Free photo close up hands holding cup with food

Apakah Sahabat Wirausaha pernah menyadari kalau bisnis kuliner sangat digemari akhir-akhir ini? Apalagi sejak pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu, membuat hampir setiap orang untuk terus memperbaiki asupan nutrisi mereka agar kebal dari virus. Namun, jika ingin menjalani bisnis kuliner tidak hanya memperhatikan kualitas dari produk kuliner saja. Pemilik usaha juga harus melakukan promosi yang menarik, agar produk kuliner yang dipasarkan menjadi perhatian para pelanggan untuk mencobanya.

Kini, ada banyak sekali cara promosi yang beragam, yang bisa dilakukan oleh pemilik usaha sesuai kebutuhan. Apabila penerapan strategi promosi dilakukan dengan maksimal, tentunya akan memberikan keuntungan yang besar terhadap bisnis kuliner tersebut.

Strategi promosi tersebut bisa dilakukan mulai dari meningkatkan penghasilan, hingga tercapainya loyalitas pelanggan. Seperti apa ya jenis promosi yang paling pas untuk bisnis kuliner ini? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, ya.


Jenis-jenis Promosi Paling Pas untuk Bisnis Kuliner

Dalam mempromosikan bisnis kuliner, Sahabat Wirausaha perlu menyusun strategi dalam promosi. Hal ini dilakukan agar proses promosi dapat digambarkan secara spesifik serta terukur untuk mencapai tujuan bisnis. Adapun promosi yang dapat dilakukan di antaranya yaitu:

1. Mengadakan Program Potongan Harga/Diskon

Strategi promosi yang satu ini cukup populer dan banyak digunakan oleh pelaku bisnis. Konsumen biasanya akan lebih tertarik dengan produk yang menawarkan program diskon atau potongan harga dalam penjualannya. Selain itu, konsumen juga akan merasa diuntungkan dengan adanya promosi diskon tersebut. Misalnya, diskon 10% untuk aneka jajanan pasar, potongan harga untuk 2 porsi makanan, dan sebagainya.

2. Membuat Kemasan Produk yang Unik dan Menarik

Ternyata, kemasan dari sebuah produk bisa mempengaruhi keputusan seseorang untuk membeli suatu produk lho. Konsumen cenderung lebih tertarik untuk membeli makanan berdasarkan penampilan dari kemasannya.

Contohnya, perbandingan kemasan nasi goreng yang disajikan dalam bungkus nasi biasa dengan yang dikemas dalam boks bergambar nasi goreng hangat. Tentunya sahabat akan memilih nasi goreng yang dikemas dengan boks, karena tampilannya lebih menarik perhatian.

Nah, sahabat bisa menerapkan strategi ini pada bisnis kuliner. Jangan lupa, pastikan kemasan makanan atau minuman menarik dan travel friendly (mudah dibawa ke mana saja). Sebaiknya juga gunakan warna yang mencolok atau menarik minat konsumen untuk menyantap produk kuliner sahabat. Misalnya, penggunaan warna merah dan kuning yang identik dengan makanan fast food.

Baca Juga: 7 Tips Membuat Diferensiasi Menu Pada Bisnis Kuliner, Coba Yuk!

3. Perhatikan Penampilan Produk

Kemudian, strategi selanjutnya adalah promosi dengan mengunggah foto produk ke dunia maya/internet. Pastikan foto makanan dan minuman memiliki kualitas terbaik agar memunculkan rasa penasaran konsumen. Nantinya, konsumen akan mencari tahu produk kuliner sahabat tersebut sehingga berminat untuk membelinya. Sebaiknya, pastikan juga setiap unggahan foto produk tersebut memiliki kata kunci yang familiar/banyak dicari, supaya mudah ditemukan oleh calon konsumen.

4. Memasang Iklan

Tidak bisa dipungkiri bahwa iklan juga bisa membuat konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Apalagi jika iklan tersebut menampilkan produk makanan/minuman yang menggugah selera. Akan ada banyak konsumen yang langsung memesan produk tersebut tanpa terkecuali.

Penyusunan iklan juga bisa dilakukan dengan menyisipkan slogan yang unik. Contohnya seperti “Bakso Sapi Asli, Enak sekali Kak” atau lainnya. Tujuannya adalah agar produk kuliner sahabat lebih mudah diingat masyarakat. Jika slogan tersebut sudah banyak diketahui oleh konsumen, nantinya bisa membuat produk kuliner sahabat semakin terkenal.

Sahabat Wirausaha bisa mencoba memasang iklan bisnis kuliner di internet, misalnya dengan Google Ads ataupun Facebook Ads. Secara otomatis, nantinya dari tayangan iklan tersebut akan dikumpulkan target konsumen berdasarkan kriteria tertentu. Seperti usia, sumber pendapatan hingga letak demografis. Jangan lupa untuk persiapkan biaya/budget untuk pemasangan iklan ya.

Baca Juga: Inovasi Bisnis Kuliner dengan Data, Ternyata Raja Uduk Sukses Gunakan Strategi Ini!

5. Menyediakan Layanan Pesan Antar/Delivery

Di masa pandemi seperti sekarang ini, pembatasan kontak fisik masyarakat membuat konsumen mengandalkan layanan pesan antar. Tidak terkecuali dalam bisnis kuliner, fasilitas ini tentunya akan sangat dibutuhkan. Apabila Sahabat Wirausaha menyediakan layanan secara pribadi, sebaiknya siapkan potongan untuk ongkos kirim agar lebih menjangkau konsumen. Tetapi jika belum ada sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan, maka sahabat bisa menggunakan jasa pengiriman pihak ketiga seperti ojek online atau lainnya.

6. Melakukan Promosi dengan Jasa Endorsement

Terakhir, jenis promosi yang cukup relevan dengan era digital saat ini adalah dengan endorsement. Sejatinya, Endorsement sama dengan digital marketing yang memanfaatkan media sosial. Hanya saja dalam endorsement membutuhkan kerja sama dari influencer atau orang yang memiliki banyak pengikut di media sosial, untuk melakukan promosi produk kuliner tersebut.

Misalnya, dalam konteks kuliner ini sahabat perlu riset mengenai influencer yang gemar membuat konten makanan/minuman. Setelah Sahabat Wirausaha melakukan kerja sama, kemudian influencer tersebut akan memposting/menampilkan produk dari bisnis kuliner sahabat.

Produk tersebut bisa dipromosikan dengan cara dikonsumsi atau melalui ulasan/review. Faktor caption dan desain gambar yang unik juga mempengaruhi antusiasme para pengikut influencer tersebut. Nantinya, konten yang diunggah oleh influencer tersebut akan dilihat dan bisa menarik perhatian pengikutnya untuk membeli produk kuliner yang ditawarkan Sahabat Wirausaha. Sebelum melakukan endorsement, Sahabat Wirausaha bisa melakukan riset dengan memperhatikan hal-hal berikut agar promosinya bisa memuaskan.

  • Perhatikan jumlah engagement atau tingkat interaktivitas antara influencer dan pengikutnya. Faktor ini cukup berpengaruh terhadap kesuksesan promosi bisnis kuliner sahabat.
  • Meski ada beragam pilihan influencer, namun sebaiknya promosi bisa disesuaikan dengan ciri khas/keunikan dari produk kuliner sahabat. Misalnya, produk kuliner yang dipromosikan berasal dari Korea Selatan seperti mie pedas, bulgogi, atau sebagainya. Sahabat Wirausaha bisa memilih influencer yang memiliki pengikut dengan minat kebudayaan/makanan dari Korea Selatan.
  • Harga/tarif influencer dalam melakukan promosi. Sebagai pelaku bisnis, Sahabat Wirausaha bisa menyesuaikan dengan anggaran atau budget yang ada. Bisa juga dengan cara mengirimkan produk kuliner ke influencer untuk dibagikan kepada pengikutnya, jika ingin lebih murah.

Yang terpenting dan tidak boleh terlewatkan: Mempertahankan cita rasa produk kuliner

Promosi dan penampilan produk yang maksimal tidak akan menghasilkan keuntungan jika rasa makanan tidak memuaskan. Jika lebih parah, maka konsumen tidak akan tertarik lagi untuk membeli produk kuliner sahabat. Maka, pastikan cita rasa dari produk kuliner Sahabat Wirausaha tetap terjaga agar bisnis kuliner tetap berkembang. Gunakan bahan-bahan terbaik, pelajari dan uji coba rasa, serta lakukan inovasi untuk memberikan sentuhan rasa berbeda kepada konsumen.

Baca Juga: Membangun Bisnis Kuliner Dari WhatsApp

Dari beberapa jenis promosi tersebut, mana yang paling pas? Jawabannya tergantung dari kebutuhan serta target pasar bisnis kuliner sahabat. Jika menyasar target orang umum/awam yang cenderung jarang menggunakan internet, maka bisa menggunakan traditional marketing. Kalau targetnya adalah masyarakat yang memiliki mobilitas/kesibukan tinggi, maka bisa menggunakan direct marketing. Lalu, jika targetnya adalah calon konsumen yang aktif di sosial media, serta sering menggunakan smartphone/gadget, maka digital marketing atau endorsement bisa dijadikan pilihan untuk promosi.

Jenis-jenis promosi memang ada beragam, khususnya untuk bisnis kuliner ini. Promosi tersebut bisa digunakan untuk mendapatkan lebih banyak konsumen dan memaksimalkan penjualan. Jangan lupa untuk tetap menggunakan jenis promosi yang sesuai dengan kebutuhan, serta rencanakan strateginya dengan matang. Promosi yang paling pas untuk bisnis kuliner adalah ketika konsumen sudah tidak ragu lagi untuk menjadi pelanggan setia. Yuk, silakan dicoba ya tipsnya Sahabat Wirausaha.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini ya Sahabat Wirausaha.

Referensi:

Qasir, Daya, Investree