Bagaimana Produk UMKM Bisa Masuk Sarinah – Sejak direnovasi dan dibuka kembali untuk publik, Mal Sarinah yang terletak di jantung kota Jakarta kini menjadi salah satu destinasi belanja favorit. Salah satunya alasannya adalah terbukanya ruang publik yang nyaman dan aman. Setiap akhir pekan, biasanya juga ada pertunjukan gratis. Namun, hal lain yang juga melekat dengan Sarinah saat ini adalah produk-produk UMKM yang dijual di Sarinah. 

Bagaimana caranya produk-produk UMKM bisa dipasarkan di Sarinah? Simak penjelasan di artikel ini ya, Sahabat Wirausaha!


Sejarah Sarinah

Perjalanan Sarinah sudah cukup panjang dan melalui beberapa kali tahap renovasi. Terbaru adalah pada 2020 dengan membawa visi “Menumbuhkembangkan Keunggulan UMKM Nasional.” Melalui visi ini, perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini punya cita-cita menjadi pusat perbelanjaan yang bisa menjadi rumah bagi produk UMKM lokal dengan kelas internasional.

Pendirian Sarinah sendiri digagas oleh Presiden pertama Indonesia, Sukarno untuk mewadahi perdagangan produk dalam negeri dan mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. Mal Sarinah diresmikan pada 1 Agustus 1966 dan menjadi pusat perbelanjaan pertama di Indonesia.

Nama Sarinah diambil dari nama salah satu pengasuh presiden Sukarno semasa kecil. Pengasuh Sukarno tersebut memberi inspirasi tentang nilai-nilai kebesaran jiwa. Hal itu diimplementasikan dengan upaya mal tersebut sebagai mitra para pelaku usaha kecil lokal dengan muatan budaya Indonesia di mata internasional.

Sebelum renovasi yang dilakukan pada 2020, Sarinah sebelumnya telah melakukan renovasi pertamanya pada 1990-an. Pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat itu kini telah berusia lebih dari lima dekade.

Baca Juga: Penting Buat UMKM, Inilah 5 Manfaat Bergabung dengan Komunitas Usaha


Produk UMKM di Sarinah

Sarinah menetapkan kurasi ketat bagi produk UMKM lokal Indonesia bisa mejeng dan berjualan.

Sumber foto: sarinah.co.id

Lalu, produk UMKM apa saja nih, Sahabat Wirausaha yang ada di Sarinah? Sebenarnya, Sarinah tidak hanya bergerak di bidang ritel dan sebagai pusat perbelanjaan. Beberapa lini bisnis lain yang dimiliki Sarinah di antaranya adalah properti dan hospitality, layanan dan fasilitasi perdagangan (export trading), dan casual leasing. Namun, mengutip dari situs resmi Sarinah, sisi bisnis ritel dan pusat perbelanjaan menjadi tulang punggung bisnis mereka.

Di sisi produk ritel, beberapa produk yang dipasarkan di antaranya adalah produk-produk kerajinan tangan, seni lukis, garmen tradisional seperti batik, tenun, songket, hingga biji kopi. Selain produk-produk tersebut, Sarinah juga menyediakan produk lainnya lewat sistem consignment (konsinyasi).

Lewat sistem konsinyasi, pemilik yang memiliki barang seperti pelaku UMKM menyerahkan sejumlah barang mereka ke Sarinah untuk dijualkan dengan memberikan komisi tertentu atau bagi hasil. Melalui sistem ini, Sarinah bekerja sama dengan beberapa mitra bisnis.

Beberapa produk konsinyasi yang ada di Sarinah di antaranya terdiri dari beberapa segmen seperti kuliner, kopi, dan produk organik, mode etnik, mode muslim, aksesoris, hingga fesyen kasual.

Sistem konsinyasi ini diterapkan Sarinah untuk para pelaku UMKM yang produknya mejeng di mal tersebut. Hal itu ditujukan agar tidak memberatkan para pelaku usaha mikro dan menengah. Beberapa sistem kerja sama yang ada di Sarinah, selain konsinyasi adalah fix rate yakni biaya sewa tetap yang ditentukan di awal kontrak. Biasanya ini diterapkan untuk para pelaku usaha restoran yang membuka gerai mereka di Sarinah. Di samping itu, juga ada sistem bagi hasil (revenue sharing).

Baca Juga: Strategi Growth Marketing Bisa Bikin Bisnismu Cuan Terus-Terusan? Begini Cara Menerapkannya


Bagaimana Produk UMKM Masuk Sarinah?

Jadi, bisa dong produk Sahabat Wirausaha masuk ke Sarinah? Apa lagi jika produk-produk Sahabat Wirausaha adalah seperti produk yang disebutkan sebelumnya. Baik itu pernak-pernik aksesoris, fesyen, wastra, hingga kerajinan tangan. 

Produk yang dijual di Sarinah.

Sumber foto: sarinah.co.id.

Nah, bagaimana ya caranya produk UMKM Sahabat Wirausaha bisa masuk dan dijual di Sarinah? Tentu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pihak Sarinah sendiri akan melakukan kurasi bagi produk-produk UMKM yang bisa dijual di gerai mereka.

Dilansir dari Detik, Sarinah menargetkan bisa menggaet 1000 mitra UMKM Indonesia agar produk mereka bisa mejeng di gerai. Sejak melakukan transformasi sejak dua tahun belakang, Sarinah juga memiliki program pembinaan UMKM yang dinamakan Sarinah Pandu.

Sarinah Pandu dibentuk untuk menjaring UMKM unggulan untuk naik level yang lebih tinggi. Lewat program ini, Sarinah juga menawarkan beberapa program keberlanjutan yang bisa berdampak pada bisnis dan manajemen para UMKM yang terpilih.

Setidaknya, ada tiga syarat utama agar produk Sahabat Wirausaha dilirik manajemen Sarinah dan bisa dipertimbangkan untuk dijual di mal tersebut. Pertama adalah produk khas Indonesia. Artinya, produk-produk UMKM yang memiliki ciri khas keIndonesiaan akan lebih dipertimbangkan dijual di Sarinah. Seperti apa sih, produk khas Indonesia itu? Contohnya seperti produk kerajinan tangan mulai dari karya mebel, ornamen etnik, hingga kain tradisional.

Syarat lainnya, produk UMKM asli buatan Indonesia. Lo, memangnya ada ya produk UMKM yang bukan buatan asli Indonesia? Beragamnya jenis dan produk UMKM yang ada di Indonesia sebenarnya bisa juga produk tersebut berasal dari luar negeri. Seperti produk fesyen misalnya, ada beberapa UMKM yang mengimpor produk asal Tiongkok. Alih-alih memproduksi sendiri. Beberapa pertimbangan karena ongkosnya lebih murah ketimbang memproduksi di garmen sendiri, bisa melatarbelakanginya. Nah, jika Sahabat Wirausaha bisa menunjukkan bukti bahwa produk yang dimiliki adalah buatan sendiri dan asli buatan Indonesia, tentu akan lebih bisa dipertimbangkan untuk masuk di Sarinah ya!

Syarat lainnya adalah, produk kekinian. Unsur modern di produk menjadi syarat utama lain jika produk Sahabat Wirausaha ingin mejeng di Sarinah. Selain khas Indonesia dan asli buatan Indonesia, produk yang masuk Sarinah juga harus mencerminkan kemodernannya. Hal ini tentunya juga selaras dengan branding yang ingin ditonjolkan mal tersebut sejak melakukan rebranding

Dalam wawancaranya bersama CNBC Indonesia, Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati menjelaskan saat ini ada lebih dari 500 brand yang ditampilkan di Sarinah dengan proses kurasi yang selektif, ketat, dan bertahap. Produk yang dijual pun terdiri dari beragam segmen. Mulai dari harga Rp2000 sampai ratusan juta. Produk dengan harga ratusan juta tersebut menurut Fetty sebab itu merupakan produk unggulan dan premium yang patut diberikan apresiasi lebih.

“Jadi produk UMKM yang bisa masuk ke Sarinah itu selain produknya harus bagus mulai dari kemasan (packaging), juga kami lihat lebih dalam lagi. Misalnya unsur KeIndonesiaannya, bahan dan pemiliknya dari Indonesia, hingga nama brand menggunakan bahasa Indonesia. Ini karena sesuai dengan fokus kami, yakni brand lokal, produk UMKM yang akarnya dari Indonesia,” kata Fetty.

Selain beberapa syarat tersebut, Fetty menyebutkan, Sarinah juga akan menilai apakah pelaku UMKM tersebut juga menerapkan prinsip yang sama dengan Sarinah untuk melakukan perawatan dan pengasuhan ke para pihak yang bekerja untuk brand UMKM mereka.

Baca Juga: Unique Selling Proposition VS Unique Value Proposition, Apa Bedanya? Ini yang Perlu UMKM Ketahui


Keuntungan Produk Dijual di Sarinah

Setelah tahu syarat dan cara agar produk UMKM Sahabat Wirausaha dijual di Sarinah, kini juga perlu diketahui apa saja manfaat jika produk kita dijual di Sarinah. Pertama tentu saja dari segi eksposur akan meningkat. Selain itu, branding produk Sahabat Wirausaha juga bisa ikut naik, karena untuk masuk di Sarinah saja ada serangkaian kurasi ketat yang diuji kualitasnya.

Manfaat lain tentunya adalah semakin terbukanya pasar baik di dalam negeri maupun internasional. Fetty menjelaskan ada tiga bentuk fasilitasi ke mitra UMKM yang produknya hadir di Sarinah. Pertama adalah memberikan akses pemasaran dengan menyediakan ruang untuk memejengkan produk UMKM.

Kedua, bentuk fasilitasi akses keuangan. Dengan kerja sama Sarinah melalui beberapa lembaga keuangan, nantinya produk UMKM Sahabat Wirausaha juga bisa mendapatkan akses bantuan finansial. Namun, bantuan dan akses ini diprioritaskan untuk produk yang sudah siap ekspor.

Ketiga, dukungan fasilitasi pelatihan dan pengembangan kapasitas sumber daya. Sarinah juga memberikan akses pelatihan untuk peningkatan produk UMKM lewat lokakarya atau pelatihan bagi para pekerja brand UMKM yang bermitra dengan Sarinah. Sehingga secara manajemen dan proses bisnis bisa lebih profesional.

Nah, kira-kira, apakah produk UMKM Sahabat Wirausaha sudah memenuhi syarat-syarat di atas? Jika sudah tercentang semua, tentunya tinggal mencari peluang dan kesempatan ya untuk bisa dilirik oleh Sarinah. Mungkin bisa dimulai dari pameran-pameran pop up terlebih dulu. Dari situ, biasanya juga akan dilirik untuk dipertimbangkan produk Sahabat Wirausaha masuk di display mal Sarinah. Biar tidak ketinggalan informasi, Sahabat Wirausaha juga bisa mengikuti akun media sosial Sarinah dan mengunjungi situs resminya. Dan, tentu saja ikuti media sosial UMKIndonesia.ID karena ada berbagai info menarik yang bisa dimanfaatkan Sahabat Wirausaha dalam mengikuti berbagai kesempatan pameran dan bazar UMKM di Indonesia. Baca juga artikel menarik lain di website UKMIndonesia.ID untuk menambawah wawasan tentag dunia bisnis dan usaha.

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM. 

Referensi:

  1. www.sarinah.co.id
  2. https://www.cnbcindonesia.com/news/20230831191508-8-467982/produk-umkm-mau-masuk-sarinah-ini-syaratnya
  3. https://www.merdeka.com/uang/ingin-jualan-di-sarinah-intip-syarat-dan-cara-daftar-bagi-umkm.html
  4. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6681317/lebih-dari-1-000-umkm-ditargetkan-bisa-masuk-sarinah