Kembangkan Bisnis dengan Iklan yang Mengarah ke WhatsApp dan Pesan Berbayar – Saat ini, WhatsApp Business telah menjadi salah satu aplikasi yang sering digunakan untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Diunduh oleh 200 juta pengguna di seluruh dunia, WhatsApp Business juga selalu mengembangkan berbagai fitur untuk menunjang kegiatan bisnis, seperti iklan yang mengarah ke WhatsApp dan pesan berbayar.

Selain itu, kedua fitur tadi juga berguna untuk meningkatkan keterlibatan dan interaksi dengan pelanggan. Kira-kira, bagaimana ya cara mengoptimalkan kedua fitur tersebut untuk mengembangkan usaha kita? Nah, dalam artikel ini kita akan membahas cara mengembangkan iklan yang mengarah ke WhatsApp Business, serta pesan berbayar untuk meningkatkan penjualan. Yuk lanjut!


Sekilas tentang Penggunaan WhatsApp Business di Indonesia

Secara garis besar, WhatsApp Business dapat membantu kita untuk menjangkau pelanggan dalam skala besar, mendukung optimasi bisnis, serta mendorong pengiriman pesan dalam jumlah besar dan terukur. Maka, optimalkan peluang ini dengan cara perluas target audiens kita dan perbanyak percakapan untuk meningkatkan engagement. Caranya bisa dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) fitur WhatsApp Business berikut ini, yaitu:

  • Iklan yang Mengarahkan ke WhatsApp Business
  • Menyiapkan Profil Bisnis yang Menarik: Pertama-tama, pastikan profil WhatsApp Business kita lengkap dengan informasi yang akurat dan menarik. Hal ini mencakup foto profil, deskripsi bisnis, alamat, dan jam operasional. Profil yang baik akan membuat pelanggan merasa lebih percaya dan nyaman untuk berinteraksi dengan bisnis kita.
  • Menggunakan “Status” untuk Iklan Singkat: Kemudian, kita dapat menggunakan fitur "Status" di WhatsApp Business untuk berbagi iklan singkat, seperti promosi produk atau layanan tertentu. Pastikan konten status kita juga menarik dan relevan dengan audiens kita, ya! Misalnya konten seputar fakta tentang bahan baku (singkong) yang memiliki kandungan karbohidrat.
  • Menggunakan Greeting Messages dan Quick Replies: WhatsApp Business memungkinkan kita untuk mengatur pesan selamat datang (greeting messages) dan balasan otomatis (quick replies). Kedua pesan Ini dapat digunakan untuk memberi pelanggan informasi awal tentang bisnis kita dan memberikan layanan pelanggan yang lebih baik.
  • Mengatur Preferensi Iklan/Ads: Karena biaya yang dikeluarkan sangat dinamis, maka sebaiknya tentukan lokasi dan preferensi pelanggan yang ditargetkan di lokasi tersebut (misal remaja, anak-anak, dan sebagainya). Selain itu, iklan ini juga perlu dilakukan secara kontinyu/berkelanjutan karena sifatnya yang dinamis tadi.

Baca Juga: 5 Tips Jitu Melakukan Promosi Melalui WhatsApp Business

Adapun produk yang diiklankan juga tidak selamanya menarik perhatian pelanggan, oleh karena itu diperlukan konten yang menarik dalam pembuatan iklan yang mengarah ke WhatsApp tersebut. Penempatannya pun bisa dilakukan di platform Meta lainnya (Facebook Feed, Facebook Marketplace, Instagram Feed, dan Instagram Story)

  • Melakukan Analisis dan Kinerja Terhadap Iklan: Setelah menaikkan konten iklan yang mengarahkan ke WhatsApp Business, gunakan tools atau alat analytics yang berguna untuk memahami sejauh mana iklan kita efektif. Jadi, gunakan data ini untuk menyesuaikan strategi kita selanjutnya untuk mengoptimalkan iklan yang akan dibuat berikutnya.
  • Pesan Berbayar WhatsApp Business:
  • Menyesuaikan dengan Segmentasi Pelanggan: Gunakan fitur segmentasi dalam WhatsApp Business untuk mengirim pesan berbayar ke kelompok pelanggan yang sesuai dengan tujuan Kita. Hal ini diperlukan untuk memastikan pesan kita bisa sampai kepada segmen yang benar-benar tertarik.
  • Perhatikan pada Waktu Pengiriman: Waktu pengiriman pesan berbayar juga sangat penting. Jadi, pelajari perilaku atau kebiasaan pelanggan kita (misal jam-jam di mana mereka aktif) dan kirim pesan berbayar saat mereka online agar pesan tersebut cenderung akan dibaca.
  • Pilih Gaya Pesan yang Sesuai: Pesan berbayar dapat berupa teks, gambar, atau video. Pilih format yang paling sesuai dengan pesan dan audiens kita seperti contoh berikut ini:

Contoh Pesan Berbayar di WhatsApp Business untuk Layanan Pelanggan (Sumber: WhatsApp)

Setelah memahami kedua fitur tadi, selanjutnya kita bisa mempelajari contoh implementasinya pada 2 (dua) bisnis berikut, yaitu Haluan Bali dan Ladang Lima. Berikut pembahasannya:

1. Contoh Bisnis: Haluan Bali

Gambar: Bisnis Haluan Bali (WhatsApp Business Summit 2023: SMB Track)

Haluan Bali adalah bisnis di bidang kreatif dengan misi untuk memberdayakan wanita melalui desain yang ditawarkan. Nilai tambah dari bisnis ini adalah semua proses pembuatannya dilakukan oleh wanita. Selain itu, produk dari Haluan Bali juga memiliki proses inovasi pola desain yang unik dan memiliki arti khusus untuk Indonesia. Semua produknya diprint secara digital dengan materi dan peralatan ramah lingkungan. Keunikan lainnya, produk baju yang ditawarkan oleh Haluan Bali memanfaatkan teknologi AR agar sesuai dengan preferensi dan karakter dari target pelanggan.

Baca Juga: ​WhatsApp MSME Summit 2023: Menuju UMKM Siap Digital dan Berkolaborasi

Content strategy: Dalam pemanfaatannya, Haluan Bali mengiklankan produknya dengan platform yang efektif untuk menjangkau pembeli, yaitu Meta Ads sejak 2022. Selain itu, Haluan Bali juga menggunakan WhatsApp untuk segmen konsumen untuk broadcast order, Business catalog, dan balas cepat/quick replies.

Results: Dari pemanfaatan di atas, Haluan Bali mendapati 60% total produknya terjual lewat WhatsApp jika dibandingkan dengan kanal lain, karena penjualannya menjadi nomor 1 di WhatsApp, dengan total 1737 jumlah pelanggan di grup WhatsApp yang telah dibuat. Wah keren banget ya, Sahabat Wirausaha!

2. Contoh Bisnis: Ladang Lima

Gambar: Bisnis Ladang Lima (WhatsApp Business Summit 2023: SMB Track)

Selanjutnya, bisnis yang juga memanfaatkan WhatsApp Business untuk bisnisnya adalah Ladang Lima. Namanya diambil dari beberapa filosofi, yaitu ladang adalah tempat di mana singkong tumbuh, sedangkan lima adalah 5 manfaat kesehatan yang ditawarkan. 

Produk Ladang Lima dibuat dari singkong tanpa bahan pengawet, yang berupa tepung singkong dan produk olahannya. Selain itu, produk Ladang Lima juga bebas gluten sehingga aman bagi kesehatan.

Content strategy: Pada praktiknya, Ladang Lima mengimplementasikan strategi “marketing full funnel”, yaitu:

  • Menambah jangkauan lewat media sosial;
  • Menambah database pelanggan; dan
  • Aktivasi WhatsApp untuk konversi penjualan

Results: Selain strategi tadi, Ladang Lima juga mengadopsi skema dengan metode reseller. Hasilnya, melalui WhatsApp, Ladang Lima bisa menambah dan mengoptimalkan jaringan resellernya di seluruh Indonesia. Adapun datanya adalah sebagai berikut:

  • Memperoleh 10% konversi dari iklan media sosial dan 25% akuisisi reseller lewat CTWA (Call-to-WhatsApp)
  • Meningkatkan traffic ke WhatsApp hingga 400%
  • Memiliki 10 komunitas dengan lebih dari 200 member per komunitas di WhatsApp.

Nah Sahabat Wirausaha, dari pembahasan di atas ternyata iklan yang mengarah ke WhatsApp Business dan pesan berbayar dapat memberikan manfaat besar bagi bisnis. Dengan pendekatan yang cerdas dan berfokus pada kualitas, kita dapat membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dan meraih kesuksesan yang lebih besar untuk perkembangan bisnis. 

Jangan lupa, dalam menggunakan iklan dan pesan berbayar tadi pastikan agar kita tetap mematuhi kebijakan WhatsApp Business dan melindungi privasi pelanggan. Hindari mengirim pesan spam atau melanggar peraturan privasi yang telah ditetapkan, agar citra atau reputasi bisnis bisa tetap terjaga. Semoga fitur-fitur di atas juga bisa dicoba oleh Sahabat Wirausaha, ya. Supaya usaha kita bisa semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak target pelanggan. Sukses selalu!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan bagikan atau share kepada teman dekat atau kerabat Anda. Jangan lupa juga untuk like dan berikan komentar pada artikel ini ya, Sahabat Wirausaha.