Bagi Sahabat Wirausaha yang berprofesi sebagai peternak pasti kini tidak asing dengan hewan bernama maggot. Maggot atau dalam Bahasa Indonesianya disebut belatung ini adalah larva dari Lalat Black Soldier Fly (BSF). Lalat ini awalnya dikenal sebagai pengurai sampah organik karena sumber makanannya berasal sisa makanan segar hingga yang sudah tak layak dimakan. 

Contohnya seperti kisah Rahman, salah satu petani maggot yang berasal dari Kota Bekasi, Jawa Barat, mampu mendapatkan penghasilan hingga Rp12 juta per bulan. Dilansir dari Merdeka.com, Rahman mengatakan budidaya maggot memiliki keunggulan tersendiri. Selain murah dan mudah dikelola, maggot memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Dari 100 gram maggot kering, Rahman mampu memperoleh omzet Rp20.000 sampai Rp30.000. Kesuksesan Rahman dalam budidaya maggot pun juga mendapat diapresiasi oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Bagaimana Sahabat Wirausaha, sudah tertarik untuk mencoba budidaya maggot?


Perbedaan Lalat BSF, Lalat Rumah dan Lalat Hijau

Jika dilihat secara sepintas, maggot hampir sama seperti larva lalat pada umumnya. Padahal, kalau dilihat lebih teliti, lalat BSF dominan terlihat berbeda daripada lalat rumah dan lalat hijau. Sahabat Wirausaha dapat membedakan Lalat BSF, Lalat Rumah dan Lalat Hijau dengan memperhatikan tabel di bawah ini.

Lalat

Larva

Lalat Tentara Hitam (BSF)

Lalat Rumah

Lalat Hijau



Perbedaan fisik lalat dan larva pada jenis lalat BSF, lalat rumah dan lalat hijau.

Sesuai dengan namanya, lalat Black Soldier Fly (BSF) berwarna hitam dan bentuk badannya agak memanjang. Sedangkan lalat rumah dan lalat hijau memiliki bentuk badan yang sedikit lebih besar dengan warna yang jauh berbeda dari lalat BSF. Kemudian, bentuk larva dari lalat BSF terlihat jelas dari ruas-ruas pada badannya yang berbuku-buku dan rapat, sedangkan larva lalat rumah dan lalat hijau tidak terlalu rapat.

Baca Juga: Tertarik Budidaya Ikan Lele? Pelajari Cara Memulai Bisnis Ternak Lele Di Sini, Bisa Dapat Omset Hingga Puluhan Juta!


Cara Membudidayakan Maggot

Proses untuk membudidayakan maggot tidak terlalu sulit, namun dibutuhkan ketekunan dan ketelitian untuk menghasilkan maggot yang berkualitas baik. Berikut alat dan bahan yang diperlukan:

1. Menyiapkan Kandang Maggot

Kandang maggot berguna untuk kembang biak dari lalat BSF, mulai dari lalat kawin, memproduksi telur hingga penetasan. Sahabat Wirausaha bisa menggunakan kandang ukuran kecil sesuai dengan lahan yang ada, jika masih pemula dalam membudidayakan maggot.

Bahan kandang yang disarankan untuk kandang maggot adalah kayu sebagai kerangka, jaring-jaring sebagai dinding kandang dan plastik UV sebagai atap. Kandang maggot ini nantinya diisi dengan rak pre pupa dan media bertelur. Banyaknya bibit yang dibudidaya tergantung besarnya kandang. Semakin besar kandang maka makin banyak bibit yang dapat dimasukkan dan semakin banyak pula lalat BSF yang dihasilkan.

2. Tempat Bak Pembesaran 

Bak pembesaran ada beberapa jenis, seperti bak kontainer dan ada bak dari bahan kayu. Jika budget terbatas bisa menggunakan bak dari bahan kayu, namun jika ingin lebih praktis bisa menggunakan bak kontainer untuk budidaya lalat BSF.

3. Tong Penyimpanan Pakan

Ada beberapa pakan yang memang harus difermentasi agar stok pakan dapat terpenuhi dan maggot tetap mendapat makanan supaya perkembangannya semakin bagus.

Mulai dari nasi, ampas kelapa, limbah tahu, limbah pasar berupa dedaunan, sisa daging, limbah jeroan ikan, limbah peternakan (kohe), limbah restoran/hoten (sayur matang, gorengan, sisa lauk pauk, dll).

Bekatul baik digunakan sebagai media ternak maggot karena teksturnya kering dan mudah didapatkan. Anda juga bisa mengkombinasikan bekatul dengan sayur dan buah, dengan persentase yang disesuaikan dengan jenis sayur dan buahnya.

4. Tempat Telur Maggot

Tempat telur maggot berguna sebagai tempat lahir atau menetas bibit-bibit baru regenerasi dari Lalat BSF.

Baca Juga: Untung Menggiurkan! Peluang Bisnis Budidaya Jamur yang Menarik Dicoba


Kelebihan Maggot Untuk Pakan Ternak

Jika sudah memahami hal-hal yang wajib dipersiapkan untuk memulai budidaya maggot, ada baiknya Sahabat Wirausaha mengetahui sejumlah keunggulan kelebihan maggot sebagai pakan ternak. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

1. Maggot Tidak Dapat Menjadi Medium Penyebar Penyakit

Ini disebabkan karena Lalat BSF tidak memiliki mulut. Lalat ini hanya memiliki alat pengecap untuk memperoleh cairan dari tempat yang lembab. Berbeda dengan lalat yang lain yang memiliki mulut untuk memakan sampah, kebiasaan makan sampah inilah yang menyebabkan kebanyakan lalat menjadi sumber penyakit. 

2. Sumber Protein Berkualitas Tinggi

Dilansir dari artikel pada website Universitas Airlangga, maggot memiliki kandungan protein mencapai 40-45% pada berat keringnya, ada juga kandungan nutrisi lain dalam maggot, diantaranya adalah lemak 30-35%, abu 11-15%, kalsium 4,8-5,1%, dan mineral. 

Protein yang cukup dibutuhkan oleh hewan ternak sebagai asupan sumber energi, pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh serta untuk mendukung keperluan berproduksi. Meskipun protein sangat penting untuk kebutuhan hewan ternak, jangan lupa untuk memberikan nutrisi lain yang dibutuhkan agar dapat menghasilkan hewan ternak yang berkualitas.

3. Pemanfaatan Limbah Organik

Kemampuan BSF mengurai sampah organik tak perlu diragukan lagi. Maggot membutuhkan sampah organik untuk tumbuh selama 25 hari sampai siap dipanen. Maggot memiliki kemampuan mengurai sampah organik 2 sampai 5 kali bobot tubuhnya selama 24 jam. Satu kilogram maggot dapat menghabiskan 2 sampai 5 kilogram sampah organik per hari. 

4. Ketersediaan dan Biaya Murah

Maggot dapat dibiakkan dengan menggunakan bahan baku yang murah dan mudah didapatkan, seperti limbah organik atau sisa-sisa pertanian. Ini mengurangi biaya produksi karena bahan baku tersebut seringkali tidak memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ternyata Ini Pentingnya Membuat Rencana Bisnis Bagi UMKM

5. Tidak Perlu Lahan Luas

Budidaya maggot dapat dilakukan pada skala kecil hingga menengah dengan investasi yang relatif terjangkau. Dengan skala yang lebih kecil, tidak dibutuhkan lahan yang besar, sehingga cocok untuk peternak atau pelaku usaha kecil. 

Maggot dapat dibudidayakan secara vertikal dengan menggunakan wadah atau rak bertingkat. Dengan pendekatan ini, Anda dapat memaksimalkan pemanfaatan ruang secara vertikal tanpa harus memerlukan lahan horizontal yang luas.

6. Budidaya yang Mudah

Maggot adalah serangga yang mandiri dan tidak memerlukan perawatan intensif. Mereka dapat hidup di berbagai jenis substrat organik, seperti sisa makanan, limbah pertanian, atau limbah organik lainnya. Kondisi hidup mereka yang relatif sederhana membuat biaya budidaya menjadi lebih terjangkau.

7. Budidaya Maggot Terbukti Menciptakan Lapangan Kerja Baru

Maggot dapat dijual sebagai pakan ternak atau sebagai produk bernilai tambah lainnya. Pekerjaan ini melibatkan pemasaran, penjualan, dan distribusi produk maggot ke pelanggan atau industri pakan ternak.

8. Mendukung Pelestarian Lingkungan

Budidaya maggot juga dapat membantu membersihkan lingkungan dengan menghilangkan limbah organik yang dapat menyebabkan masalah pencemaran. Dengan membiakkan maggot di atas limbah organik, seperti sisa makanan atau limbah pertanian, peternak dapat mengonversi limbah tersebut menjadi sumber daya bernilai tinggi, yaitu larva yang kaya nutrisi.


Kekurangan Maggot Untuk Pakan Ternak

Namun perlu kita ingat bahwa bisnis budidaya maggot ini memiliki beberapa kekurangan sebagai pertimbangan, antara lain: 

1. Nutrisi Maggot Tergantung Makanan 

Komposisi nutrisi maggot dapat bervariasi tergantung pada jenis makanan yang mereka konsumsi. Oleh karena itu, konsistensi dalam kualitas nutrisi maggot mungkin tidak selalu dapat dijamin, terutama jika mereka diberi makan dengan limbah organik yang bervariasi.

Apabila ternak diberikan pakan maggot secara terus menerus, maka akan menyebabkan kelebihan lemak. Lemak akan bertumpuk di sekitaran hati yang pada akhirnya akan menyebabkan kegagalan fungsi hati mengarah ke kematian ternak. Jika ingin memberikan pakan hanya dengan maggot, lemak maggot harus di ekstrak terlebih dahulu dulu. Caranya, maggot dikeringkan lalu ditekan hingga minyak maggotnya keluar sampai kering. 

Baca Juga: Mau Bisnis Tapi Minim Modal? Berikut 6 Ide Bisnis Tanpa Modal yang Bisa Kamu Coba

2. Pola Pertumbuhan Terbatas

Maggot memiliki siklus hidup pendek, dan pertumbuhannya dapat terhenti setelah mencapai fase pupa. Hal ini bisa menjadi kendala dalam mempertahankan pasokan maggot yang konsisten sepanjang waktu.

Dengan memahami kekurangan dan pertimbangan ini, peternak atau produsen pakan ternak dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan maggot dalam sistem produksi mereka. Perlu diperhatikan bahwa industri budidaya maggot terus berkembang, dan inovasi serta penelitian terus dilakukan untuk mengatasi beberapa kekurangan yang mungkin ada.


Keuntungan Budidaya Maggot 

Maggot biasanya dijual dalam beberapa bentuk tergantung pada tujuan penggunaannya. Berikut adalah beberapa bentuk umum di mana maggot dapat dijual:

1. Maggot Kering

Maggot dapat diolah dan dikeringkan untuk meningkatkan daya tahan dan ketersediaan dalam penyimpanan. Maggot kering sering kali dijual dalam bentuk serbuk atau butiran. Pengeringan dapat membantu menghentikan pertumbuhan dan mempertahankan kandungan nutrisi. Maggot kering biasanya dijual dengan harga Rp30.000,00 per 100 gram.

2. Pakan Ternak yang Mengandung Maggot

Maggot dapat dicampurkan dengan bahan lain untuk membuat pakan ternak yang siap pakai. Ini bisa berupa pelet, tablet, atau bentuk pakan lainnya. Campuran ini biasanya diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan gizi hewan ternak tertentu. Pelet maggot biasa dijual dengan harga Rp40.000,00 per 1 kg.

3. Maggot Segar

Beberapa peternak atau pembudidaya maggot mungkin menjual maggot dalam bentuk segar, terutama jika mereka digunakan secara langsung sebagai pakan atau dikonsumsi oleh hewan ternak tertentu. Maggot segar biasanya dijual dengan harga Rp6.000 per 100 gram.

Pilihan bentuk penjualan maggot tergantung pada permintaan pasar dan kebutuhan pelanggan. Produk-produk ini sering ditemui dalam industri pertanian, dan produksi pakan ternak sebagai sumber protein yang berkualitas tinggi. Bagaimana, Sahabat Wirausaha tertarik membuka bisnis maggot?

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM. 

    Referensi:

    1. https://www.youtube.com/watch?v=6N1CYzBGUbE 
    2. https://web.facebook.com/photo/?fbid=2387134548340897&set=pcb.865677155026101&locale=id_ID 
    3. https://radarmojokerto.jawapos.com/ekonomi-bisnis/821002002/jadi-alternatif-pakan-kurangi-ketergantungan-pabrikan 
    4. https://www.merdeka.com/jabar/warga-bekasi-ini-hasilkan-rp12-juta-per-bulan-dari-maggot-ini-kisah-inspiratifnya.html 
    5. https://unair.ac.id/potensi-maggot-sebagai-sumber-protein-alternative-pada-budidaya-ikan-gabus/#:~:text=Maggot%20memiliki%20kandungan%20protein%20mencapai,%2C1%25%2C%20dan%20mineral 
    6. https://www.greeners.co/flora-fauna/prajurit-bersayap-pengolah-sampah-organik/
    7. https://dlh.probolinggokab.go.id/pengolahan-sampah-organik-dengan-maggot-di-tpa-seboro/
    8. https://www.mongabay.co.id/2021/12/15/maggot-yang-mengubah-jalan-hidup-santoso/