yang didapat di triwulan IV tahun 2019.

Meskipun begitu, pandemi memang menjadi tantangan namun sekaligus pemicu bagi pelaku industri kreatif untuk berbenah dan tetap kreatif menghasilkan karya yang unggul untuk memenuhi standar nasional dan internasional. Hal ini dapat kita lihat dari grafik pertumbuhan PDB pada 2021 yang tumbuh sebesar 4%.

Baca Juga: Tips Membuat Foto Konten yang Menarik untuk Produk Fashion


Perkembangan Trend Fashion Indonesia

Meskipun fashion Indonesia dan dunia sempat diterpa badai pandemi. Namun secara umum, fashion tetap menjadi sub sektor ekonomi kreatif yang terus mengalami kemajuan dan pertumbuhan, salah satunya jika kita berbicara dari segi mode. Pada perkembangan tren fashion ini, kita bisa melihat bahwa pada awal perkembangannya, tren fashion di Indonesia cenderung meniru gaya barat, baik itu dalam penggunaan bahan maupun desain. Pada saat itu, khususnya anak muda Indonesia, lebih nyaman dengan pakaian yang lebih simpel dan terkesan santai untuk aktivitas sehari-hari seperti kuliah atau bermain seperti fashion barat.

Perkembangan tren fashion sebenarnya tidak terlepas dari beberapa faktor seperti dunia entertainment, media massa, internet hingga dunia bisnis. Dan pada akhirnya, berkembanglah tren fashion baru, yaitu fast fashion. Mungkin Sahabat Wirausaha sudah tidak asing lagi dengan konsep fast fashion yang merupakan pakaian siap pakai atau ready to wear. Kita juga tahu bahwa konsep fast fashion memiliki ciri pergantian mode yang begitu cepat dengan tidak mementingkan kualitas. Banyak industri fashion yang mengadopsi konsep ini dengan alasan biaya produksi bisa lebih rendah.

Perkembangan tren fashion di Indonesia juga tidak terlepas dari isu lingkungan. Kita tahu bahwa industri fashion adalah salah satu industri yang berkontribusi besar dalam mencemarkan lingkungan, mulai dari proses produksi hingga sampah dari produk jadi. Setidaknya industri ini menyumbang sebesar 10% dari total emisi karbon global.

Baca Juga: 8 Jenis Promosi Paling Mantap Bagi Bisnis Fashion

Rusaknya lingkungan membuat publik mendorong industri fashion untuk menerapkan konsep ramah lingkungan dalam aktivitas produksi, yaitu ethical fashion. Ethical fashion sendiri merupakan pendekatan desain dan dan pembuatan pakaian bermanfaat bagi masyarakat dan sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan.

Desakan dari publik atas pencemaran lingkungan terhadap industri tekstil dan pakaian akhirnya membawa tren fashion ke arah yang lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya desainer, perusahaan dan brand-brand yang mulai menggaungkan konsep pakaian ramah lingkungan atau yang biasa dikenal dengan sustainable fashion atau green fashion.

Menurut laporan South East Asia Fashion Sustainability 2021, kawasan Asia Tenggara memiliki potensi yang sangat besar untuk memimpin perubahan masa depan industri fashion yang lebih memperhatikan aspek lingkungan serta sosial.

Di Indonesia sendiri, kesadaran publik akan sustainable fashion semakin bertumbuh, hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya generasi muda yang semakin peduli akan pentingnya menjaga lingkungan dan berusaha melakukan green buying.

Pakaian ramah lingkungan bisa menjadi produk unggulan Indonesia, karena sebenarnya nilai ekonominya bisa lebih tinggi dari pakaian non-ramah lingkungan. Kenapa? Pakaian ramah lingkungan dianggap memiliki unsur eksklusif, yang mana bagi orang yang kini mulai sadar akan isu lingkungan tentunya akan lebih menghargai green fashion karena ikut berkontribusi dalam mendukung pelestarian lingkungan. Maka, peluang green fashion ini juga sangat besar, terutama bagi para desainer dan pelaku usaha yang ingin menggeluti konsep pakaian ramah lingkungan.

Baca Juga: Peluang Pasar: Produk Fashion Muslim


Pameran Produk Fashion Indonesia di Pasar Domestik

Dengan banyaknya brand yang bermunculan, fashion Indonesia saat ini semakin kompetitif, namun masih memiliki peluang pasar yang sangat besar. Tentunya ini tidak terlepas dari inovasi dan kreativitas para pelaku ekonomi kreatif.

Mengutip dari laman Katadata, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata mencatat ada sekitar seratus festival atau karnaval yang digelar dengan menggandeng pelaku industri kreatif pada 2019. Acara ini tidak hanya mengangkat pamor industri kreatif di kalangan khalayak lokal, tetapi juga mancanegara. Selain memacu industri pariwisata, perhelatan yang digelar juga diharapkan dapat memiliki jejaring untuk mendatangkan pembeli atau investor potensial dari luar negeri.

Nah, berbicara mengenai pameran, ada banyak pameran fashion yang kerap diadakan di Indonesia, diantaranya seperti :

1. Indonesia Modest Fashion Week (IMFW)

Ada banyak event, pagelaran atau pameran produk fashion Indonesia di pasar domestik. Bahkan ada yang sudah mendunia. Misalnya saja Indonesia Modest Fashion Week. Event ini lebih dikhususkan untuk produk busana muslim. Nah, event ini sendiri diadakan sebagai bentuk apresiasi terhadap kemajuan dan perkembangan busana muslim beberapa tahun belakangan ini, baik di Indonesia maupun negara-negara lain. Hal tersebut mendorong organisasi Indonesia Modest Fashion Designers (IMFD) bersama dengan Kementerian Pariwisata untuk kemudian membuat pagelaran busana muslim yang menghadirkan tak hanya desainer-desainer lokal, namun juga beberapa desainer luar negeri seperti dari Australia, Korea, Malaysia, dan Timur Tengah.

Baca Juga: Peluang Pasar: Fashion Batik

Event ini juga ditujukan untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat modest fashion beberapa tahun mendatang. Dalam sekali pagelaran, IMFW ini dapat menghadirkan lebih dari 60 desainer dan 150 stand ritel pakaian busana muslim, aksesoris, dan kosmetik. Dahulu, acara ini dinamakan Indonesia Islamic Fashion and Product sebelum kemudian berganti nama menjadi Indonesia Modest Fashion Week. Nah, beberapa desainer Indonesia ternama yang memamerkan karya mereka dalam acara ini diantaranya adalah Dian Pelangi, Ida Royani, dan Savitri Ella Brizady.

2. Jakarta Fashion Hub (JFH)

Selain IMFW, ada juga Jakarta Fashion Hub (JFH) yang belum lama diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pada tahun 2021 lalu. JFH ini bertempat di pusat Jakarta, tepatnya di Jalan Teluk Betung Nomor 33. Nah menariknya, JFH ini menawarkan tempat untuk merancang konsep, mendesain produk fashion. Selain itu, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia seperti area workshop, co-working space, studio foto serta kain siap beli.

JFH juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong pengembangan material tekstil berbasis serat rayon asli Indonesia. Potensi kerjasama ini tentunya akan memberikan manfaat kepada masing-masing pihak, baik dalam penyediaan kain rayon, ketersediaan ruang kreatif, dan aktivitas promosi. Kini, JFH telah memiliki lebih dari 3.500 anggota aktif dan telah berkolaborasi dengan sedikitnya 50 brand/fashion designer dalam negeri dan menyelenggarakan fashion show, virtual shopping serta webinar seputar fashion dan fashion berkelanjutan.

Baca Juga: Kanagoods: Melangkah Dengan Produk Fashion Berkelanjutan

3. JakCloth Festival

Selain itu, masih di daerah Jakarta. Sahabat Wirausaha yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya mungkin sudah tidak asing lagi dengan event yang satu ini, yaitu JakCloth atau Jakarta Clothing Festival. Pameran produk clothing line ini memadukan konser musik dengan sale produk fashion. Sama seperti Indonesia Fashion Week dan Jember Fashion Carnival, JakCloth diselenggarakan tiap tahun sejak tahun 2008. Pendirinya adalah Ucok Nasution, laki-laki yang dahulu berkarir sebagai event planner. Dalam sekali perhelatan, terdapat puluhan hingga ratusan brand lokal yang berpartisipasi di JakCloth ini. Dalam event ini, biasanya akan ada diskon besar-besaran untuk berbagai produk fashion mereka, mulai dari baju, celana, topi, hingga sepatu. Bahkan, banyak brand yang membuat koleksi baru khusus untuk dijual di JakCloth dengan harga terjangkau.

Semakin lama, JakCloth tidak hanya diadakan sekali dalam setahun, namun bisa sampai tiga kali: JakCloth Summer Fest, JakCloth Lebaran Sale, dan JakCloth Year End Sale. Selain pameran dan diskon pakaian, JakCloth juga selalu dilengkapi dengan penampilan musik dari puluhan musisi-musisi indie, lokal, maupun internasional. Beberapa artis mancanegara yang pernah manggung di JakCloth diantaranya adalah Secondhand Serenade dan Yellow Card. JakCloth ini sangat populer di kalangan anak muda Indonesia karena tiket masuknya yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp 25.000 saja.

4. Jakarta International Expo (JIExpo)

JIExpo merupakan salah satu venue pameran terbesar di Indonesia. JIExpo dibuka pada tahun 1992 yang diprakarsai oleh grup Central Cipta Murdaya (CCM). JIExpo ini dimiliki oleh PT Jakarta International Expo, dengan kepemilikan sebanyak 86,88% dimiliki CCM dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebanyak 13,12%.

Baca Juga: Langkah-langkah Persiapan Memulai Ekspor

JIExpo memiliki 5 balai dengan kapasitas 5.000 hingga 12.000 tempat duduk. Tempat ini telah menyelenggarakan berbagai macam pameran, konser, dan event spesial lainnya baik tingkat nasional maupun internasional.

Misalnya saja, Krista Exhibitions yang merupakan salah satu pihak penyelenggara pameran, belum lama ini menggelar pameran bertaraf internasional di bidang sepatu, kulit dan fashion yakni Indo Leather & Footwear Expo 2022. Pameran ini telah digelar pada tanggal 25 – 27 Agustus 2022 lalu di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Tentunya ada banyak pameran fashion yang pernah dan akan digelar di JIEXpo ini.

Nah, Sahabat Wirausaha, pameran fashion yang telah disebutkan di atas mungkin hanya beberapa pameran saja yang diadakan di Jakarta. Masih ada banyak pameran fashion domestik yang kerap digelar. Namun, keterbatasan untuk menuliskan semua event, membuat kami hanya bisa menyebutkan beberapa pameran saja. Namun, Sahabat Wirausaha bisa mencari informasi jadwal pameran atau event fashion lainnya di laman Jadwalevent.web.id. Sahabat bisa menemukan banyak jadwal event pameran dari berbagai daerah sepanjang tahun 2022 ataupun untuk tahun depan.

Baca Juga: Mempersiapkan Kemasan (Packaging) untuk Memenuhi Standar Ekspor


Geliat Industri Fashion Indonesia di Era Digital

Perkembangan tren fashion tidak terlepas dari inovasi dan produktivitas para desainer dan peristiwa pada masa perkembangan fashion. Begitu pula dengan perkembangan tren fashion di Indonesia.

Warisan budaya nasional menjadi sumber gagasan para pelaku usaha kreatif. Inspirasi yang diperoleh tersebut yang kemudian dituangkan ke dalam berbagai produk, seperti fashion. Bahkan dengan Kreativitas dan semangat mengusung kearifan lokal ini, membuat produk fashion lokal kini semakin mendapat apresiasi dari banyak kalangan.

Sehingga pemerintah melalui Kemenparekraf berupaya mengeluarkan kebijakan untuk mendorong penggunaan fashion karya desainer dalam negeri, melancarkan ketersediaan bahan baku, dan promosi produk-produk fashion dalam negeri di pasar domestik maupun global, serta mensosialisasikan semangat yang tertuang dalam jargon Bangga Buatan Indonesia.

Nah, berbicara mengenai era digital, masyarakat Indonesia`kini semakin gencar menggunakan internet. Melansir laman CNBC Indonesia, menurut data dari APJII, pengguna internet di Indonesia tahun 2022 mencapai 210 juta. Hal ini yang menyebabkan pelaku usaha banyak yang mulai melek dengan dunia digital. Menurut laman Katadata, sebanyak 64% pengguna digital memanfaatkan internet untuk melakukan pemasaran.

Baca Juga: Membedah Pameran Internasional dari Pemerintah Indonesia

Keadaan pandemi yang terjadi juga menjadi pendorong bagi para pelaku usaha untuk memutar otak dan mulai memanfaatkan bisnis online. Melansir dari laman uii.ac.id, pada periode Januari-Maret 2020 saat awal pandemi, seorang pelaku usaha dapat mengalami penurunan penjualan produk fashion hingga 34 persen. Hal ini karena selama pandemi tidak ada pameran, yang mana pameran tersebutlah yang menjadi lading cukup menguntungkan untuk berjualan.

Namun kemunculan e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan lain sebagainya sangat mendorong pelaku usaha yang semakin banyak menggeluti bisnis online, terutama ketika pandemi. Menurut publikasi Kominfo, pada tahun 2019, pertumbuhan nilai perdagangan elektronik (e-commerce) di Indonesia mencapai 78%, dan ini adalah yang tertinggi di dunia setelah Meksiko yang berhasil tumbuh sebesar 59%. Sampai dengan 2021, Indonesia pun masih menduduki peringkat pertama di dunia untuk penggunaan e-commerce ini, dilansir dari Katadata.

Sumber gambar :Katadata.com

Pertumbuhan e-commerce ini menunjukkan bahwa bisnis online memiliki peluang nilai ekonomi yang bagus, sehingga ini sangat bagus juga untuk dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha UMKM yang bergerak di bidang fashion.

Baca Juga: Pendampingan Standar Mutu Untuk Meningkatkan Kontribusi Ekspor UMKM

Seiring dengan hal itu, pemerintah dan pihak terkait lainnya pun juga terus mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang baik tersebut, dan salah satu caranya dengan membantu pemerintah daerah meluncurkan program "UMKM Go Online" atau seperti UKM Indonesia yang juga terus mendorong program “UMKM Go Digital”.


Kesimpulan

Peluang pasar ekonomi kreatif seperti fashion begitu terbuka di Indonesia, terutama dengan memanfaatkan peluang pameran dan event-event, baik domestik maupun internasional. Dengan adanya era digital juga diharapkan menjadi kekuatan baru untuk meningkatkan kemajuan usaha, misalnya ketika mengikuti kegiatan pameran dan event lainnya bisa menjadi sarana untuk menginformasikan kepada khalayak umum terkait kegiatan dan juga menjadi wadah untuk bisnis online.

Nah, itu tadi pembahasan terkait pameran domestik untuk fashion. Yuk, saatnya UKM kembali bangkit dengan secara aktif mengikuti pameran dan event lainnya untuk mendukung kemajuan usaha. UMKM Pasti Naik Kelas! Semangat!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini.

Sukai postingan ini:
KOMENTAR
Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: