UKM Indonesia

​Madu Pondok Lebah: Berawal dari Hobi Sampai Mendulang Rezeki

Penulis : Ayu Lusiani
Editor : Sonia Fatmarani
20 September 2022
Lama Baca : 7 menit

May be an image of ‎text that says "‎BEST SELLER มอล SIUMESA MADU ASLI BEEPOLLEN ROYAL JELLY Madu PONDOK UBA Madu bestus 세류츠트 ይቀ Madls חווק Macu @ @pondoklebah NSASA Madu Pondok Lebah A‎"‎

Siapa yang tidak kenal madu? Makanan khas yang dihasilkan oleh lebah ini menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan tubuh baik untuk anak-anak dan orang dewasa. Namun, ternyata madu yang kita kenal banyak sekali macamnya. Salah satunya adalah yang sudah diberdayakan oleh Setyono, pemilik usaha Madu Pondok Lebah. Siapa sangka usaha Madu Pondok Lebah ini berawal dari hobi pemiliknya dalam beternak. Jika Sahabat Wirausaha tertarik untuk mengikuti kisahnya, mari simak artikel berikut!


Profil Madu Pondok Lebah

Usaha Madu Pondok Lebah ini memiliki kantor pusat di Bekasi, Jawa Barat. Tepatnya di jalan Bougenville, Perum Bumi Nasio Indah Blok B8, Kecamatan Jatiasih, Bekasi. Sedangkan, untuk pemberdayaan lebahnya bekerjasama dengan petani di berbagai daerah, seperti Bojonegoro dan Subang.

Meskipun madu yang dihasilkan sama-sama berasal dari lebah, namun, ternyata madu tersebut memiliki perbedaan. Tergantung dari bunga mana sumber makanan dari lebah yang dibudidayakan. Terdapat berbagai jenis madu yang dihasilkan, seperti madu randu, madu karet, madu ploso, madu multiflora, madu rambutan, madu super. Selain madu, terdapat produk lain yang dihasilkan, seperti bee pollen dan royal jelly.

Baca Juga: Imago Raw Honey, Mengubah Hidup Semanis Madu

Saat ini, usaha Madu Pondok Lebah sudah mengantongi berbagai jenis perizinan, mulai dari Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).


Perjalanan Madu Pondok Lebah

Usaha ini dimulai oleh Setyono pada tahun 1996, berawal dari hobinya dalam beternak. Sebenarnya, hewan pertama yang mulai dibudidayakan bukanlah lebah. Sudah berbagai macam hewan yang ia ternakkan, mulai dari ulat sutra, ayam, sapi, babi, hingga lebah.

Ketika terjadi krisis moneter di tahun 90-an, kemudian hobi beternak tersebut mulai diseriusi oleh Setyono. Pria kelahiran tahun 1950 ini kemudian mulai menggeluti bisnis di luar tempat kerjanya sebagai peluang mendatangkan penghasilan tambahan. Awalnya belajar dari berbagai buku sebagai sumber literasi untuk beternak lebah. Kemudian, Pak Setyono tertarik untuk mencoba.

Baca Juga: Tips Memulai Usaha Dagang atau Toko Online

Pada saat diwawancara, Setyono mengawali usahanya dengan membeli dua koloni lebah dari peternak lebah lokal, kemudian dibudidayakan. “Pada saat awal mencoba, ternyata koloni lebah tersebut malah kabur, tapi tidak apa-apa justru malah semakin penasaran,” kenangnya. Dari sana akhirnya, ia mencoba kembali dengan membeli koloni lebah yang lebih banyak. Hingga sekarang, sudah terdapat sekitar 250 koloni lebah yang dibudidayakan.

Dari sekian banyak hewan yang sudah diternakan, Setyono akhirnya memilih lebah untuk dipelajari lebih serius. Motivasinya adalah kebutuhan madu di Indonesia yang cukup tinggi, namun 70 persen didatangkan dari luar negeri. Sedangkan 30 persen sisanya berasal dari madu hutan. Sayangnya, keberadaan hutan di Indonesia semakin berkurang dan berakibat pada jumlah panen madu yang dihasilkan.

Baca Juga: Jenis-jenis Promosi Paling Pas Untuk Bisnis Kuliner

Melalui alasan itulah, Setyono kemudian terdorong untuk menggeluti usaha di bidang peternakan lebah. Bahkan sampai saat ini, ia masih mengembangkan cara untuk membudidayakan lebah dengan berbagai cara. Misalnya dengan menempatkan beberapa koloni lebah di beberapa ladang yang berbeda, seperti ladang jagung, ladang rambutan, maupun hutan randu.

Dengan menempatkan koloni lebah di tempat yang berbeda, akan banyak mendatangkan kelebihan. Pertama, jenis madu yang dihasilkan akan semakin beragam dengan berbagai manfaat dan kelebihan satu sama lain. Kedua, populasi lebah akan semakin terjaga karena sumber makanan berasal dari berbagai tempat dan tidak saling berebut hingga kehabisan.

Baca Juga: Mengenal Ragam Standar Global Kemasan dan Label


Kenapa Dinamakan Madu Pondok Lebah?

Nama Madu Pondok Lebah diambil sebagai nama usaha, agar lebih mudah diingat. Selain itu, menurut bagian marketing dari Madu Pondok Lebah, ada filosofi tersendiri dibalik dari nama tersebut. Kata Pondok Lebah merupakan tempat atau rumah bagi para lebah untuk hidup dan berkembang. Dengan memelihara rumah dari para lebah, maka kualitas dari madu yang dihasilkan pun akan semakin bagus.


Keunggulan Madu Pondok Lebah Dibanding Kompetitor?

Salah satu keunggulan dari Madu Pondok Lebah dibanding dengan madu lainnya yang dijual di pasaran, adalah jaminan keaslian dari madu yang dihasilkan. Ya, Madu Pondok Lebah sudah bekerjasama dengan berbagai petani di beberapa daerah dalam mengembangkan lebah serta sumber makanannya yang bebas pestisida.

Baca Juga: Mengenal Standar K3 Untuk Produksi

Jenis madu yang dihasilkan pun lebih beragam dan memiliki aroma dan ciri khas masing-masing. Misalnya, madu rambutan yang memiliki karakteristik warna merah yang lebih tua, rasanya manis dan aromanya lebih wangi. Selain itu, ada juga madu Ploso yang berwarna merah terang, dengan rasa manis. Madu tersebut berasal dari bunga Ploso di daerah Bojonegoro, Jawa Timur.

Selain itu, Madu Pondok Lebah pun mengajak para pelanggannya untuk memanen madu secara langsung di ladang. Hal ini juga sebagai daya tarik tersendiri dan menjamin keaslian dari madu yang dihasilkan.


Proses Produksi

No photo description available.

Sumber Gambar: Madu Pondok Lebah

Pada proses pembudidayaan, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan. Pertama, tim produksi dari Madu Pondok Lebah akan melakukan survey terlebih dahulu ke tempat pembudidayaan. Jika budidaya tersebut dilakukan di hutan maupun ladang orang lain, maka langkah awalnya akan mengajukan izin kepada yang bersangkutan.

Baca juga: Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik

Setelah izin didapatkan, maka proses penggembalaan akan dilakukan. Biasanya koloni lebah akan dibuatkan tempat terlebih dahulu untuk menyimpan madu-madu yang dihasilkan. Setelah itu, lebah akan dibiarkan mencari sumber makanan dari bunga-bunga yang ada di ladang.

Pada saat memasuki masa panen, tim produksi akan memilah sarang mana yang sudah siap untuk dipanen. Setiap madu memiliki masa panen yang berbeda. Misalnya untuk madu rambutan yang dihasilkan dari perkebunan rambutan di Subang, memiliki waktu panen di bulan Oktober sampai November. Sedangkan, madu rambutan di daerah perkebunan karet daerah Subang, masa panen sekitar bulan September sampai Oktober. Ada juga madu randu yang berasal dari perkebunan randu daerah Pati, Jepara, Jawa Tengah dan Pasuruan Jawa Timur, memiliki masa panen di bulan Mei hingga Juli. Proses memanen madu tersebut bisa memakan waktu selama dua minggu pada saat musim panen madu.

Baca juga: Mengenal Standar SNI untuk Produksi

Setelah madu berhasil dipanen, selanjutnya memasuki proses ekstraksi madu. Madu Pondok Lebah biasanya melakukannya dengan memakai alat spinner. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan madu tanpa harus merusak sarang lebah. Madu yang sudah diekstraksi akan dikemas dan dipasarkan. Sedangkan, sarang lebah yang sudah kosong akan dikembalikan ke lebah untuk diisi madu yang baru.


Proses Pemasaran

“Menjual madu di tahun 90-an tidaklah semudah sekarang. Banyak orang yang belum mengetahui manfaat dari madu,” terang Setyono selaku pemilik Madu Pondok Lebah. Perlu proses edukasi yang cukup panjang untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait manfaat madu tersebut. Penjualan madu pun tidak berujung manis.

Baca Juga: Tips Memulai Bisnis Dengan Modal Minim

“Bahkan saya pernah harus membayar THR karyawan pakai madu. Pada saat itu produksi madu berlimpah, sedangkan penjualan tidak banyak,” kenangnya kemudian. Setyono pun memutuskan untuk mengubah strategi pemasaran dengan cara melakukan promosi pada rekan-rekannya di kantor dan sanak saudara. Penjualan mulai meningkat, namun perputaran uang tersendat karena pembayaran dilakukan secara piutang.

Tidak menyerah sampai disitu, kemudian Setyono mulai mengembangkan strategi pemasaran dengan cara membuka keagenan dan reseller madu. Pada tahun 2005, jumlah agen Madu Pondok Lebah sudah lebih dari 280 agen dan reseller yang tersebar di berbagai daerah.

Saat ini sudah ada outlet Madu Pondok Lebah yang bisa ditemukan di Bekasi dan Jakarta Timur. Sedangkan, kemitraan agen dan reseller dilakukan dengan cara konsinyasi maupun jual putus. Selain pemasaran secara offline, Madu Pondok Lebah juga menjual hasil panen madunya di berbagai platform ecommerce (Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, Blibli, dll)

Baca Juga: Beberapa Skema Transformasi Untuk Menjadi Bisnis yang Lebih Bertanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Tujuan pengiriman pun sudah ke berbagai daerah di Indonesia, seperti wilayah Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa daerah di Sumatera. Bahkan, Madu Pondok Lebah perah menyuplai royal jelly ke negeri sakura, Jepang, selama satu tahun secara berturut-turut. Omset rata-rata yang biasa diraih adalah sebesar 110 juta rupiah per bulannya.


Suka Duka Usaha Madu Pondok Lebah

Pada saat awal menggeluti budidaya lebah, usaha tidak langsung mendatangkan hasil. Koloni lebah yang dibeli malah kabur. Bahkan, banyak lebah yang harus mati ketika ladang tempat penggembalaan menggunakan pestisida. Petani yang belum teredukasi masih menggunakan pestisida bahkan secara berlebihan untuk melindungi perkebunan mereka. Hal tersebut malah membuat koloni lebah mati keracunan.

Baca Juga: Brand Activation

Selain itu, faktor alam dan cuaca pun ikut berpengaruh. Sehingga jumlah panen madu ikut berpengaruh. Sebagai solusinya, Madu Pondok Lebah harus tetap melakukan kontrol terhadap kesehatan para lebah agar kerja lebah bisa lebih optimal.


Pencapaian yang Berhasil Diraih Madu Pondok Lebah

Dari awal berdiri hingga sekarang, Madu Pondok Lebah sudah memasuki usia 26 tahun. Berbagai pencapaian pun berhasil diraih, beberapa diantaranya sebagai berikut:

  1. Tahun 2021 masuk Brilianpreneur UMKM Favorit
  2. Tahun 2019 masuk UMKM Juara Jawa Barat
  3. Tahun 2018 – 2019 masuk UMKM terbaik Kota Bekasi
  4. Diliput media nasional seperti TransTV, Trans7, TVOne, RCTI, MNCTV, ANTV, BaliTV, DAIITV, MetroTV, dan media masa lainnya.
Baca Juga: Langkah Aksi Membangun Brand untuk Meningkatkan Nilai dan Citra Positif Produk/Perusahaan


Tips Usaha dari Madu Pondok Lebah

Setelah berhasil bertahan selama puluhan tahun, Madu Pondok Lebah memiliki trip dan trik khusus dalam menjalankan usaha, yaitu:

  1. Dalami terlebih dahulu keilmuan dan informasi terkait usaha yang akan digeluti sebelum memulai usaha.
  2. Konsisten dalam mencoba dan mengembangkan usaha.
  3. Semangat harus tetap terjaga.
  4. Patuhi aturan dan hukum yang berlaku.

Begitulah usaha yang didasarkan dari hobi. Kegagalan pun bukan lagi menjadi hambatan. Justru malah akan menambah motivasi untuk terus mencoba sampai keberhasilan digenggam. Nah, jika Sahabat Wirausaha memiliki hobi, tidak ada salahnya untuk terus dikembangkan. Siapa tau bisa menjadi peluang untuk memulai sebuah usaha. Selamat mencoba!

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Mungkin Anda perlu membaca Artikel ini: