Raih Penghasilan Dengan Budidaya Maggot – Kepedulian masyarakat tentang menjaga lingkungan semakin meningkat. Jika Sahabat Wirausaha termasuk pegiat lingkungan pasti tidak asing lagi dengan maggot atau belatung. Budidaya maggot memberikan dampak besar untuk lingkungan karena bisa mengurangi sampah terutama sampah rumah tangga. 

Budidaya maggot tidak hanya berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga keberlanjutan bumi kita tetapi juga bernilai ekonomis. Jika Sahabat Wirausaha tertarik dengan budidaya maggot, penting sekali mendapatkan wawasan dengan membaca artikel ini hingga selesai. 


Apa Itu Maggot?

Maggot adalah larva berbentuk ulat dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF). Lalat ini sering juga disebut lalat tentara.  Larva ini merupakan fase kedua dari rangkaian proses metamorfosis atau perkembangan dari telur menjadi dewasa. Lalat BSF termasuk jenis lalat besar, berwarna hitam dan kaki-kakinya berwarna putih. Maggot memiliki siklus hidup yang meliputi tahap telur, larva (maggot), pupa, dan dewasa. 

Organisme yang berasal dari larva ini bisa menekan dan mengurangi volume sampah terutama sampah rumah tangga. Semakin hari sampah semakin banyak. Kalau tidak ada kepedulian dari kita maka sampah akan menjadi persoalan yang semakin rumit bagi lingkungan.

Baca Juga: Punya Potensi Pasar yang Besar! Begini Cara Memulai dan Mempersiapkan Bisnis Budidaya Jamur


Beberapa Manfaat Budidaya Maggot 

Semakin banyak orang yang membudidayakan maggot. Hal ini karena banyaknya permintaan pasar di berbagai daerah karena manfaatnya yang sangat besar. Inilah beberapa manfaat maggot.

1. Pengurai Sampah Organik

Sampah menjadi permasalahan pelik bagi lingkungan. Banyak rumah tangga yang kesulitan dalam mengelola sampah. Budidaya maggot bisa menjadi salah satu solusi yang sangat efektif untuk mengurangi sampah rumah tangga karena maggot memakan sisa-sisa makanan dan limbah organik tersebut. Bahkan maggot mampu menguraikan sampah organik dengan cepat. Semakin cepat penguraian sampah maka semakin besar permasalahan sampah terpecahkan.

2. Bahan Pakan Ternak

Maggot dapat menjadi pakan ternak yang bergizi tinggi, karena mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh pertumbuhan dan perkembangan ternak, terutama ternak unggas. Cara pemberian maggot untuk ternak pun terbilang mudah. Misalnya untuk ternak unggas misalnya ayam dan bebek, maggot dapat diberikan dalam bentuk segar atau tanpa diolah lagi. 


Daur Hidup Maggot 

Maggot merupakan salah satu animalia dari kelas insekta. Daur hidup maggot dimulai dari perkawinan BSF jantan dan betina. Dua hingga tiga hari setelah kawin, betina akan bertelur. Betina akan mati setelah bertelur dan jantan mati setelah kawin. Telur BSF menetas sebanyak 500-900 telur/cluster dalam jangka waktu tiga sampai empat hari. Telur itu menjadi bayi larva yang memiliki ukuran kurang dari 1 mm. Dalam rentang usia 0-18/21 hari bayi larva akan membesar menjadi larva dewasa berwarna putih kecoklatan.


Memulai Bisnis Budidaya Maggot

Cara budidaya larva maggot sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah. Kita bisa memancing datangnya lalat BSF secara alami dengan cara meletakkan kotoran hewan, limbah, atau sampah di tempat yang teduh.  Bisa juga dengan mengumpulkan sampah organik seperti kulit buah-buahan, sisa sayuran, atau makanan basi untuk mengundang maggot.

Untuk budidaya maggot, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1.Siapkan Lokasi Budidaya

Pilihlah lokasi yang dipilih terhindar dari sumber pencemar seperti limbah pabrik atau jalan yang ramai kendaraan. Usahakan sirkulasi udaranya cukup. '

Baca Juga: ​Greenwashing, Promosi Bisnis Tipu-Tipu Untuk Citra Ramah Lingkungan

2. Siapkan Media untuk Maggot

Maggot dapat dibudidayakan dengan bahan organik seperti sisa makanan, limbah sayuran, maupun kotoran ternak. Pastikan media yang digunakan bebas dari bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan maggot. Agar lebih mudah dalam pengelolaan sebaiknya dibuatkan kandang. Pembuatan kandang lalat BSF dapat menggunakan kerangka (bendrat, kawat, kayu) atau tanpa kerangka dengan dilengkapi penutup berupa jaring. Media kisaran ukuran 9 x 9 meter, maggot bisa mengurai satu ton sampah.

3. Siapkan Bibit Maggot

Selain mengundang lalat BSF dengan menyediakan media yang diberi sampah organik, bibit maggot dapat dibeli di marketplace. Banyak lho marketplace yang menyediakan bibit maggot.  Harga telur BSF per gram dengan harga berkisar antara Rp5.000-Rp 10.000. Sedangkan per 1 gram telur BSF bisa menghasilkan larva maggot sekitar 2-3 kg. Harga jual maggot di pasaran sekitar Rp6.000 per kilogram. 

Letakkan bibit maggot ke media yang sudah disiapkan. Setelah itu rawat maggot dengan memberikan makanan yang cukup yaitu sampah-sampah organik.  Usahakan kelembaban dan suhu dalam media budidaya tetap stabil. Suhu yang ideal berkisar 24o C hingga 30o C, lingkungan yang teduh, kandungan air dalam makanan berkisar 60-90%, makanan kaya protein dan karbohidrat serta ukuran partikel makanan kecil. Pastikan pula media Membersihkan media agar tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme lain.

4. Memanen Maggot

Setelah ukurannya cukup maka maggot dapat dipanen. Biasanya maggot siap dipanen setelah sekitar 2-3 minggu dari bibit ditanam.


Produk Olahan Maggot

Untuk kebutuhan pakan ternak, maggot bisa diberikan dalam bentuk segar atau tanpa olahan lebih dulu maupun dibuat dalam bentuk kering yang bisa dijual untuk tujuan jauh. Maggot juga bisa diekspor ke luar negeri setelah diubah dalam bentuk kering seperti tepung maggot. Pasar maggot ini di antaranya para peternak lele, ayam, burung puyuh dan sebagainya. Maggot juga bisa dijual kepada para pemilik tanaman hias yang digunakan sebagai pupuk dan para pemilik hewan peliharaan seperti burung, kucing, atau anjing.


Estimasi Biaya dan Keuntungan Budidaya Maggot

Tidak dibutuhkan modal yang besar untuk menjadi peternak maggot pemula. Misalnya harga per 1 gram telur maggot berkisar Rp. 8.000. Dari 1 gram telur  maggot bisa menjadi 6-8 kilogram maggot dewasa.  

Di awal kita siapkan 10 gram telur maggot. Setelah itu maggot bisa dipanen saat sudah berumur 24-30 hari.  Biasanya maggot bisa mencapai 66-88 kilogram. Di tingkat peternak harga maggot dewasa mencapai Rp 8.000 per kilogram. Dengan demikian, keuntungan bisa mencapai Rp 528.000-704.000 sekali panen.

Kandang maggot bisa diletakkan di beberapa tempat seperti halaman depan rumah, di teras atau di dapur rumah. Budidaya maggot memang tidak membutuhkan lahan yang luas. Untuk bahan makanannya pun tidak perlu mengeluarkan biaya lagi karena makanan maggot berasal dari sisa-sisa nasi, buah-buahan sisa, atau sisa sayuran. Hal seperti itu tentu tidak mengeluarkan biaya, bukan?

Baca Juga: Ingin Jadi Wirausaha Sukses? Berikut 12 Skill Wajib yang Perlu Kamu Miliki dan Cara Meningkatkannya

Saat ini sudah banyak pihak yang telah melakukan budidaya maggot baik taraf keluarga maupun komunitas. Misalnya Dispertan KKP Solo membudidayakan lalat maggot sebagai sarana edukasi  atau pesantren Matholib As Suluk yang sukses membudidayakan maggot

Tentunya manfaat-manfaat yang diperoleh ini semakin banyak menarik peminatnya. Terbukti dari beberapa orang sudah mencobanya, ternyata mahluk yang satu ini memiliki manfaat cukup banyak dibutuhkan masyarakat. Peternak maggot pun mengatakan pupuk hasil maggot memiliki kualitas lebih bagus dibandingkan pupuk organik yang dijual di pasaran sehingga permintaannya akan terus meningkat.

Itulah ulasan tentang maggot dan budidayanya. Semoga bermanfaat. Dengan beragam manfaat maggot baik menjaga lingkungan maupun nilai ekonominya mudah-mudahan Sahabat Wirausaha tertarik pula dengan budidaya maggot ini. Ayo jaga lingkungan sekaligus dapatkan penghasilan dari budidaya maggot.

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM.

Referensi:

  1. beritasatu.com/megapolitan/733491/budi-daya-maggot-modal-minim-untung-besarMaggot, Atasi Persoalan Sampah dan Bernilai Ekonomi Tinggi
  2. beritasatu.com/megapolitan/730821/pandemi-covid19-rahman-hasilkan-12-juta-per-bulan-dari-maggot
  3. distanpangan.baliprov.go.id/maggot-sumber-pakan-bergizi-tinggi/
  4. khazanah.republika.co.id/berita/qvl0m3327/pesantren-matholib-as-suluk-sukses-budi-daya-maggot
  5. linkumkm.id/news/detail/12633/cara-budidaya-maggot-bsf-dengan-modal-kecil-untung-besar
  6. news.republika.co.id/berita/r4r3vc370/dari-budi-daya-maggot-arky-gilang-bantu-wujudkan-banyumas-bebas-sampah
  7. waste4change.com/blog/maggot-bsf-dan-keuntungannya-bagi-lingkungan/