UKM Indonesia

​Tender Offer


Jika sahabat wirausaha memilih untuk melakukan diversifikasi aset bisnis ke dalam instrumen investasi seperti saham, maka kita harus terlebih dahulu memahami istilah-istilah dalam dunia saham supaya investasi kita menguntungkan, seperti istilah tender offer atau penawaran tender. Simak penjelasan berikut ini untuk memudahkan investasi saham!


Definisi

Tender offer merupakan peristiwa penawaran untuk membeli sebagian atau seluruh saham pemegang saham dalam suatu perusahaan. Umumnya, tender offer terjadi adanya akuisisi atas suatu perusahaan, atau menjadi langkah perusahaan untuk tetap bertahan ketika terjadi masalah internal dalam perusahaan.

Baca Juga: Saham

Perusahaan yang mengakuisisi akan mengundang para pemegang saham secara publik untuk menjual saham mereka dengan harga saham yang ditawarkan lebih tinggi dari harga pasar dan dipengaruhi oleh jumlah minimum atau maksimum saham yang dijual, dalam jangka waktu tertentu.


Jenis Tender Offer

1. Penawaran pembelian wajib

Merupakan penawaran yang dilakukan saat ingin melakukan akuisisi atau mengambil alih perusahaan, sehingga investor wajib membeli semua sisa saham dan menjadi pengendali baru di perusahaan yang diakuisisi tersebut.

Baca Juga: Cara Menghitung Nilai Perusahaan Untuk Negosiasi Penanaman Modal Ekuitas/Saham

2. Penawaran pembelian secara sukarela (voluntary tender offer)

Merupakan penawaran yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh efek bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh perusahaan target, dengan cara pembelian atau pertukaran dengan efek lainnya melalui media massa.


Studi Kasus Tender Offer

Pada Desember 2018, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) mengajukan tawaran pembelian secara sukarela (voluntary tender offer) atas saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) kepada pemegang saham publik.

SRTG akan menambah kepemilikan sahamnya di MPMX dengan menawarkan tender sukarela saham MPMX sebanyak 446,29 juta lembar seharga Rp950,-/saham yang mewakili 10% dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan.

Harga beli yang ditawarkan oleh SRTG saat itu merupakan harga yang lebih tinggi 18,01% dari harga penutupan terakhir dan 7,53% di atas rata-rata harga perdagangan 90 hari terakhir. Setelah transaksi ini, SRTG memiliki total kepemilikan 58,62% di MPMX dan menjadikan SRTG sebagai pemegang saham pengendali MPMX.

Baca Juga: Ragam Skema Jual Beli Saham Perusahaan yang UKM Perlu Tahu


Kelebihan Tender Offer

  1. Investor tidak diwajibkan untuk membeli saham sampai jumlah tertentu yang ditawarkan, sehingga mengeliminasi kemungkinan pengeluaran uang muka yang besar.
  2. Setiap transaksi yang dilakukan dan menghasilkan keuntungan untuk perusahaan akan diketahui secara transparan oleh pihak yang mengakuisisi.
  3. Kesempatan untuk menguasai perusahaan sasaran dalam jangka waktu yang akan ditentukan oleh pihak yang mengakuisisi jika usulan tender offer disetujui.
  4. Menghasilkan investasi dengan jumlah besar bagi pihak yang mengakuisisi.

Kekurangan Tender Offer

  1. Harga penawaran yang akan dibeli oleh pihak yang mengakuisisi akan lebih besar jumlahnya.
  2. Jumlah pemegang saham yang kurang dari persyaratan publik, maka pihak yang mengakuisisi harus membeli seluruh efek saham yang ditawarkan.
  3. Butuh banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk pengambilalihan dan memakan waktu lama.

Baca Juga: UMKM Bermitra dengan Investor?

Nah, itu dia pengertian, contoh kasus, kelebihan, dan kekurangan dari salah satu istilah investasi, yaitu tender offer. Semoga tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan tender offer di masa depan ya, Sahabat Wirausaha!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

  1. Tender Offer Definition (investopedia.com)
  2. Memahami Istilah Tender Offer bagi Para Investor - Ajaib
  3. Perusahaan milik Sandiaga dan Edwin Soeryadjaya tender offer (alinea.id)
Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: