Kisah Inspiratif UMKM: Milan Rizky Atmoredjo, Ubah Rasa Syukur Jadi Redjo Web Agency yang Bantu Bisnis Bali Naik Kelas DigitalDokumentasi: Redjo Web Agency

Sahabat Wirausaha, banyak orang memulai bisnis karena kebutuhan mendesak, namun ada juga yang memulai usaha justru karena ingin mengubah rasa syukur atas kesempatan yang dimiliki menjadi sesuatu yang lebih bermakna.

Itulah yang dialami oleh Milan Rizky Atmoredjo, pendiri Redjo Web Agency, sebuah usaha pengembangan solusi digital dan software yang berbasis di Bali. Bukan karena tekanan ekonomi, ia memilih terjun ke dunia wirausaha karena satu pertanyaan yang lama mengusik pikirannya: apa yang sebenarnya sudah ia lakukan dengan semua kesempatan yang selama ini ia miliki?

Bagaimana perjalanan Redjo Web Agency dari sekadar refleksi pribadi menjadi bisnis yang mulai dipercaya klien? Simak ulasannya dalam artikel Cerita Inspirasi kali ini.


Dari Rasa Syukur Menuju Keputusan Membangun Usaha

Sejak awal, Milan mengaku menyadari betapa banyak hal baik yang telah ia terima dalam hidupnya, mulai dari dukungan keluarga hingga berbagai kemudahan yang tidak semua orang bisa dapatkan. Rasa syukur itu justru membuatnya berpikir lebih jauh: bagaimana caranya semua yang telah ia terima bisa benar-benar bermanfaat, tidak hanya untuk dirinya sendiri.

“Sepanjang hidupku, aku merasa terlalu beruntung atau dimanjakan, merasa seolah semuanya diberikan kepadaku begitu saja. Tentu saja, aku sangat bersyukur atas semua yang telah kuterima, tetapi itu terasa tidak benar bagiku,” ungkapnya.

Rasa syukur itu justru menjadi beban tersendiri. Alih-alih hanya berhenti pada rasa terima kasih, ia ingin mengubahnya menjadi tindakan nyata. Baginya, membangun bisnis adalah cara untuk membuktikan bahwa kesempatan yang ia miliki bisa dipakai untuk memecahkan masalah orang lain, bukan sekadar dinikmati sendiri.

Dari sanalah, Redjo Web Agency lahir sebagai studio pengembangan solusi digital berbasis di Denpasar, Bali, yang resmi berdiri sejak 2024. Cakupan layanannya cukup luas mulai dari pembuatan website bisnis, aplikasi dan sistem custom, dashboard internal, client portal, hingga workflow systems dan otomatisasi alur kerja (workflow automation), serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk pelaku usaha lokal maupun ekspatriat di kawasan Canggu, Ubud, Seminyak, dan Denpasar. Semua solusi tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan operasional bisnis masing-masing klien.


Modal dari Tabungan, Investasi ke Skill Bukan Peralatan Mahal

Sebelum mendirikan Redjo Web Agency, Milan masih berstatus mahasiswa. Di sela-sela kuliah, ia banyak menghabiskan waktu untuk mempelajari kewirausahaan, teknologi, dan pengembangan website sambil menjajal berbagai ide bisnis.

Berbeda dengan usaha yang membutuhkan modal besar di awal, Redjo Web Agency dibangun dengan pendekatan yang jauh lebih sederhana. Modal awal sepenuhnya berasal dari tabungan pribadi, digunakan untuk membeli laptop, alat pengembangan, dan perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek website klien.

Tidak ada investasi besar-besaran di muka. Fokus utamanya justru pada keterampilan dan kualitas layanan, bukan pada seberapa mewah perlengkapan yang dimiliki.

Pendekatan ini mencerminkan cara berpikir khas bisnis jasa digital: yang dijual bukan barang fisik, melainkan kepercayaan dan hasil kerja yang bisa dibuktikan lewat portofolio.


Fase Sulit: Terus Berusaha, Tapi Tak Kunjung Ada Hasil

Perjalanan Redjo Web Agency tidak selalu mulus. Salah satu fase paling berat yang harus dilalui adalah ketika usaha keras yang dilakukan belum juga membuahkan hasil.

“Fase tersulit adalah ketika saya terus berusaha tetapi hanya melihat sedikit atau bahkan tidak ada hasil sama sekali. Ada periode di mana saya tidak menerima penjualan sama sekali, yang membuat saya mempertanyakan apakah bisnis ini akan berhasil,” ceritanya.

Ketiadaan validasi dari pasar itu terasa berat, terlebih setelah waktu dan energi yang cukup besar sudah diinvestasikan. Tidak jarang muncul keraguan apakah semua usaha yang dijalani benar-benar sepadan dengan hasil yang didapat.

Bahkan, ada momen-momen ketika pikiran untuk menyerah sempat terlintas. “Ketika kemajuan terasa lambat dan hasilnya tidak pasti, menyerah bisa tampak seperti pilihan yang lebih mudah.” akunya jujur.

Namun, ia memilih untuk melihat keraguan itu bukan sebagai tanda kegagalan, melainkan bagian alami dari perjalanan wirausaha. “Yang membedakan pengusaha sukses bukanlah ketiadaan keraguan, tetapi kemampuan untuk terus bergerak maju meskipun ada keraguan.” tegasnya.


Titik Balik dari Kemenangan-Kemenangan Kecil

Dokumentasi: Redjo Web Agency

Sebagai usaha yang masih relatif baru, titik balik Redjo Web Agency tidak datang dalam bentuk lonjakan besar, melainkan lewat tanda-tanda kecil bahwa arah yang dipilih sudah tepat.

“Titik balik terjadi beberapa waktu lalu. Sebuah titik balik dimana saya mulai melihat bukti bahwa bisnis ini dapat menciptakan nilai nyata bagi klien dan bahwa orang-orang bersedia mempercayai layanan saya.” jelasnya.

Meski bukan terobosan yang dramatis, momen itu cukup untuk memberi keyakinan bahwa model bisnis yang dijalankan bisa berhasil. Baginya, pertumbuhan sering kali bukan berasal dari satu keberhasilan besar, tetapi dari akumulasi kemenangan-kemenangan kecil yang terus terjadi seiring waktu.

Sejak diluncurkan, Redjo Web Agency telah menyelesaikan lima proyek pembuatan website dan menghasilkan pendapatan hingga jutaan rupiah. Angka ini memang belum besar, tetapi menjadi fondasi penting untuk membangun portofolio dan kepercayaan klien.

Perjalanannya pun tidak sepenuhnya linear. Pada pertengahan tahun 2026, Redjo Web Agency sempat mengalami periode akuisisi klien yang cukup konsisten, sebelum kemudian memasuki masa yang lebih lambat. Periode itu justru menjadi pemicu untuk memperkuat strategi pemasaran dan memperluas jangkauan.


Strategi Digital dan Pelajaran dari Kompetitor

Menurutnya, ada tiga hal yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bisnis jasa seperti ini, yaitu pemasaran digital, pembangunan komunitas, dan inovasi produk. Ketiganya berjalan beriringan, karena produk yang bagus saja tidak cukup jika tidak dikomunikasikan dengan tepat kepada calon pelanggan.

Terkait kesalahan dalam berbisnis, sejauh ini ia bersyukur belum pernah mengalami kegagalan yang besar. Namun ia percaya, kesalahan adalah bagian yang tidak terhindarkan dalam berwirausaha. Karena itu, alih-alih berusaha menghindari setiap kesalahan, fokusnya diarahkan pada belajar cepat dan terus beradaptasi.

Satu pelajaran yang paling ingin ia bagikan kepada pelaku UMKM lain adalah soal cara memandang kompetitor.

“Tidak peduli seberapa bagus performa pesaing Anda, jangan pernah menyerah. Mereka juga manusia, sama seperti Anda.” pesannya.


Tim Kecil, Dampak yang Mulai Terasa untuk Bisnis Lokal

Saat ini, Redjo Web Agency dijalankan oleh tim kecil yang terdiri dari empat orang, termasuk dua pendiri dan dua anggota tim, yang beroperasi dari satu lokasi. Selain tim inti, usaha ini juga melibatkan sekitar 2- 3 pekerja lepas dalam proses pengerjaan proyek.

Meski skalanya masih kecil, dampaknya sudah mulai dirasakan oleh sejumlah bisnis lokal di Bali. Lewat website yang dibangun, pelanggan dari bisnis-bisnis tersebut kini bisa mengakses informasi lebih mudah, menghubungi mereka lebih cepat, dan menemukan mereka lewat pencarian daring.

Salah satu klien, Simplecut Band, membagikan pengalamannya bekerja sama dengan Redjo Web Agency: “Situsnya dibuat bagus, hasilnya sangat memuaskan karena hasilnya sesuai dengan permintaan kita (klien) sampai dengan detailnya. Komunikasi dengan pembuat situs sangat lancar, dan orangnya asik diajak bekerja sama.”

Untuk urusan keterampilan, Milan mengaku sebagian besar belajar secara otodidak dalam pengembangan website dan teknologi digital, melalui riset daring, konten edukatif, praktik langsung, diskusi dengan teman, hingga memanfaatkan alat berbasis AI untuk memperdalam pemahaman. Sebagian besar keahlian justru terbentuk lewat proses membangun proyek nyata dan terus memperbaiki diri dari pengalaman di lapangan.


Tak Berhenti di Satu Bisnis, Membangun Solusi untuk Masalah Nyata

Di luar Redjo Web Agency, Milan terus mencoba membangun berbagai aplikasi dan software untuk menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi orang lain. Salah satunya adalah ClientSniper, aplikasi yang ia buat untuk membantu freelancer dan pelaku bisnis menemukan calon pelanggan dengan lebih efisien.

Tak hanya di ranah bisnis dan teknologi, Milan juga merupakan co-founder Bali Against Floods, sebuah inisiatif sosial yang menggalang dan menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Bali.

Berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Milan bukan hanya soal menjalankan satu bisnis. Ia adalah anak muda yang terus mencoba membangun bisnis, produk digital, dan proyek yang memberikan manfaat bagi orang lain.


Mimpi Besar, Ekspansi Internasional dan Digitalisasi UMKM

Dokumentasi: Redjo Web Agency

Meski usianya masih muda, Redjo Web Agency sudah memiliki target yang cukup ambisius untuk lima tahun ke depan, yaitu berekspansi secara internasional dan mengembangkan tim hingga lebih dari 50 karyawan.

Namun, lebih dari sekadar pertumbuhan bisnis, misi utamanya adalah membantu bisnis lokal beradaptasi dengan dunia digital. Banyak pelaku usaha kecil, menurutnya, sebenarnya memiliki produk dan layanan yang bagus, tetapi kesulitan mengikuti perkembangan teknologi.

“Tujuan kami adalah membuat digitalisasi menjadi sederhana, mudah diakses, dan terjangkau sehingga mereka dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, mengembangkan bisnis mereka, dan tetap kompetitif.” paparnya.

Dengan begitu, ia berharap Redjo Web Agency bisa turut mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lebih banyak peluang kerja, dan memastikan bisnis-bisnis di komunitasnya tidak tertinggal seiring perkembangan zaman.

Saat ini, Milan masih terus belajar, bereksperimen, dan membangun aplikasi baru untuk mencoba menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi orang lain.

“Saya ingin terus membuat software yang tidak hanya berguna untuk bisnis di Bali, tetapi juga berpotensi membantu orang-orang di berbagai tempat di Indonesia maupun dunia,” tuturnya.


Mengubah Privilese Jadi Kontribusi

Bagi Milan, dampak terbesar dari membangun Redjo Web Agency bukanlah soal finansial. Justru, prosesnya membuatnya menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan mandiri, serta lebih menghargai kesempatan yang selama ini diberikan oleh keluarganya.

“Hal itu juga memungkinkan saya untuk menciptakan sesuatu milik saya sendiri, alih-alih sepenuhnya bergantung pada keuntungan yang saya miliki sejak lahir.” ujarnya.

Ia menyadari, tidak semua orang bisa memilih keadaan tempat mereka dilahirkan. Namun setiap orang punya pilihan atas apa yang dilakukan terhadap kesempatan yang sudah ada di tangan.

“Sebagian besar orang diajarkan untuk bersyukur atas kesempatan yang diberikan kepada mereka. Saya percaya kita juga harus bertanya apa yang kita lakukan dengan kesempatan tersebut.” tuturnya.

Milan juga menyadari bahwa perjalanan usahanya tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan sendiri. Ia pun terbuka untuk terus belajar dan membangun jejaring, termasuk lewat komunitas wirausaha, karena baginya pertumbuhan bisnis akan lebih kuat jika ditopang oleh ekosistem yang saling mendukung.

Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin menjelajahi layanan Redjo Web Agency mulai dari pembuatan website, aplikasi dan sistem custom, dashboard internal, client portal, hingga otomatisasi alur kerja bisnis kamu bisa terhubung langsung melalui:

Kisah Redjo Web Agency mengingatkan kita bahwa tidak semua motivasi berbisnis lahir dari kekurangan. Terkadang, justru dari rasa cukup dan bersyukur itulah muncul dorongan untuk berbuat lebih membangun sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, bukan sekadar untuk diri sendiri. Yang perlu dilakukan hanyalah peka melihat kesempatan itu, dan cukup berani untuk bergerak.

Semoga bermanfaat!

Milan Rizky Atmoredjo adalah salah satu Member Utama UKMIndonesia.id  dan kisahnya adalah salah satu alasan mengapa komunitas ini ada: untuk memastikan perjalanan seperti milik Milan tidak berhenti sebagai cerita pribadi, melainkan menjadi inspirasi bagi ribuan wirausahawan lain yang sedang berjuang di tahap yang sama. 

Jika artikel ini bermanfaat, mohon berkenan bantu kami sebarkan pengetahuan dengan membagikan tautan artikelnya, ya!

Kamu juga bisa mendukung keberlanjutan konten edukatif di website melalui fitur Dukung Kami di bawah artikel ini.

Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin bergabung dengan komunitas UMKM, yuk daftar jadi anggota melalui ukmindonesia.id/registrasi.  Berkomunitas bisa bantu kita lebih siap untuk naik kelas!

Dukung Misi Edukasi Kami

Kontribusi Anda, sekecil apa pun, sangat membantu kami agar dapat terus membuat konten edukasi kewirausahaan dan merawat keberlanjutan website ini.

•