Cara Memulai Usaha Makanan Kemasan - Sahabat Wirausaha, banyak dari kita yang tentu menyukai makanan olahan kemasan atau kerap disebut sebagai snack. Kemasannya yang menarik dan mudah dibawa ke mana-mana, harganya yang terjangkau dan punya rasa kegemaran banyak orang, hanyalah segelintir alasan kenapa produk makanan olahan kemasan ini membanjiri pasaran. 

Hal ini justru menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan bagi Sahabat Wirausaha, karena pangsa pasar yang terbuka lebar. Namun ,untuk bisa sukses dalam bisnis snack, ada beberapa hal yang ternyata wajib diperhatikan terutama bagi para pemula. Apa sajakah hal-hal tersebut? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini. 

Cara Memulai Makanan Olahan Kemasan, Ini Peluang Pasarnya!

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bisnis makanan olahan kemasan memang cukup menjanjikan di Indonesia. Berdasarkan data yang dilaporkan Kemenparekraf seperti dilansir Republika, makanan olahan kemasan termasuk produk kuliner yang memang menjadi kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Tak heran jika subsektor kuliner ini mampu menyumbang sekitar 41 persen dari total PDB (Produk Domestik Bruto) senilai 455,4 triliun rupiah di tahun 2020. Bukan itu saja, bisnis kuliner juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan jumlah mencapai 9,5 juta orang.

Salah satu pelaku UMKM untuk makanan olahan kemasan yang mampu meningkatkan ekonomi tak hanya dirinya, tapi juga lingkungan di sekitarnya adalah Filsa Budi Ambia. Pemilik usaha snack peyek kepiting dengan brand Kampoeng Timoer yang bertempat di Balikpapan, Kalimantan Timur ini bahkan mengaku omzet bisnisnya tetap berjalan meskipun pandemi COVID-19 menerjang. Tak hanya itu, Kampoeng Timoer juga tetap mampu memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Baca Juga: Good Manufacturing Practices, Pedoman Produksi Pangan Olahan yang UMKM Perlu Ketahui

Kampoeng Timoer ini dimulai dengan modal seratus ribu rupiah, dan dapat omzet ratusan kali lipat karena produk makanannya lebih tahan lama, terus bisa dijual ke seluruh Indonesia. Intinya adalah selalu melakukan inovasi sehingga bisnis tetap bisa bertahan dalam kondisi apapun termasuk wabah corona,” ungkap Filsa.

Menurut Filsa, para pelaku bisnis makanan ringan tak harus memaksakan diri untuk berinovasi dengan modal besar, karena dana yang dibutuhkan bisa diminimalkan sedemikian rupa. Baginya yang penting adalah mengamati apa yang dibutuhkan pasar, kondisi yang dihadapi masyarakat, hingga pengemasan yang menarik.

Tentu untuk mengikuti jejak Filsa, ada beberapa hal yang wajib Sahabat Wirausaha ketahui dan pelajari. Seperti apa? Simak terus penjelasan lengkapnya hingga artikel ini usai.

7 Cara Memulai Usaha Makanan Kemasan yang Wajib Diketahui

Kendati memang makanan kemasan termasuk produk kuliner yang menjanjikan seiring dengan permintaan masyarakat terus meningkat, untuk memulai bisnis ini jelas tak bisa dilakukan secara sembrono. Apalagi jika Sahabat Wirausaha adalah pemula dalam bisnis kuliner, beberapa hal wajib diperhatikan supaya usaha yang dijalankan tidak mendatangkan kerugian. 

Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan dalam memulai bisnis makanan ringan:

1. Pikirkan Konsep

Menurut Hubster, langkah paling awal saat memulai bisnis makanan ringan dalam kemasan adalah memikirkan konsep. Konsep di sini tidaklah hanya pada produk yang ingin dihasilkan dan dijual, tapi juga pada bisnis itu sendiri. Misalkan saja, Sahabat Wirausaha tertarik memulai bisnis olahan tempe karena berlokasi di Malang yang merupakan salah satu sentra produsen tempe, tentu harus punya konsep seperti apa tempe itu akan diolah sebagai makanan ringan dalam kemasan.

foto: Jeff Siepman/UNSPLASH

Di Malang sendiri ada banyak sekali snack dengan bahan baku tempe mulai dari kripik tempe, brownies kering tempe bahkan hingga frozen food nugget tempe sampai bakso tempe. Dalam menentukan konsep produk, tak bisa dilakukan secara cepat karena membutuhkan pertimbangan yang teliti, termasuk di dalamnya adalah mengenai nama brand yang dipilih.

Jika konsep produk sudah ditetapkan, Sahabat Wirausaha bisa mulai memikirkan seperti apa konsep bisnis yang bakal dijalankan mulai dari strategi-strategi pemasaran hingga upaya menghadapi kompetitor, serta langkah cadangan jika bisnis tidak berjalan. Tentu semua hal ini membutuhkan pemikiran yang matang dan serius agar usaha yang dijalankan bisa berjalan lama.

Baca Juga: ​5 Alternatif Kemasan Makanan Selain Plastik, Upaya Kurangi Cemaran Mikroplastik

2. Siapkan Modal

Setelah konsep produk dan bisnis sudah ditetapkan, Selly menjelaskan kalau langkah selanjutnya adalah mempersiapkan modal awal. Sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh Filsa bahwa bisnis makanan olahan kemasan tidak membutuhkan modal besar, tetap saja Sahabat Wirausaha harus mempersiapkannya sesuai budget

Setidaknya ada dua jenis modal yang harus diperhatikan yakni modal investasi seperti mesin produksi hingga modal operasional yang akan mencakup biaya bahan baku hingga upah karyawan. Besar kecilnya modal awal ini tentu bakal dipengaruhi oleh kuantitas produk yang diinginkan, sehingga ada baiknya tidak terlalu memaksakan. Hindari berhutang ke lembaga keuangan dalam hal modal awal, karena itu akan membebani finansial usaha yang masih belum terlihat keuntungannya.

3. Rancang Proses Produksi

Langkah berikutnya yang bisa dilakukan adalah mulai merancang seperti apa proses produksi. Rancangan ini tak akan jauh-jauh dari konsep produk yang sudah dipilih sebelumnya. Kembali ke contoh olahan tempe, anggap saja Sahabat Wirausaha memilih berjualan brownies tempe, maka proses produksinya bisa dimulai dari pemilihan bahan baku tempe yang berkualitas, menentukan supplier tempe, pengolahan tempe menjadi adonan brownies hingga tahapan memasak brownies.

Ada baiknya kalau snack yang dipilih ini bisa diproduksi dalam skala kecil terlebih dahulu, sehingga dapat dibuat sendiri di rumah. Dengan begitu Sahabat Wirausaha dapat melakukan sejumlah trial error sebelum akhirnya menemukan standar produksi tersendiri, sampai mampu menghasilkan produk sesuai dengan keinginan.

4. Pilih Kemasan

Karena ini adalah bisnis makanan ringan dalam kemasan, maka tahapan memilih kemasan termasuk salah satu yang wajib diketahui calon pemilik usaha. Jangan dianggap remeh, karena kualitas kemasan snack bisa menjadi penentu utama bagaimana calon konsumen tertarik. Sekadar informasi, ada dua jenis cara pengemasan snack yang lazim ditemukan yakni kemasan instan dan natural. Kemasan instan bisa Sahabat Wirausaha temukan pada sejumlah makanan ringan produksi pabrik besar.

Biasanya dalam kemasan instan, mencantumkan sejumlah kode produksi, izin usaha, hingga tanggal kadaluarsa dan komposisi produk. Sedangkan untuk kemasan natural merupakan packaging yang kerap dipilih pebisnis snack pemula karena umumnya cuma berupa standing pouch atau plastik kedap udara yang kemudian disematkan label nama produk.

5. Tentukan Target Pasar

Setelah kemasan ditetapkan, maka cara selanjutnya dalam memulai usaha makanan olahan kemasan adalah menentukan target pasar. Tahapan ini bisa dibilang sangat penting karena bakal mempengaruhi strategi penjualan dan kelangsungan bisnis ke depannya. Agar Sahabat Wirausaha bisa menentukan target pasar yang tepat, penting untuk memahaminya lewat sejumlah karakteristik calon konsumen mulai dari usia, jenis kelamin, pola tingkah laku hingga daya beli.

Contohnya seperti produk bakso goreng alias basreng pedas, maka biasanya target pasarnya adalah perempuan muda dengan range usia 20 – 35 tahun. Demografi usia itu akan membuat kalian tahu seperti apa pola tingkah laku para perempuan muda dalam memilih snack dan kemampuannya untuk membeli, sehingga produk yang ditawarkan akan mudah diterima oleh pasar. Bahkan lewat penentuan target pasar yang tepat, Bisnis UKM menjelaskan kalau itu akan mempengaruhi sejumlah strategi pemasaran termasuk media promosi online.

foto: Ricardo Vergilio/UNSPLASH

Baca Juga: ​7 Cara Memasarkan Produk Makanan Kemasan, Strategi Raih Perhatian Konsumen!

6. Pahami Perizinan

Sebelum akhirnya mencapai tahap terakhir, langkah selanjutnya yang juga tak dapat diremehkan calon pebisnis makanan olahan kemasan adalah perihal perizinan. Apalagi Penny K. Lukito selaku Kepala BPOM kepada Bisnis Indonesia, menegaskan jika produsen pangan olahan dalam kemasan wajib punya izin edar. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 18 Tahun 2022 tentang Pangan dan PP Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan.

Dengan melakukan pengajuan izin usaha, tentu produk itu akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi di kalangan masyarakat. Dampaknya pun akan ada banyak calon konsumen baru karena produk yang berizin resmi terlihat lebih profesional. Untuk saat ini, ketentuan perizinan berusaha ini dibuat berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

7. Lakukan Analisa Harga

Nah, kemudian cara terakhir yang bisa dilakukan pemula saat memulai usaha makanan olahan kemasan adalah analisa harga jual. Secara mudahnya, harga jual sudahlah harus memenuhi biaya produksinya supaya Sahabat Wirausaha mampu meraih cuan. Misalkan saja kalian ingin berjualan snack kacang hijau goreng, maka biaya pembelian kacang hijau, LPG untuk kompor hingga listrik untuk mesin adonan wajib dimasukkan dalam analisa harga.

Usahakan untuk tidak meraup untung terlalu besar terutama di awal bisnis berjalan. Misalnya dari perhitungan biaya produksi ditemukan harga 7.500 rupiah per kemasan, maka dapat ditingkatkan hingga 15 ribu rupiah per kemasan. Namun tetap, jangan terlalu tergiur meraup untung besar tanpa mempertimbangkan kemampuan pasar.

Bagaimana? Ternyata tidak terlalu rumit untuk memulai usaha makanan olahan kemasan, bukan? Asalkan tata cara di atas dipelajari dan kemudian diterapkan secara runtut dan tepat, bukan tak mungkin jika cuan besar bakal bisa diwujudkan.

Jika Sahabat Wirausaha merasa artikel ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan ke teman-teman lainnya. Jangan lupa untuk like, share, dan berikan komentar pada artikel ini.