Kain Lukis Nasrafa – Sahabat Wirausaha, tahukah bahwa kekuatan besar dapat tumbuh dari komunitas kecil? Kisah inspiratif dari UMKM Kain Lukis Nasrafa membuktikan hal tersebut. Dengan menggali potensi lokal yang kaya dan unik, Nasrafa berhasil menorehkan jejaknya di kancah global. 

Artikel ini akan mengupas rahasia di balik keberhasilan Nasrafa, dari perjuangan awal hingga capaian menakjubkannya di pasar global. Mari kita simak bersama, agar kita dapat mengambil pelajaran dan inspirasi untuk mewujudkan mimpi kita sendiri dalam dunia wirausaha.


Lebih Dekat dengan UMKM Kain Lukis Nasrafa

Sejarah Nasrafa dimulai di sebuah rumah sederhana di Kampung Petoran, Kecamatan Jebres, Solo, yang menjadi titik awal perjalanan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini. Didirikan pada 20 Januari 2012 oleh Yani Mardiyanto, Nasrafa merupakan sebuah cerita inspiratif tentang bagaimana sebuah usaha bisa tumbuh dari nol hingga mampu menembus pasar global.

Dengan latar belakang keinginan untuk menampung kreativitas para pemuda di Solo yang berbakat dalam melukis, Yani Mardiyanto mendirikan Nasrafa, yang nama akronimnya diambil dari ketiga anaknya: Nasywa, Rafi', dan Fadhil. Inisiatif ini membuka peluang bagi pelukis muda di Solo untuk mengaplikasikan kreativitas mereka dalam bentuk yang unik: melukis di atas kain.

Produk kitalan Nasrafa, seperti jilbab lukis, merupakan bukti nyata dari sinergi antara seni dan industri kreatif. Berawal dari operasional di halaman rumah Yani, Nasrafa kini telah berkembang, menempati sebuah ruang di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Semanggi Harmoni, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. 

Sumber: ukmjagowan.id

Baca Juga: Manfaatkan Potensi Desa, Kisah Ibu Rumah Tangga yang Berhasil Ekspor Gula Semut ke Mancanegara


Perjalanan Kain Lukis Nasrafa Tembus Pasar Global

Dengan modal awal Rp 12 juta, Yani Mardiyanto, pendiri Nasrafa, memulai usahanya dengan membeli beberapa lembar jilbab, cat air, dan rak, serta membiayai operasional. Awalnya, Yani memasarkan produknya secara door to door dan mengikuti sejumlah pameran di Kota Solo. Ini menjadi langkah pertama Nasrafa dalam memperkenalkan produknya ke masyarakat luas.

Dari produk awal berupa jilbab lukis, Nasrafa berkembang dengan menghasilkan berbagai item seperti tas, pouch, syal, kemeja, kaus, payung, dan topi. Dukungan dari Dinas UMKM dan Perindustrian Kota Surakarta serta Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah menjadi momentum bagi Nasrafa untuk lebih luas mengembangkan sayapnya. Dukungan ini membawa Nasrafa mengikuti berbagai pameran, baik nasional maupun internasional, meningkatkan visibilitas dan mengakses pasar yang lebih luas.

Keberhasilan Nasrafa dalam menarik perhatian di berbagai pameran UMKM membuka peluang bagi partisipasi di event internasional. Nasrafa terpilih mewakili UMKM Jawa Tengah dalam ajang Asian Games 2018 di Jakarta, MotoGP di Sirkuit Mkitalika, pameran di Manila Fame, Filipina pada 2019, dan berpartisipasi dalam Indonesia Fair di Osaka, Jepang pada 2023. Keikutsertaan dalam pameran internasional ini tidak hanya membuka pasar baru tetapi juga menambah reputasi Nasrafa sebagai brand yang mampu bersaing di pasar global.

Produk-produk Nasrafa menarik minat pembeli dari berbagai negara seperti Singapura, Jepang, Filipina, Thailand, Turki, dan Amerika Serikat. Kepiawaian Nasrafa dalam menghadirkan karya seni yang unik pada berbagai media telah menghasilkan orderan senilai 1 juta yen setelah pameran di Osaka pada 2022, membuktikan kemampuan Nasrafa dalam menembus pasar ekspor.

Pengakuan terhadap kualitas dan keunikan produk Nasrafa datang melalui berbagai penghargaan, baik dari tingkat lokal hingga nasional, seperti Sertifikat "GRADE A" Ready to Export, penghargaan Siddhakarya, penghargaan nasional Paramakarya, dan penghargaan sebagai UKM Terbaik dari Astra Group. Penghargaan-penghargaan ini semakin menegaskan posisi Nasrafa sebagai UMKM yang berkelas dan berkompeten di pasar global.

Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan berbagai pihak telah membantu Nasrafa dalam mengembangkan pasar. Yani Mardiyanto terus bekerja keras untuk mengembangkan pasar lebih luas, dengan berharap dukungan pemerintah dapat memfasilitasi lebih banyak lagi peluang bagi Nasrafa.

Baca Juga: Wajib Tahu, 7 Tips Mengetahui Potensi Permintaan Pasar Bagi Pemula


Menggali Potensi Lokal untuk Meraih Sukses Global: Inspirasi dari Kain Lukis Nasrafa

Berikut adalah beberapa kunci sukses yang dapat diambil dari perjalanan UMKM Kain Lukis Nasrafa:

1. Eksplorasi Keunikan Budaya Lokal

Mulailah dengan mengidentifikasi apa yang unik dan menarik dari budaya lokal kita. Ini bisa berupa motif tradisional, teknik pembuatan yang khas, bahan lokal yang tidak ditemukan di tempat lain, cerita rakyat, atau simbol budaya yang memiliki makna mendalam.

Contoh: Seorang pelaku UMKM di Bali mungkin memilih untuk menggunakan motif Batik Bali yang kaya dengan simbol filosofi Hindu, atau mengadopsi teknik tenun ikat khas Bali yang menampilkan keindahan alam dan budaya pulau tersebut.

2. Prioritaskan Kualitas dan Keaslian

Dalam berusaha menembus pasar internasional, sangat penting bagi pelaku UMKM untuk tidak melakukan kompromi terhadap kualitas dan keaslian produk yang mereka tawarkan. Kualitas bahan dan proses produksi yang tinggi tidak hanya akan meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen global, tetapi juga membangun reputasi positif jangka panjang untuk merek kita.

Sebagai contoh, apabila Kita adalah produsen kain lukis, prioritas utama Kita harus pada penggunaan cat kain yang berkualitas tinggi, yang tahan lama dan tidak luntur meskipun setelah beberapa kali pencucian. Selain itu, penting juga untuk mempertahankan teknik pewarnaan tradisional yang tidak hanya menampilkan keahlian tertentu tetapi juga menambah nilai keaslian pada setiap karya. 

Dengan cara ini, Kita tidak hanya menjamin kualitas fisik produk, tetapi juga nilai budaya dan keunikan yang tidak bisa ditiru dengan mudah oleh pesaing.

3. Inovasi dan Pengembangan Produk

Inovasi dan pengembangan produk adalah strategi kunci yang membantu perusahaan untuk tetap relevan dan kompetitif dalam pasar yang terus berubah. Dengan selalu berinovasi dan mengikuti tren pasar serta kebutuhan konsumen, perusahaan dapat memperkenalkan produk atau layanan baru yang menarik bagi pelanggan, sekaligus mempertahankan basis pelanggan yang ada.

Sebagai contoh konkret dari inovasi dan pengembangan produk, kita bisa melihat pada pengembangan kain lukis yang dapat digunakan sebagai sarung bantal atau tas. Ini adalah sebuah inovasi yang menangkap esensi dari tren dekorasi rumah modern, di mana konsumen mencari barang-barang yang tidak hanya fungsional tapi juga estetik dan dapat menunjukkan kepribadian mereka. 

Kain lukis yang dapat diubah menjadi sarung bantal atau tas menawarkan keunikan karena setiap desain bisa disesuaikan atau dibuat terbatas, sehingga menciptakan nilai tambah bagi produk tersebut.

Baca Juga: Berawal dari Resep Keluarga, Asinan Niekting Makin Melejit dengan Inovasi 

4. Penerapan Strategi Pemasaran Digital dan Branding

Dalam era digital saat ini, pemasaran digital dan pembangunan branding yang kuat menjadi kunci untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Penggunaan platform media sosial, website resmi, dan pasar e-commerce memungkinkan produk kita dikenal tidak hanya di pasar lokal tapi juga internasional. 

Konsistensi dalam branding membantu membangun citra merek yang kuat dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Salah satu cara efektif untuk menerapkan strategi ini adalah dengan membuat akun Instagram khusus untuk produk kain lukis kita. 

Dalam akun tersebut, tampilkan tidak hanya hasil akhir produk, tapi juga proses pembuatan kain lukis, mulai dari pemilihan bahan, proses pewarnaan, hingga kisah inspirasi di balik setiap desain. Ini akan menciptakan keterikatan emosional dengan pengikut dan memperkuat branding produk kita. Jangan lupa menggunakan tagar yang relevan dan populer di kalangan target pasar, seperti #KainLukis #ArtFabric #CulturalArt, untuk meningkatkan visibilitas postingan di media sosial.

5. Bangun Jaringan dan Kemitraan Strategis

Membangun jaringan dan kemitraan strategis adalah langkah penting bagi UMKM yang ingin memperluas cakupan pasar, terutama ke pasar internasional. Kerjasama dengan pihak-pihak yang dapat membantu distribusi produk merupakan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan ini. 

Sebagai contoh praktis, bermitra dengan toko online yang fokus pada produk kerajinan untuk memasarkan kain lukis bisa menjadi strategi yang cerdas untuk memperkenalkan produk tersebut di pasar Eropa dan Amerika. 

Toko online yang sudah memiliki basis pelanggan di pasar target dan memahami preferensi konsumen setempat dapat membantu memposisikan produk dengan lebih efektif, sekaligus menyediakan wawasan berharga tentang cara terbaik untuk mempromosikan dan menjual produk tersebut.

Untuk menciptakan kemitraan yang sukses, penting bagi perusahaan untuk memilih mitra yang memiliki visi dan nilai yang selaras, serta komitmen untuk mencapai tujuan bersama. Komunikasi yang terbuka dan kerjasama yang erat antara kedua belah pihak adalah kunci untuk mengatasi tantangan dan memaksimalkan potensi dari kemitraan strategis.

6. Mengerti Kebijakan Perdagangan Internasional

Memahami regulasi, standar kualitas produk, dan prosedur kepabeanan negara tujuan ekspor sangat penting untuk memastikan kelancaran proses ekspor dan menghindari hambatan atau sanksi. 

Kebijakan perdagangan internasional seringkali kompleks dan bervariasi tergantung pada negara, sehingga membutuhkan penelitian dan persiapan yang cermat. Sebagai contoh praktis, bagi UMKM yang ingin mengekspor kain lukis ke pasar Uni Eropa (EU), sangat penting untuk memastikan bahwa produk tersebut memenuhi standar ekspor EU untuk produk tekstil. 

Uni Eropa dikenal dengan regulasinya yang ketat terkait keberlanjutan dan perlindungan lingkungan. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa kain lukis yang dihasilkan menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan proses produksi yang berkelanjutan, sesuai dengan regulasi yang berlaku di EU.

Baca Juga: 5 Brand Fashion Lokal UMKM, Rekomendasi Buat Tampil Modis!

7. Manfaatkan Dukungan dari Pemerintah

Pemerintah biasanya menyediakan berbagai program yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan dan ekspansi UMKM, mulai dari pelatihan, pendanaan, hingga fasilitasi akses pasar. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi UMKM

Sahabat Wirausaha bisa mendaftar pada program ekspor UMKM yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan pelatihan tentang cara memasuki pasar internasional.

Bagi pelaku usaha, terutama di sektor kreatif, adaptasi dan kolaborasi menjadi kunci untuk tidak hanya bertahan tapi juga berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat. Dengan menerapkan tips-tips di atas dan mengambil contoh sebagai inspirasi, kita bisa meningkatkan peluang sukses di pasar internasional, mengikuti jejak sukses UMKM Kain Lukis Nasrafa.

Jika tulisan ini bermanfaat , silahkan di share ke rekan-rekan Sahabat Wirausaha. Follow juga Instagram @ukmindonesia.id untuk update terus informasi seputar UMKM. 

Referensi

  1. https://soloraya.solopos.com/kain-lukis-produk-umkm-solo-tembus-ke-jepang-ternyata-begini-ceritanya-1268198
  2. https://www.tribunnews.com/regional/2023/10/20/semangat-umkm-nasrafa-berdayakan-pemuda-lewat-kain-lukis-kini-sukses-tembus-pasar-global
  3. https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/rsfu/article/download/3427/2892
  4. https://ukmindonesia.id/baca-deskripsi-posts/pengembangan-bisnis-berkelanjutan-dengan-menggunakan-kanvas-model-bisnis-studi-terhadap-umkm-batik-blora
  5. https://media.neliti.com/media/publications/194850-ID-kajian-strategi-pemberdayaan-umkm-dalam.pdf