Dalam bisnis, kita selalu berhubungan dengan banyak orang yang memiliki berbagai kepentingan. Orang tersebut mungkin ada yang menjadi investor, supplier, hingga pelanggan Anda. Untuk menjamin hak dan kewajiban antara satu dengan yang lainnya maka dibutuhkan sebuah perjanjian.
Baca Juga: Tempa Hubungan Baik Dengan Mitra Bisnis Lewat 9 Cara Berikut
Perjanjian tersebut biasanya digunakan sebagai penjelasan mengenai hak dan kewajiban antara Anda sebagai pemilik bisnis dengan orang lain sehingga tercapai suatu tujuan dan keamanan dalam menjalin hubungan. Hal tersebut dinamakan syarat dan ketentuan (term and condition). Kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai syarat dan kondisi dalam bisnis.
Pengertian Syarat dan Ketentuan
Syarat dan ketentuan adalah sebuah perjanjian antara pemilik dan pengguna layanan serta pihak lain yang memiliki kepentingan tertentu yang berisikan mengenai ketentuan-ketentuan terkait mengatur hak, kewajiban, tanggung jawab dalam proses operasional bisnis.
Baca Juga: 7 Strategi Mengelola Hubungan Baik Dengan Konsumen
Syarat dan ketentuan berfungsi sebagai kesepakatan kontrak antara Anda sebagai pemilik bisnis dengan supplier, dan pelanggan Anda. Hal ini ditujukan untuk mengatur hak dan kewajiban kedua belah pihak dan harus setuju untuk mematuhi syarat dan ketentuan yang telah dibuat dan untuk menyediakan layanan sesuai dengan persyaratan yang ada.
Sebagai UMKM, syarat dan ketentuan dapat Anda gunakan sebagai landasan hukum dan perjanjian saat menjalin kerjasama kepada supplier. Syarat dan ketentuan juga dapat Anda gunakan kepada pelanggan atau pengguna jasa Anda untuk mengetahui hak dan kewajiban, tanggung jawab, serta batasan di dalam suatu proyek yang sedang dikerjakan.
Hal yang Tercantum dalam Syarat dan Ketentuan
Secara terperinci hal-hal yang harus dimasukkan dalam syarat dan ketentuan sangat bergantung kepada usaha Anda, namun beberapa elemen di bawah ini harus dipertimbangkan dalam pembuatan syarat dan ketentuan:
- Penjelasan tentang produk dan jasa yang akan disediakan oleh bisnis Anda.
- Mengatur sistem pembayaran .
- Jaminan-jaminan yang Anda berikan.
- Batas waktu pengiriman.
- Apa yang akan terjadi jika ada pihak yang tidak melakukan pengiriman, pembayaran atau ingin memutus hubungan kerja.
- Syarat dari perjanjian dan bentuk laporan seperti apa yang dibutuhkan jika ingin menghentikan hubungan tersebut.
- Peraturan hukum apa saja yang mendasari perjanjian tersebut.
- Batasan-batasan pertanggungjawaban dari bisnis Anda.
- Hak Kekayaan Intelektual dari kegiatan usaha sosial Anda.
- Implementasi kebijakan data pribadi dalam bisnis Anda.
- Mekanisme Penyelesaian Sengketa dalam kegiatan bisnis Anda.
Poin-poin diatas dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dari bisnis Anda. Semakin jelas hak dan kewajiban, tanggung jawab, serta batasan di antara Anda dan orang tersebut maka semakin baik.
Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.
Referensi:
Membuat Term and Condition untuk Usaha Sosial Anda | Usahasosial.com
Dukung Misi Edukasi Kami
Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.








