
Sahabat Wirausaha,
Ubi jalar madu kerap hadir sebagai jajanan sederhana di sore atau malam hari. Dijual hangat, dibungkus kertas atau plastik, lalu disantap tanpa banyak embel-embel. Namun dibalik kesederhanaannya, ubi jalar madu menyimpan potensi bisnis yang tidak kecil. Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), produk ini bukan sekadar camilan musiman, melainkan contoh usaha berbasis pangan lokal yang mampu bertahan karena dekat dengan kebiasaan konsumsi masyarakat.
Popularitas ubi jalar madu tidak lahir dari tren sesaat. Rasa manis alaminya, tekstur lembut, serta kemudahan pengolahan membuat produk ini diterima lintas usia dan latar belakang. Inilah yang menjadikannya menarik untuk dibaca bukan hanya dari sisi kuliner, tetapi dari sudut pandang peluang bisnis yang stabil.
Ubi Jalar Madu: Produk Lokal yang Mudah Diterima Pasar
Secara komoditas, ubi jalar madu—yang di pasaran lebih dikenal sebagai ubi madu—memiliki keunggulan rasa tanpa perlu banyak perlakuan tambahan. Ketika diolah dengan tepat, rasa manisnya keluar secara alami, tanpa tambahan gula atau pemanis buatan. Hal ini membuatnya relatif mudah dijual, bahkan tanpa edukasi pasar yang rumit.
Bagi UMKM, kemudahan penerimaan pasar ini penting. Produk yang tidak memerlukan banyak penjelasan biasanya lebih cepat berputar, terutama untuk usaha kecil dengan modal terbatas dan kapasitas produksi yang masih sederhana.
Baca juga: 7 Negara Tujuan Ekspor Ubi Manis, Ke Mana Saja?
Tidak Harus Dibakar: Fleksibilitas Cara Olah
Meski metode bakar paling populer karena aroma dan sensasi karamel alaminya, ubi jalar madu tidak harus selalu diolah dengan cara dibakar. Dalam praktik UMKM, terdapat beberapa alternatif yang sama-sama realistis secara operasional.
Ubi jalar madu yang dikukus cenderung menghasilkan rasa manis yang lebih lembut dengan tekstur moist. Metode ini banyak dipilih oleh usaha rumahan karena lebih hemat energi dan minim risiko gagal produksi. Sementara itu, metode panggang—menggunakan oven sederhana atau oven listrik—memberikan hasil yang lebih merata dan rapi, sehingga cocok untuk penjualan berbasis pre-order atau kemasan.
Fleksibilitas ini memberi ruang bagi UMKM untuk menyesuaikan proses produksi dengan peralatan, kapasitas, serta biaya yang dimiliki, tanpa harus mengorbankan kualitas produk.
Dari Jajanan Sederhana ke Ragam Produk Olahan
Berbagai kajian dan liputan menunjukkan satu pola penting: nilai ekonomi ubi meningkat ketika tidak berhenti dijual dalam bentuk segar. Pengolahan menjadi produk siap konsumsi menjadi kunci utama penciptaan nilai tambah. Pola ini juga banyak muncul dalam liputan media tentang UMKM pangan lokal.
Dalam konteks ubi jalar madu, potensi pengembangan produk terbuka luas. Namun, bagi UMKM, ragam ini sebaiknya dipahami sebagai opsi pengembangan bertahap, bukan kewajiban sejak awal usaha berjalan.
Contoh Produk Olahan Ubi Jalar Madu yang Berpotensi Dikembangkan UMKM
- Ubi Jalar Madu Bakar, Kukus, atau Panggang
Ini adalah produk inti dan paling sederhana. Modal relatif kecil, proses cepat, dan cocok untuk usaha harian. Produk ini sering menjadi pintu masuk UMKM sebelum berpikir diversifikasi. - Keripik Ubi Jalar Madu
Keripik menawarkan nilai tambah dari sisi daya simpan dan jangkauan pasar. Dibanding ubi segar, produk ini lebih mudah dikemas dan didistribusikan. Namun banyak pelaku usaha menempatkan keripik sebagai tahap lanjutan, setelah pasokan bahan baku dan kualitas produksi stabil. - Donat atau Kue Berbasis Ubi Jalar Madu
Ubi jalar madu dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar donat atau kue, memberi alternatif produk yang lebih mengenyangkan. Produk ini cocok dikembangkan oleh UMKM yang sudah memiliki pengalaman di usaha bakery atau jajanan pasar. - Kolak Ubi Jalar Madu
Produk ini memiliki karakter musiman, tetapi selalu muncul kembali pada momen tertentu seperti bulan puasa. Kolak menunjukkan bahwa ubi jalar madu juga relevan untuk pasar tradisional yang sudah mapan. - Puree atau Selai Ubi Jalar Madu
Produk ini lebih niche, tetapi berpotensi menjadi bahan baku untuk usaha lain, seperti kedai roti atau minuman. Dari sisi bisnis, produk ini membuka peluang B2B skala kecil.
Ragam produk tersebut menunjukkan bahwa kekuatan ubi jalar madu bukan pada satu bentuk olahan, melainkan pada kemampuan UMKM memilih bentuk yang sesuai dengan kapasitas dan pasar.
Pola Konsumsi yang Membuat Usaha Ini Bertahan
Ubi jalar madu tidak terikat pada jam makan utama. Ia dikonsumsi sebagai camilan sore, teman malam, atau kudapan ringan saat cuaca dingin. Pola konsumsi seperti ini membuat permintaannya relatif stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap tren makanan musiman.
Inilah salah satu alasan mengapa usaha berbasis ubi cenderung bertahan. Bukan karena produknya spektakuler, melainkan karena sesuai dengan kebiasaan konsumsi sehari-hari.
Baca juga: Peluang Bisnis Batagor untuk UMKM: Usaha Sederhana yang Stabil dan Bertahan Lama
Nilai Gizi sebagai Penguat Permintaan Pasar
Di balik citranya sebagai jajanan sederhana, ubi jalar—termasuk ubi jalar madu—sebenarnya merupakan salah satu sumber nutrisi nabati yang kuat. Satu ubi jalar panggang ukuran sedang diketahui dapat menyediakan lebih dari 400 persen kebutuhan harian vitamin A, terutama dari kandungan beta-karoten. Senyawa ini diubah tubuh menjadi vitamin A yang berperan penting dalam kesehatan mata, daya tahan tubuh, serta regenerasi sel kulit.
Selain itu, ubi jalar juga mengandung vitamin C dan vitamin E sebagai antioksidan, serat untuk mendukung kesehatan pencernaan, serta kalium yang membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan tekanan darah. Kombinasi nutrisi ini memperkuat persepsi ubi jalar sebagai camilan yang tidak sekadar mengenyangkan.
Bagi UMKM, aspek gizi ini tidak perlu dijadikan klaim medis. Namun, ia dapat berfungsi sebagai narasi pendukung nilai produk, terutama ketika konsumen semakin sadar akan apa yang mereka konsumsi. Nutrisi hebat tidak selalu datang dari makanan rumit; terkadang cukup dari satu bahan lokal sederhana seperti ubi jalar.
Tantangan Nyata bagi UMKM
Meski terlihat sederhana, usaha ubi jalar madu tetap memiliki tantangan. Konsistensi rasa dan kematangan menjadi faktor utama. Perbedaan kualitas bahan baku, teknik olah, dan waktu produksi dapat memengaruhi hasil akhir.
Tantangan lain adalah kecenderungan melakukan diversifikasi terlalu cepat. Banyak usaha olahan ubi kurang bertahan bukan karena produknya tidak diminati, melainkan karena kualitas tidak terjaga dan pengelolaan usaha dilakukan tanpa perhitungan bertahap.
Baca juga: Kenapa UMKM Kecil Lebih Cocok Masuk Pasar Khusus daripada Pasar Massal
Penutup: Pesona yang Bertahan karena Bertahap
Ubi jalar madu menunjukkan bahwa peluang bisnis tidak selalu datang dari inovasi yang rumit. Justru, produk yang sederhana dan dekat dengan keseharian seringkali memiliki daya tahan paling panjang.
Bagi UMKM, pesona ubi jalar madu bukan hanya soal rasa, tetapi tentang fleksibilitas usaha. Ia bisa dimulai dari bentuk paling sederhana, lalu dikembangkan secara bertahap menjadi produk bernilai tambah, tanpa harus kehilangan pijakan pada pasar utamanya.
Jika artikel ini bermanfaat, mohon berkenan bantu kami sebarkan pengetahuan dengan membagikan tautan artikelnya, ya!
Follow Instagram @ukmindonesiaid biar nggak ketinggalan informasi atau program penting seputar UMKM. Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin bergabung dengan Komunitas UMKM di bawah naungan kami di UKMIndonesia.id - yuk gabung dan daftar jadi anggota komunitas melalui ukmindonesia.id/registrasi. Berkomunitas bisa bantu kita lebih siap untuk naik kelas!
Referensi:
- USDA FoodData Central. Sweet Potato, Cooked, Baked. https://fdc.nal.usda.gov/
- Jurnal Ekonomi dan Manajemen Bisnis Akademik (JEMBA). (2023). Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Ubi. https://ejurnal.kampusakademik.my.id/index.php/jemba/article/view/1696
- Liputan6. (2024). 7 Ide Usaha dari Ubi yang Menjanjikan Modal Kecil Untung Besar. https://www.liputan6.com/hot/read/6211526/7-ide-usaha-dari-ubi-yang-menjanjikan-modal-kecil-untung-besar
- Gematani.id. (2023). 5 Jajanan Kekinian dari Ubi yang Bisa Jadi Peluang Bisnis. https://www.gematani.id/agribisnis/2221922950/5-jajanan-kekinian-dari-ubi-yang-bisa-jadi-peluang-bisnis-mudah-dibuat
- RRI. (2023). Serunya Bisnis Keripik Ubi yang Makin Digemari UMKM. https://rri.co.id/makassar/kuliner/1976036/serunya-bisnis-kripik-ubi-yang-makin-digemari-umkm









