Sumber: Freepik

Sahabat Wirausaha, mengatasi persoalan sosial ternyata tidak selalu harus dilakukan dengan pendekatan sosial seperti memberikan santunan, bantuan, dan tunjangan. Ternyata pada praktiknya, ada lho orang-orang yang mencoba selesaikan masalah sosial dengan pendekatan wirausaha. Dalam istilah wirausaha, orang yang melakukannya dinamakan dengan sociopreneur atau wirausaha sosial.

Apa itu wirausaha sosial? Dan bagaimana seorang sociopreneur memecahkan persoalan sosial dengan pendekatan kewirausahaan? Penjelasannya ada pada kamus bisnis berikut.

Baca Juga: Tipe-tipe Struktur Kepemilikan pada Social Enterprise


Deskripsi

Sociopreneur adalah individu yang berusaha memecahkan masalah sosial dengan pendekatan wirausaha. Dalam pengertian lain, sociopreneur adalah seseorang yang mendirikan bisnis untuk misi kemanfaatan sosial. Tujuan inilah yang membedakan sociopreneur dengan wirausaha pada umumnya. Umumnya sociopreneur memiliki kepekaan sosial yang tinggi sehingga mereka merasakan keresahan ketika melihat ada masalah sosial yang dialami masyarakat dan terpicu untuk mencari solusi atas masalah tersebut.

Baca Juga: 7 Model Bisnis Social Enterprise

Bagaimana sociopreneur menerapkan pendekatan sosial dalam bisnisnya? Apakah itu berarti seorang sociopreneur selalu menyisihkan keuntungan bisnisnya untuk berderma?

Yang menarik dari penerapan suatu bisnis sosial, kegiatan sosial tidak terpisah dengan kegiatan bisnis suatu perusahaan. Konsep bisnis sosial berbeda dengan tanggung jawab sosial. Pada penerapan tanggung jawab sosial, perusahaan menyisihkan keuntungannya untuk kegiatan sosial seperti memberikan santunan dan menginisiasi program sosial untuk masyarakat sekitar perusahaan. Sementara itu, pada konsep bisnis sosial, kegiatan sosialnya menyatu dengan kegiatan bisnis. Selama perusahaan beroperasi, selama itu juga ia menjalankan kegiatan sosialnya.

Sebagai contoh, mari kita simak kisah Theo Zaenuri, pemilik dan pendiri brand Sahawood. Ia merupakan sosok wirausaha sosial asal Malang yang memberdayakan para eks-narapidana sebagai pekerja di workshopnya. Memang sulit bagi seorang eks-narapidana kembali dan diterima di tengah masyarakat. Stigma negatif sebagai kriminal sudah terlanjur melekat sehingga para eks-narapidana ini menghadapi hambatan dalam bergaul apalagi mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga: 5 Karakteristik Social Enterprise

Selain narapidana, Theo juga mempekerjakan para pecandu narkoba yang tengah menjalani proses rehabilitasi. Sebagai orang yang dibesarkan di lingkungan tersebut, Theo tahu persis para pecandu narkoba kesulitan meninggalkan kebiasaan mengonsumsi narkoba. Dengan menyediakan ruang untuk berkarya, Theo berharap ini dapat mempersingkat masa rehabilitasi mereka.

Sahawood memproduksi kacamata dan pernak pernik berbahan baku kayu yang diproses dengan teknik kriya alias dibuat langsung menggunakan tangan. Proses pembuatan yang serba handmade ini membutuhkan ketelitian dan ketrampilan khusus sehingga harus dibuat langsung oleh pekerja dan tidak bisa digantikan oleh mesin.

Baca Juga: Potensi Ekspor Kain Kerajinan

Theo Zaenuri merupakan contoh wirausaha sosial atau sociopreneur yang berusaha membantu para eks-narapidana memperoleh pekerjaan dan mendapatkan kepercayaan dirinya kembali, juga memfasilitasi pecandu narkoba yang tengah menjalani tahap rehabilitasi untuk berkarya.

Dari contoh tersebut, apakah Sahabat Wirausaha bisa memahami bahwa kegiatan sosial yang dilakukan Sahawood tidak terpisah dengan aktivitas bisnis perusahaan? Hal ini bisa kita lihat bagaimana Sahawood dengan sengaja mempekerjakan kelompok marjinal seperti eks-narapidana dan pecandu narkoba agar mereka mendapatkan ruang untuk beraktualisasi dan mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga: Ekonomi Sirkular dan Bisnis Sosial

Selain Sahawood, ada banyak wirausaha sosial di Indonesia yang berkontribusi mengatasi persoalan sosial dengan pendekatan wirausaha. Ada tiga sekawan bernama Ayu, Melia, dan Hanna pendiri Du'Anyam yang berupaya mengatasi masalah stunting di kalangan anak-anak dan kesulitan ekonomi rumah tangga dengan melibatkan ibu-ibu dalam proses pembuatan anyaman daun lontar di Flores, ada juga Helianti Hilman dari Javara yang berupaya melestarikan keanekaragaman hortikultura nusantara dengan proses pemberdayaan dan bisnis produk pangan artisan.


Karakteristik Sociopreneur

Seorang sociopreneur memiliki karakteristik yang membedakannya dengan wirausaha pada umumnya, antara lain :

1. Mendirikan Bisnis Untuk Memecahkan Masalah Sosial.

Seorang sociopreneur mendirikan bisnis karena melihat adanya keterbatasan yang dialami sekelompok masyarakat untuk mendapatkan akses terhadap pasar dan pelayanan tertentu. Dalam kisah Theo Zaenuri tadi, masalah yang ia temukan adalah kesulitan para eks-narapidana menemukan pekerjaan di tengah masyarakat karena stigma negatif yang melekat sehingga Theo menyediakan ruang untuk para eks-narapidana untuk memperoleh pekerjaan.

Baca Juga: Semut Nusantara, Membuka Peluang Naik Kelas Untuk Petani dan Komunitas Lokal

2. Memberi Umpan dan Pancing, Bukan Ikan

Seorang sociopreneur melakukan pendampingan yang berkelanjutan kepada kelompok masyarakat tertentu hingga terjadi transformasi atau perubahan struktural bagi kehidupan penerima manfaat, seperti mengalami perkembangan pola pikir, edukasi, dan peningkatan keterampilan.

3. Berkomitmen Menjalankan Usaha Sesuai Prinsip dan Etika Bisnis

Sociopreneur menerapkan prinsip dan etika bisnis kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rantai bisnisnya baik kepada pemasok, penerima manfaat, dan konsumen, serta bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan dari aktivitas bisnis tersebut.

Baca Juga: Cara Mendorong Kreativitas Dalam Berbisnis

4. Berkomitmen Menerapkan Bisnis Sosial Secara Berkelanjutan

Memiliki orientasi berkelanjutan, baik dalam mengelola tenaga kerja, memberi manfaat ke masyarakat, dan mengelola keuangan usaha, harus menjadi tujuan seorang sociopreneur. Bisnis sosial yang dijalankan harus menyeimbangkan antara tujuan usaha dan misi sosial yang ingin dicapai.

Seorang sociopreneur melakukan perubahan di tengah masyarakat melalui pendekatan wirausaha, yaitu dengan cara melibatkan kelompok masyarakat tertentu ke dalam aktivitas bisnisnya. Theo Zaenuri merupakan contoh wirausaha sosial yang berusaha mengatasi masalah yang dihadapi para eks-narapidana dan pecandu narkoba dengan memberi mereka ruang untuk berkarya pada Sahawood. Semoga artikel menginspirasi dan memberi pemahaman kepada Sahabat Wirausaha tentang Sociopreneur!

Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.